
Ixporia City
Mansion Lord kota
"Akhir nya tiba juga." Ucap Kevin saat mereka berhasil tiba di mansion lord kota atau kediaman keluarga Derouis.
"Terima kasih telah mengawal kami tuan Kevin, nona Karin." Ucap pelayan Louis sedikit menunduk.
"Tidak tidak.. kami hanya menjalankan misi saja." Ucap Kevin seakan mengingatkan sesuatu.
"Ini hadiah karena telah mengantar puteri Louis hingga tiba di Ixporia City." Ucap pelayan Louis memberikan sekantong koin emas.
"Terima kasih kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Kevin menerima hadiah misi nya.
"Baik." Pelayan tersebut kembali menundukkan kepala memberi hormat.
Kevin dan Karin berjalan meninggalkan mansion dan menuju ke kota.
"Ini upah mu." Ucap Kevin membagi dua upah dan memberikan Karin sepuluh keping Gold.
"Berapa reward misi ini?" Bertanya Karin saat hanya ada sepuluh gold di tangan nya.
"Dua puluh gold." Jawab Kevin.
"Sedikit banget." Keluh Karin.
"Di bandingkan dengan membuat potion atau posion selama dua hari, ini sangat lah sedikit tapi setidak nya kita berhasil membuat koneksi tambahan dengan bangsawan Marquess Torant." Ucap Kevin.
"Jadi sebenar nya apa tujuan kita dalam misi ini?" Bertanya Karin karena mereka seakan di jadikan boneka saja saat ada beberapa Assassin yang di kirim untuk melindungi puteri Louis secara diam diam.
"Entah lah aku tidak tau pola pikir penguasa." Kevin pun gagal paham.
"Aku ingin Logout tapi ini hanya kurang sepuluh exp doang sampai aku mencapai level seratus." Karin bimbang apakah leveling dulu atau logout saja.
"Logout saja dulu kita lanjut besok, aku juga ingin mencoba skill baru ku besok." Ucap Kevin.
"Huh baik lah." Karin mendengar kan saran Kevin dan mereka berdua pun logout di tengah kota.
...
Real World 17:00
"Perut ku terasa kosong setelah login selama dua hari tanpa logout." Ucap Kevin membuka kaca Virtual Kabin nya dan keluar dari sana yang tidak menggunakan atas memperlihatkan perut super six pack nya.
"Kya...!" Tiba tiba saja suara Karin terdengar dari lantai bawah.
Kevin dengan cepat melihat Karin karena khawatir apa lagi mereka telah login selama dua hari tanpa logout untuk mengisi perut dan hanya mengandalkan Virtual Kabin yang terus memberikan nutrisi pada tubuh mereka menggunakan cairan gizi yang sebenar nya bisa di katakan cukup.
__ADS_1
Bruk!
"Ada apa Karin!?" Kevin langsung membanting pintu kamar Karin dan Yuri saat membuka nya.
"Senior?" Yuri terkejut dengan kedatangan Kevin tiba tiba.
"Oh Six Pack!" Gumam Lisa sempat mematung.
"Apa yang terjadi?" Bertanya Kevin saat melihat Karin pingsan di dalam Virtual Kabin.
"Kak Karin tidak sengaja di kejutan oleh Nana karena Nana menggunakan hologram untuk mengubah penampilan nya menjadi Oni, tapi karena kak Karin tiba terbangun dan berteriak, Nana jadi ikut terkejut dan pingsan." Ucap Yuri menjelaskan.
Kevin melihat kelantai ternyata ada Loli SMA yang sedang terbaring di sana yaitu Nana.
"Dasar apa yang sebenar nya kalian lakukan." Kevin mengangkat Nana ke atas tempat tidur untuk beristirahat.
Lalu Kevin kemudian membuka kaca Virtual Kabin milik Karin menggunakan akses khusus sebagai pemilik rumah karena seharus nya jika ingin membuka kaca dari Virtual Kabin atau pintu nya maka hanya dapat di buka dari dalam namun dengan penggunakan sistem komputer yang menuruti perintah Kevin itu dapat di lakukan karena seluruh perangkat elektronik di rumah ini dapat di perintah oleh Kevin.
