
Restoran wilayah Event
"Hey bukan kah mereka bertiga yang ada di video siaran langsung?" Seorang player bertanya.
"Yang mengendalikan darah aneh itu?" Player lain juga menyadari keberadaan tim Kevin.
"Ya ada juga yang bisa menggunakan clone."
"Padahal level mereka di dalam video baru level belasana sekarang sudah setinggi itu."
"Bagaimana cara mereka melakukan itu?"
"Entah lah."
Para player lain menyadari tim Kevin dan mulai membicarakan nya.
'Gawat, ini menjadi sangat canggung.' Batin Kevin tidak dapat menikmati kopi nya bahkan tidak tahu harus mengatakan apa.
Sementara itu Yuri dan Karin juga merasakan hal yang sama.
"Lihat video siaran langsung sebelum nya yok." Ucap Kevin menyarankan untuk memecah suasana.
"M-Nn." Yuri dan Karin mengangguk.
Video event kali ini di siarkan di tv apa lagi ini adalah ibu kota jakarta jadi event di kota ini di siarkan di saluran nasional dan hampir seluruh rakyat indonesia melihat nya.
"Seperti nya kita terlalu cepat menggunakan skill." Ucap Kevin setelah melihat video nya.
"Aku yakin banyak guild dan player yang akan mencari pemilik skill ini di dalam game." Ucap Karin.
"Kasus ini juga berlaku bagi kak Karin." Ucap Yuri menunjukkan bahwa tubuh asli Karin selalu menjadi pusat kamera meskipun memiliki clone, selain clone nya yang memiliki kecepatan tinggi Karin juga memiliki nya sebagai skill player.
TL note : Skill Player. Skill yang di miliki oleh player di Real World dan mereka gunakan di dalam game contoh : Kevin yang hebat menggunakan pedang di Real World maka ia juga hebat menggunakan nya di dalam game.
"Lagian aku juga tidak berniat untuk menggunakan skill Blood Control menggunakan nama Kevin di dalam game." Ucap Kevin dengan suara kecil memastikan orang di sekitar tidak mendengar nya.
"Apa maksud mu Kevin?" Karin tidak paham akan maksud Kevin.
__ADS_1
"Kalau begitu seperti nya tidak akan ada masalah pada identitas Senior." Yuri lebih dulu mengerti.
"Ha? Identitas?" Karin semakin tidak paham.
"Kita tanpa sadar sudah jam sebelas tiga puluh loh." Ucap Kevin melihat jam dan mengabaikan Karin.
"Hujan juga belum memperlihatkan tanda tanda berhenti." Ucap Yuri melihat ke arah luar di mana yang membatasi padangan hanya dinding kaca restoran.
"Kita makan saja dulu yuk." Saran Karin.
"Yah ini sudah termasuk siang jadi tidak ada masalah lah." Ucap Kevin.
Mereka kemudian memesan makanan dan memakan nya sebagai menu makan siang, setelah makan siang mereka selesai akhir nya hujan menunjukkan tanda tanda akan reda.
...
"Apa kota perlu membeli cairan gizi lagi?" Bertanya Karin.
"Kurasa tidak perlu." Ucap Kevin.
"Nn, cairan gizi tadi seperti nya masih berasa." Ucap Yuri.
Sayang nya cairan gizi S tidak di jual untuk umum dan hanya di jual untuk player player atau orang orang yang sudah mendapat izin dari dokter untuk menkonsumsi nya dan hanya di anjurkan maksimal satu kali dalam satu minggu maka dari itu player hanya dapat memesan satu setiap minggu nya.
"Yah kalau perlu kita akan membeli cairan gizi A untuk melawan boss monster nanti." Saran Kevin.
"Dengan cairan gizi rasa nya memang selalu lebih baik saat bergerak tapi harga nya membuat ku frustasi." Ucap Karin mengeluh.
"Yah memang harga nya sangat mahal." Kevin mengakui hal tersebut.
"Tapi kalian tetap membeli nya itu arti nya untung nya lebih banyak." Ucap Yuri lebih ke arah positif thinking.
"Ya.. begitulah." Kevin dan Karin hanya bisa mengangguk.
Mereka kembali memasang masker mereka namun tidak juga melepaskan tudung yang mereka kenakan sebelum seorang player yang duduk tidak jauh dari mereka menghampiri mereka.
"Hai kalian, mau bergabung dengan party ku?" Bertanya player tersebut menawari baik baik.
__ADS_1
"Kenapa harus kami?" Kevin bertanya balik dengan suara nya yang sepenuh nya berubah karena efek mask.
"Kalian terlihat kuat dan lagi seperti nya meskipun level kalian belum tinggi tapi game play kalian sudah setara dengan kami." Ucap player laki laki tersebut.
"Level lima puluh sampai enam puluh, maaf kami bisa sendiri." Ucap Yuri setelah melihat level teman teman player tersebut yang ada di meja nya namun pemilihan kata kata Yuri sedikit menyinggung mereka.
"Nona kau seperti nya tidak tahu cara menghormati senior." Ucap player tersebut merasa sangat tersinggung.
"Apa aku perkataan ku salah? Kami tidak ingin bergabung dengan mu pergi lah." Usir Yuri dengan santai nya namun lagi lagi itu membuat sekelompok player tersebut geram hingga player satu meja tersebut berdiri dan berjalan ke arah Kevin Karin dan Yuri.
'Sangat salah Yuri, apa kau sedang mencari masalah?' Batin Kevin yang tahu sifat player player seperti ini.
Dengan memiliki pengalaman yang sedikit lebih tinggi sudah membuat mereka berpikir lebih kuat dari pada orang lain, dan di lihat dari tingkah laku nya kemungkinan mereka adalah player player level atas di dalam game yang kuat di sana dan menganggap diri nya juga kuat di Real World.
"Nona aku punya aturan, kalau sudah di ajak berantem aku tidak akan peduli siapa lawan nya! Jadi biar ku tanya lagi, apa kalian ingin bergabung dengan party ku?" Bertanya player tersebut menekan kan setiap kata kata dalam pertanyaan nya yang terkesan mengancam.
"Siapa yang ngajak berantem?" Bertanya Yuri seakan mengolok.
'Yuri plis hentikan mulut tajam mu itu.' Kevin ingin mengatakan itu namun sudah terlanjur panas.
"Oi kau mempermainkan ku?" Bertanya player tersebut menarik kerah baju Yuri hingga Yuri di paksa berdiri.
Pak!
"Kau tidak tau sopan santun dengan wanita yah?" Ucap Karin menggenggam erat tangan laki laki tersebut yang menarik kerah Yuri.
"Ha-" Ucapan laki laki tersebut terhenti saat pemberitahuan terdengar oleh seluruh player.
{Karena hujan telah berhenti maka event kembali berlangsung, monster berikut nya akan muncul dalam waktu 20 menit. Nikmati waktu istirahat kalian!}
Tanpa mereka sadari hujan telah berhenti bahkan player yang menonton mereka pun tidak menyadari nya sebelum pemberitahuan tersebut muncul.
Seluruh perlengkapan mereka secara otomatis terpasang bagaikan login ke dalam game.
Krieet!
Kevin yang geram melihat kerah Yuri di tarik tiba tiba berdiri menimbulkan suara yang sangat keras dari kursi nya memecahkan keheningan.
__ADS_1
"Pas sekali, Teknik penghancur pertama. Shattered Break." Ucap Kevin dengan suara kecil dan tanpa player tersebut sadari tangan Kevin sudah menggenggam kepala nya.
Bom!