MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 104, Memberikan sumbangan


__ADS_3

Geabrande


Humbetolfia Empire


Gialldys Kingdom


Dulldys City


"Ada apa Karin?" Kevin mengalihkan diri dengan bertanya pada Karin meskipun dari tadi Karin hanya bengong dan memperhatikan saja.


"Eh? Ah iya kita harus segera pergi." Karin terkejut namun segera paham maksud Kevin yang menginginkan alasan untuk pergi dari sini.


"Seperti yang di katakan teman ku, aku harus pergi jadi sampai jumpa." Ucap Kevin berbalik dan pergi.


"Kau!" Niar sangat geram pada Kevin.


"Hentikan itu Niar." Dred segera menghentikan Niar karena entah kenapa ia baru menyadari keberadaan Karin meskipun sebenar nya Karin sudah ada di sana sejak tadi.


Dred hanya tidak terlalu memperdulikan keberadaan Karin meskipun dia seorang Assassin yang seharus nya bisa mewaspadai apapun di sekitar nya.


"Benar benar gawat ini." Dred benar benar seperti merelakan sebuah tangkapan besar.


"Seperti nya memang gawat." Ucap Niar memperlihatkan chat obrolan nya.


"Dari ketua! Ah sudahlah aku sudah tidak tahu harus berkata apa lagi pada ketua setelah dua kali gagal." Dred langsung depresi saat melihat pesan dari ketua guild nya.


...


Gialldys Kingdom


Dulldys City


Di sebuh gang sempit Kevin melihat video yang di rekam oleh Karin mengenai panti asuhan.


"Apa?" Bertanya Kevin saat Karin menjulurkan telapak tangan nya seakan meminta sesuatu setelah memperlihatkan rekaman tersebut.


"Video ini berdurasi sepuluh menit, itu memakan satu koin gold ku." Ucap Karin.


Untuk menggunakan kamera sistem maka seseorang memerlukan satu koin Silver untuk setiap menit nya.


'Ah iya kamera sistem ku bisa di gunakan sepuas nya tanpa membayar, aku benar benar lupa kalau Karin perlu membayar untuk mengaktifkan kamera sistem nya.


"Aku hanya bercanda." Ucap Karin karena tidak mungkin juga ia meminta uang bayaran seratus ribu hanya untuk video seperti itu pada orang yang menampung nya selama ini.

__ADS_1


"Sekarang kita hanya perlu memikirkan bagaimana cara kita menangani panti asuhan ini." Ucap Kevin mengabaikan candaan Karin.


"Jika kita langsung menuntut pihak panti asuhan sudah pasti kita akan di abaikan dan malah bisa saja kita di fitnah meneror panti." Ucap Karin.


"Seharus nya setiap panti pasti memiliki seseorang yang menyumbangkan uang mereka untuk anak anak yatim piatu, biasa nya adalah bangsawan namun bagaimana cara kita menemukan nya." Ucap Kevin kembali berpikir.


"Itu bisa kita tanyakan di guild petualangan kan?" Bertanya Karin.


"Nn tumben kau pintar." Mengangguk Kevin menatap Karin dengan aneh.


"Tidak sopan loh!" Teriak Karin.


"Kalau begitu ayo." Ucap Kevin berjalan mendahului Karin.


...


Guild petualangan


Yang sebelum nya Kevin tidak dilirik sama sekali sekarang dia benar bebar mendapatkan perhatian karena kemenangan nya dalam duel sebelum nya.


Kevin dan Karin berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan hal memgenai panti asuhan.


"Ada yang bisa saya bantu?" Bertanya Resepsionis dengan senyum professional nya.


"Oh! sangat jarang ada pemilik jiwa abadi yang ingin menyumbang untuk sebuah panti asuhan, anda bisa menyumbang melalui guild ini dan akan kami pastikan niat baik anda ter sampaikan." Ucap Resepsionis.


"Tapi aku juga memiliki sedikit pertanyaan." Ucap Kevin tersenyum kecil.


"Silahkan semoga kami bisa menjawab nya." Ucap Resepsionis.


"Saya hanya ingin tahu siapa saja yang memberikan sumbangan untuk panti asuhan di pinggir kota." Ucap Kevin.


