
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Arclide Dungeon
Ting!
Kevin menangkis cakar King Lion dan terlempar mundur meskipun tidak menerima damage.
Roarr...!!
Saat auman tersebut terdengar, Kevin dan lain nya langsung terkena efek Debuff slow yang cukup parah, mereka semua kehilangan lima puluh persen kecepatan nya sementara King Lion sudah terbebas dari efek Debuff slow.
Roarr...!
King Lion berlari kearah Poxy dan teman teman nya.
"Penyo! Pero! Sekarang!" Teriak Kevin memberikan aba aba untuk mengeluarkan kombo mereka.
"Rain Water!"
Begitu skill Penyo aktif, sebuah hujan langsung terbantuk dan terus menyerang kearah King Lion meskipun itu tidak memberikan damage yang parah ataupun debuff CC sama sekali.
"Ligthning Disorder!"
Dengan tambahan skill Pero, sebuah sihir petir yang terus berpindah pindah tempat dari titik hujan ke titik yang lain menyebabkan efek setrum yang terus meningkat seiring banyak jya air yang ia tempati hingga akhir nya memberikan damage yang sangat parah serta stun selama dua detik pada Lion.
-20.000
[Stun terpicu!]
"Hati hati! King Lion sudah akan memasuki mode bersek!" Teriak Kevin mengingatkan saat bar hp King Lion tersisa sepuluh persen.
Grrr..... Roarrr...!!! Riarrr...!!!
Tiba tiba saja King Ling menjadi terlihat lebih berotot dengan mata merah serta bulu nya yang seakan terbakar.
Tidak hanya itu, kekuatan King Lion juga meningkat pesat hingga lima puluh persen.
"Gawat!" Kevin dengan kecepatan nya langsung berlari kearah para mage karena saat ini posisi nya telalu jauh dari mage.
"Penyo aktifkan Barrier!" Teriak Karin yang juga menyadari bahaya.
"Ice Shield!" Penyo langsung membuat dinding es di depan nya bertepatan dengan Kevin yang tiba di sana dengan perisai yang fokus pada pertahanan.
Bom!
-30.000
__ADS_1
Di saat itu pula serangan tembakan dari mulut King Lion langsung mendarat di perisai Kevin hingga ia mundur dan menabrak Ice Shield hingga pecah.
"Damage nya parah." Ucap Kevin.
"Silent Step! Step Speed!" Karin dengan cepat berlari kearah King Lion. "Dark Blade! Threeple Slash!" Karin langsung menggunakan empat kombo skill dan menebas kan pisau di tangan kanan nya sebanyak tiga kali.
Slash! Slash! Slash!
-20.000
--20.000
--20.000
"Keras- Ugh!" Baru saja Karin ingin mengeluh namun tendangan dari King Lion dengan cepat tanpa bisa Karin hindari mendarat di perutnya.
Bam!
-30.000
Karin terpukul kearah didinding. "Sial aku lengah." Serangan itu bisa saja Karin hindari namun ia terlalu lambat untuk respon.
"Fire ball!"
"Wind Cutter!"
"Water Slash!"
Bom! Bom! Bom! Bom!
Poxy dan teman teman nya langsung panik dan hampir mengeluarkan semua skill mereka untuk menyerang hingga akhir nya berhasil mengambil Agro King Lion.
"Sial! Oi! Jangan panik!" Teriak Kevin karena teringat dengan Fani yang jika panik maka mirip seperti mereka ini.
(Guys apakah mage memang suka panik? Beri tahu author di komentar soal nya kalau author main game, terus ngincar mage biasanya mereka suka Flicker nabrak tembok hahaha!!!)
Grrr..!
King Lion mengavaikan damage yang ia terima saat hp nya terus menurun dan berlari kearah Poxy dan teman nya.
"Lance Breaker!"
Kevinevin menyambut nya dengan tombak serta skill nya yang dapat mengabaikan tujuh puluh persen pertahanan target.
{Dungeon Clear.}
+Level up
"Akhir nya selesai." Poxy dan lain nya langsung terduduk saling menyandar karena merasa lega.
