
Liden Forest
Didalam gua
"Lihat ini." Kevin menunjuk kelantai tadi tepat dihadapan mereka. "Jejak itu keluar dari sisi kanan dan masuk kesisi kiri tapi." Kevin berhenti melanjutkan saat kesimpulannya pun sudah diketahui oleh Karin.
Karin mengangguk serius. "Walaupun jejak mereka masuk kearah kiri setelah keluar dari arah kanan tapi.. ... mereka tidak memiliki jejak keluar." Karin melanjutkan.
"Dengan kata lain mereka ingin mengecoh kita untuk masuk kearah kanan yang sebenarnya merupakan jalan keluar mereka setelah memasuki arah kiri, dengan memasuki arah kanan mereka bisa langsung menyerang kita dari depan tapi jika kita memasuki arah kiri kita bisa menyerang mereka dari belakang." Kevin menjelaskan kesimpulannya.
"Ayo." Karin kangsung masuk kearah kiri.
Dengan kesimpulan Kevin, kemungkinan memiliki jebakan diarah kanan memanglah sangat tinggi.
Mereka terus berjalan masuk hingga mencapai tempat dimana memiliki sedikit penerangan berupa obor dan ruangannya pun cukup luas.
Kevin dan Karin memilih untuk tidak memasuki ruangan tersebut saat mendengar begitu banyak suara goblin.
Ruangan yang mereka lihat seperti clouseum kecil dimana terdapat sedikit jurang kebawah tepat didepan jalan sehingga orang yang melewatinya harus memutar melewati jalan yang adadidinding gua.
"Jumlah mereka tidak lah terlalu banyak." Ucap Karin saat melihat ada sekitar tiga puluh goblin dibawah mereka yang semuanya tidak membawa senjata apapun karena beberapa bahkan sedang tidur.
"Untuk sekarang kita bisa membunuh goblin yang tertidur terlebih dahulu sebelum membunuh sisanya." Kevin pun sia dengan pisaunya karena lebih mudah dan cepat diayungkan untuk membunuh secara diam diam.
"Aku bisa memberikan mereka kabut yang dapat melemahkan indra mereka selama lima detik." Ucap Karin yang siap dengan tiga bola kabut disetiap selajari tangan kirinya.
"Baiklah waktu kita hanyalah lima detik, lakukan." Kevin langsung mempersiapkan langkah pembelah airnya dimana langkah tersebut dapat membawanya berjalan tanpa mengeluarkan suara.
Walaupun ini game dimana satu ketukan atau sentuhan kaki dilantai dapat mengeluarkan suara step, tapi berbeda lagi ceritanya jika tidak menggunakan sistem pengarah otomatis yang mengarahkan langkah kaki dan lompatan dengan kata lain bergerak sebelum sistem selesai menerapkan aturan.
Tapi dalam langkah seperti ini maka keseimbangan serta kecepatan tubuh akan ditanggung langsung oleh tubuh karakter berbeda dengan langkah yang mengandalkan aturan sistem maka akan mengatur keseimbangan tergantung tempat pijakan maupun pengaruh dari luar yang diterima oleh tubuh karakter berdasarkan aturan sistem.
Busts..st sts..st
Tiga bola kabut langsung memnuhi ruangan tapi kabutnya tidak terlalu tebal sehingga penglihatan para goblin pun tidak terganggu sama sekali.
Indra para goblin langsung menurun hingga beberapa persen dan Kevin langsung membunuh dengan menggorok leher goblin yang sedang tertidur.
Kevin memilih bentuk pisau dari drop item yang bisa dengan mudah ia gerakkan dileher monster dan dapat menghilangkan suara monster sehingga mereka tidak sempat untuk berteriak.
__ADS_1
Karin melakukan hal yang sama, dia juga menggunakan pisau yang sama dengan Kevin sehingga dengan mudah membunuh para goblin ditambah dengan skill dark blade dan silent step nya.
Lima detik berlalu meskipun tidak berhasil membunuh semua goblin yang tertidur tapi mereka lebih memilih untuk kembali bersembunyi dan menyusun kembali strategi dimana para goblin yang tersisa langsung menyadari keanehan karena mencium bau darah.
Krieeekk!
Kroaarrr!
Mereka berteriak tapi hampir mirip sedang berbicara dengan rekan mereka.
"Bagaimana sekarang?" Berbisik Karin bertanya saat mereka sudah bersembunyi.
"Ini akan gawat, terima undangan partyku dulu." Kevin mengirimkan undangan party pada Karin agar mereka dapat berkomunikasi lewat pikiran tanpa mengeluarkan suara.
