
Mansion Strayderer
Ruang tamu khusus
"Saya sudah melihat banyak sejarah, penguasa yang serakah maka suatu saat akan mendapat palu penghakiman dari tuhan dan saya tidak berniat untuk bekerja sama dengan kekaisaran yang tidak memiliki masa depan." Kevin hanya berusaha memerankan peran nya sebagai malikat kematian.
"Kau! Apa yang baru saja kau katakan adalah penghinaan besar pada kaisar!" Perajurit pengawal puteri Winry tentu murka setelah mendengar hal tersebut.
"Kalian berdua boleh keluar sekarang." Ucap puteri Winry yang aura nya berbeda dari sebelum nya.
"Tapi.." Pengawal nya menyangkal.
"Apa kalian tidak mendengar nya? Aku memerintahkan kalian untuk keluar." Ucap puteri Winry yang mulai mengintimidasi.
"Baik tuan puteri! Permisi!" Dua pengawal tersebut langsung meninggalkan ruangan.
"Agus kau juga keluar." Ucap Kevin memenuhi keinginan puteri Winry untuk berbicara empat mata.
"Baik lah." Agus langsung keluar karena paham maksud Kevin.
"Baiklah tuan puteri Winry, anda sampai membuang dua kuda anda dalam negosiasi apa yang ingin tuan puteri katakan" Bertanya Kevin.
"Apa kita tidak bisa lepas dari formalitas ini? Jujur aku sangat tidak menyukai nya." Ucap puteri Winry.
Kevin sempat terkejut dengan perubahan sikap puteri ini tapi segera Kevin menuruti nya. "Baiklah nona Winry." Ucap Kevin.
"Dalam hal sejarah para pemilik jiwa abadi memiliki pengetahuan yang lebih luas dari pada kami dan aku mengakui itu, jadi aku percaya jika kau mengatakan kekaisaran akan hancur jika perang terus berlanjut." Ucap puteri Winry.
"Alasan nya bukan hanya itu saja kan?" Ucap Kevin yakin masih ada alasan lain.
"Rasa takut akan kekuatan militer kekaisaran mungkin akan membuat seluruh benua bersatu melawan kami, itu adalah hal yang mungkin di lakukan manusia." Ucap puteri Winry memang sudah memperkirakan nya.
"Jadi nona Winry juga sudah menduga hal ini." Ucap Kevin.
"Aku hanya memikirkan nya saja, aku tidak menyangka ternyata di dunia para pemilik jiwa abadi pernah terjadi perang dunia yang seperti itu." Ucap puteri Winry.
"Jadi apa yang akan nona Winry lakukan? Setelah mengetahui kemungkinan terburuk nya apa kah nona Winry tidak ingin menghentikan kekaisaran?" Bertanya Kevin.
"Rasa nya akan sangat sulit, para bangsawan pasti tidak akan mendengarkan alasan ini saat mereka terlena akan kemenangan." Ucap puteri Winry.
__ADS_1
"Jadi nona Winry akan membiarkan kekaisaran hancur?" Ucap Kevin.
"Aku tidak mungkin membiarkan rumah ku hancur begitu saja." Tersenyum puteri Winry mengucapkan nya.
"Tapi apapun itu aku tidak ingin terlibat." Kevin tidak ingin terlibat dengan masalah yang lebih merepotkan.
"Sebenar nya kami tiga bersaudara dan aku adalah puteri terakhir." Ucap puteri Winry tiba tiba.
"Kenapa tiba tiba?" Kevin pun bingung kenapa malah membahas keluarga.
"Dengan cara masing masing kami bertiga terus bertindak sendiri sendiri untuk mendapatkan posisi pewaris takhta kaisar." Puteri Winry tetap melanjutkan cerita nya.
"Apa kaisar belum memutuskan pewaris takhta?" Bertanya Kevin.
"Tapi entah kenapa akhir akhir ini aku jadi tidak termotivasi lagi karena dua kakak bodoh ku malah terjun ke medan perang untuk mendapatkan konstribusi dan pendukung." Puteri Winry membuang napas panjang.
"Woi setidak nya jawab lah pertanyaan ku." Kesal Kevin." Artinya kau hanya ingin persaingan bukan takhta nya." Sambung Kevin.
"Justru menjadi pewaris takhta adalah hadiah dalam persaingan ini." Ucap puteri Winry.
