MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 41, Class Warisan


__ADS_3

Suatu hari Lucifer menemukan sebuah pedang Demon peninggalan dewa iblis di makamnya, Lucifer yang melihat kekuatan dari pedang tersebut langsung menggunakannya.


Namun energi pedang tersebut terlalu besar hingga menguasai Lucifer dan mulai mengendalikannya.


Disaat perang terus berlanjut dan Lucifer menjadi pemimpin ras Demon, para malaikat pun mengetahuinya dan bersatu untuk membunuh Lucifer, disaat Lucifer akan mati ia tiba tiba teringat akan perjuangan dan tugasnya bersama Rafaela.


Lucifer menggunakan kekuatan terakhirnya untuk menyegel sebagian kekuatan dari pedang iblis tersebut sebelum meninggal, saat para malaikat berhasil mengalahkan Lucifer, pedang Demon dan mayat Lucifer tiba tba menghilang karena terbawa ke dimensi lain dimana dimensi tersebut kini menjadi makam Lucifer dimana Kevin menemukannya.


Kembali ketempat Kevin dimana ia mulai tersadar dan melihat kesegala arah sebelum kembali kestatusnya dimana dari tadi memberikan deretan notifikasi.


"Apa apaan game ini, anda tidak memberikanku uang aku pasti akan langsung menghapusnya." Kevin memegangi kepalanya yang masih terasa sakit. "Aku masih ditempat tadi ugh, banyak sekali notifikasinya." Kevin menyadari notifikasi dikotak peannya.


Kevin mulai membukanya namun entah ingin senanng terkejut atau marah saat semuanya berhubungan dengan mimpi anehnya yang membawanya kesana entah dimana dimana Kevin merasa saat disana ia pernah hidup ribuan tahun


[Selamat anda menjadi player pertama yang mengetahui kisah Lucifer, mendapatkan hadiah dari MMORPG World For Adventure yang akan dikirim kekediaman anda.]


"Ternyata hanya sebuah event khusus tapi mimpi tadi terasa sangat nyata." Kevin yang seharusnya tidak terbiasa melihat sebuah darah dan mayat ribuan manusia namun di mimpi tadi Kevin seakan terbiasa melihat hal tersebut.


Kevin kembali membuka notifikasi selanjutnya.


[Anda mendapatkan Class warisan Lucifer (Demon Angel)


Mendapatkan berkah dari malaikat jatuh yaitu Lucifer serta kekuatan yang sangatlah mengerikan yang akan diburu oleh ras malaikat dan pengikut dewa.


Skill Aktif: Transformasi, berubah menjadi Demon Half Angel yang bersayap hitam dengan armor full plate, meningkatkan 30% seluruh status.


Mana Cost: 0.


Time Limit: 30 menit.


Coldown: 24 jam.


Skill Aktif: Immortal, dapat bangkit kembali setelah kematian.


Mana Cost:0


Coldown: 24 jam.


Skill Pasif: Pride, ditakuti dan dihormati oleh bangsa Demon saat dalam wujud transformasi.


Skill lainnya akan terbuka seiring waktu.]


"Ah.. aku mendapatkan kutukan, harusnya aku bermain sebagai player biasa saja." Kevin mulai memikirkan masa depan karakternya dimana ia akan diburu oleh malaikat dan pengikut dewa jika diketahui sebagai orang yang mendapatkan berkah dari malaikat Lucifer.

__ADS_1


[Demon Sword (Unique)


Sebuah pedang Iblis yang pernah digunakan oleh malaikat jatuh Lucifer, memiliki aura yang dapat menyesatkan setiap penggunanya.


Skill Aktif: Immortality, memberikan keabadian kepada penggunanya dimana dapat menetralkan segala Damage yang diterima.


Mana Cost: 0


Time Limit: 5 detik. (Meningkat seiring level pengguna)


Coldown: 1 jam.


Skill Aktif: Full Attack, meningkatkan 50% efek serangan yang diterima oleh target.


Mana Cost: 200.


Coldown: 1 menit.


Skill Pasif: Healing, memulihkan 2% Hp pengguna setia pedang menebas target serta mengurangi 50% Hp regen target.


Skill Pasif: Demon Hand, Dapat bergabung kedalam tangan pengguna dan menghilangkan aura keberadaannya.]


[Mendapatkan Item Random Box Unique sebagai hadiah untuk anda yang telah menemukan makam Lucifer.]


"Uh pantas saja tangan kiriku terasa berat." Ucap Kevin melihat kuku tangan kirinya yang berwarna hitam dan mengeluarkan aura hijau saat di ayungkan.


Meskipun mendapatkan box random dimana pasti akan mendapatkan item unique tapi Kevin tidak merasa senang karena takut akan mendapatkan item seperti Demon Sword ini lagi.


