
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Dulldys City
"Ini gratis kan?" Bertanya Kevin karena sejak awal ia hanya meminta tolong saja.
"Sama hal nya dengan pc mu, gratis." Alex sedikit menyinggung.
"Kau yang menyuruh Weni memasang sistem tingkat negara." Ucap Kevin kesal.
"Aku hanya bercanda jangan di pikirkan." Ucap Alex segera.
"Aku ingin menjelajahi dungeon, apa kau memiliki sesuatu yang dapat meningkatkan keberhasilan kami menyelesaikan dungeon?" Bertanya Kevin.
"Sayang sekali aku tidak memiliki item seperti itu." Jawab Alex menggeleng pelan.
"Oh." Kevin Karin dan Fani sudah membuka pintu bersiap untuk pergi dari toko.
Kring! Kring! Brak!
"Oi! Setidak nya pamit dulu lah! Dia sudah pergi." Berteriak Alex namun Kevin sudah tidak terlihat setelah pintu tertutup.
Kevin berjalan menuju Holy Dungeon yang ada di pinggir kota, kali ini mereka tidak menarik perhatian player seperti saat pertama kali mereka tiba, itu di karenakan level mereka tidak serendah saat itu, sekarang level mereka bertiga sudah termasuk normal bagi player yang ada di ibu kota.
...
Holy Dungeon
"Untung Holy token Fani tidak memiliki kadaluarsa." Ucap Karin.
"He he, pengguna elemen cahaya memang enak, bisa apa saja." Ucap Fani bangga.
"Monster nya muncul loh." Ucap Kevin bersiap.
[Angel Sin, Lv 90 (normal monster)
Hp, 90.000.]
"Hanya satu." Ucap Fani bersiap untuk meningkatkan status Kevin dan Karin.
"Jika tidak salah tiga sisa nya akan muncul setelah kita mengalahkan ini." Sambung Karin.
"Aku akan memancing skill nya setelah itu Karin langsung serang." Kevin langsung berlari ke arah depan.
"Devense Enhance!" Fani memberikan buff peningkat pertahanan pada Kevin dan memfokuskan nya pada satu target.
Shrrr....
-1.000
Belum sempat Kevin menyentuh Angel Sin, sebuah serangan yang mendorong Kevin mundur dan menyebabkan Knockback pun langsung membuat Kevin mematung dan tidak dapat bergerak selama dua detik.
"Dark Blade! Threeple slash!"
-20.000
__ADS_1
-20.000
-20.000
Karin memanfaatkan hal tersebut dengan langsung menyerang Angel Sin dari dekat karena coldown skill Angel Sin membutuhkan waktu sepuluh detik jadi selama itu dia hanya bisa memukul menggunakan tongkat atau langsung menggunakan ultimate nya.
Namun di lihat dari pertarungan sebelum nya, Angel Sin hanya akan mengeluarkan skill ultimet nya setelah hp nya tersisa sepuluh persen saja.
Dengan serangan tanpa henti Karin, akhir nya Angel Sin langsung menggunakan skill ultimet setelah hp nya hanya tersisa sepuluh persen.
Dalam keadaan tersebut, mendekati nya dalam jarak lima meter adalah hal yang merugikan terutama bagi assassin seperti Karin.
"Karin mundur lah, Fani sembuhkan Karin dulu." Ucap Kevin karena melihat hp Karin berkurang sebanyak dua puluh persen akibat duel secara langsung.
"Kuserahkan padamu." Ucap Karin melompat mundur.
"Ini sangat mudah bagiku, evolusi pertama. Lance Breaker!"
-20.000
+Hp 2,3%
+Exp 260
+Level up
Angel Sin langsung tumbang dan menjatuhkan drop item beserta tiga Angel Sin lain muncul entah dari mana.
"Sekuat apapun pertahanan mu, di hadapan tombak ku semua nya akan menjadi kerupuk." Ucap Kevin membanggakan skill lance breaker yang terbilang cukup op.
(TL note : Op, singkatan dari Over Power.)
"Oke, evolusi kedua! Rain Shot!"
Shot! Sss...
