MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 148, Hukuman untuk tuan puteri


__ADS_3

Rumah Kevin


Setelah kembali dari event meskipun harus terjebak macet selama satu jam namun mereka berhasil lolos dari orang orang yang ingin mengintai mereka berkat hologram yang terpasang pada mobil Kevin.


Kevin terlebih dahulu berputar putar di area komplek perumahan sambil mencari area yang tidak terdapat cctv sebelum mengubah bentuk mobil nya dan langsung kembali kerumah nya.


Setelah sampai di rumah, Karin dan Yuri langsung ke kamar tidur untuk beristirahat tanpa sarapan.


"Skill Blood Control tidak boleh aku gunakan drngan identitas Kevin di dalam game berarti aku harus membuat identitas baru tapi bagaimana cara nya?" Bingung Kevin.


Jika hanya menggunakan Hidden Cloak maka hanya akan menutupi level dan nama saja, itu tidak akan membantu Kevin dalam membuat identitas baru terlebih ia ingin membuat grup tentara bayaran baru menggunakan identitas palsu ini dan membubarkan yang lama.


Setelah sarapan dan mengalami jalan buntu pada pikiran nya, Kevin memilih untuk login sambil mengistirahatkan tubuh meskipun tidak pada otak nya.


...


Ixporia City


Bruk!


Saat Kevin baru login seseorang menabrak nya dan terpental.


"Maaf!" Kevin segera meminta maaf karena memang dia yang salah.


Meskipun semua orang tahu area pusat taman kota adalah tempat para player yang malas menyewa penginapan logout dan login namun ada saja beberapa Npc yang berjalan di area itu dan kecelakaan seperti ini kadang terjadi.


"Sialan! Bokong ku jadi sakit! Perajurit tahan dia!" Teriak nya yang ternyata dia adalah puteri Louis Von Derouis.


Dua pengawal perajurit nya langsung menangkap Kevin meskipun Kevin ada niat melawan karena perbedaan level perajurit tersebut yang terlalu tinggi namun para perajurit juga terlihat enggan untuk menangkap Kevin dan hanya berusaha untuk mengikuti perintah.


"Kasihan banget player itu." Beberapa player yang menyaksikan kejadian tersebut mulai merasa kasihan pada Kevin.


"Berurusan dengan perajurit adalah hal yang sangat merepotkan."


"Ampun lah, mungkin dia tidak akan bisa login dalam tiga hari." Ucap player di sekitar.


"Maaf anak muda, tuan puteri kami sangat egois." Ucap perajurit yang menahan Kevin dengan suara kecil.


"Kuharap mengerti lah posisi kami terancam begitu menjadi pengawal nya." Ucap perajurit satu nya.


"Aku paham perasaan kalian." Kevin paham karena beberapa kali berurusan dengan puteri satu ini.

__ADS_1


"Oh ternyata Kevin kah, kau seharus nya melihat sekitar dulu jika ingin muncul." Ucap puteri Louis menegur.


"Ya.. maaf puteri tapi tidak ada fitur seperti itu, saat aku ke dunia ini yang pertama kulihat hanya lah wajah mu puteri." Ucap Kevin.


"Jangan menggoda ku!" Teriak puteri Louis merasa di rayu oleh Kevin.


"Aku tidak merayu mu (-_-)." Gumam Kevin dengan suara sangat kecil.


"Bawa dia ke penjara, beri hukuman sebagai pemilik jiwa abadi yang melanggar aturan karena bertarung di dalam kota." Ucap puteri Louis.


"Maaf puteri tapi kami tidak bisa memalsukan kejahatan seseorang." Ucap perajurit yang menahan Kevin.


"Benar puteri, tolong lah masalah ini selesai sampai di sini saja." Ucap perajurit satu nya.


"Kau pikir aku harus melepaskan nya setelah dia melukai bokong ku!?" Bertanya puteri Louis.


"..." para perajurit hanya terdiam.


"Oke oke baiklah, stop stop." Ucap Kevin mengeluarkan koin yang pernah di berikan oleh Marquess Torant karena sudah sangat kesal gara gara puteri kecil yang mempermasalahkan bokong nya ini.


