
Real World
Mall
Saat ini Kevin sedang beristirahat di sebuah tempat duduk dengan minuman Boba di tangan nya yang baru saja di berikan olah Bilqis yang masih berada di kursi roda nya.
"Pipet." Kevin meminta.
"Sorry lupa." Bilqis lupa memberikan pipet milik Kevin.
Pak!
Setelah menancapkan pipet Kevin langsung menyedot nya bagaikan mesin penyedot pasir di sungai.
Sruut! Sruuut!
"Ohhok! Uhhuk! Uhhhuek!" Kevin tiba tiba tersedak dan batuk parah sampai terjatuh di lantai.
"Ada apa Kevin?" Bilqis khawatir.
"Ekh.. mi-minuman ini ... berbahaya.." Ucap Kevin masih kesulitan berbicara apa lagi semua orang melihat nya.
"Apa nya yang berbahaya?" Bilqis semakin bingung.
"Mereka memborong tenggorokan ku, kenapa ada orang yang menyukai minuman mematikan ini?" Maksud Kevin adalah biji Boba yang ada di dalam minuman.
"Kau menghisap boba nya bagaikan menghisap pasir bagaimana tidak tersedak." Bilqis merasa kecewa telah mengkhawatirkan Kevin.
"Untung tenggorokan ku keras jika tidak aku sudah mati." Ucap Kevin.
"He! Apa perlu kerumah sakit?" Bertanya Bilqis.
"Tidak perlu, untuk saat ini aku harus menuntut om om tadi karena telah menjual minuman keras di mall." Ucap Kevin mulai berdiri.
"Tidak perlu woi! Kita pulang!" Bilqis segera menarik tangan Kevin namun kursi roda nya tetap berjalan mengikuti langkah Kevin.
"Ha pulang? Apa hadiah nya sudah cukup?" Bertanya Kevin menghentikan langkah nya.
"Sudah lah ayo kita pulang sekarang." Baru kali ini Bilqis merasa malu menjadi pusat perhatian.
"O-oh baiklah." Kevin segera mendorong kursi roda Bilqis berjalan keluar Mall.
Saat mereka tiba di luar Mall Bilqis menghentikan Kevin saat akan mengambil mobil nya.
"Ada apa?" Bertanya Kevin.
"Tidak jadi pulang, kita jalan jalan dulu sebentar." Ucap Bilqis.
"Baiklah." Kevin menuruti Bilqis dan mulai mendorong nya entah kemana.
"Di depan ada restoran kita makan di sian di sana." Ucap Bilqis.
"Nn." Mengangguk Kevin.
__ADS_1
Sementara itu lima puluh meter di depan mereka seorang pria yang membawa kamera sedang panik di depan sebuah gedung sambil terus memperhatikan jam di tangan nya.
"Sial sial sial, kenapa model nya bisa terlambat ini sudah hampir jam makan siang sponsor bisa pulang jika terus seperti ini." Ucap nya kesal karena ia sedang menunggu model yang juga tidak kunjung datang.
Saat orang tersebut mondar mandir di tempat secara kebetulan ia melihat Kevin dan Bilqis lewat di depan nya.
"Pas!" Teriak nya mengejutkan Kevin.
"Apa apaan drngan orang ini." Ucap Kevin dengan nada kecil sebelum melanjutkan perjalanan.
"Tunggu tunggu tunggu! Mas tolong lah mas, saya butuh model untuk majalah fasion minggu ini, kalian bisa membantu ku kan?" Fotografer tersebut meminta tolong saat menghalangi jalan Kevin.
"Kenapa harus kami?" Bertanya Kevin.
"Karena kalian terlihat pas!" Jawab nya tanpa alasan khusus.
"Baik lah tunjukkan jalan nya." Bilqis langsung menerima nya.
"Terima kasih nona aku sangat terbantu silahkan mengikuti saya." Ucap fotografer tersebut dnegan kalimat cepat.
"Kenapa kau menerima nya?" Bisik Kevin pada Bilqis namun tetap mendorong kursi roda mengikuti pria tadi.
"Entah lah, aku menerima nya begitu saja." Jawab Bilqis.
Mereka tiba di sebuah ruangan dengan banyak pencahayaan buatan menyorot ke arah kap putih polos di tengah ruangan.
