
Kolam renang
"Kurasa ini sudah bagus." Ucap Kevin sebelum membuka celana panjang nya di mana di dalam nya ia menggunakan celana pendek untuk berenang.
Kevin kemudian melepaskan baju nya namun entah kenapa ia mendapat kan banyak perhatian jadi ia kemudian menggunakan jaket untuk menutupi tubuh nya.
Berselang beberapa menit para gadi pun kembali namun jangan membayangkan mereka menggunakan pakaian renang tipe bikini, ini indonesia mereka hanya menggunakan kau serta celana pendek itu pun sudah terlalu seksi.
"Aku ingin mengatakan 'cantik' seperti di film film tapi seperti nya ending nya bakal kacau." Ucap Kevin memberi alasan atas diam nya yang tidak memberi pujian.
"Kenapa kita harus menggunakan baju kaos padahal aku membawa baju renang." Ucap Yuri yang menggunakan baju renang di balik kaos putih nya.
"Kita di jakarta Yuri, seandai nya di bali yah gak papa lah." Ucap Karin yang tidak ingin menarik perhatian tapi dia sendiri tanpa sadar menarik perhatian dengan masker oksigen berwarna hitam di mulut nya.
"Aku duluan!" Teriak Lisa berlari dan melompat ke dalam kolam renang.
"Lisa tunggu aku!" Ucap Nana mengejar Lisa.
"Tempat ini sangat ramai." Ucap Kevin melihat sekitar.
"Ini hari minggu terlebih ada event hari ini." Ucap Karin.
"Kak Karin kenapa gak berenang?" Bertanya Yuri saat ia ingin masuk ke dalam kolam tapi Karin seakan tidak mau.
"Kamu duluan saja haha.." Ucap Karin seakan menyembunyikan sesuatu.
"Hup!" Kevin tiba tiba melepas jaket nya dan menggendong tubuh Karin untuk melompat ke dalam kolam.
Byurr!
"Kya!!! Aku tidak bisa berenang! Kevin! Tolon-blup!" Karin berteriak histeris namun mereka sudah masuk ke dalam kolam yang dalam nya mencapai tiga meter hingga seluruh tubuh mereka berdua tenggelam.
Kevin kembali mengangkat tubuh Karin ke atas karena tidak tahu kalau Karin tidak bisa berenang.
"Whua! Uhh Kevin tolong jangan lepas aku." Ucap Karin memeluk Kevin erat dan untung nya ia menggunakan masker oksigen yang membuat nya dapat bernapas meskipun berada di dalam air.
Masker oksigen tersebut dapat membuat seseorang dapat bernapas selama satu menit di dalam air meskipun sebenar nya dengan level teknik pernapasan Karin saat ini ia dapat menahan napas setidak nya dua sampai tiga menit di dalam air namun ia tetap menggunakan masker oksigen utnuk menutupi sebagian wajah nya.
__ADS_1
"Ah maaf aku benar benar tidak tahu kau tidak bisa berenang." Ucap Kevin benar benar minta maaf dan berusaha untuk berenang ke pinggir.
"Ini pertama kali nya aku ke kolam renang jadi aku tidak pernah dapat kesempatan buat belajar berenang." Ucap Karin tidak melepaskan pelukan nya karena takut tenggelam.
"Yuri tolong sewa pelampung." Ucap Kevin hanya dapat menyuruh Yuri karena hanya dia lah yang belum nyemplung.
"Okay." Ucap Yuri berjalan ke sebuah toko yang khusus menyewakan pelampung.
Tidak butuh waktu lama Yuri kembali dengan sebuah pelampung berbentuk lumba lumba.
"Apa gak ada model lain?" Bertanya Karin saat ia sudah duduk di tepi kolam renang meskipun saat ini mereka menjadi pusat perhatian karena keributan yang mereka buat tapi Karin tidak lagi memperdulikan nya.
"Hari ini mereka hanya menjual bentuk lumba lumba saja karena akan ada pertunjukan lumba lumba nanti." Ucap Yuri.
"Jadi mereka tidak menyewakan nya?" Bertanya Kevin.
