MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 139, Masalah tak terduga


__ADS_3

Lokasi Event


"Sebisa mungkin kita harus level up lalu berpartisipasi besar besaran dalam mengalahkan boss terakhir nanti." Ucap Kevin mengincar koin terbaik untuk di tukarkan dengan skill level atas.


"Yah untuk sekarang kita istirahat dulu, rombongan monster berikut nya akan muncul sepuluh menit lagi." Ucap Yuri.


"Aku belum memiliki pisau yang bagus selain Purple Knife." Ucap Karin baru sadar bahwa selama ini ia terlalu bergantung pada skill racun nya.


"Setidak nya kau harus memilih senjata cadangan lain seperti aku saat ini masih bisa menggunakan Lion Sword sebagai senjata pamungkas kedua." Ucap Kevin.


"Nanti aku akan mencari pisau yang bagus selain Purple Knife." Ucap Karin lesu.


"Lily berhasil menukar skill ultimate Lily menjadi skill berpanah." Ucap Yuri tersenyum tiba tiba.


"God healing?" Kevin memastikan dengan suara kecil.


"Nn." Mengangguk Yuri.


"Jika menjadi ultimate dalam skill panah seperti nya itu adalah skill yang sangat mematikan, sampai saat ini saja aku masih belum memiliki skill memanah level atas." Ucap Kevin.


"Hehe lihat saja nanti senior." Ucap Yuri.


Setelah beristirahat sebentar akhir nya rombongan Orc muncul dan mulai menyerang player yang sedang beristirahat termasuk juga tim Kevin.


"Biar lebih baik kita pencar aja kali yah." Ucap Kevin memberi saran.


"Tapi jangan terlalu jauh senior." Ucap Yuri.


"Oke." Karin hanya mengangguk dan mereka pun berpencar untuk berburu lebih efisien.


Namun dari pada berburu lebih efisien, mereka lebih terlihat menguasai seluruh monster yang ada di area ini karena hampir semua nya di kalahkan oleh tim Kevin meskipun Kevin belum menggunakan skill Blood Control dan Karin juga menahan diri untuk tidak menggunakan Clone nya.


"Ternyata ini jauh lebih seru dari pada yang ku bayang kan." Ucap Kevin karena sangat jarang bagi nya mendapat kan lawan latihan sebanyak ini.


Hampir semua skill point Kevin ia lokasi kan ke point Attack untuk meningjatkan damage nya sementara point Devense dan Inteligensi tidak terlalu terisi karena Kevin hampir tidak pernah menerima damage dan hampir tidak pernah menggunakan skill yang memakan mana.


"Tidak ku sangka menebas di reall world jauh lebih seru dari pada di dunia game." Ucap Karin tertarik ke sesuatu yang aneh.


Dengan menggunakan sapu tangan khusus, mereka seakan dapat menyentuh hologram pedang atau senjata mereka kemudian menebas target dapat menghentikan tangan mereka di udara.


Tergantung ketebalan dari target maka senjata mereka dapat menembus nya atau tertahan dan mengakibatkan efek keram pada tangan mereka namun itu tidak berlaku pada Kevin dan Karin karena kebanyakan mereka menahan keram dan langsung menebas atau memotong target.


"Memanah babi babi ini sedikit lebih baik dari pada memanah goblin sebelum nya, rasa nya sedang berburu dalam jumlah besar di real world." Ucap Yuri.


"Yah ini bukan babi, ini monster Orc." Ucap Kevin meralat ucapan Yuri.


"Sama saja senior, yang membedakan mereka berjalan menggunakan dua kaki itu saja." Ucap Yuri.

__ADS_1


"Pokok nya segera selesaikan wilayah ini lalu kita beristirahat, aku harus segera melakukan pengumpulan stamina." Ucap Karin.


Mereka terus bertarung sambil berbicara menggunakan EDITH mereka.


"Bagaimana sekarang?" Seorang player hanya dapat terdiam karena tidak ada monster yang menghampiri nya.


"Entah lah, kita tidak dapat monster sama sekali."


"Lagian bagaimana cewek itu bisa memanah tepat sasaran mulu?"


"Mungkin dia atlet pemanah."


"Kalau orang itu? Tebasan nya selalu menembus pertahanan Orc, apa tangan nya terbuat dari baja?"


