
"Kau kutanya, apa kau punya mata!?" Om om tersebut semakin emosi.
"Yah.. Om saya punya mata dong om, apa anda tidak dapat melihat mata saya." Kevin menunjuk kedua matanya seakan mengatakan bahwa Om om tersebut buta.
"Kamu mengatai saya buta ha!? Kamu mengatai saya buta!?" Om om tersebut malah semakin mengertak Kevin dimana ia memajukan tubuhnya yang besar kearah Kevin.
"Maaf om saya gak suka BL." Kevin mengangkat kedua tangannya dan mendorong rubuh Om om tersebut.
"Kamu mengejek saya!?" Satu tangan om tersebut langsung terbang dan akan menampar Kevin.
Krak! Brak!
Tangan Om om tersebut langsung ditangkap dan di belokkan oleh Karin yang sedari tadi terdiam dimana ia langsung membanting kepala Om om tersebut kearah meja dan mengunci tangannya.
"Itu tidak patah kan?" Kevin bertanya saat mendengar suara tulang retak.
"Yah kurasa jika dia tidak bergerak." Karin tidak yakin akan jawabannya.
"Akh! Lepaskan aku! Lepaskan!" Om om tersebut berteriak bersamaan dengan semua orang yang mulai memperhatikan mereka.
"Oi jika kau masih ingin menggunakan tanganmu cepatlah pergi dari sini." Ucap Karin mengancam dengan tatapan yang sangat tajam membuat siapapun merinding khususnya Om om tersebut.
"Baik baik." Om om tersebut langsung bersiap melarikan diri begitu Karin melepaskannya namun leher bajunya kembali ditangkap oleh pemilik warung.
"Bayar makananmu dulu." Ucap ibu pemilik warung tersebut.
"Baik ini." Setelah membayar tanpa memperdulikan kembalian langsung meluncur entah kemana.
"Datang lagi!" Teriak ibu pemilik warung yang senang dengan pelanggan yang tidak memperdulikan kembaliannya.
"Aku tidak tau kau bisa segalak itu." Ucap Kevin pada Karin.
"Hm." Satu lirikan tajam dari Karin langsung menusuk kearah Kevin dimana Karin sangat tidak suka dikatakan galak.
"Maaf atas kejadian tadi, kalian mau pesan apa?" Ibu pemilik warung meminta maaf sebentar sebelum menanyakan pesanan Kevin dan Karin.
"Tidak masalah bu, saya sate ayam dan es teh jeruk." Kevin memesan.
"Sama in aja." Karin pun juga memesan sebelum mereka berdua duduk ditempat yang kosong.
"Tunggu sebentar yah."
...
Rumah Kevin
Setelah makan diwarung dan singgah di swalayan untuk membeli cairan gizi dan berbagai kebutuhan lainnya mereka berdua kembali kerumah dan bersiap untuk Login.
__ADS_1
Setelah memastikan seluruh kebutuhan pada mesin virtual kabin Kevin langsung menggunakannya untuk login kedalam game MMORPG World For Adventure.
...
Liden City
Town Square
Karakter Kevin langsung muncul ditengah kota saat malam namun terlihat jelas bahwa karakternya tersebut mengalami perubahan besar dimana rambutnya yang dulu berwarna hitam sekarang separuhnya berwarna putih.
Tangan kirinya juga memiliki kuku berwarna hitam dan sebuah aura hijau yang mirip sebuah asap terus keluar dan mengelilinginya namun saat menggunakan pendeteksi aura apapun, sama sekali tidak merasakan ada aura aneh dari sana.
Jika player lain melihat tangan Kevin mereka akan menganggapnya sebagai item khusus yang akan mengeluarkan asap dari tangan atau terkena sebuah kutukan monster.
Meskipun tidak sepenuhnya benar tapi Kevin menganggap itu adalah sebuah kutukan dimana saat ini didalam tangan kirinya ada sebuah senjata buronan para malaikat dan pengikut dewa.
Saat Kevin login dia sudah dapat melihat karakter Karin yang sedang menunggunya.
"Apa kau menunggu lama?" Bertanya Kevin pada Karin yang sudah menunggu.
"Karaktermu ternyata mengalami perubahan besar." Ucap Karin saat melihat karakter Kevin login tanpa menjawab pertanyaannya.
"Tapi ini sial sekali." Kevin mengayungkan tangan kirinya yang menimbulkan efek cahaya hijau.
