MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 128, First kiss


__ADS_3

Real World


Rumah Kevin


"Sebenar nya aku tidak ingin merasakan sakit tapi menggunakan perisai seperti nya tidak keren, menggunakan panah dan mage sebagai jarak jauh juga tidak terlalu cocok untukku jadi aku mengambil job Lancer yang memiliki serangan menengah." Ucap Lisa.


"Yah Lancer memang salah satu job terkuat, unggul melawan warrior tapi kelemahan nya adalah pengguna perisa tipe counter." Ucap Kevin.


"Ngomong ngomong apa job senior?" Bertanya Lisa penasaran.


"Warrior." Jawab Kevin.


"Biasa banget-_-." Ucap Lisa.


"Apa an oi! Aku suka nya warrior." Ucap Kevin merasa pilihan nya di ejek karena memang benar di ejek.


"Yah aku pikir senior suka nya dengan penyihir." Ucap Lisa.


"Tidak juga." Balas Kevin.


"Apa yang kalian bahas?" Karin datang bersama Nana dan langsung bertanya.


"Masalah libur besok, bagus nya kita ke mana." Jawab Kevin mengalihkan topik.


"Bioskop." Karin langsung memberi saran karena tidak menyukai tempat ramai.


"Akuarium." Nana memberi saran lain.


"Kolam renang." Ucap Lisa melupakan topik tadi dan beralih ke topik baru.


"Kalau Yuri, kau mau kemana?" Bertanya Kevin karena Yuri belum juga memberikan saran.


"Terserah saja." Jawab Yuri yang tidak terlalu tertarik dengan beginian.


"Hmm.. akuarium dan kolam renang yah..." Kevin berusaha untuk mencari tempat yang bagus untuk kedua nya dan akan memilih salah satu nanti nya.


"Dengarkan aku juga." Ucap Karin kesal karena saran nya tidak di terima.


"Oh besok ada atraksi lumba lumba di kolam renang ini." Ucap Kevin memperlihatkan lokasi langsung dengan hologram yang terpasang pada ruangan.


"Ini saja lah." Ucap Lisa bersemangat.


"Nn." Nana hanya mengangguk.


"Terserah saja." Ucap Yuri.


"Aku tidak setuju, terlalu ramai." Ucap Karin menolak secara terang terangan.


"Oke kita ke koln renang besok." Kevin sudah memutuskan tanpa mendengarkan pendapat Karin.

__ADS_1


"Setidak nya dengarkan aku." Ucap Karin namun tidak akan yang menggubris nya.


"Nah itu saja, bersiap lah besok kita akan berangkat pagi." Ucap Kevin berdiri.


"Oke senior!" Jawab Lisa dan Nana semangat.


"Karin kau bisa tidur di kamar ku malam ini." Ucap Kevin karena pasti jya akan terlalu sempit jika tidur berempat di dalm satu ruangan di tambah Yuri pasti membutuhkan ruang untuk berbicara bersama teman SMA nya tanpa gangguan orang lain.


"Oke." Karin kembali bersemangat dan mengikuti Kevin.


...


Kamar Kevin.


"Aku akan tidur di kamar lain." Ucap Kevin yang bermaksud tidur di ruangan perlengkapan, meskipun ada kasur di sana tapi itu terlalu sempit dan sudah lama tidak di tempati.


"Kenapa?" Bertanya Karin.


"Yah karena ada kamu di sini kan." Jawab Kevin.


"Apa kau tidak ingin tidur dengan ku? Mm..." Karin bertanya namun tiba tiba tersadar bahwa pertanyaan nya bisa menimbulkan kesalah pahaman.


"Apa tidak mengganggu mu?" Namun Kevin paham akan maksud pertanyaan Karin.


"Ah iya tidak sama sekali." Jawab Karin merasa canggung. "Lagian kau sudah pernah meluhat ku telanj*ng." Gumam Karin dengan suara kecil sampai Kevin pun tidak dapat mendengar nya.


"Kalau begitu aku akan tidur di kabin saja." Ucap Kevin membuka Virtual Kabin nya.


Bruk!


'Aku yang terganggu.' Batin Kevin berusaha mengendalikan diri.


"Untuk malam ini saja, biarkan aku tidur di sini bersama mu." Ucap Karin dengan suara kecil menutup wajah nya.