"Sudah sekaran apa lagi?" Kembali Karin bertanya saat sudah mengaktifkan telepon party untuk berkomunikasi lewat pikiran.
"Jumlah mereka bertambah." Ucap Kevin menunjuk sebuah arah lorong dimana lorong tersebut terus mengeluarkan goblin berlevel tiga puluh lima sampai empat puluh.
"Levelku sekarang baru tiga puluh enam, mereka terlalu kuat." Karin mulai ragu.
"Ada beberapa goblin terluka yang berasal dari lorong itu, kemungkinan ia diserang oleh sandera mereka tapi jelas serangan teraebut afalah serangan skill sihir, apa sandera mereka adalah seorang petualang?" Jelas Kevin kembali bertanya karena masih kekurangan informasi.
"Kalau begitu berarti ada NPC didalam dan kita bisa mendapatkan fame lebih hehwe." Karin langsung melupakan semua keraguannya tadi fan langsung kembali kepuncak ketertarikan saat karakternya mengeluarkan emot dimana mata Karin berbinar dan mulutnya mengeluarkan banjir liur.
Cepat Karin menghentikan emotnya dan kembali seirus. "Jadi apa rencanamu, jumlah mereka tidak kurang dari lima puluh sekarang." Karin melihat kebawah dan rombongan goblin sudah berhenti bertambah.
"Perispakan semua bola ledakanmu juga berikan aku bola kabut." Kavin mengeluarkan bola kabut daei invertorinya dan menyimpannya ditas kevil dibelakangnya agar dapat lebih mudah untuk mengambilnya nanti.
"Baiklah." Karin tanpa bertanya lagi langsung menuruti perkataan Kevin.
Mereka bersiap dengan cepat dan kembali siap meluncur.
"Apa kau sudah mengerti cara menggunakan bolanya?" Bertanya Kevin yang sudah siap dengan pedang silver ditangan kanannya.
"Itu mudah." Karin pun siap dengan pisaunya yang tadi.
"Baiklah.." Kevin menarik napas dalam dalam. "Maju!" Lanjut Kevin melempar tubuhnya kebawah bersamaan dengan bola ledakan.
"Dark step." Karin pun juga langsung meluncur dan meninggalkan sinar ungu dijarak langkahnya yang sejauh lima meter sebelum menghilang.
__ADS_1
Bom!
Satu lemparan bola ledakan langsung memancing para goblin.
Graakk
Kieekkk
Ledakan tepat ditempat Kevin berpijak sehingga para goblin langsung menyerang kearahnya.
"Kemarilah!!" Teriak Kevin langsung mengeluarkan bola kabut untuk membuat pertarungan menjadi lebih mudah.
Karin juga sudah mulai membunuh goblin dari belakang dengan meminimalisir suara sekecil mungkin, jika para goblin menyadarinya maka dia akan melempar bola ledakan kepada Kevin untuk mengalohkan aggro goblin.
"Water Sword! Sword Dance!" Kevin mulai menebas para goblin yang sudah mendapatkan efek slow.
Perlu tiga hingga lima tebasan dititik vital agar membunuh satu goblin, ini sangat menyusahkan karena Kevin juga tetap harus menangkis serangan yang kadang kadang mendarat ditubunya.
Saat efek kabut habis, Kevin kembali melemparkan bola kabut lagi untuk melemahkan goblin, ini benar benar sangat menguras stamina.
Pertempuran berlangsung lama hingga semua goblin berhasil mereka ratakan dengan healt point Kevin yang mencapai sepuluh persen meskipun saat pertempuran dia meneympatkan diri untuk meminum heakt potion.
Pedang Kevin tidak dapat bertahan dan hancur tepat saat pertempuran berakhir dimana armornya bahkan sudah pecah bagaikan kaca dari tadi.
"Karin, vepat pulihkan health pointmu mana point dan staminamu dengan cepat aku memiliki firasat buruk."
"Oke!"
Cepat Kevin dan Karin meminum empat Health Potion dan empat mana potio masing masing dan melakukan teknik pernapasan untuk segera pulih hingga satu teriakan monster menyadarkan mereka berdua.
Goraarrr!!!
Bum!
Satu monster goblin mendarat ditengah tengah ruangan dimana tingginya setinggi Kevin tapi badannya lebih besar.
[Goblin, Lvl 50 (Boss)
Hp 50.000.]
__ADS_1
"Biar aku yang mengurusnya!" Berteriak Karin yang percaya diri.
"Oi jangan gegabah!" Walaupun Kevin sudah memperingatkan tapi Karin sudah terlebih dahulu meluncur.