
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Liden City
[Skill Book - Rain Shot
Menembakkan panah ke atas yang akan memanggil hujan panah kesebuah area berdiameter 10 meter dengan jarak maksimal 40 meter dari pengguna.
Coldown: 5 menit.]
[Skill Book - Shot Destroyer
Menahan anak panah, semakin lama di tahan semakin jauh jarak yang dapat ditembakkan dan semakin besar juga damage yang di berikan, batas menahan anak panah 10 detik.
Coldown: 30 detik.]
[Skill Book - Dispel
Memanah karah pijakan yang akan membuat jarak di mana dapat mendorong pengguna kebelakang dan target untuk saling menjauh.
Coldown: 20 detik.]
"Oke tiga ini saja." Ucap Kevin mengambil tiga skill book.
"Baik, tiga skill book tipe archer, dua normal dan satu tingkat menengah, semua nya empat ratus gold namun sebagai permintaan maaf saya akan memberikan diskon dua puluh persen." Ucap Npc perempuan tersebut.
Dua skill book normal yang masing masing harga nya adalah seratus gold sementara skill book tingkat menengah seharga dua ratus gold jadi total empat ratus koin emas namun dengan diskon dua puluh persen sekarang Kevin hanya perlu membayar tiga ratus dua puluh gold.
"Ini." Kevin mengirim tiga ratus dua puluh gold tersebut menggunakan sistem karena terlalu banyak untuk di keluarkan.
"Terima kasih, datang lagi tuan." Ucap nya membungkuk saat Kevin mulai meninggalkan toko.
Di luar toko.
"Hanya sekali mampir ke toko saja aku sudah menghabiskan tiga puluh dua juta kurang dari satu jam, apakah ini yang di sebut orang kaya? Aku yakin Karin akan kesulitan untuk membeli skill tome, bukan karena gak punya uang namun pasti karena tidak mau keluar uang." Ucap Kevin tertawa sendiri.
Kevin kembali memperhatikan ketiga skill book nya namun ada beberapa player di sekita yang memperhatikan Kevin memegang tiga skill book menganggap bahwa Kevin adalah anak sultan atau seorang player yang suka top up gold.
"Sesekali pamer gak papa lah yah." Kevin langsung mempelajari ketiga skill book tersebut di tempat.
__ADS_1
Setelah mempelajari ketiga skill book tersebut, Kevin segera menuju pusat kota dan logout.
...
Real World
19:30
Setelah logout dan kesadaran Kevin kembali, Kevin langsung menuju kedapur untuk mencari sesuatu yang dapat ia makan setelah melihat jam sudah menunjukan jam tujuh tiga puluh malam.
Saat sampai di dapur, Kevin melihat Karin yang sedang makan malam sendiri.
"Kemana Fani?" Bertanya Kevin.
"Di kamar sedang belajar, ini masakan Yuri enak cobain." Ucap Karin menjawab.
"Aku memang ingin makan malam." Ucap Kevin mengambil piring sebelum duduk di depan Karin dan menikmati makan malam berdua.
Setelah mereka berdua selesai makan malam, Karin segera mencuci piring sementara Kevin sedikit beristirahat di tempat duduk nya tanpa meninggalkan meja makan.
"Cukup lama kita tidak makan malam berdua seperti ini yah Kevin." Ucap Karin tiba tiba mengingat.
"Oh iya.. setelah Yuri datang kita selalu makan malam bertiga atau sendiri sendiri dan kebanyakan Yuri lah yang memasak akhir akhir ini." Kevin pun merasa dia sudah sangat jarang menggunakan dapur nya sendiri.
"Lalu?" Bertanya Kevin menanyakan maksud Karin.
"Bukan apa apa." Karin menjawab dengan menekankan setiap kata kata nya.
"Oh baiklah." Kevin tidak lagi memikirkan nya.
