MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 177, Di sini, ini, ini ... dan itu!


__ADS_3

Senin, 13 April


Real World 09:10


Markas Strayderer


Lima puluh kapsul di gedung guild Strayderer terbuka secara bersamaan setelah semua nya logout dari game, beberapa langsung meregangkan otot otot mereka beberapa juga langsung mencari minum atau sesuatu yang dapat membasahi tenggorokan mereka saat Kevin sedang membantu Bilqis pindah ke kursi roda nya.


"Terima kasih Vin." Ucap Bilqis setelah berhasil duduk di kursi roda nya.


"Terima kasih juga untuk kerja keras mu di dalam event." Ucap Kevin.


"Hadiah." Bilqis langsung mengingat nya dan meminta hadiah.


"Jam tangan ini belum cukup?" Bertanya Kevin menunjuk jam tangan yang di kenakan oleh Bilqis itu adalah hadiah ulang tahun yang di berikan oleh Kevin.


"Ini dan itu berbeda." Ucap Bilqis.


"Baiklah baiklah kita urus itu nanti." Berjalan Kevin ke arah tempat di mana ia bisa di lihat oleh seluruh anggota. "Perhatian nya teman teman!" Ucap Kevin.


Semua langsung menghentikan aktifitas sementara saat Kevin meminta perhatian.


"Pertama terima kasih untuk kerja keras kalian dalam event kali ini, berkat kerja sama kalian kita berhasil mencapai peringkat tujuh, mari berikan tepuk tangan untuk pencapaian kita." Ucap Kevin menepuk tangan nya.


Prok! Prok! Prok!


"Kedua kita akan mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan kita di Mansion Strayderer tiga hari lagi jadi selama itu kalian bisa beristirahat teman teman." Ucap Kevin memberikan libur.


Prok! Prok! Prok!


Meskipun tidak meriah tapi tepuk tangan selalu ada sebagai formalitas.


"Kalian tau aku tidak bisa berpidato panjang panjang jadi mari kita langsung rayakan saja keberhasilan kita ini di restoran sebelah, aku yakin semua nya sudah lapar kali ini aku yang traktir." Ucap Kevin berniat untuk mengadakan pesta kecil di restoran yang sudah ia sewa.


Prok! Prok! Prok!


Tepuk tangan baru lah meriah padahal hanya traktir saja, mereka semua bisa membeli nya namun seseorang mendengar kata traktir maka normal nya mereka akan senang.

__ADS_1


Meskipun mengatakan pesta kecil kecilan tapi tetap saja jumlah mereka sudah terlalu banyak untuk di katakan kecil jadi satu restoran langsung ribut dan Kevin beryukur sudah menyewa tempat tersebut.


Yang membuat nya nampak seperti perayaan kecil kecilan adalah karena setelah makan semua nya langsung pamit pulang satu persatu, mereka ingin segera beristirahat setelah otak mereka telah bertempur selama lima hari meskipun di real world hanya dua puluh empat jam.


"Kevin pastikan besok kau menjemputku yah." Ucap Bilqis saat memasuki mobil nya.


"Tadi sudah aku traktir loh." Ucap Kevin membuat alasan.


"Ini dan itu berbeda, pokok nya jemput aku dah." Mobil Bilqis langsung memasuki jalan.


"Iya iya." Kevin sudah cukup bosan saat selalu di tagih oleh Bilqis.


"Apa apaan dengan wanita itu." Yuri menjadi kesal melihat nya saat mobil Bilqis sudah mulai pergi.


"Kita juga harus kembali." Kevin masuk ke dalam mobil.


...


Keesokan hari nya Kevin harus datang menjemput Bilqis di rumah nya, Bilqis belum pindah rumah sama sekali sejak masih SMA jadi Kevin mengetahui tempat nya.


Rumah besar mewah yang hampir menyamai rumah Alka sudah menandakan bahwa keluarga Bilqis sangat lah kaya dan entah kenapa setiap kali Kevin datang ke rumah ini selalu muncul di pikiran nya kenapa wanita sekaya ini ingin berpacaran dengan cowok miskin seperti nya saat masih SMA.


"Kevin kah?" Suara Bilqis terdengar.


