
"Selamat datang tuan Kevin." Npc resepsionis sudah lumayan akrab dengan Kevin karena Kevin selalu datang membuat misi pemburuan daging wolf.
"Ya apa ada yang menjalankan misi?" Bertanya Kevin karena ingin segera mengambil daging wolf untuk ia jual di tokonya.
"Misi yang tuan Kevin berikan sangat di gemari oleh pemilik jiwa abadi karena memiliki hadiah yang tinggi." Ucap resepsionis tersebut segera menyiapkan barang Kevin.
Para player baru atau pemula yang tertarik dengan uang maka akan langsung memilih misi yang Kevin berikan, dengan hanya mengumpulkan daging wolf mereka sudah mendapatkan uang lebih banyak dari pada misi membunuh wolf.
Namun mereka tidak tahu bahwa daging wolf sangatlah langka bagi pemain kelas atas karena mereka tidak bisa lagi mendapatkan drop dari monster kelas bawah, tepi meskipun begitu misi untuk mendapatkan Mist Ball dan Purple Liquid tidak terlalu di gemari oleh player.
"Ini item tuan." Ucap Resepsionis tersebut saat menggunakan sistem untuk mengirim barang keinvertori Kevin.
[Meat Wolf (Normal item) ×3.000
Pure Liquid (Normal item) ×500
Mist Ball (Normal Item) ×500
Terima.]
Kevin segera menerimanya. "Tolong untuk misi selanjutnya." Kevin memberikan koin emas untuk misi selanjutnya.
"Akan saya siapkan tuan." Resepsionis tersebut kembali membuat misi yang sama.
"Apakah guild ini memiliki batang herbal dan batang spirit?" Bertanya Kevin.
"Ah kebetulan sekali ada pedagang yang membatalkan misi dan menumpuk batang herbal dan batang spirit yang di dapatkan petualang di guild, apakah tuan Kevin menginginkannya?" Bertanya Resepsionis tersebut setelah menjawab pertanyaan Kevin.
"Tolong seribu batang tanaman spirit dan seribu batang tanaman herbal." Ucap Kevin mengeluarkan empat puluh gold atau empat juta rupiah.
"Baik akan segera kami siapkan tuan." Resepsionis tersebut pergi meninggalkan Kevin untuk menyiapkan tanaman herbalnya.
"Aku tidak menyangka item untuk membuat potion semahal itu." Ucap Karin.
"Tapi dengan empat juta aku bisa menghasilkan dua ratus juta saat aku menjual potionnya, menurutku ini harga yang murah." Jelas Kevin.
"Dua ratus juta!? Apakah potion semahal itu?" Karin semakin terkejut.
"Satu tanaman herbal aku bisa mengubahnya menjadi potion kelas satu dengan harga satu Gold." Jawab Kevin.
"Dua Copper berubah menjadi satu Gold, dua ribu rupiah menjadi seratus ribu? Uwaa class alchemist menguntungkan banget." Karin sedikit iri karena ia mendapatkan class poisoner yang tidak bisa dijual sembarangan.
"Kau bisa menjual racunmu di tokoku." Ucap Kevin memberi izin.
"Tapi kalau begitu kau akan di cap sebagai pemain yang berbahaya." Ucap Karin.
"Tenang saja tidak ada yang tau kalau itu adalah tokoku." Ucap Kevin.
"Kalau begitu terima kasih." Ucap Karin.
"Tuan Kevin ini item yang anda butuhkan." Ucap Resepsionis yang sudah kembali.
__ADS_1
[Plant Herbal (Normal Item) ×1.000
Plant Spirit (Normal item) ×1.000
Terima.]
Kevin menerima itemnya. "Terima kasih." Ucap Kevin sebelum pamit.
"Senang bekerja sama dengan anda." Menunduk resepsionis tersebut memberi hormat.
Mereka bertiga kembali ke Liden City setelah Kevin memberikan seluruh Pure Liquid serta Mist Ball pada Karin.
...
Liden City
"Jadi kita hanya datang ke guild lalu pulang?" Bertanya Fani karena dia tidak ngapa ngapain.
"Nn begitu saja." Mengangguk Kevin.
"Haihh.. jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" Bertanya Fani.
"Aku akan kembali ke penginapan untuk membuat potion." Jawab Kevin.
"Aku juga ingin membuat poison dan membuat bom asap racun." Karin juga ingin membuat poison ditempat yang nayaman dan aman.