Dar! Dar! Dar!
-15.010
-19.995
-12.000
...
...
Begitu Kevin mengubahDemon Sword nya menjadi busur, ia langsung menembakkan satu tembakan ke atas yang menghilang saat menyentuh atap gua sebelum puluhan anak panah jatuh dari atap gua tersebut menyerbu tiga Angel Sin itu.
"Biar Fani yang ambil last hit nya!" Fani langsung gegabah dan berlari maju.
"Fani Tunggu!" Kevin ingin menghentikan Fani namun Agility Fani sedikit lebih tinggi dari nya.
Shot! Shot! Shot!
+Exp 190
+Exp 190
__ADS_1
+Exp 190
Tiga Angel Sin tersebut langsung tumbang saat tiga pisau Karin mengenai mereka yang sedang berada dalam keadaan sekarat dengan health point tersisa satu persen.
"Nice Karin." Kevin memberikan jempol pada Karin.
"Yah.. kok gitu?" Fani terdiam.
Tak!
-600
"Baka kah kau nih, itu Angel Sin sedang dalam keadaan threeple bersek, Karin aja malas maju kamu ngapain bawa bawa pedang lari?" Kevin mengetuk kepala Yuri dengan pelan.
"Habis nya Fani juga ingin menyusul level kalian, kita mengalahkan monster barengan masa Fani aja yang level nya tertinggal." Ucap Fani memegangi kepala nya yang terkena damage.
"Slow nya itu enggak padang agility, mau agility mu tinggi atau rendah tetap saja kecepatan mu akan berkurang tiga puluh persen terlebih serangan magic power nya sangat tinggi saat dalam keadaan sekarat." Ucap Kevin melihat lihat area sekitar.
"Fani mengerti." Fani mengangguk paham.
"Ada apa Kevin?" Bertanya Karin serelah memungut seluruh drop item.
"Tidak ada monster yang muncul lagi." Ucap Kevin karena baru kali ini mereka mengalahkan tiga Angel Sin tersebut jadi Kevin sangat berhati hati bisa saja muncul lebih banyak.
"Mungkin kita harus masuk lebih dalam untuk bisa menemukan monster lagi." Ucap Karin.
"Baiklah kita telusuri lebih dalam lagi." Ucap Kevin.
Mereka terus masuk dan berjalan sejauh seratus meter dan akhir nya tiga Angel Sin kembali muncul dan menyerang mereka bertiga.
"Mungkin kau bisa mencoba nya Fani." Ucap Kevin menawari Fani untuk mendapatkan exp lebih.
"Benarkah senior!?." Fani langsung bersemangat.
"Tapi tunggu sebentar aku akan memancing skill mereka dulu." Ucap Kevin bersiap melaju.
Tap!
Satu hentakan kaki Kevin langsung membawa nya ke depan salah satu Angel Sin tersebut.
Srhs...
"Leap!"
Saat skill serangan pendorong yang biasa nya menyebabkan Knockback dari Angel Sin hampir mengenai Kevin, Kevin dengan cepat menggunakan skill nya dan melompat kedepan Angel Sin lain nya.
Srhs...
"Fani!" Teriak Kevin saat dua Angel Sin sudah ia pancing skill nya yang akan aktif kembali setelah sepuluh detik dan saat ini Kevin sedang dalam keadaan stun yabg akan lepas dalam dua detik.
"Siap senior! Sword Slash!"
-2.000
Fani langsung menggunakan skill pedang dan menebas salah satu Angel Sin sebelum beradu pedang dan tongkat dengan Angel Sin tanpa menggunakan skill, setelah banyak tebasan yang masuk pada Angel Sin selama delapan detik, Fani langsung melompat mundur karena sebentar lagi coldown skill Angel Sin akan berakhir.
"Damage ku sangat kecil senior!" Teriak Fani karena memang point attack nya tidak ada sama sekali.
"Kesampingkan masalah itu, berikan heal pada Karin!" Balas Kevin karena Karin memaksakan untuk melawan salah satu angel Sin dan mengeliminasi nya sehingga hp nya hanya tersisa lima puluh persen saja.
__ADS_1