[Anda akan dikeluarkan dari dimensi ini dalam 5 detik, 4.. 3.. 2.. 1..


Semoga petualangan anda menyenangkan...]


Kevin kembali di teleportasikan ke saluran pembuangan tempatnya tadi, Kevin melihat Karin masih mencarinya namun langsung terkejut saat Karin melihat Kevin.


"Apa yang baru saja terjadi?" Karin bertanya khawatir.


"Aku mendapatkan kesialan." Jawab Kevin yang terlalu malas menjelaskan karena saat ini suasana hatinya sedang buruk.


"Tapi apa itu tadi? Kau menghilang dan muncul dalam sekejap, list namemu juga muncul menghilang." Karin masih sangat khawatir.


"Sekejap!? Tadi aku bukannya menghilang cukup lam-" terkejut Kevin saat melihat waktu di sistemnya menunjukkan bahwa waktu baru berlalu sepuluh detik sejak dia menghilang.


"Ada apa Kevin?" Karin bertanya kembali.

__ADS_1


"Tidak apa apa ayo kita kekota dulu lalu logout." Kevin mengkhawatirkan tubuh nyatanya saat ini dimana dia hanya menggunakan helm Vr untuk mempercepat kerja otaknya.


Biasanya hanya virtual kabin lah yang memiliki akses untuk melakukan percepatan lebih dari dua kali lipat namun saat ini Kevin berada dalam percepatan melebihi seribu kali lipat menggunakan helm Vr saja.


Begitu sampai di permukaan dan telah keluar dari saluran pembuangan Kevin langsung bersiap untuk logout.


"Ada apa sih Kevin? Kau buru buru dari tadi?" Karin masih tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi sampai membuat Kevin terlihat panik.


"Logout saja dulu setelah itu datang kekamar ku, aku menaruh kunci cadangan kamarku di gantungan kunci kamarmu." Kevin saat ini benar benar panik akan tubuh nyatanya.


Biasanya Kevin memang selalu mengunci pintunya sebelum login karena takut akan ada seseorang yang menjahili tubuhnya, tapi seperti biasa kunci cadangan Kevin selalu menjadi gantungan kunci kamar Karin.


"Baiklah." Karin langsung setuju saat Kevin benar benar dalam keadaan serius.


Mereka berdua kemudian Logout dimana karakter mereka langsung menghilang ditengah kota.


...


Kamar Kevin


"Ugh!" Saat ini Kevin tidak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya yang lemas dimana seluruh penglihatannya mengelap dan kepalanya yang terasa sangat sakit, keringat yang membasahi seluruh tubuh Kevin membuat bajunya menjadi basah.


Brak!


"Kevin apa yang terjadi?" Karin langsung bertanya saat melihat Kevin basah akan keringat dan helm VRnya masih terpasang dikepala saat lampu logout sudah menyala yang artinya kesadaran Kevin sudah kembali.


Karin langsung membuka helm vr Kevin dan menaruhnya dimeja, Karin mengambil segelas air putih yang berada dimeja dan membantu Kevin untuk meminumnya.


"K..arin." Saat penglihatan Kevin mulai kembali meskipun masih buram, yang pertama kali ia lihat adalah wajah Karin yang tampak khawatir.


"Apa sebenarnya yang terjadi?" Karin masih bingung dimana saat ini kekhawatirannya sudah mencapai puncak.


"Aku akan menjelaskannya nanti, sekarang bisa kau ambilkan cairan gizi A dikulkas?" Kevin meminta tolong sementara berusaha menggerakkan tubuhnya.


"Aku akan mengambilkannya." Karin langsung menuruti David dan keluar untuk mengambil cairan gizi A.


Saat Karin kembali dia telah melihat Kevin yang terbangun duduk ditempat tidurnya sambil membersihkan keringatnya menggunakan handuk kering, tubuh yang berotot dimana keringat membasahi entah kenapa membuat Karin terpesona sebelum kembali sadarkan diri.


"Biar kubantu." Karin memberikan cairan gizi A pada Kevin sebelum mengambi handuknya.


"Terima kasih." Kevin tidak menolak dan membiarkan Karin menggosok keringat dipunggungnya saat ia meminum cairan gizinya. "Entah kenapa sekarang kondisinya berbalik yah." Kevin mengingat saat ia merawat Karin, Kevin harus menggosok tubuh Karin dengan handuk basa dan menggantikan bajunya untuk membuatnya tetap nyaman.


Buk!

__ADS_1


Satu pukulan langsung mendarat dikepala Kevin yang masih sedikit pusing.


"Sakit! Apa yang kau lakukan Karin?." Kevin sedikit menjerit.


__ADS_2