"Kalau begitu tolong bantuan nya." Ucap Fotografer memperlihatkan banyak pakaian tersusun rapi.
"Kami tidak harus menggunakan itu semua kan?" Bertanya Kevin.
"Oke serahkan pada kami." Ucap Bilqis.
Lima menit kemudian..
"Nona cukup duduk saja di sofa." Ucap Fotografer siap mengambil gambar.
"Oke." Jawab Bilqis.
"Mas tolong rangkul dari belakang."
"Be-begini?" Bertanya Kevin meletakkan tangan nya di pundak Bilqis.
"Tolong bantuin!" Teriak Fotografer pada tim nya karena Kevin sama sekali belum paham.
"Oke!"
Akhir nya selama dua jam Kevin dan Bilqis terjebak di sana dan mengenakan pakaian serta gaya yang tidak Kevin inginkan.
Di tempat Kevin dan Bilqis istirahat.
"Ukh.. aku tidak tau menjadi model adalah pekerjaan yang sangat merepotkan." Ucap Kevin saat jiwa nya hampir meninggalkan tubuh.
"Kau kuat bertarung selama lima hari tanpa istirahat tapi di suruh bergaya selama dua jam saja sudah hampir tewas." Ejek Bilqis saat menemukan sisi lemah Kevin.
__ADS_1
"Halo mas Kevin dan Nona Bilqis." Seorang laki laki datang yang Kevin kenali sebagai direktur di sini.
"Ya?" Hp Kevin yang hilang selama potret secara ajaib langsung full.
"Maaf telah merepotkan anda sampai harus membantu kami, saya sungguh meminta maaf." Ucap nya meminta maaf dua kali.
"Tidak masalah seperti nya dia menikmati nya juga." Tunjuk Kevin pada Bilqis.
"Jika anda berkenan kami ingin menjalani kerja sama yang lebih panjang, saya rasa kalian berdua akan terkenal dalam dunia model dan entertainment." Ucap direktur tersebut menyarankan.
'Andai saja kau menawarkan ini saat aku belum memainkan game MWFA.' Batin Kevin.
"Kevin aku lapar." Bilqis merasa ingin segera meninggalkan tempat.
"Maaf saya tidak begitu tertarik untuk menjadi model, kami pergi dulu." Ucap Kevin berdiri.
"Mas Kevin, jika anda memerlukan sesuatu atau berubah pikiran silahkan hubungi saya." Ucap Direktur tersebut menyerahkan kartu nama dengan cek sejumlah uang untuk model hari ini di bawah kartu nama nya.
"Terima kasih, saya akan segera menghubungi anda." Kevin menerima kartu nama dan cek nya lalu melangkah pergi.
Menurut Kevin memiliki koneksi di dunia media akan menguntungkan guild nya.
"Kami menunggu keputusan anda."
...
Restoran
"Kita butuh waktu dua jam untuk sampai di restoran yang jarak nya hanya seratus meter loh." Ucap Kevin sudah duduk di salah satu meja di dalam restoran yang ingin mereka kunjungi.
"Haha maaf maaf." Bilqis juga duduk di depan nya.
"Daging cincang ini dan tiga paha ayam juga tambah nasi." Kevin mengatakan pesanan nya pada pelayan yang sudah menunggu pesanan.
"Baik apa ada hal lain?" Bertanya pelayan setelah mencatat pesanan Kevin.
"Bilqis?" Bertanya Kevin.
"Seperti biasa makan mu banyak sekali yah, saya udang goreng saja." Ucap Bilqis.
"Baik tunggu sebentar." Pelayan segera menyiapkan pesanan.
"Aku akan kurus jika mencoba untuk diet." Ucap Kevin.
"Enak sekali yah.. aku makan lebih saja perut ku langsung kelihatan." Ucap Bilqis mengkhawatirkan lemak nya.
"Kau harus sering sering olahra- ... seperti nya makanan nya terlalu lama." Kevin salah mengalihkan topik.
"Vin." Panggil Bilqis saat Kevin melihat kearah pelayan tadi pergi.
"Apa?" Bertanya Kevin tetap memalingkan pandangan.
"Apa kau masih memikirkan nya?" Maksud Bilqis adalah masalah kaki nya.
__ADS_1
Kevin kembali menghadap kearah Bilqis namun menundukkan pandangan ke arah meja. "Apa kita perlu membahas ini?" Bertanya Kevin.