"Untuk itu.. kami hanya mengetahui bangsawan Marquess Torant Von Derouis sebagai tuan yang mengirim lima puluh gold setiap bulan nya untuk panti asuhan melalui guild kami, untuk yang lain nya kami tidak tahu." Jawab Resepsionis menjelaskan.


"Hmm.. apakah ada cara bagi saya untuk bertemu dengan tuan Marquess Torant ini." Ucap Kevin mengeluarkan seratus gold.


"Ini sedikit sulit, kami memang bisa menghubungi nya namun untuk bertemu dengan anda saya rasa anda perlu memberikan alasan yang bisa menarik perhatian tuan Marquess Torant." Ucap Resepsionis.


"Alasan menarik kah.." Kevin berusaha berpikir keras.


"Ya, tuan Marquess Torant juga merupakan seorang bangsawan, tentu dia tidak bisa menemui seseorang secara sembarangan." Ucap Resepsionis menyimpan Gold tang di berikan Kevin.


'Saat ini aku tidak memiliki koneksi apapun di game ini kecuali guild di Kritgar Town, seperti nya tidak akan ada yang bisa membuat Torant Von Derouis melirik ku.' Kevin berusaha berpikir keras. "Kalau boleh tau tuan bangsawan Torant ini memiliki wilayah kekuasaan di mana?" Bertanya Kevin.

__ADS_1


"Tuan Torant menguasai Ixporia City tidak jauh dari kota ini." Jawab Resepsionis.


"Baiklah saya akan memikirkan alasan yang tepat terlebih dahulu." Ucap Kevin karena saat ini ia tidak bisa memikirkan apapun cara untuk menarik perhatian bangsawan.


"Kami menunggu kedatangan anda kembali." Tersenyum resepsionis tersebut.


Kevin dan Karin kemudian berjalan meninggalkan bangunan guild dan berusaha untuk memikirkan hal yang mungkin dapat membuat nya bertemu dengan Marquess Torant Von Derouis ini.


"Bagaimana dengan mengajak nya untuk bertemu sebagai Alchemist?" Ucap Karin memberi saran.


"Alchemist bukan hanya aku saja, tentu dia sudah memiliki pasokan potion tersendiri untuk wilayah nya." Ucap Kevin menolak saran Karin.


"Seperti nya sulit juga." Gumam Karin.


"Untuk sekarang kita perlu menyelidiki Ixporia City." Ucap Kevin.


"Tapi kita tidak memiliki waktu banyak, kau juga ingin segera menyelamatkan anak anak itu kan?" Ucap Karin.


"Untuk sekarang kita logout dulu dan memikirkan nya baik baik." Ucap Kevin karena seharus nya saat ini di real world sudah sore.


"Baiklah."


...


Real World 16:20


Rumah Kevin.


Saat ini Kevin dan Karin sedang dalam keadaan lapar, mereka hanya sarapan roti lapis saja sebelum login tadi pagi dan entah kenapa mereka berdua malah harus mengurusi Yuri terlebih dahulu sebelum mengisi perut mereka.


Yang mengganggu Kevin terutama nya Karin adalah dua teman sekelas Yuri yang datang berkunjung, saat Karin bangun tiba tiba saja sudah ada dua teman Yuri yang menatap nya berada di dalam kapsul.


"Maaf senior, Yuri lupa memberi tahu senior." Ucap Yuri benar benar meminta maaf di ruang tamu saat dua teman nya sedang berada di kamar nya.


"Yuri, aku senang kamu memiliki teman dan aku juga tidak akan melarang jika kamu mengajak teman kamu berkunjung saat hari libur seperti ini tapi.." Kevin sedikit sulit untuk mengungkapkan nya karena ini adalah masalah Karin.


"Membiarkan orang asing masuk ke kamar saat login itu berbahaya." Ucap Karin merasa terganggu.


"Maaf, Yuri akan memberi tahu senior jika lain kali teman Yuri ingin datang." Ucap Yuri.


"Sudah lah lagi pula Yuri sudah meminta maaf kan." Ucap Kevin tidak ingin memperpanjang masalah.


"Baik lah." Karin menuruti Kevin karena saat ini perut nya juga sedang lapar.

__ADS_1


"Yuri, ambil lah beberapa cemilan di kulkas dan berikan pada teman mu itu." Ucap Kevin karena seperti nya Yuri tidak memberikan apapun untuk tamu nya.


__ADS_2