MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 190, Tugas!


__ADS_3

Mansion Strayderer


Kamar Kevin


"Asya aku memanggil mu. Datang lah!" Kevin langsung memanggil Asya.


Brst! Bursss...


Seluruh gold coin yang berserakan di lantai langsung berkumpul dan berubah menjadi gumpalan darah yang bergejolak sebelum perlahan membentuk wanita Vampire sesuai penampilan yang Kevin berikan dan terbaring tanpa busana di lantai.


Rambut perak, mata merah, telinga runcing dan taring kecil juga tubuh setinggi seratus enam puluh centimeter semua nya menandakan bahwa ia ras Vampire kecuali tinggi badan nya.


"Asya bangun lah." Ucap Kevin.


Gadis vampire tersebut pun menyadari keberadaan tuan nya Kevin dan langsung bersujud.


"Tuan ku yang maha agung, terima kasih karena telah menciptakan makhluk seperti hamba ini." Ucap Asya.


[Silahkan memberikan skill.]


[Skill Asya


- Evolusi Vampire


- + Blood Control


- ...


- ... ]


[Skill "Blood Control" berhasil di tambahkan.]


Kevin hanya memberikan satu skill yang dapat membuat Asya menyerang dan bertahan meskipun Kevin masih bisa mengisi dua slot skill lain nya.


"Terima kasih atas kekuatan yang tuan berikan, hamba merasa sangat tidak pantas untuk mendapatkan kekuatan yang sangat besar ini." Ucap Asya masih bersujud.


"Apa kau meragukan pilihan ku? Aku menciptakan mu dan memberikan mu skill adalah semua nya sesuai kehendak ku." Ucap Kevin.


Asya lngsung memperdalam sujud nya. "Maaf kan atas kelancangan hamba tuan ku!"


Kevin melemparkan kain besar yang langsung menutupi tubuh tanpa busana Asya. "Tugas mu hanya lah satu yaitu memastikan Asiva tumbuh, sampai saat itu aku tidak akan memaafkan mu jika kau mati." Ucap Kevin.


"Hamba akan menjalankan tugas yang tuanku berikan." Ucap Asya sama sekali tidak bergerak dari sujud nya meskipun sudah tertutup oleh kain.


"Berdiri lah gunakan itu." Ucap Kevin.


"Atas izin tuan ku hamba mengangkat kepala dari sujud ini." Asya berdiri dan melilit kain itu di tubuh nya.


"Vampire kah... apa kau tertarik pada ku?" Suara Valentine lagi lagi terdengar di kepala Kevin.

__ADS_1


"Aku hanya menambah ras mu yang hampir punah." Jawab Kevin.


"Oya.. kau baik sekali." Ucap Valentine.


"Saat ini aku tidak memiliki Blood Point sama sekali, bagaimana cara aku mengisi Blood Point nya?" Bertanya Kevin.


"Dia itu bukan player maka dia tidak mengumpulkan energi darah seperti mu." Ucap Valentine.


"Lalu bagaimana cara dia mengumpulkan Blood Point?" Bertanya Kevin.


"Menurut mu bagaimana cara ras Vampire mengumpukan darah?" Bertanya Valentine.


"Menghisap darah ras lain?" Kevin memastikan.


"Kau bisa menawarkan darah mu terlebih menurut kami ras Vampire darah manusia adalah yang paling enak." Ucap Valentine bergairah.


"Apa kau lupa aku adalah seorang malaikat?" Bertanya Kevin.


"Itu akan jauh lebih baik." Ucap Valentine tambah bergairah.


"Ekhhem! Asya kau seperti nya membutuhkan darah, kau bisa mengambil darah ku." Ucap Kevin mengulurkan lengan nya setelah menghilangkan zirah di bagian tersebut.


"Sungguh sebuah penghinaan bagi tuan ku jika hamba yang kotor ini mendapatkan darah tuan ku." Ucap Asya.


"Sudah aku katakan semua nya sesuai kehendak ku, apa menurut mu aku sedang menghina diri ku sendiri?" Bertanya Kevin memberikan penekanan.


"Mohon ampunan untuk kesalahan hamba yang kedua kali nya, hamba siap menerima hukuman." Ucap Asya kembali bersujud.


"Ba-baik tuanku sesuai perintah tuan." Asya berdiri dan berjalan ke arah Kevin.


Krak!


