MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 186, Hak Administrator


__ADS_3

[Kau belum memberikan jiwa manusia itu pada ku.. apa yang ingin kau lakukan anak muda?]


"Untuk jiwa yang satu ini aku tidak akan memberikan nya." Ucap Kevin.


"Kau cukup berani menentang dewi mu." Sebuah suara perempuan terdengar di kepala Kevin.


"Ternyata suara mu cukup imut dari pada kekuatan mu." Ucap Kevin seakan memuji namun dengan wajah datar karena sedang memikirkan Asiva saat ini.


"Kau seharus nya berbahagia karena kau adalah manusia pertama yang mendengarkan suara ku setelah ribuan tahun." Ucap Valentine.


"Seharus nya begitu tapi aku tidak terlalu tertarik dengan dewi aneh." Balas Kevin.


"Hihi.. aku ini dewi Valentine loh, dewi yang menandakan kasih sayang kenapa tidak ada yang paham akan kasih sayang ku terhadap pengikut ku yang manis." Ucap Valentine dan entah kenapa Kevin merasa ada tangan yang lembut memegang leher nya.


"Saat ini aku tidak ingin di ganggu, akan ku berikan jiwa lain kali." Ucap Kevin.


"Aku menunggu nya." Seketika itu juga Kevin merasa sudah kehilangan sambungan dengan dewi Valentine.


Kevin berjalan memasuki kota dan tidak ada yang menghentikan nya meskipun di tangan nya terdapat mayat wanita yang memiliki luka parah di sekujur tubuh nya, Kevin berjalan menuju distrik kumuh sebelum di hentikan oleh seorang Npc sister.


"Tuan malaikat kematian, maaf jika hamba mencampuri urusan anda tapi wanita ini sudah tidak bernyawa dan jiwa nya sudah tidak berguna bagi anda tolong biarkan saya yang mengurus nya." Ucap Sister tersebut berniat untuk mengistirahatkan Asy dengan baik.


"Jiwa nya masih ter jaga dengan baik aku akan mengurus wanita ini, karena sudah memiliki niat untuk menolong aku ucapkan terima kasih." Ucap Kevin sebelum melangkah pergi.


"Ucapan terima kasih dari anda adalah anugrah terbesar dalam hidup saya." Ucap Sister tersebut menunduk hormat.


Kevin tiba di depan rumah Asy dan langsung mengetuk pintu.


Tok! Tok!


"Asiva ini kakak buka pintu nya." Ucap Kevin.


"Kakak bagaimana dnegan ib-" Asiva terkejut saat membuka pintu dan melihat Asy penuh luka.


"Biarkan kakak masuk." Ucap Kevin berjalan masuk.


"Apa yang terjadi dengan ibu?" Asiva bertanya tanpa berekspresi karena tidak paham akan apa yang terjadi.


'Ayah dan ibu nya meninggal aku paham perasaan itu tapi Asiva masih terlalu kecil untuk merasakan hal ini.' Kevin membaringkan Asy di lantai.


"Kakak kenapa ibu tidak bangun, apa ibu sedang tidur?" Bertanya Asiva saat mendekat dan Asy tidak juga menjawab.

__ADS_1


"Asiva.." Kevin berjongkok dan memegang pundak Asiva. "Ibu sudah beritirahat dengan baik, kamu harus berdoa agar ibu dapat beritirahat dengan baik." Ucap Kevin.


"Apa ibu tidak akan bangun?" Asiva masih bingung akan keadaan saat ini.


"Ibu tidak akan bangun tapi ibu akan tetap melihat Asiva jadi Asiva harus menjadi anak yang baik yah." Ucap Kevin mengelus kepala Asiva.


"Asiva adalah anak yang baik, ibu tidak akan menangis jika Asiva menjadi anak yang baik." Ucap Asiva.


Kevin memeluk Asiva berusaha untuk menahan tangis nya saat mendengar ucapan gadis kecil ini. "Ikut lah dengan kakak mulai saat ini kakak yang akan menjaga mu." Ucap Kevin.


"Bagaimana dengan ibu?" Bertanya Asiva.


"Kita akan mengantar ibu beristirahat." Ucap Kevin.


"Nn." Meskipun tidak mengerti namun Asiva tetap mengangguk.


