MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 23, Aku Belum Siap


__ADS_3

Berbagai guild peringkat atas memang tidak ada yang naik pada daftar pelanggan Kevin karena pastinya mereka juga memikirkan hal yang sama dengan Kevin atau mungkin mereka sendiri yang akan membeli item para petualang level rendah secara langsung didalam game.


Tapi beberapa guild yang naik didaftar pelanggan Kevin juga bukanlah guild yang dapat disinggung oleh pemain level rendah atau guild baru sehingga beberapa guild dan petualang memilih mundur dari lelang yang diadakan Kevin.


Tepat jam satu siang waktu indonesia barat Kevin langsung menutup lelangnya dan sudah jelas terdapat satu nama yang mewakili guildnya naik sebagai pelanggan dengan harga tertinggi.


Beberapa permphonan juga terkirim yaitu beberapa guild yang terlambat berpikir dan malah terlmbat memberikan harga yang lebih tinggi.


Memang Kevin ingin mengejar uang tapi kepercayaan juga harus ia utamakan sehingga Kevin menjual lima ratus itemnya dengan harga dua kali lipat sesuai dengan keterangan pemenang lelang.


Kali ini Kevin lagi lagi mendapatkan uang banyak yaitu sebesar sepuluh juta rupiah dalam sekali penjualan.


Setelah Kevin memastikan semuanya selesai dia kembali memperhatikan Karin yang sepertinya sudah terbangun dan memperhatikannya dari tadi.


"Apa mau memerlukan sesuatu Karin?" Bertanya Kevin.


"Tidak aku hanya bermimpi kau menciumku." Karin mengatakannya tanpa sadar dengan suara serak sambil memegangi jidatnya, yah memang orang demam terkadang mengatakan sesuatu yang aneh tapi itu benar.


"Ha! Haha pasti hanya mimpi. Oh iya kau mengatakan itu mimpi pasti mimpi-"


Ting! Tong! Ting! Tong!


Bel rumah Kevin tiba tiba berbunyi.


"Aku keluar sebentar yah Karin." Cepat Kevin meluncur karena suara bel sangat lah mengganggu. "Iya aku datang!" Meskipun Kevin berkata begitu tapi kurang lebih dia sudah paham siapa yang ada didepan pintu dengan hanya mendengar caranya menekan bel saja.


Pintu terbuka.


"Ada apa Alka?" Bertanya Kevin yang sekarang keadaannya tidak menggunakan baju dan hanya menggunakan celana pendek saja.


"Kudengar dari temanya Karin kalau dia tinggal dirumahmu. Betulkah itu?" Alka berbicara dengan sedikit menggoda.


"Ya kenapa memangnya?" Kevin menjawab dengan santai tanpa beban.


Alka langsung saja menerobos masuk. "Ooh jadi sekarang kau memungut perempuan tidak dikenal dan bahkan sampai tidak menggunakan baju dengan keadaan acak acakan menyambut tamu." Alka melihat sekitar ruangan Kevin seperti mencari sesuatu. "Bau apa ini? Hmm?" Alka membuka pintu kamar Karin.


"Jangan dibuka!" Tergur Kevin tapi sudah terlambat.


"Kau Kevin melakukannya bahkan sampai muntah muntah aku yakin ini adalah kamar Karin bahkan aku masih mencium baunya disini dimana dia?" Alka bertanya kearah Kevin.

__ADS_1


"Ck kau salah paham Alka sekaran Karin sedang sakit dan berada dikamarku karena kamarnya terlaku berantakan." Kevin menjelaskan sesingkat mungkin.


"Oh begitu kah lalu kenapa kau tidak membawanya kerumah sakit?" Bertanya Alka.


"Dia tidak mau dibawa kerumah sakit." Kevin menjawab santai.


"Kau nih yah jangan terlalu menuruti orang sakit seandainya aku selalu menurutimu saat sakit mungkin kau sudah mati sekarang!" Tegur Alka karena biasanya meskipun Kevin mengatakan tidak ingin kerumah sakit Alka tetap memanggil ambulans untuk menyeret Kevin.


"Kali ini biarkan aku saja yang merawatnya." Ntah kenapa Kevin memiliki perasaan ingin merawat Karin.


"-_ aku mendoaakan Karin baik baik saja saat dia dirwat olehmu." Alka mengkhawatirkan perawatan Kevin.


"Apa maksudmu coba?" Kevin agak kesal mendengar perkataan Alka.


"Aku tebak Karin muntah juga pasti karena kamu bukan?" Tebak Alka.


