
Reall World 08:30
Halaman rumah Kevin
"Teknik penapasan pola ketiga, pelepasan energi." Kevin menebaskan pedang kayu nya ke arah depan secara Vertikal.
Shwos..!
Sebuah energi panas mengikuti arah ayunan pedang kayu Kevin dan membuat garis di tanah bahkan sedikit menghanguskan rumput.
"Woo.. kerena bagaimana cara melakukan nya?" Bertanya Karin.
"Mudah saja kau cukup melepaskan energi dalam tubuh mu tapi untuk melakukan nya kau perlu naik ke tingkat tiga, kau tau sendiri aku naik ketingkat dua setelah terkena ledakan granat dan naik ke tingkat tiga setelah paru paru ku hancur." Ucap Kevin seakan memberikan keputus asaan bagi Karin.
"Memang benar benar pertukaran yang setara." Karin langsung mengurungkan niat nya.
"Kalau yang seperti itu hampir seluruh anggota keluarga Yuri bisa melakukan nya loh senior." Ucap Yuri.
"Eh serius!?" Kevin dan Karin baeu mengetahui nya.
"Apa jangan jangan kau juga bisa melakukan nya?" Bertanya Kevin.
"Yuri di sebut sebagai anak yang tidak berbakat jadi sayang sekali Yuri tidak bisa melakukan nya." Ucap Yuri.
"Apa ini memerlukan bakat? Kau hanya cukup bermeditasi mengumpulkan energi membuka batas penyimpanan tubuh mu lalu membuka tingkat ketiga." Ucap Kevin seakan menganggap nya mudah.
"Masalah nya tidak ada yang pernah mengajarkan nya pada Yuri." Ucap Yuri karena Kevin juga tidak berniat sama sekali untuk mengajarkan nya pada nya.
"Kalau tidak salah aliran pedang Yuri adalah Bulan Putih yah." Ucap Kevin.
"Dan senior sendiri Matahari Neraka." Balas Yuri.
"Apa kau tidak pernah berpikir bahwa aliran kita memiliki kesamaan?" Bertanya Kevin.
"Cocok dari mana nya senior? Senior bertarung bagai banteng liar sedangkan aliran Yuri tetap tenang seperti bulan." Ucap Yuri.
"Mau coba beradu sebentar?" Usul Kevin.
"Yuri mana bisa menang." Ucap Yuri.
"Kau tidak perlu menang Yuri aku berjanji tidak akan menggunakan pelepasan energi." Ucap Kevin.
"Baiklah senior." Satu hentakan kaki Yuri langsung membawa nya menunduk di depan tubuh Kevin.
Shut! Tak!
Satu ayunan pedang Yuri langsung di tahan oleh Kevin dan Kevin memberikan serangan balik tapi Yuri paling pandai dalam menghindari serangan.
"Memang ada sesuatu yang aneh dengan aliran pedang kita." Ucap Yuri berpikir.
__ADS_1
"Ini seperti aura tebasan nya kah yah.. atau ujung tebasan." Kevin juga tidak bisa menebak nya.
Sementara itu Karin benar benar tidak paham apa yang mereka berdua lakukan. "Aku benar benar tidak paham apa yang mereka maksudkan setelah satu kali beradu pukulan, lagian jika di lihat lagi Yuri lebih terlihat banteng liar saat bertarung dari pada Kevin yang hanya diam di tempat." Ucap Karin.
"Haih... itu lah yang membuat kau tetap kalah dari Yuri meskipun kau lebih kuat dari jya Karin." Ucap Kevin.
"Teknik pedang kak Karin tidak ada perkembangan." Sambung Yuri.
"Hany aku yang tidak paham dengan tadi itu." Ucap Karin.
"Yah penjelasan mudah nya seperti ini kah yah." Yuri mengambil kuda kuda dengan pednag kayu yang seakan berada dalam sarung nya di pinggang Yuri.
"Tebas lah." Ucap Kevin menahan pedang kayu nya di depan.
Swosh! Tak!
Yuri menebas secara Horizontal dan membuat pedang kayu Kevin terpotong rapi dengan hanya menggunakan pedang kayu yang sama.
"Heh? Bukan kah Yuri tidak bisa menggunakan pelepasan energi?" Bingung Karin.
