MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 69, Rekor terbaru


__ADS_3

Beberapa orang sangat kagum dengan Kevin dan Karin yang mampu bertahan, mereka mulai berharap dapat melihat hal yang lebih menakjubkan lagi dari Kevin dan Karin.


Sementara itu si petugas botak tadi mulai bingung bagaimana cara Kevin dan Karin bertahan, sebagai seseorang yang mencintai kekuatan yang membutuhkan stamina panjang tentu dia sangat tertarik pada Kevin.


"Untuk laki laki itu dia memang cukup berotot dan terlatih tapi aku bingung dengan cewek itu, dia sangat kurus bagaimana dia bisa bertahan sejauh ini?" Ucap si botak.


Kembali ketempat Kevin.


"Dengan level seperti ini seharusnya mustahil kita bisa mengalahkan Ogre, mau menyerah?" Bertanya Kevin.


"Jangan meremehkanku Kevin." Ucap Karin.


"Baiklah sudah saatnya untuk lebih serius kah." Kevin mulai mempersiapkan langkahnya sebelum meluncur dan menebas Ogre.


"Threeple Slash!"


Tiga serangan pedang berturut turut langsung mendarat pada para Ogre dimana mereka langsung mengayungkan gada mereka memukul kearah Kevin.


"Mist Bom!"


Karin melemparkan bola kabut yang dapat membutakan pandangan pada para Ogre.


"Leap!"


Kevin melompat untuk menghindari serangan.


Bom! Bom! Bom!


"Move."


Kevin menghindari pukulan para Ogre dan langsung bertukar tempat dengan Karin.


"Water Knife."


Karin melapisi pisaunya dengan skill elemen air yang dapat meningkatkan damage tebasannya.


Seluruh stat point Karin fokuskan pada Attack saja membuat damagenya menjadi sangat tinggi namun setiap kali menerima damage itu akan menjadi sangat menyakitkan namun dengan ketahanan tubuh Karin setidaknya ia masih mampu menahan dua serangan Ogre saja.


Saat para Ogre tidak dapat meluhat Karin langsung menggunakan seluruh sisa staminanya untuk membantai para Ogre dengan cepat.


Kevin pun juga membantu meskipun tidak banyak karena Kevin juga tidak dapat melihat di dalam kabut yang di buat oleh Karin.


Tidak perlu waktu lama sebelum para Ogre tumbang sementara Karin juga sudah sangat kehabisan stamina dan terbaring di lantai, karakternya juga sudah menghilang agar Karin tidak menerima damage lagi.


"Kurasa untuk hari ini cukup." Kevin juga segera menyerah untuk mengakhiri match ini karena melihat beberapa golem mulai mendekatinya.

__ADS_1


Sementara di luar orang yang melihat setiap pergerakan Karin di dalam ruangan sangat kagum karena kecepatannya.


"Apakah dia seorang atlet?"


"Meskipun seorang atlet tapi atlet apa yang bisa bergerak secepat itu dengan tubuh kecil sepertinya."


Beberapa orang mulai memperdebakan Karin sementara Kevin segera melepas kacamata VR nya karena merasakan seluruh kulitnya berkeringat.


"Penampilan yang sangat bagus ini adalah rekor di tempat ini e.." si botak datang membawakan handu dan cairan gizi untuk Kevin namun dia seakan bingung saat ingin menyebut nama Kevin.


"Kevin, panggil saya Kevin, anda?" Bertanya Kevin.


"Orang orang memanggil ku si botak jadi panggil saja bang botak." Ucap si botak menjawab.


"Baiklah bang botak, terima kasih." Ucap Kevin mengambil handuk dan mui melap keringatnya sementara si botak membantu Kevin melepaskan beberapa peralatannya.


"Sekalian ini cairan gizi dan mineral geratis kuberikan untukmu." Ucap si botak.


"Terima kasih bang." Ucap Kevin. 'Jadi ini bukan layanan tempat ini tapi harus beli sendiri yah.' Batin Kevin mulai meneguk satu botol air mineral hingga habis sebelum meminum cairan gizi C yang ia terima.


"Tapi aku sangat kagum dengan cewek itu bagaimana dia bisa bergerak seperti itu kawan." Bertanya bang botak.


"Dia memang sering latihan untuk melenturkan tubuhnya dan mempercepat langkah dalam waktu singkat tapi hasilnya begitulah dia langsung tumbang." Kevin memberikan penjelasan yang dapat di terima.


