
"Bukan hanya sebagai wilayah bahkan orang ingin berperang pun tidak ingin melakukan nya di wilayah ini sebenar nya seberapa buruk wilayah ini." Kevin mulai hilang harapan.
"Aku dengar itu memiliki banyak tebing curam jadi berhati hati lah, kau boleh berangkat besok." Ucap Alka.
"Mungkin akan sulit menemukan zona aman di sana jadi aku akan logout dulu." Kevin berjalan pergi untuk kembali ke mansion.
"Aku juga." Karin mengikuti Kevin.
"Kevin punya murid." Ucap Rina saat Kevin dan Karin sudah menjauh.
"Aku harap murid nya tidak se gegabah guru nya." Canda Alka.
"Yah apapun itu aku tidak akan peduli." Ucap Rina.
"Tidak perduli? Hehew.. padahal orang yang paling maksa jenguk Kevin saat itu adalah kau tapi tidak kebagian karena tidak di pilih." Ejek Alka.
"Apa kau mau ku kuliti hingga tersisa tulang yang akan menjadi pasukan undead ku?" Ancam Rina.
"Ampun yang mulia ratu." Ucap Alka seakan mengejek.
...
Keesokan hari nya Kevin dan Karin langsung menuju wilayah yang harus nya tidak berpenghuni yaitu wilayah luar perbatasan atau banyak orang yang mengenal nya sebagai lembah Tyrani atau Tyrani Valley.
Kevin dan Karin menggunakan banyak Gate Of Hall yang akhir nya terhubung ke kota perbatasan kerajaan Bouganvia yang merupakan ujung wilayah dari kekaisaran Humbetolfia, setelah itu mereka baru lah menunggangi kuda untuk menuju Tyrani Valley.
Meskipun berlari dengan kecepatan kuda tingkat epic namun mereka berdua tetap membutuhkan waktu dua jam untuk tiba di Tyrani Valley dari ujung kota perbatasan.
"Lembah kematian." Ucap Karin saat melihat Lembah Tyrani.
"Tebing kematian." Tambah Kevin.
"Batu tinggi di mana mana."
"Ini sih bukan lembah lagi ini sudah tebing dan gunung." Ucap Kevin saat mereka berdua berdiri di salah satu tebing dan melohat ke arah bawah yang hanya ada kabut hingga tidak dapat melihat permukaan nya.
Di depan mereka juga ada banyak tebing tinggi namun jika di lihat dari bawah itu hanya seperti menara menara yang menjulang tinggi.
"Point Devense ku cukup tinggi tapi aku tidak yakin bisa hidup kalau melompat ke bawah." Ucap Kevin.
"Bagaimana sekarang, mau pulang?" Bertanya Karin.
"Aku sudha mengorbankan sembilan puluh delapan gold coin untuk tiba di sini, bagaiamana aku bisa pulang tanpa membawa sesuatu." Kevin bertanya balik.
__ADS_1
"Setuju." Karin juga melakukan hal yang sama karena harus membayar gate of hall sendiri.
"Dengan ultimate skill mu aku yakin kau bisa mendarat dengan baik, dengan begitu kau akan imune kan?" Ucap Kevin.
"Ultimate mu juga." Ucap Karin.
"Ultimate immortal ku hanya bisa di pake sekali hari ini sedangkan kau coldown tidak cukup satu jam." Kevin merasa iri.
Khing!
Karin yang memiliki Agility super tinggi yang membuat indra nya jauh lebih tajam tiba tiba merasakan sesuatu yang sednag membidik nya dari jauh.
"Ada yang mengawasi kita." Ucap Karin menatap ke arah salah satu tebing yang jarak nya sangat jauh sampai mata tanpa skill pun tidak dapat melihat nya karena kabut transparan.
"Seperti nya wilayah ini bertuan." Kevin baru merasakan sedang di awasi dari kejauhan setelah Karin memberitahu nya. "Ayo kita melompat saja." Ucap Kevin.
"Apa kau akan mengaktifkan Immortal mu?" Bertanya Karin.
"Ada cara lain yang lebih baik, gunakan kabut mu untuk menutupi pandangan pengintai itu." Kevin langsung melompat.
