MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 105, Teman Yuri


__ADS_3

Real World 16:20


"Yuri, ambil lah beberapa cemilan di kulkas dan berikan pada teman mu itu." Ucap Kevin karena seperti nya Yuri tidak memberikan apapun untuk tamu nya.


"Boleh?" Bertanya Yuri.


"Kamu harus membiasakan diri memberikan cemilan untuk tamu." Ucap Kevin mengiya kan.


"Baik senior." Ucap Yuri.


"Kalau begitu kami ingin makan dulu, Yuri temani tamu saja." Kevin pun tahu jika Yuri senang memiliki teman pertama yang sebaya dengan nya di indonesia.


Saat Kevin dan Karin menuju dapur untuk mengisi perut mereka berdua, Yuri pun ikut dan mengambil tiga botol cola dingin serta beberapa cemilan kecil dan dia bawa ke kamar nya.


"Maaf yah Yuri, kami tidak memberi tahu mu kalau kami akan datang, apa kamu di marahi?." Bertanya teman Yuri yang terlihat sedikit tomboy.


"Tidak masalah jangan di pikirkan Lisa." Ucap Yuri.


"Tapi kamar kamu benar benar bagus yah Yuri, seandai nya aku memiliki kamar seperti ini mungkin aku tidak akan pernah keluar dari kamar." Ucap salah satu teman Yuri yang lain yang lebih pendek dan kecil.


"Sayang nya di kamar ini aku tinggal berdua jadi ku rasa tidak sebebas itu Nana." Balas Yuri kemudian meletakkan minuman dan cemilan di lantai karena mereka memang hanya duduk di lantai.


"Yuri yang tadi itu siapa?" Bertanya Lisa mengenai Kevin.


"Bukan nya itu kakak yang mengantar mu kesekolah saat pertama kali pindah?" Sambung Nana.


"Dia pemilik rumah ini nama nya Kevin, dia juga alumni sekolah kita." Jawab Yuri.


"Pemilik rumah? Aku kira dia kakak mu? Satu nya cantik satu nya ganteng mm.. kakak adek banget." Ucap Lisa greget.


"Kamu terlalu memuji Lisa." Entah kenapa Yuri sedikit malas membahas hal seperti itu.


"Bukankah ini aplikasi game MMORPG World For Adventure? Kamu juga memainkan nya Yuri?" Bertanya Nana setelah melihat komputer Yuri karena tadi melihat Karin keluar dari kapsul namun di dalam kamar ini ada dua kapsul yang arti nya satu milik Yuri.


"Game ini sangat seru mana mungkin aku melewatkan nya." Ucap Yuri.


"Benar kah? Apa id mu? Beri tahu dong, nanti kita main bareng." Ucap Lisa memegang tangan Yuri.


"Rahasia." Ucap Yuri belum siap memberi tahu nama id nya karena Yuri sara nama nya cukup terkenal di dunia game dan ia tidak ingin teman sekelas nya mengetahui identitas nya di dalam game.


"Jangan gitu lah." Ucap Lisa memaksa.

__ADS_1


"Nanti akan ku beri tahu." Ucap Yuri memberikan janji yang mungkin tidak akan dapat ia tepati.


"Baiklah janji yah." Ucap Lisa.


"Nn." Yuri mengangguk namun terlihat ragu.


"Yuri apa kau sudah punya pacar?" Bertanya Nana setelh menelusuri foto foto Yuri di komputer nya namun tidak menemukan apa apa.


"Mana mungkin lah." Jawab Yuri.


"Masa?"


Mereka terus mengobrol dan bergosip ala anak SMA perempuan pada umum nya meskipun kebanyakan hanya menanyakan hal hal memgenai Yuri.


Yuri memamg merasa terganggu namun Yuri juga sadar bahwa kedua teman baru nya itu hanya lah berusaha untuk lebih akrab dengan nya.


Lisa dan Nana kemudian kembali pulang setelah waktu menujukkan jam enam sore, karena sedikit khawatir saat hari mulai gelap Kevin menawari untuk mengantar mereka pulang.


"Ini sudah mulai gelap biar aku antar pulang saja." Ucap Kevin saat Lisa dan Nana ingin berpamitan.


"Tidak perlu senior, kami bisa pulang sendiri menggunakan taksi." Ucap Lisa.