"Stamina kalian benar benar sangat banyak sampai bisa bertahan selama tiga puluh menit." Ucap bang botak setelah selesai melepaskan peralatan Kevin.


"Oke lain kali datang lagi yah." Ucap si botak.


"Pasti bang." Ucap Kevin sebelum masuk keruangan Karin di mana petugas yang menangani Karin terlihat panik.


"Nona, nona? Anda baik baik saja?" Bertanya petugas wanita tersebut sambil membantu melepaskan alat yang melekat pada tubuh Karin.


"Handuk." Ucap Karin masih kesulitan menggerakkan tubuhnya dan tetap terbaring.


"Baik baik ini silahkan." Petugas tersebut panik dan memberikan handuk pada Karin.


"Kau baik baik saja?" Kevin bertanya membantu Karin untuk bangun.


"Uh sudah lama aku tidak seperti ini, gendong." Ucap Karin memasang ekspresi manja.


"Ini minum dulu." Kevin memberikan sebotol air mineral yang di siapkan oleh petugas wanita tersebut.


"Gluk gluk." Karin meminum air mineral tersebut hingga tersisa setengah botol.


"Tolong ambilkan dua cairan gizi A." Ucap Kevin.

__ADS_1


"Baik." Petugas wanita tersebut langsung pergi mengambilkan pesanan Kevin.


"Bagaimana perasaanmu?" Bertanya Kevin menutup kembali botol mineralnya.


"Sesikit lebih baik." Ucap Karin namun pandangannya masih terkadang mengelap.


"Tuan ini cairan gizi A anda." Petugas wanita tersebut memberikan dua cairan gizi A pada Kevin.


"Terima kasih." Ucap Kevin lalu memberikan satu cairan gizi pada Karin.


"Terima kasih." Karin berterima kasih dan meminumnya hingga habis bersama Kevin membuatnya jauh lebih baik.


"Kau bisa berdiri?" Bertanya Kevin setelah menghabiskan cairan gizi A nya.


"Nn mungkin." Karin mengangguk dan mulai berdiri di bantu oleh Kevin.


Bruk!


"Hati hati dong." Ucap Kevin saat Karin malah ambruk di punggungnya.


"Pusing." Ucap Karin.


"Sepertinya cairan gizi A masih kurang untuk mengembalikan staminamu." Ucap Kevin di mana sepertinya Karin benar benar parah.


"Sepertinya memang begitu." Padahal Karin hanya malas berjalan saja dan ingin di gendong Kevin seperti biasanya saat ia tumbang.


"Mau bagaimana lagi.. di mana saya harus membayar?" Kevin bertanya setelah mengangkat tubuh Karin kepunggungnya.


"Mari saya antar." Ucap petugas wanita tersebut mulai berjalan kearah meja di dekat lift.


Setelah Kevin membayar semuanya termasuk cairan gizi A yang Kevin pesan, mereka segera pergi melalui lift untuk pulang.


Kevin memilih untuk menggunakan taksi agar lebih cepat sampai di rumah terlebih tempat ini lebih jauh dari pada tempat biasanya mereka melakukan jogging.


Namun entah kenapa Kevin bingung saat melihat Karin terus cemberut selama dalam perjalanan, saat sampai di rumah Karin langsung turun dan berjalan sendiri menuju kamarnya.


"Apa dia sakit?" Gumam Kevin melihat Karin berjalan menghentak hentakkan kakinya menuju kamar. "Haih.. kurasa tidak."


Kevin tidak lagi memikirkannya dan menuju keruang perlengkapan.


"Kurasa aku harus membereskan kamar ini agar Yuri bisa menempatinya." Kevin berpikir setiap wanita butuh privasi.


Tapi meskipun begitu ruangan tersebut di penuhi oleh alat latihan otot Kevin sampai alatnya untuk latihan menggunakan senjata.


"Mungkin aku akan memberikan kamar di lantai dua untuk Yuri." Kevin berpikir untuk membiarkan Yuri tinggal di kamar di lantai dua di dekat kamarnya.

__ADS_1


Kevin kemudian mengambil busur yang biasanya ia gunakan untuk berlatih dengan beberapa anak panah, Kevin ingin berlatih panah selagi ototnya masih panas.


__ADS_2