MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 22, Merawat Karin.


__ADS_3

Kamar Karin.


"Tidak perlu.. huh.. sebentar lagi juga sembuh.. huh." Karin agak kesusahan untuk berbicara.


"Sudahlah aku akan segera menelpon Alka untuk mengantarmu." Kevin beriap untuk kembali kedapur mengambil ponselnyabtapi tanganya ditangkap oleh Karin.


"Aku ini masih keras kepala saja.. huh aku tidak apa apa huh.. uhhuk!" Ucap Karin yang tambah kesulitan berbicara.


"Baiklah baiklah berhenti berbicara." Kevin benar benar panik karena baru kali ini ketemu dengan orang sakit dan dia diharuskan untuk merawatnya dan itu juga adalah tujuan Karin.


"..." Karin hanya tersenyum.


"Aku keluar mengambil obet dulu yah." Kevin pamit. "Sebenarnya siapa yang keras kepala." Gerutu Kevin mencari kotak obat dikamarnya.


Kotak obat sering Kevin gunakan terutamanya untuk jenis obat luka luar karena dia sering terluka saat sednag latihan karena latihannya bukan hanya berfokus pada pedang tapi juga fisik dan keseimbangan juga kelincahanya sehingga Kevin sering melakukan porkur dibeberapa gedung berlantai.


Sebenarnya itu dulu hanya dilakukan oleh ayahnya dan dia sangat dilarang keras untuk mengikutinya tapi semenjak ayahnya meninggal Kevin malah semakin mengikuri jejak ayahnya dan sering emndapatkan kecelakaan seperti terbanting didinding atau bahkan pernah mengalami patah tulang kaki.


Untungnya ada sobatnya Alka yang menyediakan dokter terbaik untuk memperbaiki dan mengembalikqn posisi tulang kaki Kevin.


Untuk obat demam pilek dan lainnya Kevin tidka pernah menggunakannya karena sebenarnya kotak obatnya juga disediakan oleh Alka dan Kevin sama sekali tidak pernah menyentuh obat lain selain perban dan anti septic.


Kevin dengan cepat membawa obat tersebut kekamar Karin dan membaca satu persatu kegunaan obatnya sebelum memberikannya pada Kevin.


Kevin membantu Karin untuk bangun dengan menambahkan bantal guling dibelakangnya.


"Makanlah obat ini dulu." Kevin memberikan satu pil obet penurun panas.


"..." Karin hanya mengikuti kata Kevin saja tapi Kevin melupakan sesuatu. "Mm." Karin menunjuk nunjuk kearah tenggorokannya.


"Apa?" Kevin kebingungan.


"A-air uhhuk uwoeee!" Pada akhirnya obat malah dimuntahkan bersama isi perutnya karena Kevin tidak memberikannya air.


"Ah maaf." Kevin cepat membantu Karin untuk mengeluarkan isi pertunya sebelum menggantinya kemakanan yang dapat dengan mudah dicerna nantinya.


Semua selimu Karin sudah penuh dengan muntahannya dan kondisinya benar benar parah.

__ADS_1


"Apa tida kerumah sakit saja?" Kevin kembali memanyakannya lagi.


"..mm.mm." karin menggeleng keras sebelum. "Uwoee.. aahh hah." Keadaannya tambah parah.


"Baiklah jangan menanggapiku lagi." Kevin segera menyingkirkan selimut Karin dan memindahkan sedikit tubuh Karin kearah kanan.


Tidak ada yang dapat Kevintarik untuk membersihkan mulut Karin karena banyak bekas muntah diselimut maupun kain terdekat akhirnya dia membuka baju kaos polos putihnya dan melap semua wajah Karin dan bagian tubuhnya yang kotor.


Kevin tidka berpikir lagi dan membantu Karin untuk membuka bajunya yang nyatanyabtidak menggunakan dalaman.


"Mm." Kevin hampir mimisan tapi segera dia menenangkan diri dan melap semua keringat Karin yang sudah bersandar kearahnya.


"Akuhh.. huh sudah tidak kuat... huh baringkan aku Kevin.. hah." Karin sudah tidak dapat menahan dirinya untuk tetap duduk dan bersandar pada tubuh Kevin karena penglihatanya sudah benar benar gelap.


"Baiklah baiklah." Segera Kevin membaringkannya tapi tidak ada yang dapat Kevingunakan untuk menutupi dua gunung Karin karena semua kain suda dipenuhi oleh muntahannya.


Kevin berlari keluar menyiapkan handuk dengan air hangat serta satu selimut.


