
"Tapi teleportasi itu sangat keren yah bisa berpindah tempat dalam sekejap." Ucap Violet.
"Kita sampai." Ucap Kevin saat toba di depan gerbang mansion nya yang mulai terbuka sendiri.
"Uwah.. apa ini? Istana? Istana kerajaan kah?" Bertanya Violet.
"Anggap saja ini rumah ku dan untuk sekarang kau bisa tinggal di sini sampai kau puas." Ucap Kevin.
"Kevin aku tau kau mungkin ingin sok hebat di depan ku tapi ini rumah mu? Jangan bercanda jelas ini adalah istana." Ucap Violet merasa kasihan akan pengakuan Kevin yang seakan hanya mengaku ngaku.
"Siapa yang ingin sok hebat di depan gadis kecil seperti mu ha!?" Kevin langsung menggoyang goyangkan kepala Violet seperti analog dengan meletakkan tangan kri jya di atas kepala Violet.
"Kakak!" Asiva datang dari taman mansion bersama Asya.
"Selamat datang kembali tuanku." Menunduk Asya.
"Ya." Kevin hanya mengangguk membalas Asya. "Apa yang sedang Asiva lakukan?" Tersenyum Kevin bertanya pada Asiva.
"Bermain petak umpet dengan kak Agus." Jawab Asiva.
"Si Agus." Entah kenapa Kevin agak kesal mendengar nya karena Agus adalah pecinta gadis Loli.
"Kau lagi lagi bertingkah seperti ayah nya." Ucap Karin.
"Heh? Apa.. Ini benar benar.. gluk r-rumah mu?" Bertanya Violet.
"Tuanku siapa perempuan kurang ajar ini boleh saya makan saja?" Bertanya Asya.
"Ah 'dia Violet mulai hari ini dia mungkin akan tinggal di sini jadi baik baik lah dengan nya." Ucap Kevin.
"Baik tuanku." Jawab Asya.
"Enyah kenapa aku merasa tersisihkan." Ucap Violet.
"Selama kau tinggal di sini maka anggap saja rumah sendiri." Ucap Kevin.
"Seperti nya akan sulit tapi aku akan berusaha." Mengangguk Violet merasa tidak yakin dapat tinggal di mansion ini.
__ADS_1
"Karin logout lah lebih dulu ini sudah hampir dua hari aku akan menyusul nanti." Ucap Kevin karena meskipun mereka bisa login selama satu minggu atau satu bulan jika menggunakan beberapa peralatan tambahan menggunakan Virtual Kabin tapi tetap saja membatasi waktu lpgin adalah cara terbaik.
"Okay." Karin berjalan masuk kemansion lebih dulu.
"Baiklah Violet aku memberi mu waktu tinggal di sini sampai kau bisa menentukan tujuan mu selanjut nya jadi anggap saja kau bisa bebas berkeliling kota atau kemana saja yang kau mau selama tidak membuat masalah pada ku." Kevin menegaskan.
"Benarkah?" Violet hanya mendengarkan bahwa ia bebas berkeliling di kota.
"Ya- pokok nya jangan sampai membuat masalah dengan ku." Ucap Kevin.
"Baiklah aku mengerti." Violet mengangguk dengan mata berbinar seakan tidak mendengarkan Kevin.
"Kau tidak mendengar ku kan.. oh iya satu lagi Violet." Ucap Kevin teringat sesuatu.
"Apa?" Violet bertajya balik.
"Kau mungkin membutuhkan perbaikan akan alat terbang mu yang rusak jadi kau bisa datang ke bengkel kami untuk memperbaiki nya, salah satu pandai besi kami mungkin bisa menyempurnakan alat terbang mu itu." Ucap Kevin.
"Apa yang kau maksud itu aku kah?" Ucap Alka datang dari dalam mansion.
"Baru saja di bicarakan." Ucap Kevin.
"Yah seperti nya aku juga tidak terlalu membutuhkan alat terbang ku di daratan tanpa tebing ini." Ucap Violet.
Kevin langsung mengerut kan kening nya. "Apa kau akan menyerah untuk terbang hanya karena tidak ada tebing?" Bertanya Kevin.