Kevin membiarkan lengan nya terulur namun Asya menggigit leher nya bahkan sampai menembus zirah nya.


'Aku tidak tau gigi Vampire setajam ini!' Batin Kevin terkejut saat hp nya terus berkurang.


"Kau bodoh kah hahaha! Darah yang mengalir di leher manusia jauh lebih cepat dari pada di lengan jadi Vampire akan menghisap nya di leher Ahahaha!" Valentine tertawa keras melihat Kevin.


"Aku ras malikat." Gumam Kevin kesal.


"Ahh~ terima kasih atas makanan nya tuan ku." Asya mendesah dengan wajah sayu yang seakan sedang menikmati darah Kevin saat di bibir nya masih terdapat bekas darah yang mulai meresap ke bibir nya.


"Y-ya jika kau membutuhkan nya lagi beri tahu aku." Kevin langsung menghentikan transformasi class nya dan kembali ke wujud semula.


"Hamba sangat menantikan kesempatan tersebut tuanku." Entah kenapa Asya jadi tergiur akan darah Kevin.


Tok! Tok! Tok!


Brst!

__ADS_1


Seluruh ruangan langsung di penuhi darah yang di kendalikan oleh Asya karena bersiap melindungi Kevin.


Tak!


-1.000


"Kau tidak perlu bertindak di luar perintah ku." Kevin mengetuk kepala Asya. "Siapa!?" Bertanya Mevin pada orang yang mengetuk pintu.


"Maaf kan hamba tuan ku." Ucap Asya memegang kepala nya.


"Senior ada di dalam? Yuri masuk yah." Yuri langsung membuka pintu.


"Yuri masuk lah!" Meskipun telat tapi Kevin tetap mengatakan nya.


"Senior sudah login sehari semalam Yuri jadi khawatir maka nya Yuri dat- ek! Siapa wanita ini senior?" Yuri bertanya curiga saat melihat wanita yang hanya memiliki kain putih yang menutupi tubuh nya juga beberapa noda darah di kain itu.


"Dia? Oh dia As-" Kevin siap memperkenalkan Asya.


"Senior! Tidak mungkin kan!? Apa ini- tunggu, senior melakukan nya dengan Npc!?" Yuri langsung terlihat salah paham.


"Apa yang kau pikirkan Yuri, hentikan pemikiran bodoh mu itu." Ucap Kevin.


"Hanya bercanda kok senior, jadi siapa perempuan canti ideal satu ini?" Kembali Yuri bertanya.


"Dia adalah Npc yang baru saja aku ciptakan nama nya Asya." Ucap Kevin.


"Senior menggunakan fitur tabu!?" Yuri langsung terkejut.


"Tenang saja aku menggunakan uang ku sendiri bukan uang guild jadi tidak akan ada masalah." Ucap Kevin.


"Tidak tidak tidak, bukan itu masalh nya senior kalau ketahuan Npc bakal repot." Ucap Yuri.


"Pokok nya kamu tidak perlu memberitahu siapapun termasuk anggota yang lain maka semua nya akan aman." Ucap Kevin.


"Baiklah." Yuri menenangkan diri karena saat ini hanya bisa mengikuti perkataan Kevin. "Jadi apa tujuan senior menciptakan Npc?" Bertanya Yuri.


"Dia akan menjadi pelayan di mansion ini, apa kau memiliki pakaian untuk nya?" Bertanya Kevin.


"Maid, Yuri punya ini untuk Maid." Yuri menunjukkan pakaian Maid hitam putih.


"Aku bingung kau memiliki pakaian seperti ini." Ucap Kevin.


"Cosplay." Yuri menggunakan emot Maid.


"Huh.. terima kasih kalau begitu." Meskipun tidak terdengar tulus tapi Kevin tetap berterima kasih. "Pakai ini." Kevin memberikan pakaian tersebut pada Asya.


"Asya akan menjaga pemberian tuanku." Ucap Asya menerima nya.


"Itu pemberian ku lagian itu di pakai yah!" Ucap Yuri.

__ADS_1


"Anda siapa tolong menjauh dari tuan ku, anda terlihat sangat mencurigakan." Ucap Asya memusingkan mata pada Yuri.


"Senior entah kenapa Vampire ini terlihat menyebalkan." Kesal Yuri setelah mendengar ucapan Asy di tambah sekarang bentuk dada Asya lebih besar dari milik nya.


__ADS_2