MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 34, NPC Asy


__ADS_3

Kedalaman Liden Forest


Dalam satu kali seranga Karin dapat membunuh satu goblin saat pisaunya menggorok tepat dileher goblin yang anehnya Karin sama sekali tidak terpengaruh oleh kabut bercaun yang ia lemparkan.


Karin kembali melangkah dan menggorok semua leher para goblin tapi Crytical Attack pertama tidak lagi terpicu meskipun begitu berkat serangan pada leher Goblin dan racun yabg terus mengurangi Health point mereka itu membuat nyawa mereka terisa lima puluh persen saja tepat saat kabut menghilang setelah dua detik.


"Wind Slash!" Bilah angin melaju dan mengenai beberapa goblin.


-2.000


-1.900


-1.900


Tap


Satu hentakan kaki Kevin membuat tubuhnya terlempar kedepan dengan satu pedang ditangan kanannya.


"Water Sword."


Pedang Kevin langsung dilapisi oleh air dan meningkatkan damage serangannya.


Sresh


-2.500


-2.500


Setelah pertempuran yang tidak cukup dua menita tujuh goblin berhasil mereka tumpas tapi dalam kecepatan membunuh aeperti ini tentu stamina mereka juga berkurang lebih banyak dari pada biasanya.


Kii..kiik!!..


Sialnya mereka ketahuan oleh dua penjaga gua yang langsung berteriak meminta bantuan.


Dua puluh goblin datang dari dalam gua dengan level rata rata tiga puluh lima.


"Bukankah ini pertempuran yang sangat menguntungkan." Ucap Kevin setelah menyandarkan perempuan tadi dan menyelimutinya dengan jubah yang pernah ia pungut didrop item juga meminumkannya dengan health potion buatannya.


"Bukankah itu salah satu jubah kesayanganmu." Karin sedikit mengejek Kevin yang membiarkan jubah kesayangannya diberikan pada NPC.


"Bukan masalah." Kevin berdiri dan bersiap dengan satu pedang ditangannya.


Kikiiiiikk!!


Para goblin langsung menerjang dengan senjata rusak maupun gada kayu.


"Makan ini!!" Karin melemparkan banyak kabut beracun kedepan goblin. "Minum ini." Ucap Karin yang memberikan sebuah potion bening agak keunguan.


"Apa ini?" Walaupun Kevin telah membaca status item tapi dia tetap menanyakannya sebelum meminumnya.

__ADS_1


"Itu bisa membuatmu kebal terhadap segala racun yang aku buat." Ucap Karin yang tinggal suara saja karena sudah maju.


Gluk


"Ah.. Sword Dance!!" Begitu selesai meminumnya Kevin langsung meluncur dengan menebas para goblin yang lebih mirip seperti sedang menari dengan percikan darah merah gelap yang mengikuti setiap ayunan pedangnya.


Bentuk tubuh goblin hampir mirip dengan manusia dan semua letak persendiannya pun sama, yang membedakannya adalah mereka sedikit lebih pendek.


Dengan begitu saja Kevin dapat dengan mudah membunuh mereka karena teknik berpedang yang manusia biasanya hanya untuk melawan manusia apa lagi goblin ini tidak memiliki tatik serang sama sekali kecuali hanya menebas sembarangan dan memukul sembarangan.


Kevin yang ada ditengahnya hampir sama saja dengan mesin pemanen padi yang sedang panen.


Pertempuran selesai dalam beberapa menit walaupun Kevin juga mendapat beberapa luka tapi itu tidak lah seberapa.


Setelah memastikan semua goblin mati dan menjatuhkan drop item, Kevin dan Karin langsung memungut semua Drop item.


Setelah semua drop item dipungut, jumlah item Fang Goblin yang harus mereka kumpulkan juga telah selesai, dengan ini seharusnya misi mereka juga akan berakhir jika dilaporkan keguild petualang dan menyerahkan item tersebut.


"Ma-maaf para petualang." Tiba tiba perempuan tadi datang menyapa dengan menggunakan jubah yang diberikan oleh Kevin.


Kevin dan Karin lamgsung melirik. "Ada apa?" Kevin bertanya.


"Terima kasih telah menyelamatkan saya." Ucap gadis tersebut membungkuk dan hampir menangis.


-Fame +10


Notifikasi Kevin dan Karin muncul tapi kali ini Karin bahkan juga mendapatkan sepuluh point fame yang membuatnya sangat senang tapi menahan untuk berselebrasi karena melihat gadis perempuan didepannya sedang bersedih.


"Maaf tapi saya tidak melihat orang lain karena saya hanya sedang mengumpulkan tumbuhan herbal saja tapi saya tidak sadar dan masuk lebih dalam kehutan." Jawabnya.


