
Di suatu tempat yang sangat indah dengan berbagai makhluk berbagai bentuk berbagai kilauan dan berbagai hal yang tak akan pernah bisa di capai oleh hasil imajinasi manusia.
(TL note : karena jika ingin menulis nya akan terlalu panjang maka sebut saja alam dewa guys.)
Tempat yang indah di penuhi oleh dewa dewi namun di balik itu semua, jauh.. jauh di bawah istana dewa dewi terdapat tempat yang sangat mengerikan atau tepat nya penjara untuk para dewa dewi.
Di salah satu penjara yang paling mengerikan terlihat gadis yang tersenyum penuh kebahagiaan saat tangan kanan nya menutup mata kanan nya srakan untuk melihat sesuatu di alam lain.
"Hahahaha! Ini menarik! Ini menarik!"
Gadis berambut perak, taring kecil yang mengintimidasi dengan kuku kuku yang runcing mulai tertawa terbahak bahak saat melihat seorang manusia di alam yang sangat jauh.
Gadis itu membuka kedua mata nya memperlihatkan mata merah darah yang sorot mata nya sangat tajam membuktikan bahwa ia adalah sosok vampir.
"Setelah ribuan tahun akhir nya.. akhir nya ada manusia yang bisa kembali menghibur ku." Ucap nya mengeluarkan aura nya seakan menandakan ia sedang sangat bahagia.
Ting! Klack!
Pintu penjara terbuka melepaskan aura nya hingga seluruh dewa dewi di alam dewa dapat merasakan nya.
"Dewi Valentine telah mendapatkan pelayan! Jabatan nya sebagai dewi akan di kembali kan dan hukuma nya telah selesai!" Suara menggema di seluruh penjuru alm dewa namun itu seakan bagaikan berita bencana bagi seluruh dewa dewi yang mendengar nya.
"Hihihi.. kau yang melepaskan ku dari penjara ini akan ku jaga baik baik, yang berhak mengikuti ku hanya engkau dan angkau hanya milikku." Ucap gadis tersebut memperhatikan Kevin di balik mata nya yang dapat melihat tembus ke alam lain.
Berjalan gadis itu keluar dari penjara yang telah mengurung nya hingga ribuan tahun lama nya, ia terus tersenyum karena kebahagiaan yang memuncak, ia keluar dan melewati istana dewa saat semua penduduk alam dewa melihat ketakutan gadis cantik tiada tanding bahkan di alam dewa sekalipun.
...
Dulldys Forest
{Pemberitahuan! Player Kevin telah menyelesaikan "Hidden Quest". Telah menjadi pelayan dewa sebagai Angel Of Death.}
"Oi serius oi." Ucap Kevin mendengar pemberitahuan tersebut merasa akan ada kegemaran besar saat ia kembali ke kota.
Apa lagi saat ini pasti ada banyak player yang sedang login untuk berlomba mengumpulkan exp dan mulai memonopoli tempat perburuan terutama nya guild para player.
Kevin kemudian memasukkan Sabit hitam besar yang memiliki aura darah yang cukup pekat ke dalam Invertory nya. Setelah itu Kevin berjalan keluar dari hutan dengan cara normal agar tidak terllau di ketahui namun satu hal toba tiba mengganggu nya saat merasakan ada sesuatu di punggung nya.
"Apa apaan coba!? Demon Sword saja bisa masuk ke dalam Invertory kenapa item legend ini hanya mengambang di punggung ku!?" Kesal Kevin.
Sabit nya terus mengambang seakan menempel di punggung nya meskipun di sistem sudah masuk di invertory namun wujud nya masih tetap berada di sini.
Setelah mencoba hingga lebih dari seratus kali untuk memasukkan nya ke dalam Invertory namun tidak bisa juga, Kevin langsung mengambil nafas untuk tenang sebelum berjalan keluar dari hutan dan tidak lagi memikirkan nya.
"Bodo amat lah." Kevin menyerah.
[Status
Kevin, Lvl 101 (303/1.030)
Ras : Demon Half Angel.
__ADS_1
Healt Point : 101.000/101.000.
Mana Point : 70.005/101.000.
Blood Point : 1.033 Liter.
Job : Warior +(?)