"Ternyata tamu terhormat tuan Torant, maaf bersikap lancang." Ucap para perajurit langsung melepaskan Kevin.


"Tadi puteri Louis mengatakan bokong nya lecet kan." Ucap Kevin dengan wajah yang menyeramkan.


"Aku akan bertanggung jawab." Ucap Kevin duduk di bangku taman dan menaruh puteri Louis di atas paha nya dalam keadaan tiarap.


"Apa yang akan kau lakuka- kyaa!"


Plak!


-50


Satu pukulan Kevin yang sedikit ia tahan mendarat di pantat empuk sang puteri.


"Aku akan bertanggung jawab tenang saja." Ucap Kevin masih dengan ekspresi menyeramkan nya.


Plak!


-40


"Aaak- grr, ampun kau tidak perlu bertanggung jawab sudah yah sudah." Ucap puteri Louis yang kadang mulai menggeram mirip anjing

__ADS_1


"Apa yang di lakukan anak muda ini." Perajurit bimbang, itu adalah puteri Louis tuan mereka sementara yang lain tamu terhormat yang mungkin lebih penting dari tuan puteri mereka.


"Ganas banget, seperti nya dia akan kesulitan untuk duduk selama dua hari." Ucap seorang plyer wanita.


"Berani sekali player itu, bahkan melakukan nya di depan perajurit tuan puteri Louis."


"Tapi kenapa perajurit itu melepaskan nya begitu saja?"


"Mungkin karena dia memiliki koneksi dengan lord kota ini."


"Bakal viral nih." Seorang player mulai merekam.


Beberapa player mulai berpendapat saat melihat Kevin.


"Kurasa sudah cukup." Ucap Kevin setelah mendaratkan lima puluh pukulan pantat.


"Ampun, aku tidak akan kabur dari rumah, aku akan belajar dengan baik, aku tidak akan merusak buku lagi." Dari tadi puteri Louis terus menggumam kan kesalahan nya.


"Yosh, oi kalian berdua jaga tuan puteri kalian!" Ucap Kevin pada dua perajurit tadi setelah Kevin membaringkan puteri Louis di bangku taman.


"Ba-baik." Kedua perajurit tersebut segera membangunkan puteri Louis dan mengurus nya.


"Kurasa Marquess Torant tidak akan marah jika aku membantu mendisiplinkan puteri nya." Ucap Kevin meninggalkan tempat kejadian.


"Nge..nge..nge.. akan ku ingat ini Kevin." Geram puteri Louis.


Kevin berjalan menuju gate of hall dan berteleportasi menuju ibu kota kerajaan yaitu Dulldys City. Sesampai nya ia di sana Kevin langsung berjalan menuju Dulldys Forest untuk berburu monster, bukan hanya untuk menaikkan level namun juga ingin mencoba skill penghancur yang baru saja ia dapatkan.


...


Dulldys Forest


"Aku harus berlatih sekarang sebelum semakin banyak player yang datang untuk berburu." Ucap Kevin semakin memasuki hutan melewati beberapa monster begitu saja.


Menurut prediksi Kevin setiap tempat berburu pasti akan segera ramai akibat pembukaan level baru, mereka akan semakin semangat meningkatkan level untuk mencapai level tertinggi saat ini.


"Apa aku masuk terlalu dalam? Tapi ini adalah tempat yang cocok untuk mencoba skill ku." Ucap Kevin melihat lebih dari dua puluh Ogre berlari kearah nya.


Kevin mengeluarkan Demon Sword dari tangan kiri nya bukan untuk menebas namun untuk menghilangkan passif regen tambahan nya, Kevin juga melepaskan seluruh item Devense daei tubuh nya untuk membuat nya lebih mudah mendapatkan damage.


"Sekarang serang aku!" Teriak Kevin mencoba untuk memprovokasi.

__ADS_1


Groarrr...!


Entah terprovokasi atau tidak tapi para Ogre semakin marah dan mulai memukuli Kevin. Hp Kevin terus menurun dengan cepat hingga skill stout guardian nya aktif untuk mencegah nya dari kematian yaitu dengan hp satu persen namun Kevin akan mati dalam satu pukulan selanjut nya jadi Kevin segera mengaktifkan skill yang ingin ia coba.


__ADS_2