"Ah itu kecelakaan." Kevin membuang wajahnya dengan menggaruk pipi menggunakan telunjuknya.


"Aiss kalau begitu aku tidak akan mengganggu aku pulang dulu yah." Alka pamit.


"Sebenarnya apa tujuanmu kemari Alka?" Kevin bingung atas tujuan Alka mendatanginya.


"Aku melihatmu kemarin bersama Karin dan aku mengetahui Karin tinggak dirumahmu jadi aku datang untuk melihat perkembangan kalian." Alka menjawab sambil memasang sepatunya.


"Bukan apa apa. Dah!" Alka langsung melarikan diri.


"Datang tak diundang pulang tak diantar, lama kelamaan Alka berubah jadi jalangkung." Kevin kembali kedapur untuk memanaskan bubur milik Karin.


...


07:00


Selama dua hari Kevin hanya terus merawat Karin tanpa Login kedalam game. Bahkan Kevin harus tidur dilantai dengan kasur tambahan.


Masalah kamar Karin juga tentu telah Kevin bereskan karena meskipun Kevin orangnya seperti itu tapi tetap saja masih mengutamakan kebersihan.


Yang membuatnya agak kesusahan saat merawat Karin adalah saat dia harus membersihkan tubuh Karin atau pada saat tengah malam Karin ingin ketoilet.


Dengan sangat terpaksa Kevin harus benar benar berdiri didekat Karin saat sedang berada ditoilet untungnya untuk membersihkan pupnya Karin masih bisa melakukannya sendiri.

__ADS_1


Sementara Kevin masih terus berselancar diinternet sambil mencari cara tercepat untuk menghasilkan uang didalam game, Karin mulai tersadar dan bangun duduk.


"Kau sudah bangun Karin apa kau memerlukan sesuatu?" Kevin langsung tersadar.


"Tidak apa apa aku hanya ingin duduk saja untuk membiasakan diri.. kurasa aku sudah bisa jika hanya untuk membwrsihkan diri sendiri." Meskipun terlihat sangat lemah tapi tidak mungkin juga Karin membiarkan Kevin terus membersihkan tubuhnya.


"Oh baiklah aku akan menyiapkan handuk dan air hangat nanti." Kevin kembali fokus pada laptopnya.


"..mm." karin agak malu untuk berbicara karena mengingat beberapa kejadian memalukan dimana dia harus membiarkan Kevin untuk membersihkan tubuhnya karena dia tidak nyaman dengan keringatnya.


...


18:00


Keesokan harinya Karin sudah mulai berjalan tapi tetap saja masih berpegangan pada dinding.


Dia juga tentu tidak inging terlalu menkadi beban pada Kevin dimana dia sudah menumpang sekarang malah merepotkannya dengan harus merawatnya.


"Kau sudah lumayan sehat dari kemarin." Ucap Kevin yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk menutupi asetnya tapi Karin sudah mulai terbiasa dengan itu karena tinggal sekamar.


"Ya kurasa aku sudah bisa mengurus diriku sendiri dan pindah kamar nanti." Ucap Karin sebelum duduk kembali ketempat tidur.


"Malam ini jangan dulu." Kevin melarang.


"Kenapa?" Karin bertanya keheranan.


"Kurasa tubuhmu sudah lumayan bisa menampungnya aku akan melakukannya malam ini jadi bersiaplah mungkin akan sedikit sakit." Ucap Kevin tanpa meralat kata katanya yang penuh dengan kesalah pahaman.


"Ta-tapi aku be-belum siap." Tiba tiba asap keluar dari kepala Karin dan kepelanya kembali sakit.


"Ck jangan terlalu memaksakan diri untuk berjalan dulu lihatlah sekarang panas tubuhmu naik." Kevin memeriksa panas tubuh Karin menggunakan jidatnya sebelum membaringkan tubuhnya.


"Ma-maaf."


"Ntah kenapa rasanya aku sedang mera2at bayi." Kevin benar benar kerepotan dan berpikir kerepotanya sama seperti ibu yang baru saja melahirkan.


"Ba-bayi?" Karin semakin salah paham menanggapi perkataan Kevin.


"Aku akan mempersiapkan jarumnya.. kurasa kamu bisa memakan buburmu sendiri." Tunjuk Kevin kearah meja yang ada semangkuk bubur.

__ADS_1


"Ja-jarum!"


Kevin berjalan keluar dan menuju kearah ruangan giymnya yang sudah beberapa hari dia tidak masuki semenjak bermain game, Kevin masuk untuk mengambil sesuatu berbentuk kotak.


__ADS_2