"Iya cepat lah keluar." Ucap Kevin.


"Tunggu." Ucap Bilqis sudah terlihat membuka pintu dan menggunakan kursi roda biasa yang terlihat susah payah mendorong nya untuk menuju pagar.


"Cih apa yang kau lakukan Bilqis mana kursi roda elektrik mu?" Bertanya Kevin segera membantu Bilqis.


"Sedang si perbaiki." Jawab Bilqis. 'Hanya kehabisan batrei lagi pula aku sengaja menggunakan ini untuk hari ini.' Batin nya ingin Kevin yang mendorong nya.


"Terserah lah pokok nya ayo masuk mobil." Kevin terlihat terburu buru.


"Ada apa Kevin? Kau terlihat terburu buru?" Bertanya Bilqis saat di gendong oleh Kevin untuk masuk kedalam mobil.


"Aku bukan nya pengecut tapi untuk saat ini aku tidak ingin bertemu dengan ibu mu." Ucap Kevin melipat kursi roda dan menyimpan nya di bagasi depan. "Oke pas."

__ADS_1


"Ibu sedang tidak ada di rumah." Ucap Bilqis.


"Senang mendengar nya." Kevin memasuki mobil dan langsung tancap gas.


Broomm...!


Bilqis pun tau ibu nya sangat membenci Kevin karena menganggap Kevin lah penyebab ia lumpuh, meskipun pandangan orang orang seperti itu termasuk Kevin juga menyalahkan diri nya sendiri tapi menurut Bilqis ini bukan masalah siapa yang salah ini adalah masalah nya sendiri.


Semua orang sibuk menyalahkan Kevin dan tidak memikirkan diri nya, itu lah yang membuat Bilqis kesal dan selalu menarik perhatian orang lain untuk kesenangan nya.


"Hari ini akan menyenangkan, jika aku bertemu ibu mu mungkin kau akan merasa hari ini tidak menyenangkan." Kevin menjelaskan kenapa ia tidak ingin bertemu ibu Bilqis untuk hari ini.


"Ibu akhir akhir ini semakin sibuk dengan pekerjaan nya jadi jarang di rumah." Ucap Bilqis.


Ibu Bilqis adalah wanita bisnis, ia menghidupi Bilqis sejak kecil karena sebuah perceraian, meskipun setiap hari sibuk tapi bisa di katakan saat ini yang paling menyayangi Bilqis adalah ibu nya.


"Kau ingin makan di mana?" Bertanya Kevin.


"Sebenar nya aku berharap ini sebuah dinner tapi kau malah menjemput ku pagi, kenapa kita tidak pergi nonton saja sekalian?" Saran Bilqis.


"Film apa yang bisa kita dapatkan di pagi hari terlebih ini hari kerja." Ucap Kevin.


"Dua orang dewasa sedang keluar bermain di hari kerja entah kenapa ini rasa nya seperti bolos di jam pelajaran sekolah." Ucap Bilqis tertawa kecil.


"Cepat lah tentukan kemana kita akan pergi?" Bertanya Kevin menghindari pembahasan masa sekolah.


"Di sini." Bilqis menujuk hologram map yang ada pada mobil.


"M.d aku pernah kesalah satu toko nya saat berada di kolam renang." Ucap Kevin.


"Lalu kesini, di sini, ini, ini, ... dan itu." Bilqis menunjuk banyak tempat.


"Yakin kah, perasaan dulu kau benar benar memperhatikan pola makan mu." Kevin masih mengingat Bilqis sangat memperhatikan berat badan nya tapi sekarang ia menunjuk banyak tempat yang ingin ia kunjungi dan hampir semua nya adalah tempat makan.


"Tidak sopan, kalau begitu kita ke mall dulu." Ucap Bilqis.


"Siap." Kevin mengambil jalur kanan dan berhenti di lampu merah.

__ADS_1


Singkat cerita mereka pun tiba di mall, kebalikan sebelum nya Kevin harus mengeluarkan kursi roda dan memindahkan Bilqis.


"Kita ke mall tapi apa yang akan kita lakukan di sini?" Bertanya Kevin yang memang tidak tau tujuan saat ke mall karena semua nya bisa di pesan di rumah.


__ADS_2