
Kritgar Forest
"Mendapatkan skill pasif, Giant, Syarat untuk mendapatkan nya adalah menerima serangan selama satu jam tanpa melawan serta berada di bawah level sepuluh. Eh Giant itu apa?" Bertanya Cloe setelah membaca notifikasi yang ia dapatkan.
"Raksasa." Singkat Kevin menjawab.
"Bukan itu yang aku tanyakan! Maksud dari skill Giant ini apa!?" Berteriak Cloe mengulangi pertanyaan nya.
"Kau lihat sendiri lah di deskripsi nya bodoh! Kenapa tanya ke gue!" Balas Kevin berteriak.
"Oh iya." Cloe kembali normal dan melihat deskripsi skill nya.
"Bagaimana?" Kevin pun juga kembali normal dan menanyakan skill Cloe karena cukup penasaran dengan skill yang hanya di dapatkan saat berada di bawah level sepuluh.
"Giant, menggandakan hingga dua kali lipat setiap point Devense pengguna." Ucap Cloe membaca deskripsi nya.
"Bukan kah itu terlalu op?" Bertanya Kevin meskipun ia sadar regenerasi nya jauh lebih op.
"Hehe kalau seperti ini aku akan fokus menggandakan point Devense mu." Ucap Cloe seakan memikirkan sesuatu.
"Ya.. itu cukup keren." Kevin ingin menghentikan nya namun entah kenapa malah memuji nya karena merasa bodoh melihat player satu ini.
"Bukan kah itu keren, orang orang akan memanggil ku player tak terkalah kan atau benteng berjalan atau kah player terkuat hehe keren kan." Ucap Cloe dengan wajah aneh memikirkan masa depan nya di game ini.
"Nn itu kerena." Ucap Kevin. 'Lah kau tidak akan bisa menyerang.' Batin Kevin.
"Yah kan.. ah.. hari ini aku cukup lucky bisa mendapatkan skill ini, logout ah." Cloe segera membuka jendela logout untuk meninggalkan game.
"Kau ngapain? Kau mau logout lakukan di zona aman, jika kau logout di sini maka karakter mu tetap akan berada di sini dan bisa saja seseorang menyerang nya." Ucap Kevin menghentikan Cloe.
"Eh benar kah?" Bertanya Cloe yang seperti nya belum membaca petunjuk game ini sama sekali.
"Benar jadi ayo kota kembali ke kota, aku juga ingin segera logout." Ucap Kevin.
"Baiklah kalau begitu aku harus kembali ke kota dulu untuk Logout." Ucap Cloe berjalan kembali ke kota dengan lesu.
...
Kritgar Town
"Uh.. capek, sudah Agility ku lambat jauh lagi." Keluh Cloe.
"Memang tempat berburu kita agak jauh." Ucap Kevin.
__ADS_1
"Dah kalau begitu aku logout dulu." Ucap Cloe pamit.
"Tunggu." Lagi lagi Kevin menghentikan nya sambil mengotak atik sistem nya.
"Apa lagi Kevin?" Bertanya Cloe.
"Aku menambahkan mu ke daftar pertemanan ku, tolong kau terima." Ucap Kevin mengirimkan permintaan pertemanan pada Cloe.
"Eh oh baik lah." Cloe segera menerima nya dengan mengklik ikon konfirmasi.
"Dah aku duluan, kalau kau butuh sesuatu hubungi aku." Ucap Kevin bersamaan dengan tubuh karekter nya yang menghilang karena logout.
"Oke oke." Cloe masih fokus pada informasi data Kevin pada daftar pertemanan nya. "Ha!!? Level sembilan puluh delapan!!" Teriak Cloe di tengah kota membuat nya menjadi pusat perhatian.
...
Real World 17:50
"Ah sudah jam segini, waktu terus berjalan tanpa aku sadari." Ucap Kevin kemudian bangun dari Virtual Kabin, mengambil handuk sebelum menuju kamar mandi.
Lima belas menit kemudian.
"Em.. sekarang terasa lebih segar." Ucap Kevin berjalan menuju dapur setelah mengenakan kembali pakaian nya.
