MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 171, Cranium Eater


__ADS_3

Wilayah Event Guild


"Berguna iya tapi aku hampir di bunuh sama Dred loh."


"Maaf." Ucap Karin.


"Sudah lah kita kembali ke guild saja untuk menyatukan peta." Ucap Kevin.


"Kau dapat berapa Kevin?" Bertanya Karin namun ia seakan sombong dengan sepuluh orb di tangan nya.


"Entah lah saat di tengah jalan aku mulai malas menghitung nya." Ucap Kevin menjatuhkan banyak orb sekecil kelereng.


"Sial." Geram Karin lagi lagi di kalahkan dan ia seakan menyalahkan dua tim nya yang terlalu lambat dengan menatap nya tajam.


"Aku merasakan tatapan mengerikan." Ucap teman Kevin yang berpura pura pingsan.


...


Guild Strayderer


"Ya semua nya." Ucap Kevin saat tiba di guild dengan mengangkat satu tim Saber mirip barang.


"Ada apa dengan nya Kevin?" Bertanya Alka.


"Biasalah si Tino pura pura pingsan, oi Tino bangun." Ucap Kevin mengocok tubuh Tino layak nya mengocok undian.


"Ouek! Kau tau aku mabuk kendaraan sebaik nya kau kurangi kecepatan mu saat membawa ku Kevin." Ucap Tino setelah memuntahkan pelangi karena jika muntah beneran maka akan terlihat menjijikkan.


"Teman teman semua, terima kasih untuk kerja keras nya hari ini, untuk tim Saber silahkan memperlihatkan peta yang kalian buat dan tim Hunter agar meletakkan orb yang di dapatkan di dalam Orb kita." Ucap Kevin mengabaikan Tino.


Tim Saber memberikan data peta pada Agus sebagai tim perencana strategi semenyara tim Hunter meletakkan Orb yang di dapatkan pada Orb mereka yang terletak di tengah markas, beberapa tim Saber yang membawa Orb juga meletakkan nya termasuk Kevin.


"Kita mengumpulkan lima puluh lima Orb, aku yakin sebentar lagi guild pemilik orb ini akan menyerang kita." Ucap Alka.


Setiap guild dapat mengetahui posisi orb mereka jadi mereka harus mengambil nya sebelum tiga jam agar tidak kehilangan satu point sedangkan yang mempertahankan orb curian selama tiga jam akan mendapat dua point.


"Yuri pulihkan stamina tim Hunter dan tim Saber." Ucap Kevin.


"Baiklah." Yuri seakan bosan dan hanya mengarahkan tongkat sihir nya kedepan sambil duduk tanpa niat. "Reset Energy."


Seketika stamina semua nya langsung pulih lima puluh persen.


"Healing god memang yang terbaik."


"Jika begini kita bisa terus war."


"Pertahanan guild serahkan pada kami!" Semua nya langsung bersemangat kembali.

__ADS_1


"Tim Hunter dan tim Saber beristirahat lah, berikut nya serahkan saja pada tim Devense." Ucap Kevin.


"Okay!" Jawab semua nya.


"Entah kenapa bukan event seperti ini yang Yuri inginkan." Ucap Yuri merasa super bosan.


"Ada apa Yuri?" Bertanya Kevin saat mendengar ucapan Yuri.


"Yuri bosan tinggal di markas, Yuri juga ingin ikut war." Ucap Yuri merengek.


"Sabar lah Yuri, kita harus tetap menjaga rencana tim." Ucap Kevin.


"Yuri mengerti tapi.. haih... tetap saja bosan." Ucap Yuri seakan meleleh jadi slime setelah membuang napas.


'Kevin, aku melihat beberapa player mendekat.' Telepati Karin yang sedang berdiri di atas tembok mengawasi area bawah.


Kevin langsung melompat ke atas tembok dan melihat sendiri jumlah musuh. "Lah ini bukan beberapa, mereka ada ratusan loh." Ucap Kevin.


"Mereka seperti nya berasal dari berbagai guild tapi kenapa mereka tidak menyernag satu sama lain?" Bertanya Karin.


"Tidak ada untung nya mereka bertarung, Orb mereka sudah ada pada kita." Ucap Kevin.