Class : (Dual Sword)(Alchemist Lvl 13)(Demon Angel)(Paladin)
Title : (Helper) (Angel Of Death)
Fame NPC : 400
Fame perajurit : 350
Skill Point : 0
Att : 117
Agi : 100
Int : 60
Def : 140
Soul : 79
Api : 100
Air : 14
Udara : 21
Tanah : 12 ]
Baru seratus meter Kevin berjalan sudah ada banyak player berkelompok yang sedang berburu langsung memandangi Kevin, Kevin terus berjalan namun player tetap memandangi nya.
"Bukan kah itu Angel Of Death?" Bertanya seorang player menunjuk Kevin lalu dengan cepat menjadi keributan.
"Iya nama nya Kevin sesuai dengan pemberitahuan."
"Dia juga membawa sabit besar loh, benar benar mirip malaikat kematian."
"Apa kau tidak merasa ngeri saat terus melihat sabit nya? Seakan leher ku akan segera terpotong oleh sabit itu."
"Kalau terpilih sebagai malikat berarti dia paladin kan?"
"Bukan itu pokok utama nya, sekarang dia adalah ras malaikat loh, dia bukan lagi player ras manusia."
"Kira kira bagaimana rasa menjadi malaikat yah?"
__ADS_1
Para player terus memandangi Kevin bagaikan sedang melihat artis top yang baru saja naik daun setelah melakukan hal heboh. Sementara Kevin sendiri tetap berjalan maju untuk keluar dari hutan.
'Kalian mau tau rasa nya menjadi malaikat? Rasa nya sial lagian aku ini malaikat setengah iblis.' Geurutu Kevin.
Kevin mempercepat langkah nya hingga tiba di depan gerbang kota Dulldys.
"Selamat siang tuan utusan!" Ucap perajurit menyapa Kevin dengan penuh romat.
+ 10 Fame perajurit.
Kevin langsung melewati nya saja namun lagi lagi di dalam kota baik itu player maupun Npc terus memandangi nya, Npc mengetahui bahwa Kevin adalah malaikat karena Dead Scythe di punggung nya memberikan suatu aura khusus pada Npc yang menandakan bahwa itu adalah senjata malaikat yang di berikan oleh dewa.
"Malaikat turun ke kerajaan kita." Para Npc mulai membicarakan Kevin.
"Entah hal suci apa yang telah di lakukan kerajaan kita hingga sosok agung dan suci menghampiri kerajaan ini."
"Lihat bukan kah tuan malaikat sangat tampan." Beberapa gadis Npc lain malah fokus pada wajah Kevin yang menggunakan kacamata membuat mata nya menjadi lebih terlihat tajam menambah ketampanan nya.
"Tuan utusan! Saya siap menjadi yang pertama untuk tugas anda di kerajaan ini!" Teriak seorang gadis Npc berlari kearah Kevin.
Fame Npc +790
Para Npc malah terlena pada Kevin membuat Kevin semakin tidak dapat mempertahan kan jalan nya yang normal apa lagi satu gadis Npc sampai berani menghampiri nya.
Dting!
Kevin menarik sabit nya lalu meletakkan sabit nya di belakang leher gadis tersebut di mana jika dia menarik nya maka leher gadis tersebut akan putus.
"Baiklah, kau akan menjadi persembahan pertama bagi dewa." Ucap Kevin membuat suara nya sedingin mungkin untuk menakuti gadis tersebut.
...
Reall World
Nedizx Corporation
"Ini gawat sih.." Ucap Azis memandangi layar komputer nya.
"Ini bukan gawat lagi tapi bahaya." Sambung Bilkis yang berdiri di belakang nya.
"Kevin melepaskan Valentine dari penjara padahal kita sudah susah payah memenjarakan nya." Ucap Azis.
"Dan lagi Valentine memblokir semua data Kevin dan kota tidak dapat memantau status nya lagi." Ucap Bilkis.
"Aku senang dia membantu Kevin menjadi kuat tapi dia sangat berbahaya, bisa saja seluruh data dunia ini di rombak mya lagi seperti dulu." Khawatir Azis.
"Yang bisa kita lakukan sekarang hanya diam dan berharap Kevin bisa menangani dewi gila itu." Ucap Bilkis.
...----------------...
Chapter bonus guys!
__ADS_1
(TL note : Azis & Bilkis adalah dua game master yang memantau Kevin. Lihat di chapter 105.)