"Baik lah." Kevin memilih untuk tetap tenang dan menutup mata meskipun ia sulit untuk tidur.


Situasi saat ini berbeda dengan dulu, dulu saat Karin sakit Kevin hanya memikirkan bagaimana cara menyembuhkan Karin dan benar benar mengkhawatirkan nya saat itu, sedangkan saat ini Karin tidur di dekat nya atau lebih tepat nya di lengan Kevin, laki laki dari mana yang bisa bertahan di situasi seperti ini.


'Gawat gawat gawat! Aku tidak bisa tidur.' Batin Kevin saat merasakan dua benda kenyal menempel di dada kiri nya.


"Kevin." Ucap Karin memajukan wajah nya.


"A-apa?" Kevin tiba tiba gugup.


"Apa kau tidak tertarik dengan perempuan?" Bertanya Karin.


"Tentu saja tertarik, aku masih normal." Ucap Kevin.


"Lalu kenapa kau tidak menyerang ku?" Bertanya Karin yang menahan malu nya untuk mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


"Karin, tolong hentikan itu, aku benar benar bisa menyerang mu loh." Ucap Kevin memberi peringatan.


"Aku tidak keberatan jika itu kamu." Ucap Karin.


"Ka-kau i-ingin main denganku?" Bertanya Kevin gugup.


"Bukan itu maksud ku." Maksud Karin hanya lah jika Kevin ingin dia maka ia akan melayani nya bukan berarti Karin ingin bermain dengan Kevin.


"Sebenar nya apa mau mu Karin!" Kevin mendorong tubuh Karin untuk sedikit menjauh.


"Aku hanya merasa aku butuh sesuatu yang dapat di berikan pada mu, selama ini kau bersikap baik padaku sementara aku hanay selalu merepotkan mu." Ucap Karin.


"Hm?" Kevin tidak terlalu paham.


"Aku tidak pandai memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah seperti Yuri, jadi aku berpikir apa yang bisa aku lakukan untuk mu." Sambung Karin.


"Aku mengerti, jadi kau mengatakan bahwa aku membiar kan mu tinggal di sini saat aku tidak mendapatkan untung sama sekali jadi kau ingin membayar nya dengan 'itu'." Ucap Kevin memperjelas.


"Nn." Mengangguk Karin.


"Huh.." Kevin terbangun dan pergi mencuci wajah nya sebentar lalu kembali.


"Ada apa Kevin?" Bertanya Karin saat Kevin kembali dengan wajah serius.


Bruk!


Kevin toba tiba mendorong Karin dan menindih nya.


"Kevin sesak, aku tidak bisa bernapas." Ucap Karin.


"Jadi maksud mu seperti ini?" Bisik Kevin meletakkan wajah nya di leher Karin.


"Emm... Nn." Karin mengangguk namun seakan ragu.


"Kalau begitu." Kevin mengangkat wajah nya dan mencium bibir Karin.


"Mm Kevmm.." Karin terlihat kesulitan.


"Itu ciuman pertama ku." Ucap Kevin bangkit dan duduk di samping Karin.


"Kamu ... Kevin?" Karin bingung namun entah kenapa ada perasaan lega di dalam hati nya.


"Aku tidak akan melakukan nya dengan wanita yang tidak ingin melakukan nya dengan ku." Ucap Kevin setelah melihat keraguan Karin bahkan sadar bahwa Karin terlihat merasa lega saat Kevin tidak jadi melakukan nya.


"Tidak, aku akan melakukan nya jika kau mau." Ucap Karin bangun menggenggam tangan Kevin.


"Kau ragu Karin." Ucap Kevin.


"Apa aku terlihat ragu?" Karin sekali lagi menggoda Kevin mengangkat tangan Kevin menyentuh dada nya.

__ADS_1


"Kau hanya boleh melakukan nya dengan orang yang kau sukai Karin." Kevin mengangkat tangan nya dan menyentuh kepala Karin.


"Em.. kalau begini aku tidak akan berguna bagi mu Kevin, tidak ada untung nya bagimu untuk terus menampung ku di sini." Karin hanya tidak ingin Kevin suatu saat membuang nya karena itu sudah pasti seperti jika Kevin mendapat pacar sudah pasti ia harus pergi dari rumah ini.


__ADS_2