MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 132, Pecinta kuliner berisik saat makan?


__ADS_3

Kolam renang.


"Yah.. tadi itu pertunjukan yang keren banget." Ucap Lisa.


"Apa lagi lumba lumba yang bernama Pipi itu, sumpah lucu banget ekspresi wajah nya." Ucap Nana.


"Seakan jii... gitu, tatapan nya datar banget sumpah lucu." Ucap Lisa.


"Hmm aku dapat banyak foto Pipi kali ini." Ucap Agus dengan mata berbinar melihat hasil gambar yang ia dapatkan.


"Kali ini? Kak Agus berkata begitu kayak kak Agus sudah sering melihat lumba lumba itu." Ucap Nana.


"Memang atau lebih tepat nya selalu, lihat ini foto saat ia masih bayi dan ini.." Agus mulai memperlihatkan foto foto Pipi si lumba lumba pada Nana dari mulai masih bayi di perlihatkan di pertunjukan hingga dewasa seperti saat ini.


"Kak Agus terlalu fokus pada Pipi kan." Ucap Nana setelah melihat semua foto hanya ada foto Pipi saja.


"Yah aku hanya tertarik dengan Pipi saja, lumba lumba lain tidak terlalu imut." Ucap Agus.


"Beda banget dengan penampilan nya." Ucap Nana dengan nada kecil karena tubuh yang kekar besar dengan suara super berat tentu orang orang tidak akan berpikir dia menyukai sesuatu yang imut bahkan nge fans sama lumba lumba dari mulai masih bayi.


"Kau mengatakan sesuatu?" Bertanya Agus tidak jelas mendengar ucapan Nana.


"Tidak, hanya saja Nana berpikir ternyata kak Agus itu orang nya baik juga yah berbeda dengan penampilan nya." Ucap Nana tersenyum.


"Gahahaha! Padahal kau menangis ketakutan saat pertama kali bertemu- sakit!" Ucap Agus namun tiba tiba kaki nya di injak dengan keras oleh Nana atau lebih tepat nya di injak apa lgi Nana menggunakan als kaki sedangkan Agus telanjang kaki.


"Sudah ku katakan lupaan saja kejadian itu, ini lah yang aku tidak suka dari kak Agus." Kesal Nana.


"Sudah saat nya makan siang, ayo makan siang dulu." Ucap Kevin melihat jam tangan nya.


"Nn enak nya makan di mana?" Mengangguk Yuri.


"Di mana aja boleh selama gak beracun." Ucap Karin.


"Kalau begitu di situ saja, M,d." Ucap Lisa menunjuk sebuah toko Hamburger.


"Kalau tidak salah M,d ada menu baru kan." Ucap Yuri.


"Aku ingin mencoba nya." Ucap Lisa seakan membujuk.


"Baik lah kita makan di M,d aja." Ucap Kevin menyetujui.


"Yey!"


"Aku baru sadar kenapa yang datang bersama mu semua nya cewek?" Bisik Agus bertanya pada Kevin.


"Hanya kebetulan." Jawab Kevin mengibas ibaskan tangan nya.

__ADS_1


"Kebetulan he.. yah terserah saja sih." Agus tidak lagi mempertanyakan nya.


"Jadi kenapa kau ikut bersama kami?" Kevin bertanya balik saat Agus terus mengikuti mereka hingga masuk ke dalam toko M,d.


"Aku juga lapar jadi sekalian ikut kalian tidak ada masalah kan?" Jawab Agus.


"Terserah." Kevin kemudian duduk di tempat yang lain nya saat mereka menemukan meja kosong.


"Ini menu nya, panggil saya jika sudah memutuskan pesanan." Ucap seorang pelayan menghampiri mereka.


"Kami pesan menu baru, kak Kevin dan kak Agus mau pesan apa?" Ucap Lisa langsung memesan.


"Sama in 'aja." Ucap Kevin dan Agus.


"Oke! Lalu minuman kalian mau apa?" Lisa kembali bertanya.


"Cola." Ucap Yuri.


"Susu Stroberi." Ucap Nana.


"Jus Alpokat." Ucap Karin dan Kevin.


"Black Coffee tambah Coffee Roll." Ucap Agus yang tidak akan puas dengan Hummburger jadi menambahkan Coffee Roll.


"Oke aku juga Cola." Ucap Lisa memesan.


"Itu saja." Ucap Lisa.