Kembali Kevin dikamar Karin dan muali membersihkan semua tbagian atas tubuh Karin dwngan handuk hangat.


"Maaf Karin!" Kevin membuka celana Karin dan cepat membersihkan bagian pahanya saja dengan keadaan mata tertutuo dan segera menutupimya dengan selimut.


Sebenarnya masih ada satu kamat lagi dilantai pertama tapi itu adalah kamar orang tuanya dan Kevin tidak ingin mengganggu isinya.


Akhirmya Kevin mengistirahatkan Karin dikamarnya dan mulai mengkompresnya dengan sebuah stiker khusus penurun panas yang ada.


Setelah beristirahat mungkin sekitar satu jam.


"Kevin." Panggil Karin yang setengah sadar dan melihat Kevin.


"Apa?" Cepat Kevin menjawab.


"Perutku agak lapar." Ucap Karin.


Tersenyum Kevin. "Aku sudah menyiapkan bubur makanlah." Kevin mengambil bubur yang telah ia siapkan.


Tapi tentu sebelum itu Kevin harus membantu Karin untuk memperbaiki posisinya dalam keadaan duduk.

__ADS_1


Tiga suapan berhasil masuk kedalam perut Karin meskipun terlihat jelas bahwa dia sangat memaksakannya sebelum Kevin kembali membantunya untuk berbaring karena sudah kecapean duduk.


"Atur napasmu Karin." Ucap Kevin.


"Baiklah." Karin mendengarkan dan mulai mengatur napasnya.


Tapi Kevin dapat mendengar bahwa napas Karin tidak terlalu baik dalam pengolahannya saat sedang demam.


"Apa kau bisa duduk?" Bertanya Kevin.


"Ya." Karin menjawab dan Kevin segera membantujyakembali untuk bangun.


Kevin memberikan satu bungkus cairan gizi A yang sepat ia beli dengan keceoatan tinggi tadi kesupermarket.


"Minumlah." Kevin membantu Karin.


Karin hanya menuruti ucaoan Kevin dan mulai meneguk cairan gizi A hingga habis alhasil keadaan Karin sedikit membaik dan Kevin kembali menyuapimya dengan bubur hingga habis sebelum Karin kembali beristirahat.


"Huh benar benar melelahkan saat mengurus orang sakit." Gumam Kevin menyeka keringatnya saat dia berhasil membuat Karin tertidur tepat saat tengah hari.


Tapi Kevin diam diam tersenyum dan megelus lebut rambut Karin karena merasa kan sebuah kehangatan saat merawat seseorang, benar benar mirip seperti sebuah keluarga. Yah Mirp hanya mirip.


Kevin tanpa sadar mencium jidat Karin sebelum membuka layar laptopnya.


Saat dia membukanya Kevin tidak terkejut lagi saat melihat semua meat wolfnya sudah habis ditokonya bahkan ada banyak pesan yang memesan kepada Kevin denganberbagai harga bahkan menawarkannya untuk masuk kedalam guildnya jika Kevin menjualnya pada mereka.


Kevin mengirim pesan lelang yang mengatakan bahwa siapa yang memberikan harga tinggi maka lima ratus meat wolf selanjutnya akan menjadi miliknya.


Satu detik saja setelah pesan Kevin terkirim, runtutan pesan langsung memenuhi komentar.


Kembali Kevin menjelaskan bahwa lelangnya hanya sampai jam satu sore siapa yang memberikan harag tertinggi hingga jam satu sore maka dialah yang akan mendapatkannya, meskipun dibelakangnya masih ada harga yang lebih tinggi tapi Kevin tetap akan menjualnya pada orang yang sudah Kevin tandai sebeluk jam satu siang. Tentu waktunya mengikuti waktu ditempat Kevin.


Tentu itu menjadi ajang lelang sungguhan karena beberapa akun membawa nama guild mereka juga mereka tentu tidak ingin mempermalukan guild mereka jika sampai kalah saing oleh guild lain.


Kevin menyempatkan login saat jam dua belas tiga puluh siang tepatnya pagi hari didalam game, Kevin segera menuju keguild mengambil itemnya yang memang sudah ada semuanya dan membuat misi baru kali ini dengan dua ratus koin emas atau setara dengan dua koin platinum yang artinya dua puluh juta rupiah.


Setelahnya Kevin kembali logout untuk menentukan pemenang lelangnya.

__ADS_1


......................


kembali up meskipun lama namun author tetap ngusahain buat menulis novel ini karena ada banyak yang ternyata mengharapkan up


__ADS_2