
Ixporia City
"Untuk sekarang Asiva perlu pakaian yah." Kevin membawa Asiva masuk ke toko pakaian karena melihat pakaian Asiva saat ini sudah terdapat tambalan.
"Tapi ibu bilang pakaian sangat mahal." Ucap Asiva.
"Pakaian memang sangat mahal tapi saat bersama kakak Asiva tidak boleh menahan diri yah." Kevin tidak ingin mempengaruhi ajaran Asy jadi dia hanya membenarkan meskipun saat ini harga pakaian hanya lah sebatas recehan bagi Kevin.
"Menahan diri?" Asiva tidak paham akan kata kata Kevin.
Kring! Kring!
"Selamat datang tuan dan... nona kecil apa yang kalian perlukan?" Seorang staf tokoh datang menyapa namun sekejap terkejut melihat gadis berpakaian compang camping yang masuk ke toko nya namun segera memperbaiki sikap nya saat melihat pakaian Kevin terlihat mahal dan kemungkinan memiliki uang banyak.
"Tolong berikan pakaian terbaik kalian untuk Asiva." Kevin memberikan satu koin Platinum yang setara dengan sepuluh koin emas untuk memastikan pelayanan terbaik.
"P-platinum!? Ba-baik akan segera kami siapkan tolong tuan duduk menunggu di sini." Seketika kesopanan staf tersebut bertambah seratus persen dan meminta Kevin untuk duduk di sofa yang ada. "Oi kalian! Cepat siapkan pakaian terbaik untuk nona kecil ini!" Teriak nya pada staf lain sebelum kembali tersebut pada Kevin.
Meskipun hanya setara sepuluh koin emas namun sangat jarang orang yang memiliki koin platinum bahkan Kevin sendiri hanya memiliki beberapa saja.
Asiva di bawa ke ruang ganti tapi seperti nya bukan hanya ganti baju saja karena Kevin sampai menunggu tiga puluh menit sebelum seorang putri kecil datang dengan mahkota mini di atas kepala nya.
"Bagaimana menurut tuan?" Bertanya Staf pada Kevin mengenai penampilan Asiva.
"Kerja kalian bagus tapi lambat." Ucap Kevin sebelum tersenyum pada Asiva. "Asiva jadi terlihat seperti puteri kerajaan." Puji Kevin.
"Benar kah kak?" Asiva terlihat sangat menyukai sebutan itu.
"Ayo tuan puteri kecil kita masih ada hal yang harus di lakukan." Ucap Kevin mengajak Asiva keluar dari toko.
"Nn." Asiva mengikuti Kevin.
"Terima kasih telah berkunjung silahkan datang lagi tuan!" Ucap Staf.
Di luar toko. "Ibu sering membacakan dongeng tentang puteri kerajaan, kata nya puteri kerajaan memiliki banyak makanan enak di istana nya." Ucap Asiva.
"Asiva suka dongeng?" Bertanya Kevin.
"Asiva sangat menyukai nya, ibu selalu membacakan nya sebelum Asiva tidur." Jawab Asiva berjalan mendahului Kevin karena terlalu bersemangat akan pakaian baru nya.
__ADS_1
"Kalau begitu lain kali kakak akan membeli kan Asiva buku dongeng." Ucap Kevin.
"Buku! Terima kasih kak." Asiva berhenti di depan sebuah gang sempit.
Saat itu Kevin tiba tiba merasakan ada seseorang yang berlari dari dalam gang yang gelap menuju Asiva. "Asiva!" Tanpa pikir panjang Kevin langsung menangkap Asiva menggunakan tangan kanan nya dan bersiap menahan serangan apapun yang berasal dari dalam gang.
Bhuk!
Orang tersebut menabrak Kevin namun perbedaan kekuatan membuat nya terpental hingga terjatuh.
"Sakit!" Ucap wanita tersebut saat terjatuh.
Namun Kevin hanya menatap nya datar tanpa berniat untuk meminta maaf karena Kevin mengenal wanita tersebut sebagai wanita yang paling sering membawa masalah di kota ini. "Tuan puteri yang asli telah datang." Gumam Kevin.
"Siapa?" Bertanya Asiva.
"Apa yang tuan puteri Louis lakukan di sini, kabur dari mansion lagi?" Bertanya Kevin juga menjawab pertanyaan Asiva.