Violet kembali tersadar bahwa ia masih memiliki impian yang belum ia capai. "Tapi.. bagaimana cara aku menggunakan alat ku tanpa tebing tinggi?" Bertanya Violet mengalihkan pandangan.
"Kau terlalu meremehkan daratan tanpa tebing ini, aku memberi mu waktu satu minggu untuk bebas melakukan apapun setelah itu Alka akan menemani mu menyempurnakan alat terbang mu." Ucap Kevin.
"Apa itu memang bisa di gunakan?" Violet ragu.
"Kenapa harus aku yang menemani nya, kau yang membawa jya kesini kan?" Alka keberatan.
"Kau akan mendapatkan penelitian baru Alka, item nya itu hebat loh." Bisik Kevin.
"Item yang bisa membawa kita untuk terbang kah... seperti nya memang sangat menarik." Ucap Alka.
__ADS_1
"Violet, jika kau membutuhkan tempat tinggi maka kami bisa menciptakan nya untuk mu." Ucap Kevin sebelum melangkah pergi. "Asya tunjukkan kamar untuk Violet."
"Baik tuanku." Jawab Asya.
"Baiklah seperti yang di katakan Leader jika kau membutuhkan perbaikan item datang lah pada ku." Ucap Alka sangat percaya diri.
"Kalau begitu kuserahkan pada mu." Violet meletakkan alat terbang nya yang rusak di tangan Alka yang ingin berjabat tangan sebelum Violet melangkah pergi mengikuti Asya.
"Woi!" Alka jadi kesal karena bagaikan hanya mendapatkan sepah dari sebuah manisan.
Meskipun begitu Alka tetap tertarik dengan item yang ada di tangan nya dan memutuskan untuk mulai meneliti nya.
Ruang kerja Kevin...
Sementara itu Kevin membuka setiap kotak jiwa milik Npc yang meninggal di lembah, setiap kotak peninggalan Npc pasti menyimpan setiap item yang melengket pada tubuh mereka sebelum meninggal jadi Kevin ingin melihat nya untuk mengetahui tujuan mereka menuju kesana.
Entah Karin mencari sampai di mana tapi jumlah kotak jiwa yang harus nya hanya ada belasan bertambah menjadi ratusan.
"Sebenar nya berapa banyak orang yang mati terjatuh di tebing itu?" Kevin menjadi bingung dan mulai membuka invertory dari setiap kotak.
"Kau memanggil ku?" Agus datang setelah membuka pintu ruangan tanpa mengetuk nya.
"Ya aku rasa kau bisa membantu ku untuk masalah kali ini." Kevin memang sempat memanggil Agus menggunakan chat.
"Berapa banyak kuburan yang kau gali untuk mendapatkan ratusan kotak jiwa npc? Aku tau kau menyukai item langka tapi aku tidak menyangkan kau akan menggali kuburan demi mendapatkan nya." Ucap Agus menatap Kevin bagaikan menatap sampah.
"Aku bukan pencuri kuburan woi! Lagian apa apaan dengan tatapan mu itu? Aku mendapatkan semua ini dari bawah tebing." Jelas Kevin.
"Sebanyak ini?" Agus terkejut.
"Ya makanya rasa nya agak aneh jika hanya ornag yang tersandung dan jatuh atau mengira mereka punya sayap untuk terbang tapi jatuh juga tidak mungkin bisa sebanyak ini, pasti ada sesuatu." Ucap Kevin.
"Siapa juga orang bodoh yang tersandung jatuh di tebing dan mengira punya sayap dan melompat ketebing?" Agus lebih bingung akan cara pikir Kevin.
"Mungkin kau bisa menemukan sesuatu jadi tolong buka semua nya." Ucap Kevin bersiap untuk logout.
"Jangan bilang kau ingin menyerahkan semua nya padaku?" Bertanya Agus.
__ADS_1
"Aku sudah hampir dua hari login jadi aku ingin meregangkan tubuh ku dulu 'dah." Karakter Kevin mulai menghilang.
"Terserah saja lah lagi pula memecahkan teka teki sangat lah menyenangkan." Gumam Agus mulai mengerjakan pekerjaan yang di berikan oleh leader nya itu.