"Kata nya tidak di jual, jadi beli dua sekalian." Jawab Yuri.
"Aku benar benar minta maaf." Ucap Kevin kembali meminta maaf.
"Akan ku maafkan tapi ajari aku berenang." Ucap Karin mengambil kesempatan tersebut.
"Nana lihat, di situ ada jump ayo cobain yuk." Ajak Lisa.
"Aku takut itu terlalu tinggi." Ucap Nana meskipun sebenar nya di sana ada di mulai dari ketinggian satu meter, tiga meter, lima meter dan tujuh meter.
"Yah Nana gak seru." Ucap Lisa yang merasa malu jika ia mencoba nya sendiri.
"Aku juga ingin mencoba nya." Ucap Yuri.
"Kalu begitu kita berdua saja." Lisa kembali bersemangat.
Mereka berdua kemudian menuju ke tempat lompatan untuk mencoba sedikit adrenalin sementara Kevin masih mengajari langkah langkah awal untuk bisa berenang pada Karin meskipun mereka hanya latihan dari pinggir saja.
"Nah coba ayungkan dan hempaskan kaki mu." Ucap Kevin mulai melepaskan Karin saat Krin berpegangan pada pelampung lumba lumba.
Plaks! Byur! Byurr!
__ADS_1
"Jangan jauh jauh!" Ucap Karin mulai menggerakkan kaki nya dan ia mulai berjalan maju.
"Oke oke teruskan seperti itu, kemudian bayangkan kamu sedang memutar roda sepeda." Ucap Kevin mengajari secara perlahan.
"Pegangin." Ucap Karin masih sedikit takut jika Kevin tidak memegang pelampung atau tangan nya.
Sementara itu di sisi lain, Nana yang dari tadi menyelam ke sana kemari mulai merasa bosan karena hanya sendiri.
"Bosan..-_-.." Ucap Nana yang wajah nya setengah tenggelam.
Nana kemudian berenang ke tepi namun entah memang nasib atau sebuah kebetulan, Nana malah menabrak seorang pria kekar botak berotot dengan bekas luka di wajah nya.
"Mm ma-ma-ma-maaf." Nana yang hampir mengeluarkan air mata karena ketakutan mulai meminta maaf dengan cara aneh.
"Ha? Oh.. lain kali hati hati." Ucap botak tersebut dengan suara super berat mirip ketua gangster namun ia hanya memperingatkan Nana untuk berhati hati.
"Ba-ba-baik!" Ucap Nana yang air mata nya sudah keluar karena ketakutan, untung nya wajah nya sedang basa jadi ia tidak ketahuan kalau sedang menangis.
Jika di bandingkan antara tubuh pria yang di tabrak Nana dengan tubuh Loli Nana sendiri maka bayangin aja tangan orang tersebut dapat memegang separuh kepala Nana yang kecil.
'Seperti nya aku membuat nya takut, aku pindah deh.' Batin pria tersebut pindah tempat karena sadar akan wajah nya yang ganas dapat menakuti orang.
"Abang yang tadi serem banget." Ucap Nana beristirahat di tepi kolam.
Nana kemudian berdiri dan mengambil handuk di tempat istirahat mereka sebelum menuju ke sebuah toko untuk membeli minuman.
"Susu strawberry hmm sekalian beli buat yang lain juga-" ucap Nana terpotong saat ia ingin mengambil minuman lain nya di kulkas namun tangan nya menyentuh tangan seseorang yang super gede yang ingin mengambil minuman yang sama.
"Ah maaf, duluan lah." Ucap seorang laki laki yang suara nya merupakan suara terakhir dari orang yang mengajak Nana berbicara yang tinggi Nana hanya sampai di perut nya.
"Hii...! Maaf!" Nana meminta maaf dan bersiap untuk pergi dari sana namun kaki nya tiba tiba keseleo karena salah langka.
Pak!
Sebelum Nana terjatuh tangan nya sudah di tangkap dan di tolongin oleh laki laki tadi.
"Hati hati." Ucap laki laki tersebut segera membantu Nana karena tau dia sedang keseleo.
__ADS_1
...----------------...
Chapter bonus guys!