Keesokan hari nya saat Yuri berangkat kesekolah, Kevin dan Yuri segera login berniat mencari dungeon untuk meningkatkan level mereka berdua.
...
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Arclide City
"Kota ini tidak jauh dari Liden City, bahkan biyaya telepirtasi nya hanya satu gold saja." Ucap Kevin.
__ADS_1
"Bukan kah lebih baik kita naik kuda saja?" Ucap Karin.
"Memang naik kuda jauh lebih menguntungkan bagi kita, tanpa membayar satu koin emas, kita juga bisa memburu monster di jalan namun bagaimana jika kita bertamu monster yang berbahaya dan mati." Ucap Kevin.
"Ini kan hanya jarak kota menengah mana mungkin ada monster level tinggi." Ucap Karin.
"Bukan hanya itu saja, alasan kita menggunakan gate of hall adalah untuk menemui party yang merekrut kita bukan?" Kevin menegaskan tujuan utama mereka.
"Iya juga yah." Karin baru teringat.
Sebelum nya Kevin telah mendaftarkan diri nya dan Karin ke aplikasi khusus sebagai tentara bayaran atau player yang dapat di sewa.
Biasa nya player seperti ini atau tentara bayaran memiliki grup atau pun party dan mereka memiliki peringkat tersendiri di aplikasi tergantung konstribusi dan kekuatan mereka di game ini sama hal nya dengan guild.
Mereka di bayar untuk melakukan berbagai tugas tergantung keahlian mereka dan saat ini Kevin mendaftarkan diri nya dan Karin sebagai tentara bayaran yang hanya membantu clear dungeon dengan pengalaman clear dungeon adalah nol.
Selain itu mereka juga di wajibkan menambahkan informasi job dan level mereka berdua, karena level yang rendah, party yang sedikit serta pengalaman clear dungeon adalah nol, akhir nya Kevin dan Karin hanya di gaji rendah.
"Halo, apakah ini party Angel Of Hunter?" Seorang mage laki laki dengan tiga orang lain nya mendatangi Kevin dan bertanya.
"Iya ini Angel Of Hunter, anda Poxy?" Kevin balik bertanya setelah nama tim tentara bayaran yang ia daftarkan di sebut.
"Ah iya saya Poxy, ini Penyo, Pupu dan itu Pero." Jawab mage tersebut memperkenalkan ketiga teman nya yang juga merupakan mage.
"Nama yang unik." Ucap Karin.
"Terlebih dahulu saya bertanya, kenapa semua nya mage?" Bertanya Kevin merasa aneh dengan job mereka ini.
"I-itu kami memutuskan untuk login bersama dan memilih job yang sama." Jawab Poxy yang terlihat seperti leader nya.
"Seperti nya kalian sangat kesulitan." Ucap Kevin menebak.
"Kami sangat sulit untuk menaikkan level kami padahal awal nya kami hanya ingin menikmati game ini tapi rupanya sangat sulit menjelajah keberbagai tempat tanpa level yang tinggi." Jawab Poxy menunjuk kursor nya menunjukkan level lima puluh.
"Jadi kalian menyewa kami untuk membantu kalian level up." Ucap Kevin yang dengan kata lain mereka ingin level mereka di gendong oleh Kevin.
"Cih!" Karin berdecak sial karena harus membantu player lain menaikkan level sementara bayaran nya hanya sepuluh gold atau satu juta saja.
"Anu.. bukan kah anda adalah Kevin?" Salah satu teman Poxy yang bernama Penyo bertanya, Penyo adalah satu satu nya perempuan di tim Poxy.
"Ah iya saya Kevin, ada apa?" Kevin merasa aneh karena seharus nya mereka sudah tahu nama tentara bayaran yang akan mereka sewa.
"Ternyata memang benar, awal nya saya ragu saat melihat nama anda tapi setelah melihat langsung anda memang Kevin si Immortal God kan?" Perempuan bernama Penyo tersebut entah kenapa langsung bersemangat.
__ADS_1