
Real World 05:30
"Selamat pagi senior." Ucap Yuri yang masih menggunakan piyama tidur nya berjalan mencari sesuatu di kulkas untuk di minum.
"Pagi Yuri." Balas Kevin tidak berbalik karena sedang menyiapkan sarapan.
Brak!
"Apa apaan ini senior!?" Bertanya Yuri terkejut saat begitu ia membuka kulkas entah dari mana datang nya banyak minuman serta buah buahan yang berjatuhan.
"Maaf, tadi malam aku ke bablasan membeli banyak." Ucap Kevin namun terlihat tidak memiliki niat untuk meminta maaf karena berbalik pun tidak.
Brak!
"Lagian kulkas senior terlalu kecil, cepat ganti yang baru." Ucap Yuri setelah membanting pintu kulkas setinggi seratus tiga puluh centimeter itu, tentu Yuri sudah menyusun kembali buah dan minuman pada tempat nya.
"Nanti akan ku pikirkan, kau mandi lah dulu." Ucap Kevin berbalik dan melihat rambut Yuri yang masih acak acakan namun yang paling mengganggu nya adalah piyama nya yang sedikit terbuka memperlihatkan hampir seluruh buah dada kanan nya.
"Maaf tidak bisa membantu senior." Maksud Yuri adalah membuat sarapan karena biasa nya dia lah yang membantu Kevin membuat sarapan namun pagi ini ia agak telat bangun.
"Cepat lah, sekalian bangunin Karin." Ucap Kevin.
"Baik senior." Yuri mengambil botol mineral yang ia ambil di kulkas tadi dan berjalan menuju kamar nya.
"Kulkas." Gumam Kevin memikirkan ucapan Yuri. "Rekomendasi lemari es." Kevin langsung membuka internet menggunakan EDITH nya sementara sedang memasak.
...
Setelah sarapan
"Yuri berangkat dulu." Ucap Yuri melambai dan masuk ke dalam taksi.
"Hati hati." Ucap Kevin namun jelas itu tidak terdengar oleh Yuri karena memang Kevin sengaja melakukan nya.
Belum sempat Kevin menutup pintu, sebuah mobil pengantar paket berhenti di depan rumah nya.
"Dengan mas Kevin?" Bertanya petugas tersebut setelah turun dari mobil.
"Ya." Singkat Kevin menjawab.
"Kami sedang mengantarkan paket untuk anda, tolong di cek dulu mas." Ucap petugas tersebut memperlihatkan sebuah nota catatan pengiriman barang.
"Iya ini sudah betul, tolong langsung masukin saja ke dalam." Ucap Kevin.
__ADS_1
"Baik, guys angkat!" Teriak nya pada teman nya.
'Guys?' -_-
Setelah memastikan kulkas dua pintu yang Kevin pesan berada di tempat nya yaitu dapur, Kevin langsung menandatangani penerimaan barang dan petugas pengantar paket pun pergi setelah berpamitan.
Kulkas tersebut memiliki tinggi seratus delapan puluh centi meter dengan lebar seratus sepuluh centimeter, Kevin menempatkan pada tempat kulkas lama nya sementara yang lma ia pindahkan ke kamar nya.
"Benar benar kamar idaman bagi hikikomori." Karin tidak terlalu terkesan dengan kulkas besar yang Kevin beli namun ia lebih terkesan dengan kamar Kevin.
"Apa nya?" Bertanya Kevin.
"Kamar mu, sudah ada kamar mandi, kulkas untuk menyimpan makanan, internet, benar benar idaman para pengurung diri." Ucap Karin.
"Aku memindahkan nya kesini karena tidak ada tempat lain yang lebih bagus, di kamar kalian sudah penuh oleh dua Virtual Kabin." Ucap Kevin.
"Percayalah, aku sangat kerepotan untuk membersihkan kamar karena ada nya dua kapsul besar itu." Keluh Karin.
"Benar juga, aku ingin meningkatkan komputer ku." Kevin segera mencari nomor telpon Alka.
"Meningkatkan?" Karin bingung.
"Aku butuh pc, ini mulai lag." Ucap Kevin.
(TL note : PC, Personal Computer, komputer pribadi, komputer yang di rakit di rumah atau di kantor.)
Tiiit!
"Enggak di angkat." Ucap Kevin.