"Yabg aneh itu cewek Assassin yang di sana, bagaimana cara nya dia bergerak sebebas itu?"


"Nn aku yakin kalau itu aku tulang tulang ku sudah remuk semua."


"Aku rasa mereka adalah atlet terkenal yang juga memainkan game ini."


"Ku harap aku tidak menjadi musuh mereka di dunia game."


"Setuju."


Banyak player yang kehabisan buruan namun tidak juga berpindah ke tempat lain karena memilih untuk menyaksikan pertarungan tim Kevin apa lagi dengan tarian pedang Kevin sudah jelas kalau dia adalah seorang ahli pedang.


"Uh capek." Ucap Yuri yang berusaha mengatur napas karena baru kali ini ia bertarung selama berjam jam.


"Kau harus lebih meningkatkan teknik pernapasan mu Yuri tapi aku yakin kau akan membuka banyak merdian saat memaksa batas mu seperti ini." Ucap Kevin melakukan teknik pernapasan pasif untuk mengumpulkan energi nya kembali.


"Bagaimana kalau kita beristirahat di pertempuran selanjut nya?" Saran Karin.


"Kenapa?" Bertanya Kevin.


"Event masih berlanjut hingga besok pagi Kevin, meskipun kita bia mengumpulkan stamina kembali tapi tubuh kita juga pasti akan mencapai batas." Ucap Karin.


"Benar juga." Kevin hampir melupakan hal tersebut di mana tubuh Karin dan Yuri belum sekuat tubuh nya yang sudah membuka level dua teknik pernapasan.


"Lagian sudah ada banyak player yang mulai berkumpul, mereka juga butuh exp." Ucap Yuri.


"Baik lah kalian beristirahat saja lagian level kalian sudah setara dengan beberapa player yang sudah mengikuti event ini sejak satu tahun lalu." Ucap Kevin.


"Kau berbicara begitu seperti kau masih ingin lanjut Kevin." Ucap Karin dengan suara kecil.


"Memang masih ingin lanjut, aku ingin mengejar ketertinggalan level ku oleh pemain pemain veteran." Ucap Kevin.


"Baik terserah saja kami akan beristirahat sampai waktu makan siang." Ucap Karin.

__ADS_1


"Oke." Mengangguk Kevin tidak mempermasalahkan nya.


Kevin kemudian beristirahat sebentar sebelum kembali bertarung dengan pasukan Orc yang mulai berdatangan.


Sistem Ai membuat pergerakan monster hologram menjadi lebih lambat dari pada di dalam game karena jika terlalu cepat itu dapat mengakibatkan lag pada EDITH kualitas rendah namun itu semua tidak ada hubungan nya dengan Kevin yang menggunakan item kelas sultan.


Setiap serangan gada atau sundulan Orc Kevin hindari atau balas dengan tebasan meskipun itu mengakibatkan keram dua kali lipat namun lagi lagi itu tidak ada hubungan nya dengan Kevin yang memiliki tangan keras.


Kevin tentu tidak menyerang secara sembrono dengan menebas sana sini, Kevin tetap pada tujuan utama nya yaitu mengikuti event hanya untuk meningkat kan teknik berpedang nya.


Dan sesuai harapan nya, Kevin mulai merasakan peningkatan pada gerakan nya setelah lama tidak membakar otot otot nya, setelah ronde ketiga entah kesalahan prediksi cuaca atau memang di sengaja namun hujan tiba tiba turun membuat event di tunda sementara dan tentu itu membuat seluruh player kecewa termasuk Kevin yang super kecewa.


[Kevin, Lv, 34 (302/350)


Hp : 34.000/34.000


Mp : 6.050/34.000


Bp : 103 Liter.


Job : Warrior


Skill Point : 39


Att : 60 +27


Int : 5 +10


Dev : 13 +2


Slot Skill :


- Sword Dance


- Get Blood


- Blood Control


- Dual Sword


- ... ]


...----------------...


Chapter bonus guys!


(TL note : guys seperti nya ada kesalahan dalam penulisan tanggal dan waktu, ini berbeda dengan kalender dunia nyata entah itu sejak kapan namun kita akan mengikuti kalender di dalam dunia cerita ini.

__ADS_1


Cerita saat ini berlatar pada tahun 2030 namun jangan samakan dengan kalender Real World karena pasti berbeda akibat kesalahan author dalam mengingat tanggal.)


__ADS_2