
Ghost Town
Karin tidak bisa bergerak leluasa karena peti tersebut bagaikan sebuah peti mati yang di tempati oleh mayat namun Karin bingung kenapa ia bisa di teleportasikan kepeti ini.
"Tenanglah Karin, kata Kevin saat seperti ini maka harus memastikan situasi sekitar." Karin mempertajam indranya dan membuka mapnya.
Di map Karin masih berada di tempat yang sama yaitu tempatnya tadi di teleportasikan di kota reruntuhan namun yang tadi di map tidak menunjukkan nama reruntuhan sekarang tiba tiba memiliki nama.
[Ghost Town]
"Di sekitar sini sepertinya tidak ada orang sama sekali tapi apa ini? Kota mati? Yah di lihat dari reruntuhannya saja siapapun tahu kalau ini kota mati kan? Dasar." Gerutu Karin langsung menendang peti tersebut hingga membuatnya terbuka.
Bom! Prak!
Karin terbangun namun tiba tiba saja Karin merinding karena di sekitarnya ada banyak sekali tulang berulang manusia serta beberapa roh yang berterbangan.
"Yah Kevin.. tolongin plis." Karin kembali membaringkan tubuhnya dengan cepat karena ketakutan. "Karakterku adalah ras Ghost aku juga hantu kenapa aku harus takut." Karin menetapkan tekadnya.
Perlahan Karin bangun dan keluar dari peti mati tersebut dalam keadaan tubuh bergetar hebat saat beberapa roh melewatinya.
Krak!
"Hii..!" Bulu kuduk Karin berdiri saat sebuah tulang manusia retak saat ia injak.
Karin perlahan kembali berjalan namun tiba tiba saja seluruh roh yang berterbangan mulai menghampirinya.
"Ah haha aku tidak enak loh." Karin perlahan melihat sekitar hingga matanya tertuju pada peti perak di dekatnya. "Ternyata aku memang takut!" Karin melompat dan segera masuk kedalam peti tersebut.
Karin berniat untuk menetap di peti itu sampai event berakhir namun sebuah notifikasi masuk ke jendela statusnya.
[Anda berhasil menemukan kota yang menjadi korban perang dunia, seluruh warga kota yang telah menjadi ghost meminta anda untuk memurnikan dan mensucikan jiwa mereka.
Misi: selamatkan jiwa penduduk Ghost Town dalam waktu satu menit.
Reward: 10.000 Gold.
Jika anda gagal maka seluruh jiwa penduduk akan merasuki tubuh anda.]
__ADS_1
"Kenapa hukumannya seram banget!? Dan lagi ini misi tidak bisa di tolak dan di buat khusus untuk gagal kan? Yah kan?." Karin berteriak menggerutu. "Aku bukan Fani mana bisa mensucikan jiwa huhuhu.." Karin mulai menangis saat waktu terus berjalan sementara tidak ada yang dapat Karin lakukan.
[Waktu habis, anda mendapatkan hukuman.]
"Ah! Aaa! Tolong! Kevin tolongin! Siapapun Aaa!" Karin menangis keras dan berteriak sembarangan saat banyak jiwa hantu mulai menyerbu dan merasuki tubuhnya.
Karin menangis keras saat ia merasakan beberapa bagian tubuhnya mendingin bahkan Karin sempat melihat tangannya bergerak sendiri.
[Kondisi terpenuhi! Anda telah menghisap lebih dari seribu jiwa, mendapatkan class Queen Ghost.]
"Ah.. tolong hentikan semua ini." Penampilan Karin sudah tidak karuan saat notifikasi masuk.
Setelah tiga puluh menit Karin terbaring akhirnya Karin kembali seperti semula. "Uh sepertinya itu adalah rune teleport untuk keluar dari sini, untuk sementara aku akan beristirahat di sini." Ucap Karin melihat sebuah rune sihir di depannya.
Karin membuka notifikasi yang masuk dan melihat class yang baru saja ia dapatkan, meskipun Karin senang karena mendapatkan skill ultimet namun saat ini entah kenapa jiwa Karin terasa sangat lemah dan tidak bersemangat.
Karin merasa ingin logout namun itu sama saja dengan menyerah dari Event ini, akhirnya Karin memutuskan untuk keluar dari tempat tersebut jika hari sudah siang.
Namun Karin tidak menyadari bahwa ada dua tanduk putih kecil di kepalanya.
