MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 88, Keluar dari dungeon


__ADS_3

Geabrande


Humbetolfia Empire


Gialldys Kingdom


Arclide Dungeon


"Kalian membiarkan ku memiliki Skill Book ini saja aku sudah sangat berterima kasih." Kevin sebenar nya ingin menerima nya namun terlalu serakah juga kadang sangat merugikan.


Apa lagi Kevin ingin membangun reputasi baik untuk grup Angel Of Hunter atau grup tentara bayaran nya, tidak hanya mendapatkan upah mereka juga bisa mendapatkan informasi mengenai cara bermain unik player lain atau informasi mengenai tempat tempat yang belum Kevin jelajahi.


"Padahal kamu bisa mengambil beberapa item Rare lagi loh." Ucap Poxy.


"Tidak perlu, terima kasih untuk tawaran nya." Kevin tetap menolak.


"Aku tidak menyangka kau juga bisa menolak rejeki rupanya." Sindir Karin menatap datar Kevin dengan senyuman aneh.


"Ba-baiklah... bagaimana kalau kita kembali sekarang?" Poxy mengusulkan.


"Bagaimana dengan stamina kalian?" Kevin terlebih dahulu bertanya karena keluar dari dungeon dengan kondisi lemah adalah hal yang cukup beresikomendapatkan Serangan dari monster liar atau Red player.


"Memang belum seutuh nya tapi setidak nya tujuh puluh persen stamina kami sudah kembali." Jawab Poxy.


"Kalau begitu kembali kah..." Kevin berjalan menuju rune teleportasi bersama yang lain nya.


Tiga detik setelah mereka berkumpul di atas rune tersebut, pandangan mereka tiba tiba memutih dan silau persis seperti saat menggunakan Gate Of Hall sebelum pandangan mereka kembali dan melihat sebuah hutan belantara tepat di depan dungeon.


Geabrande


Humbetolfia Empire


Gialldys Kingdom


Arclide Forest


Namun ada satu hal yeng mengganggu mereka yaitu ada nya beberapa monster hijau botak dengan kuping serta hidung panjang yang runcing di lengkapi dengan pemukul kayu dan pedang rusak di tubuh mereka yang pendek.


[Goblin, Lv 40 (Normal Monster)


Hp, 40.000.]


"Goblin?" Ucapa Poxy melihat sekeliling.


"Kurang lebih berjumlah dua puluh atau lebih." Ucap Pero tidak dapat memastikan.


"Level mereka rendah jadi tenang saja." Ucap Pupu.


"Lagian di sini adan Kevin dan nona Karin." Ucap Penyo.


"Maaf tapi kontrak kita selesai setelah dungeon clear, kami juga sudah menerima bayaran kami jadi kami permisi dulu." Ucap Kevin.


"Ha!?"

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan kami?"


"Bukan kah kalian sudah cukup kuat untuk melawan goblin level empat puluh?" Bertanya Kevin.


"Iya jika jumlah kami sama ini lima kali lipat loh, lima kali lipat, mana bisa kami menang tanpa tank." Ucap Poxy mengulangi ucapan nya.


"Dia mengatakan nya dua kali." Ucap Pupu.


"Nn dua kali." Mengangguk pula Penyo.


"Haih.. baiklah, Karin bereskan semua nya." Ucap Kevin seakan memberi perintah setelah membuang napas.


"Oke." Karin langsung berlari dengan cepat dan hanya meninggalkan cahaya ungu akibat dari passif skill nya yang meninggalkan jejak jika menggunakan kecepatan tinggi tanpa skill silent.


Dengan Agility Karin yang dapat meningkat setiap naik level membuat nya dapat unggul dari player Assassin lain, dengan kenaikan tersebut membuat Karin dapat mengalokasikan skill point nya untuk meningkatkan point Attack nya hingga akhir nya menjadikan setiap serangan Karin adalah sebuah serangan mematikan.


Dengan hanya perlu dua sampai tiga tebasan knife Karin untuk membunuh setiap goblin tanpa adanya perlawanan atau pun menghindar serangan, jangankan menyerang balik, para goblin tersebut bahkan tidak dapat merespon kecepatan Karin yang bagaikan hanya cahaya ungu yang melalui mereka dan membuat mereka semua tumbang bagaikan wabah mematikan.


"Benar benar seperti Assassin Disaster." Poxy takjub saat tidak dapat menangkap kecepatan Karin menggunakan mata nya.


