MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 187, Dewi Centil


__ADS_3

"Ayo berangkat."


"Baik kak." Asiva memegang tangan Kevin berjalan ke arah Gate Of Hall.


Melewati kota saat sosok malaikat kematian yang seharus nya di takuti oleh orang namun sekarang ada sosok gadis kecil yang mengikuti nya tentu merupakan pemandangan aneh, Kevin dan Asiva berdiri di tengah Gate Of Hall membuat orang sekitar kebingungan termasuk player.


"Apa yang di lakukan Angel Of Death?"


"Dia membawa Npc ke atas Gate Of Hall apa dia sudah gila?"


"Npc tidak bisa menggunakan Gate Of Hall lagian mereka di larang keras untuk menginjak kan kaki di atas Gate Of Hall."


"Perajurit juga seperti nya takut untuk menghentikan nya."


Beberapa player sekitar hany dapat berkomentar saat melihat Mevin sementara itu di sisi Kevin sendiri.


"Oi anak muda aku sudah bekerja keras untuk membuka dimensi nya, sembah aku untuk menetapkan kata sandi nya." Ucap Valentine dengan suara yang terdengar sangat kelelahan.


[Silahkan menetapkan kalimat sandi untuk membawa Npc.]


"Kau bekerja dengan baik, aku memberi mu pujian." Ucap Kevin mulai mengetikkan sandi namun bukan kalimat menyembah.


"Puji aku terus- lah! Kau pikir kau siapa memberiku pujian! Kau harus menyembah ku dengan baik." Valentine sempat terlena akan pujian Kevin sebelum ia sadar akan posisi nya.


[Kalimat sandi terkonfirmasi.]


"Oi dewi centil buka gerbang nya." Kevin menyebutkan kalimat sandi nya dan ia pun dapat berteleportasi bersama Asiva.


"Bocah sialan!" Teriak Valnetine namun koneksi sudah terputus saat Kevin berteleportasi ke Ixporia City.


"Dia berhasil berteleportasi bersama Npc!?" Para player dan Npc tentu terkejut melihat Kevin dan Asy menghilang.


"Itu pasti hak istimewa ras angel."


"Angel Of Death memang hebat."


Dalam sekejap fenomenal tersebut langsung menggemparkan seluruh player di dunia.


...


Mansion Strayderer


"Kenapa ada Npc di sini?" Bertanya Alka memiliki firasat buruk saat Kevin membawa gadis kecil ke mansion.


"Mulai sekarang Asiva akan tinggal di sini." Ucap Kevin.


"Kenapa?" Bertanya Alka.

__ADS_1


"Dia kehilangan orang tua nya jadi aku akan-"


"Aku tidak menanyakan itu Kevin, kau tau sendiri kita ini player dan sering kali harus mengalami kematian, harus nya kau tau membawa Npc akan membahayakan mereka." Ucap Alka.


"Aku tau itu Alka tapi maaf mungkin aku akan merepotkan kalian untuk melindungi Asiva, selama aku masih berada di dalam dunia ini aku yang akan merawat Asiva." Ucap Kevin penuh tekad.


"Aku tidak tau apa alasan yang membuat mu seperti itu tapi aku tidak ingin bertanggung jawab atas Npc ini." Ucap Alka selalu menyerah akan hal seperti ini.


"Tidak masalah aku yang akan bertanggung jawab." Ucap Kevin msih dalam keadaan serius nya.


"Baiklah jika kau memang sudah memutuskan, cih' kenapa harus selalu aku yang membereskan masalah mu Kevin." Alka pun mengerti saat ini tugas nya adalah meyakinkan anggota lain nya.


"Oh iya satu lagi tolong cari pengasuh untuk Asiva, aku tidak mungkin login dua puluh empat jam untuk mengurus nya." Ucap Kevin tiba tiba wajah nya menjadi polos saat meminta tolong.


"Muka mu membuat ku kesal Kevin, boleh ku pukul?" Bertanya Alka benar benar di ambang batas.


"Tolong yah! Ayo ayo Asiva kakak tunjukkan kamar Asiva lalu kita pergi bermain yah." Kevin melarikan diri bersama Asiva.


"Woi sialan!" Teriak Alka sebelum memperbaiki emosi nya. "Ku harap alasan itu bisa mebuat kau senang Kevin." Alka berbalik untuk menyiapkan permintaan Kevin.