"Oh! Si mesum!" Teriak puteri Louis menunjuk wajah Kevin.
"Siapa yang kau sebut mesum gadis kecil?" Bertanya Kevin saat sebuah kerutan muncul di dahi nya.
Kevin melihat sekitar mencari perajurit. "Kenapa tidak ada perajurit di sekitar sini?" Kevin ingin melaporkan keberadaan puteri Louis agar segera di seret kembali ke mansion.
"Apa pun itu jangan panggil perajurit." Cepat Puteri Louis berdiri lalu memohon.
"Hng..." Kevin tiba tiba tersenyum aneh. "Kamu bilang apapun itu kan?" Bertanya Kevin mengangkat dagu puteri Louis.
"Senyum kakak menakutkan -_-" Ucap Asiva.
'Tampan...' Puteri Louis sempat terpana. "Jangan menyentuh wajah ku." Puteri Louis langsung menyingkirkan tangan Kevin.
"Perajurit! Puteri Louis ad-" Kevin siap mengadu.
"Baiklah baiklah apapun itu." Puteri Louis mengiyakan tanpa pikir panjang.
"Hng..." Kevin kembali tersenyum aneh.
"Tapi hal mesum tidak boleh." Puteri Louis menegaskan.
__ADS_1
"Kalau begitu tidak butuh, ayo Asiva." Kevin langsung berjalan pergi bersama Asiva.
"Jadi kau memang hanya ingin mesum kah!?" Teriak puteri Louis benar benar kesal.
"Biar ku beri tau sekali lagi, aku tidak tertarik dengan gadis kecil seperti mu juga kalau di pikir pikir lagi kau ini tidak berguna sama sekali, akan menjadi beban maka nya aku tidak membutuhkan mu." Setiap kata kata Kevin langsung menusuk hingga ke jantung puteri enam belas tahun itu.
"Nge...nge..nge.. aku ini adalah puteri Louis Von Derouis, tentu aku memiliki sihir juga! Kau masih ber pikir aku tidak berguna?" Saking kesal nya puteri Louis sampai merasa ingin berguna bagi Kevin.
"Kalau begitu tunjukkan sihir mu sekarang." Ucap Kevin.
Puteri Louis langsung melihat sekitar. "Di sini tidak bisa." Ucap puteri Lousi setelah melihat orang sekitar.
"Kenapa tidak bisa, apa kah sihir mu terlalu kuat sampai tidak bisa di gunakan di dalam kota?" Bertanya Kevin.
"Di sini tidak ada orang yang terluka sedangkan sihir ku adalah sihir penyembuh." Jawab Louis.
Shing!
- 405
"Kalau begitu sembuhkan ini." Kevin mencakar tangan kanan nya menggunakan tangan kiri nya agar degenerasi otomatis nya dapat berhenti karena luka seperti itu dapat pulih hanya dalam lima detik saja.
"Kau ini bukan mesum tapi bodoh." Ucap puteri Louis.
"Sudah lah cepat sembuhkan tangan ku dan perlihatkan sihir penyembuh mu itu." Ucap Kevin.
"Baik lah." Puteri Louis menutup mata mengarahkan telapak tangan pada luka Kevin. "Wahai roh aku meminta kekuatan mu untuk menyembuhkan orang lemah yang ada di hadapan ku. Heal!" Puteri Louis membaca mantra lalu membuka kedua mata nya.
Butuh tiga detik sebelum hp Kevin yang hilang kembali penuh.
"Lambat, mantra nya lambat, selain itu apa apaan mantra yang menyakiti hati itu, efek penyembuhan nya juga hanya setara dengan potion kelas rendah bahkan lebih rendah, harga nya pun hanya sepuluh Silver itu arti nya kau hanya setara sepuluh koin Silver." Ucap Kevin lagi lagi memberikan damage parah.
"Sepuluh koin silver itu setara dengan satu koin emas!" Ucap Louis membela diri namun ia kehabisan kata kata sehingga hanya itu yang dapat ia katakan.
"Kalau begitu kau hanya setara dengan sebelah sepatu ku yang seharga satu koin emas, aku lebih memilih membawa mbak mbak dari rumah bordil yang harga nya lebih mahal." Ucap Kevin tidak henti henti nya memberikan damage.
Buk!
Puteri Louis jatuh ke lantai karena serangan batin yang sangat kuat.
__ADS_1