"Yuri apa makan malam sudah siap?" Bertanya Kevin pada Yuri.
"Belum senior." Jaeab Yuri.
"Baik lah aku akan memasak setelah mandi, kalian jaga mereka sampai sadar." Ucap Kevin berjalan keluar kamar.
"Tunggu senior masak biar Yuri saja." Ucap Yuri.
"Baik lah terserah saja." Kevin tidak mempermasalahkan siapa yang memasak.
...
Makan malam pun tiba saat Karin dan Nana sudah sadar, mereka menikmati makan malam bersama meskipun meja menjadi terasa sempit tapi yah ini jauh lebih baik dari pada makan sendiri.
"Oh iya senior, mereka berdua akan menginap boleh kan?" Bertanya Yuri meminta izin.
"Boleh saja." Kevin langsung mengizinkan nya begitu saja.
"Eh, boleh?" Terkejut Yuri karena mengira Kevin akan melarang atau alasan yang lain maka nya Yuri meminta izin setelah makan malam.
"Aku juga pernah jadi anak SMA, saat hari sabtu begini Alka pasti akan datang menginap karena besok libur." Ucap Kevin.
"Haha jadi senior sudah menebak nya." Lisa tertawa canggung.
"Maaf karena tadi membuat keributan." Ucap Nana meminta maaf.
"Tidak masalah.. jangan di pikirkan." Kevin berdiri dari kursi nya dan berjalan menuju ruang tamu.
"Aku akan membantu." Nana juga ikut berdiri dan membantu Karin membereskan meja makan dan mencusi piring.
__ADS_1
"Terima kasih." Ucap Karin tidak menolak bantuan Nana.
"Nmm.. cemilan apa yang bagus?" Karin mencari sesuatu di kulkas buat ngemil.
"Aku duluan." Lisa berjalan meninggalkan ruang makan.
"Oke." Yuri akhir nya memilih dua botol cola jumbo dengan beberapa snack keripik kentang yang ada di atas lemari es.
"Yuri berapa level mu sekarang?" Kevin tiba tiba bertanya saat Yuri tiba di ruang tamu meletakkan cemilan nya di atas meja.
"Kalau tidak salah delapan puluh lima." Jawab Yuri.
"Tertinggal jauh kah.. seperti nya aku harus memilih waktu untuk menaikkan level Yuri." Gumam Kevin.
"Berapa level senior sekarang?" Bertanya Yuri duduk di dekat Kevin yang sedang fokus ke laptop nya.
"Seratus." Jawab Kevin.
"Seratus!?" Terkejut Yuri namun Lisa jauh lebih terkejut.
"Ada apa Lisa?" Bertanya Yuri.
"Kalian membahas game MMORPG World For Adventure kan?" Bertanya Lisa memastikan.
"Ya.. ada apa?" Jawab Yuri membenarkan.
"Sudah berapa tahun kalian memainkan nya? Aku saja sudah bermain lima bulan tapi level ku belum juga melewati tujuh puluh?" Ucap Lisa.
"Ya.. itu pasti karena kamu jarang leveling kan." Ucap Yuri.
"Mm.. begitu lah, aku hanya fokus membeli makanan dan menikmati makanan di dalam game setiap mendapatkan reward." Ucap Lisa.
"Dari pada berburu kuliner di real world yang mahal lebih baik berburu kuliner di dunia game yang bisa do beli dengan sedikit usaha dan bahkan jika memakan sampai jungkir balik pun tidak akan membuat ku gemuk." Ucap Kevin.
"Nn." Lisa hanya mengangguk karena Kevin berhasil mengetahui tujuan nya bermain game.
"Ngomong ngomong apa job mu?" Bertanya Yuri.
"Lancer." Jawab Lisa.
"Job yang langka." Ucap Kevin.
"Sebenar nya aku tidak ingin merasakan sakit tapi menggunakan perisai seperti nya tidak keren, menggunakan panah dan mage sebagai jarak jauh juga tidak terlalu cocok untukku jadi aku mengambil job Lancer yang memiliki serangan menengah." Ucap Lisa.
...----------------...
Chapter bonus guys!
__ADS_1