"Itu lah yang nama nya teknik berpedang, bukan hanya menggunakan kekuatan tapi dengan gaya tertentu bisa menghasil kan unsur penolakan pada senyawa di sekitar dan hasil nya adalah ini." Jelas Kevin mengangkat pedang kayu nya.
"Aku belum paham." Ucap Karin.
"Coba kau gunakan gaya pertama." Ucap Kevin.
"Gaya pertama. Tebasan api!"
Swosh!
Pedang Karin mengayun miring dari kiri bawah ke kanan atas namun tidak terjadi apapun.
"Itu hanya lah tebasan kosong." Ucap Kevin mengambil pedang kayu yang lain.
"Tebasan kosong?"
"Gaya pertama. Tebasan api!"
Swosh!
Kali ini Kevin yang menggunakan gerakan yang sama dan seakan udara di sekitar pedang nya langsung memanas dalam sekejap saja.
"Apa kau melihat sesuatu?" Bertanya Kevin.
"Api." Gumam Karin.
"Bagus kau bisa melihat nya, saat kau menyebutkan nama gaya pedang mu maka saat itu juga gunakan teknik pernapasan pola pertama maka kau akan merasakan titik tebasan yang tepat." Ucap Kevin.
"Baiklah akan ku coba." Karin kembali pada kuda kuda nya.
__ADS_1
"Gaya pertama. Tebasan api!"
Swosh!
Lagi lagi tidak ada efek apapun.
"Seperti nya kau masih harus belajar." Ucap Kevin.
"Aku sudah melihat benang nya tapi aku tidak dapat menebas nya." Ucap Karin melepaskan pola pernapasan nya.
"Sebut itu sebagai garis tebasan, berlatih lh sampai kau bisa mengikuti garis nya. Jika kau mencapai tingkat ketiga kau bisa melakukan ini." Kevin kembali pada kuda kuda nya.
"Teknik pernapasan pola ketiga, pelepasan energi. Tebasan api!"
Burst!...
Memang tidak terlihat dengan baik tapi di area sekitar Kevin langsung memanas dan seakan ada api yang berkobar di sana namun itu hanya lah perwujudan energi yang di lepaskan oleh Kevin jadi hanya orang yang mengerti ilmu pedang saja lah yang tau bahwa itu adalah api sementara orang biasa hanya akan merasa terbakar.
"Apa aliran pedang memang sekuat ini?" Ucap Karin terkejut akan hal yang baru bagi nya.
"Ayah ku bisa melakukan hal yang lebih gila lagi." Ucap Kevin.
"Di klan Yuri itu hanya lah hal kecil." Ucap Yuri pula.
"Oke latihan mingguan cukup sampai di sini saja kalau kalian masih merasa kurang silahkan latihan sendiri." Ucap Kevin berjalan masuk ke dalam rumah tanpa membereskan peralatan.
"Woi! Siapa yang akan membereskan semua ini?" Bertanya Karin.
"Tentu saja kalian berdua lah, simpan baik baik yah!" Ucap Kevin sudah tidak terlihat lagi.
"Selalu saja seperti ini." Karin masih mengoceh saat mulai membantu Yuri untuk membereskan peralatan.
...
Ixporia City
Mansion Strayderer
"Di mana?" Bertanya Kevin dengan berjalan terburu buru saat ia sedang logout namun mendapat panggilan untuk segera login karena kedatangan tamu penting.
"Menunggu di ruang tamu tuan ku." Jawab Asya bersiap untuk membukakan pintu.
"Agus ikut aku Asya tetap di sini saja." Ucap Kevin.
"Aku bukan ahli nya seperti ini andai saja ada Alka." Balas Agus.
"Ini hari libur Alka mungkin saat ini dia sedang di rumah bordil pokok nya masalah di sini biar kita yang tangani." Ucap Kevin berjalan memasuki ruang tamu khusus bersama Agus.
Di dalam sana nampak dua orang perajurit yang menggunakan armor perajurit kekaisaran berpangkat sebagai pengawal keluarga kekaisaran Humbetolfia Empire serta seorang wanita berambut pirang bermata hijau keturunan langsung keluarga kekaisaran yaitu puteri Winry Von Hawkye yang sedang duduk di sofa dengan anggun nya.
__ADS_1