"Aku akan berusaha keras untuk bisa menjadi player seperti nona Karin." Ucap Penyo bersemangat.


"Aku suka semangat mu itu tapi sebaik nya kau tidak menjadikan Karin sebagai contoh yah." Ucap Kevin.


"Kenapa?" Penyo bingung.


"Selesai." Ucap Karin berjalan karah Kevin sambil memutar mutar pisau nya yang masih memiliki darah goblin.


Dengan suara yang menimbulkan efek seperti robot akibat masker gas nya sedangkan masker gas nya sendiri terlihat aneh di saat seperti ini membuat Karin terlihat seperti pisikop*t yang membuat Poxy dan teman teman nya merinding.


"Hahaha..." Penyo sedikit menyesal mengatakan ingin menjadi player seperti Karin.


"Kalian sedang membicarakan apa?" Bertanya Karin.


"Bukan apa apa ayo kembali ke kota." Ucap Kevin berjalan mendahului Karin sambil melambaikan tangan nya pada Poxy dan teman teman nya.


...


Real World


15:30


Swosh.. Swosh.. Swosh..


"Harus nya Yuri sebentar lagi akan pulang." Ucap Kevin sambil mengayung ayungkan pedang baja berat yang Kevin tambah dengan barbel seberat sepuluh kilo di ujung pedang agar semakin berat dan dapar berasa bagi otot Kevin meskipun tidak seberapa.


Selain mempertahankan dan meningkatkan kekebalan otot Kevin, latihan seperti ini juga dapat melancarkan merdian Kevin agar dapat mengumpulkan energi lebih cepat.


"Setelah clear dungeon bersama orang gak di kenal, sekarang kita akan mengajak Yuri leveling di dungeon, haih.. aku ingin sedikit istirahat." Ucap Karin memutar mutar pisau di tangan nya di mana ia semakin mahir memainkan ritme nya.


"Bukan kah kita lebih banyak beristirahat?" Ucap Kevin menghentikan latihan nya.


Tak

__ADS_1


"Bukan itu maksud ku." Ucap Karin melempar pisau nya dan tepat sasaran.


Karena terus berlatih setiap hari Karin sampai bosan melakukan nya dan sudah sangat terbiasa pada sebuah pisau bermata satu.


"Lalu?" Bertanya Kevin kurang paham dengan maksud Karin.


"Aku ingin liburan, seperti ke bali, atau yang lain." Jawab Karin.


"Benar juga yah.. aku sudah sangat lama tidak berlibur seperti itu." Kevin mengingat terakhir kali ia berlibur adalah saat bersama ayah nya.


"Bagaimana?" Karin antusias saat Kevin terlihat memikirkan nya.


"Itu kita pikirkan saat Yuri mendapatkan libur saja." Namun Kevin memberikan jawaban yang sangat sangat tidak memuaskan bagi Karin.


"Hmph!"


Ting! Tong!


"Aku pulang!" Bersamaan dengan suara bel, suara Yuri juga terdengar.


"Yuri sudah pulang tuh." Ucap Kevin.


"Hng! Aku ke kamar dulu." Karin ingin menemui Yuri dan entah apa yang ingin ia bahas.


"Liburan kah.." Kevin kembali memikirkan saran Karin karena tadi nya ia tidak ingin membuat Karin berharap sementara Kevin sendiri masih ragu.


...


Geabrande


Humbetolfia Empire


Gialldys Kingdom


Arclide City


Setelah Yuri pulang mereka bertiga langsung Login.


"Kita tunggu Yuri di sana saja." Ucap Kevin setelah login menunjuk kearah sebuah restorant.


"Apa tidak masalah membiarkan Yuri sendirian saja menuju kemari?" Bertanya Karin khawatir karena saat ini Yuri masih ada di ibu kota kerajaan yaitu Dulldys City.


"Yuri hanya perlu menggunakan Gate Of Hall kan." Ucap Kevin.


"Iya tapi.. ini Yuri loh." Karin teringat dengan Yuri yang sedikit ceroboh.


"Tenang saja, dia hanya perlu menggunakan Gate Of Hall dan langsung berteleportasi ke sini." Kevin mencoba menenangkan Karin.


"Iya tapi.."


"Kalau begitu kau ingin menjemput nya?" Bertanya Kevin.


"Tidak!" Cepat Karin menjawab karena tidak ingin menggunakan gold hanya untuk pergi pulang.

__ADS_1


"Kalau begitu kita tunggu di sini saja." Ucap Kevin kemudian memasuki restorant tersebut.


__ADS_2