"Kalau begitu aku harus apa?" Bertanya Fani menunjuk dirinya sendiri.
"Baiklah.. sepertinya percuma aku login." Ucap Fani sebelum tubuh karakternya menghilang.
"Maaf haha." Kevin merasa bersalah karena mengajak Fani untuk login lalu menyuruhnya logout.
Mereka berdua segera menuju penginapan namun Karin memesan kamar lain karena tidak ingin di ganggu, saat sampai di kamar Kevin segera menggunaka class Alchemist nya untuk membuat hp potion terlebih dahulu.
Hanya perlu memasuki mode tenang saat menggunakan class skillnya lalu menyalurkan mana secara perlahan kearah tangan.
Kevin mengambil tanaman herbalnya sebelum perlahan tanaman herbal tersebut berubah menjadi satu botol potion.
"Ini benar benar sangat praktis." Mengangguk Kevin.
Kevin mulai membuat banyak hp potion dan mana potion hingga pagi hari di dalam dunia game yang artinya sudah tengah malam di dunia nyata, Kevin berhasil menyelesaikan seribu hp potion dan seribu mana potion di mana level classnya meningkat dua level.
Kevin juga mendapatkan skill passif yaitu meningkatkan regenerasi hpnya sebesar sepuluh persen.
[Karin apa kau sudah selesai?] Bertanya Kevin melalui fitur chat dimana saat ini ia kehabisan mana dan stamina.
[Aku baru saja ingin Logout, bagaimana denganmu?] Karin bertanya balik.
[Aku akan segera logout, mana dan stamina ku benar benar habis.] Jawab Kevin.
[Ah aku juga, selamat malam.] Karin menutup chat nya dan Logout.
__ADS_1
[Selamat malam.] Balas Kevin sebelum Logout.
...
Real World
Kamar Kevin
"Mm.. tubuhku tidak lagi berkeringat seperti dulu." Ucap Kevin keluar dari kapsulnya, dulu saat menggunakan helm Vr begitu ia kehabisan stamina atau mana maka tubuh dunia nyatanya akan berkeringat banyak.
Kevin langsung melemparkan tubuhnya keatas kasur sebelum tidur. "Selamat malam."
...
Pagi hari 08:00
Saat Kevin terbangun dari tidurnya ia terkejut karena jam telah menujukkan jam delapan pagi, Kevin segera kekamar mandi untuk mencuci mukanya dan berlari kearah dapur dimana handuk masih ia bawa untuk mengeringkan wajahnya.
Saat sampai di dapur Kevin melihat Yuri yang sedang menyiapkan sarapan di atas meja.
"Selamat pagi senior, silahkan duduk dulu Yuri akan memanggil kak Karin." Ucap Yuri setelah meletakkan piring satu persatu.
"A-ya baiklah." Kevin terkejut namun segera menuruti Yuri dan duduk di kursi. "Ini semua kamu yang masak?" Bertanya Kevin.
"Iya senior, sebentar yah Yuri panggil Kak Karin dulu." Yuri melepaskan celemeknya dan menuju kamar Karin.
"Nn." Mengangguk Kevin.
Tidak lama kemudian Yuri telah kembali bersama Karin yang sepertinya juga baru bangun.
"Mm.. wangi sekali apa ini? Kamu yang masak Kevin?" Karin langsung duduk dan bertanya pada Kevin.
"Aku baru bangun." Jawab Kevin.
"Kalau begitu Yuri yang masak?" Karin kembali bertanya.
"Silahkan di coba kak." Yuri juga makan.
"Wah.. baiklah." Karin tanpa sungkan langsung makan bersama Kevin.
"Selamat makan." Ucap Yuri yang masih menggunakan sumpit.
"Enak! Ini lebih enak dari pada masakan Kevin." Puji Karin sekalian membandingkan.
"Ya.. aku tahu ini enak tapi tidak usah membandingkannya dengan masakanku kali, sejak awal aku memasak karena kebutuhan saja." Ucap Kevin.
"Ahaha.. maaf maaf." Karin segera meminta maaf.
"Yuri senang senior menyukai masakan Yuri." Ucap Yuri.
Mereka pun sarapan dengan lahap dimana Karin sangat bersemangat di pagi hari.
__ADS_1
Setelah sarapan Karin membantu Yuri untuk membereskan piring dan perlengkapan lainnya sementara Kevin menuju ruang tamu untuk melihat video event serangan monster kemarin yang telah di unggah oleh pihak game MMORPG World For Adventure.