
"Itu serangan Monster Bersek, Kevin aku akan memulihkanmu! Healing god." Fani panik dan sembarang mengarahkan healnya.
"Fani stop! A.. sepertinya sudah terlambat." Kevin tidak habis pikir lagi saat skill ultimate Fani malah memulihkan lima puluh persen Health Point milik Ogre untungnya Ogre tersebut sudah tidak lagi pada mode berseknya serta telah kehilangan banyak stamina.
"Apa yang di lakukan Fani!?" Terkejut Karin.
"Maaf!!!." Fani tambah panik.
"Untuk sekarang serang Ogrenya habis habisan!" Teriak Kevin tidak lagi menunggu Coldown skillnya saat melihat Ogre tersebut sudah hampir kehabisan stamina gara gara bersek.
Kevin dan Karin dengan cepat mencicil Hp Ogre hingga mencapai titik nol dan menjatuhkan Drop item, Karin yang memiliki kecepatan tinggi langsung membereskan semuanya sebelum di incar oleh pemain lain.
Ogre tersebut tidak lagi menggunakan bersek saat Hpnya mencapai sepuluh persen karena telah menggunakannya sebelumnya dan akhirnya Kevin dan Karin dapat mengalahkannya dengan sedikit usaha tambahan.
"Sekarang kau tau kan kenapa aku tidak ingin mengajaknya bergabung kedalam Party." Ucap Kevin pada Karin.
"Nn kurasa begitu." Karin tidak habis pikir bagaimana Fani bisa memulihkan Ogre bukannya Kevin.
"Untung saja health point ku masih banyak." Ucap Kevin.
"Maaf aku mengacaukannya lagi." Fani meminta maaf.
"Kamu hanya perlu berlatih lagi Fani, kulihat kamu langsung panik saat monster memasuki mode Bersek jadi kurasa kamu harus membiasakan diri dengan itu." Ucap Kevin menunjuk Ogre yang mendekat kearah mereka.
"Nn baiklah." Semangat Fani kembali.
"Dan juga jangan menggunakan pedang, cukup suport saja begitu coldown skillmu hilang." Ucap Kevin.
"Eh...? Ya.. baiklah." Fani baru saja ingin protes namun mengurungkan niatnya setelah mengingat hal tadi.
Mereka kembali bertempur dan mulai menghabisi satu persatu Ogre, kerja sama mereka bertiga juga mulai membaik saat mereka monster Ogre mulai habis.
Perburuan telah berlangsung hampir dua jam, sudah ada banyak player yang mati namun beberapa yang kuat masih bertahan, monster Ogre mulai habis bersamaan dengan banyak player yang kehabisan stamina.
Saat Party Kevin yang merupakan Party berlevel terendah yang bertahan dimana yang lain memiliki level enam puluh keatas mulai menghabisi dan membersihkan monster Ogre.
Tiba tiba Assassin dari kelompok lain berniat untuk mencuri Drop item yang baru saja mereka kalahkan namun Karin dengan cepat menyadari hal tersebut dan langsung memberi tahu Kevin.
"Oi! Jangan mencuri drop itemku!" Berteriak Kevin pada Assassin tersebut untuk mengalihkan perhatiannya.
Assassin tersebut langsung berlari kearah Kevin dan bersiap untuk menyerangnya namun pisau Karin lebih dulu melukai punggungnya.
Slas!..
__ADS_1
-10.000
"Apa!" Terkejut Assassin tersebut karena menganggap tim Kevin hanyalah party level rendah namun kecepatan Karin dapat menyamainya.
"Selamat tinggal, Full Attack." Hanya perlu satu tebasan Kevin dimana itu memperkuat efek poison milik Karin serta mengeluarkan energi pedang nya yang berwarna hijau setelah di charge dalam pertarungan sebelumnya.
[Instan Death terpicu.]
Assassin tersebut mati dan menjatuhkan banyak Drop item karena kursor namanya sudah berwarna hitam, saat kursor player berwarna hitam yang artinya telah membunuh bajyak pelayer maka akan semakin banyak drop item yang ia jatuhkan saat mati.
Kevin juga tidak mendapatkan perubahan warna kursornya karena membunuh player berkusor hitam.
"Kurasa saat ini kita sudah tidak aman, kalian bisa mundur aku masih ingin bermain sebentar." Ucap Kevin melihat sekitar dimana beberapa pertarungan antara player mulai terjadi demi memperebutkan drop item.
Kevin memutuskan untuk mundur karena belum tentu mereka bisa lolos untuk kedua kalinya pada serangan berikutnya.