"Blood Control." Kevin mencoba menutup semua luka Asy menggunaan skill nya setidak nya Kevin ingin melihat tubuh Asy menghilang dalam keadaan sempurna.


Kevin terduduk di sana selama sepuluh jam untuk menunggu tubuh Asy menghilang bahkan Asiva pun sudah tertidur, karena Kevin merasa Asiva tidak perlu melihat nya maka Kevin tidak membangunkan Asiva saat tubuh Asy sudah berubah menjadi kotak kecil.


"Kakak mana ibu?" Asiva terbangun saat mata nya terkena sinar matahari yang masuk melalui celah dinding rumah.


"Apa ini kak?" Bertanya Asiva.


"Ibu sudah pergi jauh tapi selama Asiva memegang kotak ini maka ibu akan tetap melihat Asiva." Ucap Kevin.


"Akan Asiva rawat baik baik." Ucap Asiva.


Kruuu~k


"Ini." Kevin memberikan roti saat perut Asiva terdengar berbunyi.


"Enak baru kali ini Asiva memakan roti se enak ini terima kasih kak." Ucap Asiva.


'Itu hanya lah roti termurah yang sering ku beli untuk memenuhi kebutuhan makan karakter ku.' Batin Kevin merasa kasihan.


"Uhhuk uhhuk!" Asiva tiba tiba tersedak.


"Makan pelan pelan Asiva." Kevin membantu Asiva minum. "Ini apel, kakak mau keluar sebentar." Ucap Kevin berjalan keluar setelah meletakkan satu apel.


"Terima kasih kak."

__ADS_1


Kevin tiba di depan rumah dan langsung menutup pintu juga memastikan tidak ada orang di sekitar.


"Valentine kau mendengar ku?" Bertanya Kevin.


"Ada apa anak muda, kau sudah menghabiskan energi darah mu hanya untuk menutup luka mayat manusia rendahan itu apa lagi yang mau butuhkan?" Bertanya Valnetine yang terdengar kesal.


Semalam Kevin menghabiskan puluhan ribu liter Blood Point hanya untuk menggunakan skill Blood Control selama hampir sepuluh jam.


"Apa kau mengetahui cara agar Npc dapat melewati Gate Of Hall?" Bertanya Kevin mengenai hal tabu.


"Apa kau sadar akan pertanyaan mu? Setiap manusia yang kalian sebut Npc di program untuk tidak bisa melewati Gate Of Hall." Ucap Valentine seakan paham data game ini.


"Aku hanya merasa kau bisa melakukan nya." Ucap Kevin.


"Kenapa kau tidak terbang saja, aku akan mengizinkan mu menggunakan perwujudan ras." Usul Valentine terlebih dahulu memastikan satu hal.


"Asiva masih terlalu kecil, aku tidak ingin terlalu mengejtukan nya setelah kejadian semalam." Ucap Kevin.


Tersenyum Valentine. "Kau datang pada dewi yang tepat, selama kau memohon pada ku saat berada di Gate Of Hall maka aku akan membuka teleportasi nya." Ucap Valentine.


"Setuju." Kevin menganggap nya sebagai kesepakatan dan sambungan pun terputus.


Sementara itu di alam Dewa tepat nya di tempat Valentine.


"Seperti nya aku harus sedikit bekerja keras untuk merombak data aturan dunia ini demi pengikut ku yang manis hihi.." Ucap Valentine saat mata merah nya berubah menjadi biru terang.


"Membuka hak Administrator."


Bom!


Alam dewa terguncang bahkan beberapa data perusahaan Nedizx Corporation di real world seketika error seakan mendapat serangan peretas.


"Nah saat nya perang." Ucap Valentine tersenyum saat banyak data hologram terlampir di sekeliling nya.


Kembali ke tempat Kevin di Liden City.


"Asiva apa masih ada barang yang ingin kamu bawa?" Bertanya Mevin setelah membereskan beberapa barang yabg mungkin sangat penting bagi Asiva maupun Asy.


"Hanya ini saja." Jawab Asiva tersenyum melihat kotak di tangan nya.


"Ayo berangkat." Kevin menahan diri dengan keras saat melihat senyuman Asiva dan segera pergi.

__ADS_1


__ADS_2