
Halaman rumah Kevin
"Apa kau sudah siap?" Bertanya Kevin pada Yuri dimana mereka berdua memegang pedang kayu tipe katana.
"Aku terkejut kau ternyata memiliki pedang kayu terlebih sering berlatih menggunakannya." Yuri melihat beberapa bekas pada pedang kayu tersebut.
"Yah.. sesekali." Jawab Kevin.
"Oke bersiaplah Kevin." Yuri benar benar serius saat memegang pedang.
"Majulah." Kevin pun bersiap.
Satu hentakan kaki Yuri membawanya melaju kearah Kevin, pedang kayunya menebas secara Horizontal kearah perut Kevin.
Tak!
"Tampa ampun yah." Kevin menangkis pedang Yuri namun ia mengakui bahwa serangan tersebut bukan sembarangan di mana tangan Yuri dengan cepat menarik pedangnya dan satu kakinya melayang kearah kepala Kevin.
"Kena kau." Ucap Yuri saat kakinya akan memukul kepala Kevin.
Pak!
"Itu celah yang sangat mematikan loh Yuri." Ucap Kevin menangkis kaki Yuri menggunakan punggung pedangnya.
"Apa!?" Terkejut Yuri dan langsung melompat mundur.
Memang seharusnya seseorang dapat menarik pedangnya kearah sana dan menangkis serangan Yuri menggunakan punggung pedang dan Yuri tahu itu.
Namun Yuri dapat melihat bahwa Kevin memiliki waktu untuk memutar pedangnya dan memotong kakinya jika ini pertempuran asli.
"Satu point untukmu." Yuri kembali meluncurkan serangannya dimana ia gokus pada pedangnya saja.
Tak! Tak! Tak!
Seluruh serangannya masih dapat di kontrol oleh Kevin hingga Yuri melihat sebuah celah dan memukul pedang Kevin kearah atas.
Tak!
Tangan dan pedang Kevin terpental kearah atas, segera Yuri memanfaatkan kesempatan tersebut dan menebas kearah leher Kevin.
Tak!
"Apa!?" Lagi lagi Yuri terkejut saat Kevin berhasil menangkisnya menggunakan gagang pesangnya.
"Tidak ada aturan untuk hanya menggunakan bilah pedang saja kan?" Bertanya Kevin yang mengakui hebatnya teknik pedang Yuri.
Yuri mundur satu langkah untuk mengambil jarak namun Kevin sudah merasa cukup dengan hanya menahan serangan dimana ia langsung memberikan serangan balik dengan cepat menuju leher Yuri.
"Gawat!" Yuri melihat pedang Kevin namun tidak dapat lagi menahannya.
"Hm aku menang yah." Kevin menghentikan serangannya saat sudah berada didepan leher Yuri.
"Bagaimana caramu menghentikannya?" Bertanya Yuri saat terduduk dimana seharusnya saat menghentikan pedang secara paksa memberikan efek lain pada tubuh namun Kevin terlihat sama sekali tidak kesakitan.
"Rahasia." Kevin sedikit mempermainkan Yuri.
__ADS_1
"Aku kalah." Yuri mengakui kekalahannya di mana napasnya sedikit memburuk karena kelelahan namun aslinya ia merasa kesal karena di kalahkan setelah kerja kerasnya selama ini dalam menempa teknik pedangnya.
"Tapi itu teknik pedang yang sangat bagus, kamu telah bekerja keras yah Yuri." Kevin memberikan pujian secara langsung dimana tidak semua teknik pedang memiliki kesamaan karena setiap teknik yang hebat memiliki kerja keras dari penggunanya.
"Mm.." Yuri terkejut dan melihat kearah atas tepatnya wajah Kevin yang sedang tersenyum.
"Apa ada yang salah dengan wajahku?" Bertajya Kevin saat ekspresi Karin terlihat aneh.
"Mulai sekarang aku akan memanggilmu Senpai tidak-, aku akan memanggilmu senior." Ucap Yuri.
"Yah setidaknya panggil aku kakak saja uy." Ralat Kevin dalam arti yang sama.
"Baiklah aku ingin mandi dulu, selanjutnya mohon bimbingannya senior." Ucap Yuri menunduk memberi hormat.
"Oke lawan aku kapan saja." Kevin memberikan jempol.
"Aku merasa iri melihat pertarungan kalian." Ucap Karin yang juga ingin segera meningkatkan teknik pedangnya.
"Kak Karin juga tolong bimbingannya." Yuri menunduk memberi hormat.
"Eh? Kenapa tiba tiba jadi formal?" Bingung Karin.
"Nanti datang kekamar ku yah, aku ingin membahas sesuatu." Ucap Kevin yang mulai membereskan pedang kayunya dan membawanya masuk kedalam rumah.