"Baik tunggu sebentar." Ucap pelayan tersebut sebelum pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.


"Di sini seperti nya basah pun tidak masalah." Ucap Kevin saat melihat salah satu pelanggan yang basah kuyup sedang menikmati makanan nya.


"Yah ini permandian sih jadi yah wajar kalau ada yang basah." Ucap Yuri.


"Kita sudah dari tadi tidak berendam jadi pakaian kita sudah agak kering." Ucap Nana.


"Sedikit lebih nyaman." Ucap Karin yang entah sejak kapan ia membuka masker nya dan mengganti nya dengan kacamata hitam.


'Sejak kapan!' Batin semua nya terkejut karena hawa keberadaan Karin saja hampir tidak terasa saat semua nya sedang asik.


Tidak lama kemudian pelayan tadi datang membawa trol mengantar makanan mereka.


"Silahkan di nikmati." Ucap pelayan tersebut setelah meletakkan semua pesanan di atas meja.


"Lah ini Teriyaki Burger." Ucap Yuri melihat Humbereger nya.


"Ada apa Yuri?" Bertanya Kevin.

__ADS_1


"Yuri kira menu baru nya seperti apa ternyata Teriyaki Burger." Ucap Yuri.


"Teri- Burger?" Bertanya Kevin sedikit sulit menyebut nama makana nya.


"Teriyaki Burger, memang ini kombinasi baru tapi biasa nya hanya ada Teriyaki Chicken." Ucap Yuri.


"Pokok nya coba aja dulu." Ucap Lisa langsung mengigit nya.


"Baiklah." Kevin dan Semua nya pun mulai mencoba nya.


"Enak!" Nana lebih dulu mengungkapkan perasaan lidah nya.


"Hm~ Oranie dan Lelssanya terasa renyah, saus teriyaki asam manis dan mayones yang terasa tajam, uh.. kedua nya memberikan rasa yang gurih." Ucap Lisa memegang pipi nya.


"Bumbu pedas dan Oranie nya juga seimbang, saus nya sedikit lebih kental dari saus teriyaki Chicken, um~ enak banget." Sambung Yuri mengungkapkan rasa.


'Kelihatan banget kalau mereka berdua ini pecinta kuliner.' Batin semua nya menatap Yuri dan Lisa yang mulai meneguk Cola mereka secara bersamaan.


"Tapi umbi goreng nya juga enak loh." Ucap Kevin mengalihkan topic karena Yuri dan Lisa terus mengoceh.


"Yah kan.. apa lagi saat di tambahkan sambal, memang mengurangi kerenyahan nya tapi itu menambahkan cita rasa nya yang bercampur di atas lidah." Ucap Lisa.


"Tapi jauh lebih enak jika di makan lalu langsung meminum Cola, serasa semua tenggorokan bersih kembali dan siap memakan semua nya sekaligus." Sambung Yuri.


'Kenapa penjelasan nya malah semakin panjang?' Batin Kevin.


"Kak Agus boleh Nana cobain roti gulung nya?" Bertanya Nana menunjuk Coffee Roll Agus.


"Oh Coffee Roll ini? Coba lah." Ucap Agus mengizinkan.


"Terima kasih." Ucap Nana mulai menyendok sebelum memasukkan nya ke dalam mulut nya.


"Bagaimana?" Bertanya Agus.


"Manis." Hanya itu tanggapan Nana karena roti tersebut memang terasa sangat manis tapi Nana menyukai nya.


"Maka nya aku memesan Black Coffee biar war nya lebih terasa." Ucap Agus.


"Boleh Nana coba?" Nana minta lagi.


"Hm." Agus mendorong cangkir kopi nya mendekat pada Nana sambil tersenyum jahil.


"Terima kasih kak." Nana kemudian meminum nya namun baru saja sedikit yang menyentuh ujung lidah nya, wajah Nana sudah berubah menjadi gelap dan mengeluarkan separuh lidah nya yang terkena cairan kopi karena merasa ke pahitan. "Pahit." Ucap Nana mengeluarkan air mata menahan pahit.


"Ghahaha! Kalau gak bisa gak usah di paksa minum kopi pahit!" Agus tiba tiba tertawa keras melihat tingkah Nana.


"Kak Agus sendiri yang memberikan nya!" Teriak Nana memukul mukul perut Agus.

__ADS_1


__ADS_2