Pagi hari
Wilayah hutan Event
"Hahaha hari yang cerah dan semangat memburu yang baru." Ucap Kevin meregangkan seluruh ototnya meskipun itu tidak perlu.
Kevin melihat scan map yang kebetulan sudah siap dan melihat wilayah sekitarnya, seluruh player memilih untuk menjauh dari tempat Kevin karena setiap scan map ada saja player yang mendekati Kevin.
Namun Kevin sama sekali tidak meninggalkan tempatnya setelah menghabisi player yang menyerangnya, beberapa player beranggapan bahwa Kevin adalah player yang tangguh dan memilih untuk menjauh.
"Hmm.. sepertinya beberapa player mudah sudah berkurang mungkin sudah saatnya aku untuk berpindah tempat dan mulai melakukan solo versus solo, aku juga tidak menemukan jejak Karin." Kevin berpikir untuk lebih berhati hati karena ini merupakan hari kedua dan mungkin ada banyak player kuat yang mulai muncul.
"Seharusnya Yuri ikut, dia bisa meningkatkan ilmu pedangnya di sini meskipun tidak seberapa." Gumam Kevin sebelum berlari kearah berlawanan dari hutan tempatnya kemarin berburu.
Melawan manusia jauh lebih cepat dalam meningkatkan ilmu pedang dari pada melawan monster, itu di karenakan teknik pedang di ciptakan untuk melawan manusia, meskipun begitu jika melawan para job mage maka itu tidak akan membantu latihan sama sekali.
Cukup lama Kevin berjalan dan hanya ada beberapa monster kecil yang menghalangi jalannya saja yang ia temukan dan ia bantai namun Kevin tidak mendapatkan Exp maupun Drop item karena perbedaan level yang sangat jauh.
__ADS_1
Setelah berjalan jauh selama tiga puluh menit akhirnya scan map kembali muncul, Kevin mempergatikan bahwa tidak jauh di depannya muncul beberapa player yang berkumpul namun tidak terlihat seperti sedang bertarung.
"Haihh bodoh sekali sampai membentuk aliansi." Gumam Kevin sebelum mendatangi sekelompok player tersebut.
Saat Kevin masih ingin mengawasi dari balik pohon, seorang Assassin menyadari Kevin dan langsung melemparinya dengan pisau.
Shut Tak!
Pisau tersebut menancap di pohon tepat di tempat Kevin bersembunyi.
"Ahahaha ketahuan yah." Kevin menampakkan dirinya sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Siapa kau!?"
"Apa tujuanmu kesini?"
Lima player tersebut langsung mewaspadai Kevin sambil memegang senjata mereka.
'Hm? Mereka tidak menyerangku? Lalu apa tujuan mereka mengikuti Event ini?' Kevin bingung karena seharusnya tujuan event ini adalah saling membunuh player namun sekelompok player di depannya lebih memilih bertanya dari pada langsung menyerangnya.
"Oi aku bertanya padamu!" Kembali salah satu player tersebut berteriak saat Kevin malah melihat kearah belakang.
"Ahahaha maaf.. saya hanya kebetulan melihat di map ada beberapa player yangs sedang berkumpul jadi aku penasaran apakah kalian bertarung ternyata sedang beraliansi, apakah saya boleh ikut di aliansi anda?" Kevin kembali memastikan.
Jika sekelompok player tersebut menolak Kevin berarti mereka memiliki tujuan lain namun Kevin masih tetap ingin mendengar alasan mereka.
"Srbaiknya kau pergi sebelum aku membunuhmu." Assassin tersebutmemberikan ancaman keras pada Kevin.
"Ah maaf karena sempat mencurigai anda tapi kami sudah tidak bisa menambah orang lagi." Ucap seorang tank di antaranya yang menghentikan Assassin tersebut.
"Ha.. sayang sekali, kalau begitu saya permisi." Kevin memasang wajah lesu dan kembali berjalan kedalam hutan.
Saat Kevin sudah menghilang player tank tadi langsung melirik Assassin. "Awasi wilayah sekitar jangan sampai ada player yang masuk kesini lagi." Ucapnya.
"Baik ketua." Ucap Assassin tersebut sebelum menghilang.
Sementara itu jauh dari tempat para. Player tersebut di dalam hutan, Kevin mengawasi mereka menggunakan sebuah teropong.
__ADS_1