"Di mana Karin?" Bertanya Kevin membuka pintu kulkas dan mengambil satu buah apel untuk mengisi perut nya sementara.
"Karin masih login." Jawab Yuri.
"Ngomong ngomong Yuri..." Ucap Kevin mengerutkan dahi nya.
"Ada apa senior?" Bertanya Yuri dengan sedikit senyuman.
"Kenapa hari ini kau menggunakan apron (celemek) untuk memasak?" Bertanya Kevin karrna biasanya Yuri memasak tidak pernah menggunakan apron meskipun ada apron di dapur.
"Yah ini normal kan." Jawab Yuri dengan nada datar. "Lagian yang aneh itu senior, masak gak pake apron bahkan pernah tidak pake baju." Ucap Yuri.
"Aku menggunakan celana oi lagian kenapa kau bisa tau?" Bertanya Kevin karena perasaan ia memasak tanpa menggunakan baju itu jika hanya sendiri di rumah.
"Hanya menebak saja." Jawab Yuri memgangkat kedua pundak nya.
"Jadi kenapa kamu pake apron?" Kembali Kevin bertanya dengan serius.
"Barusan Yuri lihat di anime kata nya menggunakan apron bisa meningkatkan daya tarik wanita saat di dapur." Jawab Yuri dengan nada lesu.
__ADS_1
"Maaf tapi aku tidak tertarik dengan gadis SMA." Ucap Kevin sebelum menggigit apel nya.
"Bukan berarti Yuri melakukan nya untuk senior yah! Yuri hanya mempraktekkan apa yang ada di anime saja." Ucap Yuri dengan cepat menjelaskan.
"Terkadang khayalan para penulis cerita tidak sama dengan kenyataan yang ada." Ucap Kevin.
"Terlalu banyak berfantasi." Ucap Yuri membenarkan.
"Lapar.. apa makan malm sudah siap?" Bertanya Karin yang tiba tiba datang dan berjalan layak nya zombie.
"Sebentar lagi." Jawab Yuri mulai meletakkan makanan di atas meja.
"Aku akan mengambil piring." Kevin ingin sedikit membantu dan mulai mengambil piring kemudian meletakkan nya di atas meja.
"Sedikit lebih lega." Ucap Karin setelah meminum satu cairan gizi A.
"Ah! Itu punya Yuri!" Teriak Yuri menunjuk kearah kemasan cairan gizi A yang barus saja Karin buang.
"E ada nama nya, maaf." Karin baru tersadar saat melihat nama di kemasan cairan yang baru saja ia habiskan.
"Huh.. sudah lah, lagian kak Karin tidak pernah membeli cairan gizi kan." Ucap Yuri menenangkan diri.
"Baru sadar? Dulu Karin hanya terus meminum cairan gizi yang aku simpan di kulkas tapi saat ini semua cairan gizi yang ku beli aku simpan di kulkas di kamar." Bertanya Kevin menjelaskan.
"Sesekali aku beli loh!" Ucap Karin menolak pernyataan Kevin dan Yuri.
"Nanti kau harus mengganti milik Yuri loh." Ucap Kevin mengingatkan sebelum duduk siap unyuk menikmati makan malam nya.
"Baiklah baiklah aku paham." Balas Karin menarik satu kursi sebelum duduk.
Mereka bertiga kemudian menikmati makan malam bersama seperti biasa nya meskipun sebenar nya momen seperti ini jarang terjadi karena masing masing dari mereka memiliki kesibukan nya sendiri.
...
Ruang tamu
"Memang nya seru?" Bertanya Karin saat melihat Kevin menatapi layar laptop nya dari tadi.
"Bukan nya seru hanya saja ini cukup menambah wawasan saja." Jawab Kevin yang saat ini sedang membaca buku yang ia unduh di laptop nya.
Kevin lebih memilih membaca di laptop nya dari pada menggunakan EDITH karena menggunakan EDITH akan menghalangi jangkauan penglihatan nya.
"Ah begitu, huh.." Karin dengan nada ketus sebelum menyandarkan tubuh nya pada Kevin di atas sofa.
__ADS_1
"Ada apa Karin?" Bertanya Kevin karena seperti nya Karin sedikit mengalami masalah.