"Apa yang akan kau lakukan?" Bertanya Karin.
"Hanya memungut uang." Jawab Kevin lalu melihat kearah Fani. "Apa kau bisa memberikanku buff kecepatan?" Bertanya Kevin pada Fani.
"Efek sepuluh pesen lima detik dan coldown tiga puluh detik." Jawab Fani mengiyakan.
"Baiklah berikan aku sekarang." Kevin langsung menggunakan Hidden Cloak untuk menyembunyikan namanya, Kevin dengan jubahnya langsung berlari kearah beberapa Party yang sedang bertarung.
Sementara di sisi lain, party yang melihat Kevin mendekat langsung mengarahkan serangan padanya namun semuanya dapat di tangkis menggunakan prisai Kevin meskipun masih menerima damage.
Slash! Slash!
+ Hp 2,2%
+ Hp 2,2%
Dengan memanfaatkan Life Steal nya Kevin mulai menebas apapun yang bisa ia tebas untuk memulihkan health point nya yang hilang.
Kevin juga mulai memungut drop item apapun yang ia lewati dan beberapa kali mengambil Last Hit Ogre untuk mendapatkan seluruh Exp monster yang dikalahkan.
(TL nota: Last Hit, mencuri damage terakhir dari party maupun tim lawan untuk mendapatkan Exp paling banyak.)
Kevin terus mengulanginya sebelum akhirnya banyak player yang mulai mengincarnya.
"Sepertinya ini sudah cukup." Gumam Kevin saat ia mulai dikejar oleh banyak player serta jumlah hpnya yang terus menurun karena menerima damage sementara hp regenya tidak bisa menyamai hp yang hilang.
"Apakah player itu tank? Kenapa tebal sekali?"
__ADS_1
"Kurasa dia warrior, damage nya cukup besar."
"Sial player ini menyebalkan sekali padahal dari tadi hpnya sudah berkurang kenapa malah terus pulih?" Para player mulai bersatu dan menyerang Kevin secara ganas.
Meskipun Kevin dibantu oleh heal milik Fani namun itu masih belum cukup.
"Sial aku terkena efek Debuff." Gerutu Kevin saat banyak efek slow yang ia terima serta beberapa kali terkena Stun.
Hp Kevin menurun dengan cepat karena situasi ini tidak dapat Kevin duga, skill Immortality Kevin juga tidak berguna karena musuh menyerang dari jarak jauh sedangkan Kevin membutuhkan health point saat mengaktifkan skill Ultimatenya yang hanya bertahan lima detik.
"Aku akan menggunakan skill ultimetku." Ucap Fani mengarahkan skill healingnya.
"Tahan dulu." Karin melarang saat Kevin terlihat merencanakan sesuatu.
"Ha? Tapi Kevin akan mati loh." Gani kembali panik.
"Jangan panik Fani, bersiaplah menggunakan ultimetmu saat aku memberikan aba aba." Karin menenangkan Fani
Akhirnya Kevin membiarkan hpnya mencapai angka nol dan mati namun belum juga menjatuhkan drop item.
"Dia sudah mati!"
"Cepat pasti dia memiliki banyak drop item!"
"Jangan sampai party lain mendahului kita!"
Banyak Party yang langsung mengepung kearah Kevin.
Saat pandangan Kevin berubah menjadi gelap satu notifikasi muncul di depannya.
[Anda telah mati... skill Immortal terdeteksi, apakah anda ingin menggunakannya? Ya/Tidak
5.. 4.. 3.. 2..]
"Tentu saja ya." Kevin menunggu sampai skillnya hampir tidak dapat lagi diaktifkan sebelum mengaktifkann nya.
Saat karakter Kevin kembali muncul dan mengejutkan seluruh pelayer yang berkumpul di mana healt point Kevin kembali keangka sepuluh persen serta pertahanannya yang sedikit meningkat, seluruh player reflek langsung menyerangnya dengan skill terkuat mereka.
"Immortality!." Kevin kembali mengaktifkan skill ultimatenya dimana ia akan abadi dan tidak dapat menerima damage dan efek apapun selama lima detik.
"Fani sekarang!" Ucap Karin memberikan aba aba.
"Healeng God!" Skill ultimate Fani aktif fan menyembuhkan lima puluh persen health point Kevin.
__ADS_1
Kevin tanpa menyinyiakan skill ultimatnye langsung menyimpan perisainya dan fokus pada Demon Swordnya yang terus menebas musuh hingga hpnya kembali pulih menjadi seratus persen.