"Mungkin sedang login." Ucap Karin.
"Mungkin." Kevin kembali menekan nomor lain dan menelpon nya.
"Halo Kevin." Suara perempuan terdengar dari balik ponsel tepat saat Kevin menelpon.
"Halo kak Wen, Alka nya ada?" Kevin bertanya dengan menyebut nama perempuan di balik telepon.
Dia adalah Weni pelayan pribadi Alka yang sepuluh tahun lebih tua dari Alka namun paras nya menunjukkan bahwa ia masih muda.
(TL note : jika kalian melupakan Weni maka silahkan cek kembali Bab 39, Chp 39, Ingin menangis.)
"Tuan muda sedang login, apa ada hal yang perlu saya sampaikan?" Bertanya balik Weni karena dia bisa saja login dan menemui Alka di dalam game sekarang juga.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku hanya ingin minta bantuan sedikit untuk memasang pc di rumah ku." Ucap Kevin.
"Kalau itu biar saya saja yang mengurus nya." Ucap Weni.
"Maaf merepotkan." Ucap Kevin.
"Tidak masalah Kevin, lagian kamu sudah banyak membantu tuan Alka." Ucap Weni.
"Baiklah.. tolong." Kevin bersiap untuk menutup telpon namun Weni lebih cepat menutup nya.
Tuu...t!
"Siapa?" Bertanya Karin.
"Weni pelayan Alka." Jawab Kevin meskipun Karin tidak terlalu mengenal nya namun ia sering bertemu saat mereka tinggal di rumah Alka.
"Oh." Karin seakan tidak peduli.
"Mungkin sebentar lagi pemasang pc nya akan tiba, aku ingin membereskan kamar dulu." Ucap Kevin melihat kamar nya yang berantakan karena entah kenapa Karin malah bergadang di sini semalam nonton drama yang membuat Kevin juga mengikuti jalan cerita drama dua belas episode tersebut.
"Akan ku bantu." Ucap Karin mulai membantu Kevin.
Satu jam setelah mereka membereskan, lima orang pemasang pc yang di rekomendasikan Weni pun datang, mereka langsung memasang pc di kamar Kevin, tentu kualitas nya tidak perlu di ragukan lagi.
Tidak hanya di kamar Kevin namun di seluruh bagian rumah terhubung pada sistem komputer tersebut yang di pasangkan pelayan AI khusus yang akan mengatur segala benda elektronik di rumah ini, tentu itu tidak berlaku pada ponsel atau semacam nya karena mengandung data pribadi, Kevin juga tidak mengizinkan nya.
Sistem ini akan mengatur keamanan rumah karena seluruh kunci rumah Kevin yang terbilang kuno juga ikut di perbaharui di mana akan langsung mengenali pengguna nya, tentu tidak hanya kunci yang terlihat oleh mata, sistem ini juga akan mengunci data pribadi penghuni rumah dengan ketat.
Dengan ini Kevin sudah sedikit lebih lega karena mungkin tidak akan banyak yang bisa menembus pertahanan sistem komputer nya, meskipun begitu Kevin tetap harus waspada karena meskipun ini adalah sistem yang di rancang oleh perancang sistem salah satu orang terkaya di asia namun setiap kunci pasti memiliki celah.
...
Real World 14:00
Rumah Kevin
Tepat setelah petugas pemasang pc pergi.
"Kau hanya meminta Weni memasang pc kan?" Bertanya Karin setelah melihat para petugas pemasang pc bekerja bahkan sampai di kamar jya.
"Aku ingin mengatakan iya tapi seperti nya ini sudah sedikit berlebihan." Kevin tidak dapat membayangkan harga untuk membayar ini semua karena tadi jya ia berniat meminta Alka memasangkan pc seharga seratus sampai dua ratus jutaan saja namun ini sih udah miliaran rupiah.
"Bukan sedikit berlebihan, ini sudah sangat berlebihan, sampai lubang cacing di rumah ini pun mereka cek." Karin hanya mengumpamakan karena nyata nya pemasang pc hanya mengganti seluruh saluran internet dan listrik di rumah ini saja.
__ADS_1
"Tapi kerja mereka cepat juga, mereka dapat menyelesaikan semua nya hanya dalam enam jam." Ucap Kevin.