"Jadi apa yang akan kita lakukan?" Bertanya Karin memainkan pisau nya.


"Serahkan saja pada Rina." Ucap Kevin duduk di pinggir tembok mengambil tempat terbaik untuk menonton. "Yuri jika kau bosan kau bisa merekam ini, mungkin kau akan mendapat konten menarik!" Teriak Kevin pada Yuri.


"Terlalu cepat!" Terkejut Kevin.


Saat para player di bawah sana semakin mendekat tiba tiba saja pijakan mereka tenggellam sampai lutut saat tanah berubah menjadi lumpur hitam pekat.


"Oh seperti nya ada yang kena perangkap." Ucap Rina melompat naik ke atas tembok untuk melihat perangkap nya.


Sementara itu di bawah tebing.


"Oi apa yang terjadi!?"


"Agility ku jadi minus dua puluh point loh!"


"Aku bajkan sudah tidak bisa bergerak! Agility ku hanya dua puluh!"


"Oi apa itu!?"


"Undead, itu monster undead!"


Para player mulai panik saat mereka hampir tidak dapat bergerak di rawa buatan Rina sementara undead panggilan Rina mulai bermunculan satu persatu untuk menyerang mereka.


"Serang! Gunakan sihir api!"

__ADS_1


"Ada yang membawa suport tidak!?"


"Kita butuh sihir suci!"


"Gunakan saja pedang mu!"


Berbagai serangan terus di luncurkan untuk membunuh undead yang berdatangan tiada habis nya, para player yang berada di luar area lumpur juga terus memberikan serangan jarak jauh tapi hampir tidak ada guna nya selain menghabiskan stamina dan mana mereka.


"Apa yang terjadi?" Bertanya Kevin pada Rina karena undead Rina sama sekali tidak ada habis nya.


"Selama masih ada tikus di dalam jebakan maka undead akan terus berdatangan." Jawab Rina.


"Tapi ini tidak akan berlaku bagi player Assassin, mereka bisa melarikan diri dari ini secepat kilat." Ucap Karin karena ini hanya mengurangi dua puluh point agility, bagi Karin itu ia anggap mendapatkan beban satu kilogram yang mengurangi kecepatan nya saja.


"Benarkah bagaimana dengan ini. Hand Bone." Ucap Rina mengaktifkan skill susulan.


Sekelompok tulang tangan muncul dan mulai menarik setiap player ke dalam rawa, semakin di hancurkan semakin kuat pula tangan lain menarik nya.


"Sial ini memakan banyak mana ku." Ucap Rina tidak henti henti nya mengkomsumsi mana potion.


"Segera akhiri saja napa." Ucap Kevin.


"Tadi aku ingin bermain main dengan mereka tapi tidak kusangka jumlah nya terlalu banyak. Cranium Eater." Rina mengaktifkan skill susulan lagi.


Saat itu juga sebuah tengkorak besar muncul dari bawah kaki setiap player yang terjebak dalam rawa kemudian memakan mereka dan menarik nya ke dalam tanah, rawa pun menghilang menyisahkan daratan seperti sebelum nya bersama beberapa player yang tidak masuk ke dalam rawa.


+ 231 Soul


"Skill mu tidak kalah mengerikan dari skill ku Rina." Ucap Kevin.


"Sayang nya ini membutuhkan pemicu yang cukup lama, target harus berada di dalam rawa selama satu menit dan lagi membuat rawa itu memerlukan waktu yang lama belum tentu juga mereka akan terjebak di rawa ini." Rina menjelaskan lalu meminum mana potion.


"Di kombo dengan skill kabut Karin itu akan menjadi kombo yang mematikan." Ucap Kevin.


"Seperti nya mereka mulai ragu loh senior." Ucap Yuri melihat beberapa player tetap bersembunyi dalam hutan.


"Aku bisa mengeliminasi mereka semua, tinggal menunggu perintah saja." Ucap Karin.


...----------------...


(TL note : untuk kalian yang belum paham bahasa game satu ini.


Early game : awal game.


Mid game : pertengahan Game.


Late game : menjelang akhir game.)

__ADS_1


__ADS_2