"Oi tunggu!" Karin tidak takut untuk melompat karena memiliki ultimate shadow dan Queen Ghost jadi ia langsung menyusul Kevin setelah menebar kebut asap.
"Zona persepsi." Kevin mengaktifkan skill indra nya yang langsung merasakan lima puluh meter di area sekitar meskipun tertutup kabut.
Berbeda dengan Karin, Kevin terus melompat dari tebing ke tebing lain nya untuk mengurangi dampak jatuh nya kadang juga Kevin menggunakan skill lain yang dapat membantu nya melompat atau memperbaiki tempat pijakan seperti Leap.
"Kenapa aku belum juga merasakan dasar nya?" Kevin mulai kebingungan saat terus turun sudah hampir satu kilometer kebawah tamah tapi belum juga merasakan dasar jurang.
Hingga akhir nya tepat satu kilometer di bawah tebing baru lah Kevin dapat mendarat di sana juga sudah tidak ada kabut sama sekali tapi tetap gelap tanpa skill penglihatan malam.
"Kita salah tempat untuk turun Kevin." Ucap Karin yang tubuh nya mulai terbentuk dari kabut.
"Kenapa kau berkata begitu?" Bertanya Kevin memperhatikan banyak kotak jiwa Npc di sekitar yang arti nya banyak orang yang meninggal di sini.
"Aku sempat berkeliling di sekitar kabut dan melihat banyak jurang tapi tempat ini adalah yang terdalam aku juga sempat melihat beberapa jejak manudia di atas." Ucap Karin.
"Jadi alasan tempat ini tidak di tempati adalah karena jurang ini sebagai jebakan tapi kenapa ada jejak manusia?" Bertanya Kevin sebelum merasakan beberapa sosok yang mendekat.
Kyarrr..!
[Lizardman, Lv 150 (Normal monster.)
Hp, 150.000/150.000.]
__ADS_1
[Lizardman, Lv 140 (Normal monster.)
Hp, 140.000/140.000.]
[Lizardman, Lv 160 (Normal monster.)
Hp, 160.000/160.000.]
"Apa nya yang normal!? Di kerajaan Gialldys tidak ada buaya berjalan di atas level seratus!" Teriak Karin.
"Mereka Lizardman bukan buaya berjalan." Kevin menyiapkan demon sword nya.
Lizardman adalah monster bersisik memiliki tubuh dan fisik yang hampir mirip dengan buaya, yang membedakan mereka adalah Lizardman dapat berjalan dengan dua kaki dan dapat memegang senjata seperti manusia.
"Jumlah mereka ada tujuh kita bisa membunuh nya." Ucap Karin.
"Aku membutuhkan kotak jiwa Npc untuk mengetahui tujuan mereka mendatangi lembah ini, setelah itu kita akan keluar dari jurang." Ucap Kevin.
"Baik lah aku akan mengambil kan nya untuk mu, kau cepat kalah kan mereka dan keluar dari sini sebelum datang lebih banyak monster buaya." Ucap Karin.
"Sebenar nya jika di pikir baik baik ini adalah tempat leveling terbaik." Ucap Kevin saat salah satu Lizardman datang menyerang menggunakan pedang.
"Jangan bercanda cepat selesaikan mereka." Ucap Karin.
Srlash!
- 13.000
Kevin dengan mudah menghindari serangan lalu membalas nya dengan satu tebasan.
"Pertahanan nya cukup tinggi kurasa di sini tidak akan ada yang melihat ku." Gumam Kevin.
"Blood Control."
Kevin dengan mudah menghabisi Lizardman di sekitar menggunskan berbagai bentuk darah yang mencabik mereka.
"Aku duluan." Karin pun menghilang dan bersatu dengan kabut untuk menuju atas jurang.
Swosh! Swosh!
Kevin membentuk sayap besar di punggung nya menggunakan Blood Control untuk terbang tapi kaki nya hanya terangkat sedikit meskipun Kevin sudah melebarkan sayap hingga sepuluh meter.
"Seperti nya aku memang harus memanjat." Keluh Kevin.
__ADS_1