'Aku sama sekali tidak paham jalan pikiran puteri satu ini.' Batin Kevin mengerutkan dahi. "Ini sudah hampir waktu nya, saya harus segera bertemu presiden." Ucap Kevin pamit.
"Tolong biarkan saya memikirkan nya lagi karena saat ini saya benar benar sedang sibuk." Kevin tidak ingin menimbulkan kesalah pahaman dengan cara menolak nya langsung.
"Kalau begitu tolong izinkan saya menetap di sini sampai tuan Kevin dapat memutuskan nya." Ucap puteri Winry.
'Sial apa yang di pikirkan tuan puteri ini?' Kevin tidak dapat menolak. "Sebuah kehormatan jika tuan puteri ingin beristirahat di mansion kami." Jawab Kevin.
"Terima kasih." Tersenyum puteri Winry.
Kevin memilih untuk langsung logout setelah mengirim pesan kepada seluruh anggota mengenai puteri Winry,
...
Rumah Kevin
"Ada apa senior? Terlihat murung begitu." Yuri menyapa Kevin yang sedang memainkan ponsel nya di ruang tamu dengan wajah murung.
"Ada sedikit masalah di guild." Jawab Kevin masih fokus pada ponsel nya.
__ADS_1
"Masalah!? Apa yang terjadi?" Yuri sedikit panik karena perasaan selama ini guild mereka berjalan dengan baik tanpa ada masalah besar.
"Kau tidak perlu se panik itu Yuri kau jadi mirip Karin loh." Ucap Kevin.
"Yah mau bagaimana lagi, semua masalah yang pernah di lalui guild tidak pernah membuat senior se murung ini, pasti ada masalah besar yang sampai membuat senior kepikiran kan?" Ucap Yuri.
"Bukan masalah besar juga hanya saja putri Winry Von Hawkye datang berkunjung." Ucap Kevin.
-_- "Seperti nya merepotkan." Yuri langsung menanggapi.
"Saat ini entah tujuan apa dia malah tinggal di markas, aku benar benar tidak tau pola pikir seorang tuan puteri." Ucap Kevin yang merasa pusing.
"Kalau masalah menebak pikiran tuan puteri maka serahkan saja pada Yuri, karena kenapa? Itu karena Yuri juga adalah seorang tuan puteri!" Ucap Yuri percaya diri berjalan menuju kamar nya untuk login setelah bertanya dan menjawab nya sendiri.
"Tolong hibur tuan puteri nya baik baik yah!" Untuk sementara seperti nya Kevin bisa menyerahkan puteri Winry pada Yuri.
"Okay senior!"
Kevin lalu menghubungi Alka untuk membahas masalah ini karena Kevin bukan lah ahli nya sementara Alka lebih berpengalaman dalam bisnis meskipun tidak terlalu pada politik.
Hari berlalu dan Kevin berusaha untuk sebisa mungkin menjalani keseharian nya di guild dengan normal tanpa memperdulikan keberadaan puteri Winry namun semua nya tidak berjalan semudah itu karena puteri Winry seakan terus memantau Kevin.
Setiap kali Kevin menyapa, puteri Winry hanya mengatakan untuk tidak memperdulikan nya dan akhir nya satu minggu kemudian berlalu sejak kedatangan puteri Winry.
...
Mansion Strayderer
Ruang tamu khusus
Saat ini Kevin dan putri Winry sedang berada di satu ruangan tanpa ada nya keberadaan orang lain, entah kenapa tapi putri Winry ingin berbicara empat mata dengan Kevin.
"Kali ini kau menyuguhkan teh." Ucap puteri Winry karena sebelum nya tidak ada apapun di atas meja.
"Sebelum nya saya sangat terkejut karena nona Winry datang tiba tiba jadi saya lupa menyuguhkan teh." Ucap Kevin memberi alasan.
"Baiklah bagaimana kalu kita masuk ke topik utama nya." Ucap puteri Winry memasang wajah serius.
"Silahkan." Kevin mempersilahkan.
__ADS_1
"Saat ini kedua kakak ku sedang berusaha untuk membuat kontribusi besar agar dapat menjadi kaisar selanjut nya tapi jika ini terus berlanjut yang ada hanya lah perang saudara." Ucap puteri Winry mulai menjelaskan.