"Jangan panik saat menghadapi musuh, seandai jya aku tidak cepat biaa di pastikan kalian tidak akan bisa login selama dua hari." Ucap Kevin menegur.
__ADS_1
"Maaf." Penyo meminta maaf.
"Akhir nya malah aku yang mendapatkan hit terakhir." Ucap Kevin karena tadi ia memang sedikit tergesa gesa dan secara tidak sengaja mengeluarkan skill yang langsung membunuh King Lion.
"Tidak masalah selama kami tidak mati." Ucap Pupu memegangi kepala nya seakan trauma dengan kematian.
Meskipun hanya dunia game namun saat mengalami kematian maka rasa nya memang sedikit mengerikan terutama bagi player bermental lemah.
"Lagian kami juga masih mendapatkan exp yang banyak, level kami juga meningkat banyak." Ucap Pero.
"Kalian beristirahatlha dulu lalu kita akan keluar setelah membagi item." Ucap Kevin melihat rune teleportasi yang tiba tiba datang dan rune teleportasi tersebut akan mengantar player yang menyelesaikan clear dungeon ke depan pintu dungeon.
"Ah~" mereka akhir nya memuaskan diri untuk berbaring setelah bertarung beberapa jam.
Sudah jelas karena Kevin memfokuskan mereka untuk bertarung dan meningkatkan diri mereka sendiri, jika hanya ada Kevin dan Karin maka dungeon ini dapat selesai dengan cepat.
Karin bahkan jarang sekali mendapatkan giliran kecuali beberapa Mini Lion yang mencoba untuk menyerang Poxy dan teman nya maka di saat itu lah Karin baru bergerak.
Kevin juga tidak ingin hanya menerima upah tanpa memberikan hasil meskipun ia sangat mencintai uang dan upah kali ini tidak mencukupi bahkan sepuluh persen pengeluaran kevin dalm clear dungeon kali ini Kevin tetap mengerjakan tugas nya sebagai tentara bayaran sesuai kontrak yang tertulis.
Setelah beristirahat beberapa saat mereka kemudian mengeluarkan seluruh drop item untuk melakukan pembagian karena Kevin kali ini hanya bertugas untuk membantu mereka menaikkan level bukan mengumpulkan item.
Kevin melihat seluruh item dengan baik meskipun tidak banyak yang dapat Kevin gunakan namun satu hal pasti, Kevin menerima item apapun selama bisa di jual di toko nya.
"Hm.. tidak ada satu pun item kelas epic." Ucap Karin.
"Kita hanya menyelesaikan dungeon ini dengan level terendah." Ucap Kevin dengan suara rendah dan berbicara sendiri sambil memperhatikan item item yang ingin ia ambil.
"Ya.. hahaha.." Poxy tertawa canggung karena ia merasa tersinggung akan hal itu saat mendengar ucapan Kevin.
"Ah! Maaf aku tidak bermaksud begitu." Kevin segera meminta maaf karena ia tidak bermaksud menyinggung.
"Ah.. iya tidak masalah." Poxy berusaha untuk tidak memikirkan nya.
[Skill Tome - Lion Roar
Memberikan efek slow (-Agi 25) pada setiap target yang tekena tebasan Lion Roar, skill ini aktif selama 5 detik.
Coldown : 1 menit.]
"Aku akan mengambil ini, tidak masalah kan?" Kevin bertanya saat menemukan Skill book untuk job warrior.
"Skill Book untuk warrior, baik lah ambil lah, kalian juga tidak masalah kan?." Ucap Poxy juga menanyakan pada teman taman nya yang hany di balas dengan anggukan.
"Aku tidak melihat ada item yang dapat aku gunakan." Ucap Karin masih menyerah untuk mengecek status setiap item.
"Kevin kau bisa memgambil lebih." Ucap Poxy setelah melihat Kevin dan Karin tidak lagi berminat pada item yabg tersisa kecuali Skill Book yang Kevin ambil.
"Kalian membiarkan ku memiliki Skill Book ini saja aku sudah sangat berterima kasih." Kevin sebenar nya ingin menerima nya namun terlalu serakah juga kadang sangat merugikan.
Di sisi lain Karin terkejut karena melihat Kevin menolak sebuah rezeki.
__ADS_1