Sementara itu di tempat Kevin dan Asiva.


"Ini kamar Asiva mulai sekarang Asiva tinggal di sini yah." Ucap Kevin memperlihatkan salah satu kamar mansion.


"Luas sekali kak." Asiva takjub dan berlari mengelilingi kamar.


"Asiva sangat menyukai nya." Asiva melompat ke atas tempat tidur yang sangat lah lembut dan empuk. "Rumah kakak besar sekali." Ucap Asiva.


"Mulai sekarang ini adalah rumah Asiva juga kalau ada yang Asiva ingin kan katakan saja pada kakak yah." Ucap Kevin meletakkan beberapa barang Asiva.


"Yang Asiva inginkan..." Asiva terlihat sangat kebingungan.


'Selama ini Asiva hanya berdiam di rumah kecil itu mungkin belum ada yang membuat nya tertarik.' Batin Kevin.


"Asiva hanya ingin makanan enak yang kakak berikan." Ucap Asiva.


"Baiklah." Kevin sudah memutuskan. "Di ruangan itu ada kamar mandi Asiva mandi jadi Asiva mandi dulu yah, kakak akan mengajak Asiva ke tempat makan enak nanti." Ucap Kevin.


"Benar kah kak?" Asiva antusias.


"Tapi Asiva tidak boleh nakal yah." Ucap Kevin.


"Siap kak!" Asiva langsung membuka seluruh baku nya dan menuju kamar mandi.


"Siapa yang mengajari anak ini kata itu?" Bertanya Kevin juga ingin menyimpan Death Scythe nya ke penyimpanan mansion.


Duk!

__ADS_1


"Sakit!" Asiva tiba toba berteriak.


"Ada apa Asiva?" Bertanya Kevin saat melihat Asiva terduduk di kamar mandi.


"Asiva terpeleset kak." Jawab Asiva kembali berdiri.


"Mungkin karena sudah lama tidak di gunakan kali yah." Kevin memeriksa lantai memang agak licin.


Kevin kemudian berjalan ke arah bak mandi dan mengisi nya dengan sihir air yang terpasang pada mansion.


"Asiva mandi pakai ini saja." Kevin merasa itu cukup.


"Baik kak." Jawab Asiva.


"Asiva bisa sendiri kan?" Bertanya Kevin.


Byur! Shass...


"Air di sini sangat dingin berbeda dengan sungai di tempat Asiva selalu mandi." Ucap Asiva sudah masuk ke bak mandi.


"Apa dia mendengar ku? Yah sudah lah." Kevin memilih untuk meninggalkan Asiva karena merasa sudah aman.


Beberapa menit kemudian...


"Asiva sudah siap?" Bertanya Kevin saat ia sendiri sudah menyimpan Death Scythe nya dan kini hanya menggunakan pakaian biasa tanpa ada nya tanda tanda persenjataan.


"Kakak kenapa orang ini selalu tidur di sini?" Asiva bertanya balik saat ia merasa penasaran kenapa Toni selalu ridur di depan mansion.


Buk! Bam!


"Asiva tidak perlu memikirkan nya ayo ayo kita jalan jalan di kota." Kevin menyeret Toni menggunakan kaki nya sebelum menghempaskan nya ke dinding namun itu lah Toni saat ia merasakan Kevin yang menendang nya ia tetap tertidur pulas.


"Kakak yang aneh." Ucap Asiva melihat Toni tetap tertidur.


"Meskipun begitu dia adalah kakak yang baik loh." Ucap Kevin memberikan tangan nya untuk di pegang oleh Asiva.


"Ada banyak orang di rumah kakak yah." Ucap Asiva mengikuti langkah Kevin setelah memegang nak jari kanan nya.


"Ini adalah rumah semua orang yang ada di sini." Ucap Kevin dengan suara kecil.


"Jadi ini Asiva yah.." Bilqis datang dari taman dan menyapa Asiva.


"Ada apa Bilqis?" Bertanya Kevin.


"Manis yah ini permen untuk Asiva." Bilqis mengabaikan Kevin dan memberikan Asiva permen sebelum pergi.


"Terima kasih kak." Ucap Asiva.

__ADS_1


"Ayo kita jalan."


__ADS_2