"Dengan kata lain kemungkinan masih ada orang didalam gua adalah lima puluh persen." Kevin menimpali memberi sedikit semangat kepada Karin yang hampir saja down.


"Tapi kenapa kau terluka sampai bajumupun tetlepas?" Karin bertanya blak blakan tanpa tahu apa yang akan terjadi saat bertemu dengan goblin.


"A-aku tidak di 'itu' kok a-aku hanya dipukuli oleh mereka saja sebelum dibawa kemari." Cepat gadis itu menjawab dengan wajah memerah karena masih ada laki laki disini yaitu Kevin.


'Sepertinya kejadiannya tidak lah sampai dihal terburuk.' Batin Kevin.


"Hm? 'Itu' maksudnya apa?" Karin tidak paham untuk kali ini.


"Eh i-itu.." Gadis tersebut tidak bisa menjawab.


Kevin langsung mengelus kepala Karin untuk berhenti bertanya. "Sudahlah, kau ingin mengumpulkan Fame bukan? Kalau begitu kenapa kita tidak memeriksa kedalam." Ucap Kevin menawarkan bantuan.


"Baiklah." Karin kembali bersemangat.


"Kau, siapa namamu?" Kevin bertanya pada gadis didepannya.


"A-aku.. namaku Asy dua puluh lima tahun, bekerja sebagai petualang tapi bisanya hanya mengumpulkan tumbuhan herbal saja, tapi itu bisa menyambung hidupku, aku punya seorang anak perempuan, umurnya enam tahun dan juga-" Asy malah terus berbicata tanpa henti sebelum dihentikan oleh Kevin.

__ADS_1


"Oke oke stop! Aku paham aku paham, aku hanya bertanya namamu saja." Ucap Kevin mendengarkan penjelasan Asy yang panjang lebar.


"Ma-maaf aku berbicara kepanjangan." Asy menunduk.


Tapi Kevin juga tidak menyangka bahwa prempuan berambut biru cerah didepannya yang Kevin kira adalah seorang gadis ternyata memiliki anak perempuan.


"Kemana suamimu?" Karin lagi lagi bertanya belak belakan.


"Aah! Kami pergi dulu yah, Asy sembunyi disini saja kami akan segera kembali juga ingat namaku Kevin dia Karin." Kevin langsung membungkam Karin sebelum membawa tubuh kecilnya masuk kedalam gua dengan terburu buru.


"Baik."


Walaupun Kevin juga sebenarnya cukup penasaran dengan pertanyaan yang diajukan Karin tapi Kevin bukanlah orang yang suka mencampuri urusan keluarga orang lain.


...


Didalam gua.


Kevin dan Karin mulai seirus saat mereka memasuki gua dimana penerangan mulai menghilang.


Karin sih masih bisa memiliki sedikit penglihatan berkat job nya yaitu assassin dan memiliki penglihatan ditempat gelap walaupun tidak terlalu terang tapi itu cukup untuk melihat keadaan sekitar.


[Skill - Evening Eye


Status : Didapatkan


Dapat melihat dikegelapan malam saat skill diaktifkan.]


'Penglihatan malam? Apa skill ini bisa didapatkan dengan mudah oleh pelayer?' Batin Kevin. "Uy Karin, apa kau mendapatkan skill penglihatan malam?" Bertanya Kevin.


"Aku sejak awal memiliki skill pasif penglihatan malam, kanapa kau menanyakannya?" Ucap Karin bertanya balik.


"Ah tidak, bukan apa apa." Ucap Kevin kembali berpikir. 'Berarti skill ini kemungkinannya karena akun karakter khususku dengan hak khususnya.' Batin Kevin.


"Oh iya kenapa kamu bisa melihat ditempat gelap dengan job warior?" Karin bertanya penasaran sambil terus menelusuri gua.


"Aku mendapatkan skill book beberapa hari yang lalu." Kevin berbohong.


"Oh, begitu, pantas saja kamu tidak memperlihatkanku ternyata hanya skill yang sudah dimiliki assassin." Karin tidak terlalu memikirkannya.


Perlahan mereka memasuki gua dan sampai kesebuah jalan berbelah dua yang membingungkan mereka.


"Jejak mereka lebih banyak kearah kanan." Karin menunjuk kearah kanan karena jejak mereka memang terlihat lebih banyak dipintu tersebut.


"Lihat ini." Kevin menunjuk kelantadi tepat dihadapan mereka. "Jejak itu keluar dari sisi kanan dan masuk kesisi kiri tapi." Kevin berhenti melanjutkan saat kesimpulannya pun sudah diketahui oleh Karin.


Karin mengangguk serius. "Walaupun jejak mereka masuk kearah kiri setelah keluar dari arah kanan tapi.. ... mereka tidak memiliki jejak keluar!." Karin melanjutkan.


...----------------...

__ADS_1


baca juga novel Another VR World Accident yah guys!!


__ADS_2