"Rumah kami juga berdekatan meskipun sedikit jauh dari sini." Sambung Nana yang mengecilkan suara nya pada kalimat terakhir.


"Benarkah senior!?" Bertanya Nana karena ketakutan.


"Mana mungkin lah senior." Ucap Lisa seakan tidak percaya namun dia juga seperti ketakutan.


"Ayo lah setidak nya biar kan aku berterima kasih karena telah menjadi teman Yuri." Ucap Kevin tersenyum dan berjalan kearah taksi di depan rumah nya yang entah sejak kapan berada di sana.


"Senior!" Teriak Yuri yang sedikit malu dengan ucapan Kevin.


"Ba-baiklah." Lisa dan Nana kemudian menurut saja.


Kevin duduk di kursi depan dekat sopir sementara Nana dan Lisa duduk di kursi belakang.


"Jalan pak." Ucap Kevin pada sopir.


"Baik." Sopir kemudian tancap gas dan berangkat.


"Senior." Ucap Lisa membuka percakapan.

__ADS_1


"Ada apa Lisa?" Bertanya Kevin.


"Senior dulu jurusan apa saat masih sekolah?" Bertanya Lisa karena ingin sedikit memecah kecanghungan.


"Sama seperti kalian dulu juga aku kelas Ipa." Ucap Kevin menjawab.


"Menurut senior jurusan ipa itu sulit tidak?" Bertanya Nana.


"Kalau di bilang sulit sebenar nya tidak tapi.. hm bagaimana yah saat aku masih sekolah dulu aku itu tidak pintar namun bisa di bilang tidak juga bodoh, peringkat ku selalu rata rata, aku tidak ingin sombong tapi saat sekolah dulu aku tidak terlalu perduli dengan pelajaran di sekolah." Ucap Kevin.


"Maksud senior?" Nana tidak terlalu mengerti.


"Yah bisa di katakan aku tidak terlalu menganggap serius materi di sekolah tapi saat ini aku benar benar paham bahwa setiap materi saat aku sekolah dulu sangat lah penting, jadi jangan ber main main saat sekolah yah nanti kalian akan menyesal seperti kakak." Ucap Kevin yang memang sedikit demi sedikit mempelajari kembali materi saat ia masih sekolah dulu.


"Apa senior dulu mengikuti sebuah eskul?" Bertanya Lisa.


"Dulu sempat di tawari untuk masuk ke tim sepak bola dan basket sekolah tapi semua nya ku tolak dan akhir nya tidak mengikuti apapun." Kevin selalu mempergunakan waktu pulang sekolah nya untuk bekerja paruh waktu.


"Padahal senior terlihat sangat atletis." Ucap Lisa seakan menyayangkan bakat Kevin.


"Banyak guru yang bilang begitu." Ucap Kevin.


Lisa dan Nana terus bertanya mengenai Kevin hingga akhir nya mereka menjadi akrab terlebih saat mereka harus terjebak macet selama satu jam karena ini adalah jam jam pulang kerja para pegawai kantoran jakarta.


...


Di sebuah ruangan.


"Ah.. lelah nya." Seorang laki laki dewasa meregangkan otot nya dan bersandar sepenuh nya pada kursi kerja nya setelah seharian penuh menatap ke arah monitor komputer di depan nya.


"Kerja bagus." Seorang perempuan yang kemari muncul di televisi sebagai game master untuk mengklarifikasi keberadaan Kevin memberikan satu kaleng bir pada laki laki tadi.


"Terima kasih Bilkis." Ucap laki laki tersebut menerima kaleng bir pemberian perempuan yang bernama Bilkis tersebut.


"Bagaimana perkembangan data nya? Azis." Bertanya Bilkis duduk di dekat laki laki tadi.


"Masih seperti biasa tidak ada masalah serius kecuali yang 'itu'." Jawab Azis.


"Begitu kah.. pokok nya fokus saja pada event awal bulan nanti." Ucap Bilkis.


"Kau menyuruh ku begitu tapi tetap saja aku masih memikirkan yang itu." Keluh Azis yang benar benar menganggap masalah tersebut sangat serius.

__ADS_1


"Saat ini tidak ada yang dapat kita lakukan, berdoa saja semoga Kevin bisa memenuhi harapan kita dan menyelesaikan masalah ini." Ucap Bilkis.


__ADS_2