MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 66, Mengantar Yuri kesekolah


__ADS_3

"Sudah tidak ada waktu untuk membeli rok baru ayo nanti kamu terlambat." Ucap Kevin saat melihat taksi berhenti di depan rumahnya.


"Baiklah senior." Yuri menurut.


Mereka kemudian naik taksi dan menuju sekolah di mana itu memerlukan waktu hingga dua puluh menit meskipun jalan tidak terlalu padat, mereka sampai dengan aman di mana sudah ada banyak siswa dan siswi yang masuk melewati gerbang.


Saat mereka berdua keluar dari taksi, mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian di mana Kevin memang memiliki ketampanan yang dapat mengikat hati gadis SMA di tambah dengan rambutnya yang di ikat membuatnya menjadi semakin terlihat boy cool banget.


Yuri tidak kalah menarik karena wajahnya yang tampak seperti orang asing dengan rok pendek akan langsung mengejutkan siapapun, seorang perempuan yang belum pernah kamu lihat menggunakan seragam SMA kesekolahmu maka tidak ada pikiran lain selain seorang anak baru.


"Ayo." Ucap Kevin. 'Sepertinya tidak ada yang begitu mengenaliku.' Batin Kevin karena rata rata yang mengenalnya hanyalah anak kelas dua belas atau tahun terakhir yang merupakan juniornya dulu.


"Baik senior." Yuri bersemangat dan mengikuti Kevin berjalan melewati gerbang.


"Nak Kevin lama tidak bertemu." Tiba tiba satpam yang menjaga gerbang dan sudah terlihat sangat tua menyapa Kevin.


"Ah pak Soe, selamat pagi." Kevin cukup akrab dengan satpam tersebut saat masih sekolah dulu.


"Pagi Kevin, ada urusan apa?" Pak Soe bertanya karena meskipun kenal dia juga tidsk boleh membiarkan Kevin yang sudah tidak berstatus pelajar sekolah ini masuk begitu saja.


"Saya sedang mengantar anak sepupu jauh saya, dia kebetulan baru pindah kejakarta dan saya yang menjadi walinya selama di sini." Jawab Kevin menjelaskan.


"Begitukah.. tadi memang kepala sekolah mengatakan akan ada murid baru, masuklah nak Kevin." Ucap pak Soe mempersilahkan.


"Terima kasih pak Soe." Kevin menyempatkan diri untuk berterima kasih sebelum masuk bersama Yuri.


"Woaa.. sekolah ini memang sangat besar." Ucap Yuri kagum akan bangunan sekolah ini di mana sangat jarang ada sekolah di indonesia yang mencapai tingkat empat.


"Ini juga adalah salah satu sekolah swasta milik ayah Alka." Ucap Kevin.


"Kalau tidak salah ayah Alka itu adalah salah satu orang terkaya di Asia kan." Ucap Yuri memastikan.


"Oh Alka juga pernah mengatakan itu." Kevin tidak terlalu memikirkannya.


"Sebagai pecinta uang seharusnya senior tahu itu -_-." Yuri selalu saja tidak mengerti dengan cara berpikir Kevin.


Mereka terus berjalan hingga akhirnya tiba di ruang guru.


"Kita sudah sampai." Ucap Kevin bersiap membuka pintu.


"Sekolah baru.. ini pertama kalinya Yuri pindah sekolah.." Yuri dari tadi hanya terus mengulangi dua kalimatnya itu.

__ADS_1


"Cobalah untuk tenang." Ucap Kevin tapi sudah membuka pintu ruang guru.


Di pagi hari masih ada beberapa guru yang belum datang dan kantor terlihat sedikit sepi namun Kevin tahu bahwa yang mengurus surat pindah dan seluruh berkas Yuri selalu datang setiap pagi buta.


Berjalan Kevin kesalah satu meja dan di sana terdapat guru perempuan dengan oppai besar bermantel putih lengkap dengan kacamatanya, benar benar seperti heroin sensei dalam sebuah anime harem atau ecchi.


"Ibu seharusnya berhenti merokok mulai, sudah berapa kali aku mengingatkan ibu kan." Kevin langsung menarik rokok di tangan guru tersebut dan membuangnya.


"Oh Kevin lama tidak bertemu." Guru perempuan dengan nama Elena tersebut langsung mengubah topik dan ingin memeluk Kevin.


Pak!