"Bukankah kau mendapatkan item box random? Mungkin itu bisa menjadi ke beruntunganmu." Karin mengingatkan.
Alasan Kevin tidak menjualnya adalah karena mengharapkan sesuatu yang dapat meningkatkan penghasilannya dalam game ini dan lagi meskipun itu merupakan item kutukan Kevin sudah tidak keberatan.
Saat ini Kevin sudah agak pasrah dengan karakter nya dimana jika mendapatkan satu atau dua kutukan lagi menurutnya itu tidaklah masalah.
"Aku setuju." Karin mulai mengikuti Kevin kesebuah gang yang sepi dan tidak ada orang sama sekali.
Kevin mengekuarkan sebuah Box kecil yang terlihat sangat mewah dari Invertorynya.
"Aku buka yah." Kevin bersiap menekan opsi buka.
"Oke." Karin juga sangat penasaran akan sebuah item Unique yang lain selain pisaunya.
[Selamat anda mendapatkan God Glasses (Unique) ×1
Sebuah kacamata yang memiliki sihir pertahanan pada tubuh dan dapat menerjemahkan segala jenis tulisan kuno.
Terikat dengan pemilik, dapat memperbaiki diri saat rusak.
Ketahanan: 50.000 (Dapat meningkat)
Fungsi lain akan terbuka seiring waktu.]
__ADS_1
"Lagi lagi item unique yang memerlukan kejadian khusus untuk membuka fungsi lainnya." Keluh Kevin.
"Jangan mengeluh, kamu sudah beruntung banyak memiliki dua item unique, belum tentu orang lain bisa memiliki satu meskipun sudah menjelajahi segala reruntuhan, dengan pisau milikku kita sudah memiliki tiga item unique." Jelas Karin.
"Benar juga." Kevin sadar akan ucapan Karin.
Setiap item Unique dikatakan langka karena hanya satu didalam game MMORPG World For Adventure, meskipun merupakan item lemah namun saat mendapatkan title unique maka item tersebut hanya satu satunya di game ini, dengan kata lain tidak semua item unique merupakan item yang kuat.
"Juga sepertinya itu sangat cocok denganmu." Puji Karin saat Kevin mencoba kacamata perak tersebut.
"Benarkah? Ini juga memberikan perlindungan yang setara dengan armorku." Kevin cukup menyukai kacamata tersebut
"Nn sangat cocok." Karin menambahkan jempol.
"Skill penerjemah bahasa kuno nya saat ini tidak terlalu berfungsi banyak sih." Ucap Kevin karena saat ini dia sama sekali tidak pernah menemukan sebuah bahasa kuno game ini yang ingin diterjemahkan.
"Untuk sekarang ayo kita menaikkan level dulu." Ucap Karin.
"Baiklah aku juga ingin segera mengumpulkan banyak item untuk dijual." Kevin menyetujui.
Mereka kemudian berjalan keluar kota Liden menuju Liden Forest untuk berburu monster, meskipun terlihat petang namun masih ada banyak player yang berburu terlebih langit juga sudah mulai cerah dimana menandakan bahwa matahari akan segera muncul.
Kevin dan Karin tidak memperdulikan semua player yang ada dihutan dan memilih untuk masuk lebih dalam guna mencari monster yang lebih kuat.
Di kedalaman Liden Forest Karin dan Kevin mulai berburu monyet atau Crazy Monkey berlevel tiga puluh sampai empat puluh.
Karin dan Kevin memilih monster tersebut karena selain mudah ditemukan Crazy Monkey juga tidak bisa bertarung secara berkelompok dan lebih biasa bertarung sendiri.
Bom!
"Karin! Dia berlari kearahmu!" Berteriak Kevin dimana saat dia melemparkan bom asap, Crazy Monkey tersebut langsung lari kearah Karin.
"Oke! Silent Stap." Karin menjawab sebelum menggunakan skillnya untuk mempercepat langkah serta menghilangkan suaranya disemak semak.
"Attack Slash." Karin menggunakan salah satu skillnya dan memberikan dua luka pada Crazy Monkey namun itu cukup untuk membuatnya kehilangan bar hp nya secara perlahan karena racun Karin.
"Full Attack!"
Srash!..
+Exp 12
+Core Crazy Monkey ×1
+Copper ×3
+Seed Pearl ×1
__ADS_1