"Baiklah." Jawab Karin namun masih bingung.
"Baik Senior!" Jawab Yuri.
Malam hari sebelum makan malam, Yuri dan Karin datang kekamar Kevin sesuai apa yang di katakan Kevin.
"Ada apa memanggil kami kesini?" Bertanya Karin.
"Aku ada sedikit urusan dengan Yuri." Ucap Kevin dimana dia terlihat serius saat duduk di atas kapsul VR nya.
"Ada apa senior?" Bertanya Yuri setelah duduk di kasur Kevin bersama Karin.
"Apa kau benar benar mendapat izin dari orang tuamu?" Bertanya Kevin memastikan.
"Yuri kan sudah bilang, Yuri sudah mendapatkan izin untuk pindah kesini." Tegas Yuri karena di curigai oleh Kevin.
"Yah.. bukannya aku mencurigaimu hanya saja aku ingin memastikannya." Ucap Kevin menenangkan Yuri.
"Baiklah tapi senior tidak memanggil ku kesini hanya untuk menanyakan itu kan?" Ucap Yuri bertanya.
"Ya, apa kamu sudah memutuskan untuk sekolah dimana?" Bertanya Kevin karena sebentar lagi anak SMA akan kembali sekolah setelah libur akhir tahun.
"Hmm.. Yuri belum memutuskannya." Ucap Yuri.
"Kalau begitu ini mungkin akan sedikit membantumu." Kevin mengirimkan file sekolah rekomendasi pada Yuri melalui EDITH nya.
Yuri segera memasang kacamata EDITH nya untuk melihat file yang di kirim oleh Kevin. "Senior sekolah di mana dulu?" Yuri bertanya.
"Di SMA swasta yang ini." Kevin menunjukkan SMA tempatnya sekaloh dulu.
"Baiklah Yuri akan sekolah di sini." Ucap Yuri memutuskan.
__ADS_1
"Tapi itu sangat mahal loh, dulu aku sekolah di sana karena mendapatkan beasiswa yatim piatu." Kevin meminta Yuri untuk lebih memikirkannya lagi.
"Pokoknya Yuri akan sekolah disana." Kebiasaan Yuri muncul lagi dimana hanya ada satu pilihan yaitu menururtinya.
"Baiklah aku akan membantumu mendaftar di sana tapi jika kamu berubah pikiran beritahu aku segera yah." Ucap Kevin.
"Pokoknya Yuri hanya akan sekolah di sana." Yuri tidak ingin mengubah pilihannya.
"Baiklah baiklah kamu akan sekolah di sana, untuk sekarang kita makan malam dulu sebelum Login, aku sudah memasak banyak makanan untuk menyambut Yuri. " Ucap Kevin berdiri dan keluar kamar.
"Yey!.." Yuri segera mengikuti Kevin.
Setelah makan malam yang setengah mewah mereka segera kembali kekamar masing masing untuk Login.
...
Malam hari
Liden City
Begitu mereka Login mereka segera menuju ke Gate Of Hall untuk berteleportasi menuju Kritgar Town.
[Kota tujuan Kritgar Town
Pergi sekarang : Ya / Tidak.]
Mereka bertiga langsung menekan opsi ya sebelum mereka tiba tiba menghilang dan muncul di Kritgar Town.
"Hampir satu bulan kita meninggalkan kota ini." Ucap Karin.
"Yah itu kau aku setiap minggu kesini." Ucap Kevin.
"Ini pertama kalinya aku kesini." Ucap Fani.
"Fani server jepang sih yah.." Ucap Kevin.
"Jadi kemana sekarang?" Karin bertanya untuk memastikan tujuan.
"Aku tidak ingin berlama lama di sini jadi langsung selesaikan urusan saja." Ucap Kevin yang tidam ingin menjadi pusat perhatian dimana sangat jarang pemain level lima puluh datang di kota pemula.
"Baiklah." Karin setuju dan mereka segera menuju keguild petualang.
Guild petualang Kritgar Town.
Saat mereka bertiga masuk mereka langsung menjadi pusat perhatian karena beberapa level mereka yang terlalu tinggi untuk ukuran player dikota pemula dimana di kota pemula level paling tinggi adalah level tiga puluh.
"Bukankah itu player yang sering datang kesini?"
"Menurut kabar dialah yang menyediakan misi perburuan Meat Wolf."
"Levelnya jauh lebih tinggi dari pada sebelumnya, apakah di kota besar memiliki cara untuk meningkatkan level dengan cepat?"
Beberapa player mulai mengomentari Kevin dan partynya.
"Selamat datang tuan Kevin." Npc resepsionis sudah lumayan akrab dengan Kevin karena Kevin selalu datang membuat misi pemburuan daging wolf.
__ADS_1