"Ibu tolong tunjukkan kharisma anda sedikit di depan murid baru." Kevin menahan wajah Bu Elena dengan telapak tangannya agar tidak terlalu dekat.


"Nama saya Hirokata Yuri." Yuri langsung memperkenalkan diri.


"Ah Hirokata Yuri yah.. semua berkasmu sudah saya selesaikan kamu bisa masuk kelas sekarang." Ucap Bu Elena kembali normal.


"Eh sudah bisa?" Yuri terkejut.


"Nn ini hanya perlu di tanda tangani oleh Kevin saja sebagai wali yang bertanggung jawab." Mengangguk Bu Elena.


"Kenapa kamu belum masuk kelas? Jangan jangan kamu juga terpesona dengan kecantikanku?" Bu Elena mulai membanggakan dirinya.


"Jangan tertipu, meskipun terlihat berumur dua puluh lima tahun tapi dia sudah tiga puluh lim- mm.." Tiba tiba tangan halus dan lembut menyumbat mulut Kevin.


"Jangan mendengarkan Kevin nah silahkan kamu kembali kekelas." Ucap Bu Elena memotong ucapan Kevin.


"Tapi saya tidak tahu di mana kelas saya Bu." Ucap Yuri mengakatan alasannya diam dari tadi.


"Oh iya juga, ekhhem! Mulai sekarang Hirokata Yuri akan masuk di kelas sebelas B, ngomong ngomong saya sendiri wali kelasnya loh." Ucap Bu Elena.


"Kalau begitu saya mohon bimbingannya untuk kedepannya Bu." Yuri sesikit menundukkan kepalanya sebelum meninggalkan ruangan meskipun sebenarnya Yuri sangat khawatir akan kelasnya dengan wali kelas yang seperti itu.


"Eh? Tidak perlu di antar? Nanti kamu tersesat loh." Ucap Bu Elena.


"Saat kesini tadi senior memberitahukan setiap ruangan yang kami lewati." Ucap Yuri yang tadi juga melewati kelas sebelas B.


"Kalau begitu tidak masalah, di sana sudah di siapkan bangku tambahan tunggu nanti ibu masuk baru memperkenalkan diri yah!" Ucap Bu Elena.


"Saya mengerti Bu." Yuri sudah menutup pintu dan pergi.

__ADS_1


"Apa dia adikmu?" Bu Elena bertanya pada Kevin.


"Hanya cewek nyasar saja." Jawab Kevin segera menanda tangani hal yang harus ia tanda tangani.


"Jangan jangan Kevin! Jika kamu butuh pendamping di ranjangmu kamu bisa memanggil ibu loh." Ucap Bu Elena dengan suara yang sedikit tinggi membuat guru lain mendengarnya.


"Tidak akan! Suara ibu ketinggian." Reflek Kevin membalas dan menutup mulut Bu Elena.


"Jika- jika kamu ingin main di sini ibu tidak masalah loh." Bu Elena malah sedikit membuka kemejanya memperlihatkan belahan dadanya saat Kevin mendorong mulutnya tadi.


"Urusan saya sudah selesai, sampai jumpa." Kevin langsung pamit.


...


Halaman rumah Kevin


"Aku pulang Karin." Ucap Kevin mendatangi Karin yang masih melatih teknik melempar pisaunya.


"Selamat datang, bagaimana Yuri di sekolah?" Bertanya Karin menghentikan latihannya.


"Kurasa dia akan baik baik saja." Jawab Kevin mengambil beberapa pisau lempar milik Karin.


"Kau mau apakan itu Kevin?" Bertanya Karin.


Shut! Shut! Shut!


"Satu meleset." Ucap Kevin saat tiga pisaunya mengenai target namun satu di antaranya tidak tepat pada sasaran yang Kevin inginkan.


"Kapan aku bisa seperti itu?" Karin merasa keahliannya kurang karena belum bisa melempar pisau secepat Kevin.


"Nanti juga bisa, kulihat perkembangan mu sudah banyak dari pada saat pertama kali latihan, itulah yang namanya kerja keras Karin." Ucap Kevin mengacak rambut Karin.


Pak!


"Hmph begini begini aku juga bekerja keras." Karin memukul tangan Kevin.


"Besok kita akan jogging, untuk beberapa hari ini aku ingin istirahat bermain dulu." Ucap Kevin.


"Aku juga." Karin setuju dengan Kevin.


"Bagaimana dengan latihan pernapasan penguat tubuhmu?" Kevin bertanya.

__ADS_1


__ADS_2