MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 167, Utusan kerajaan


__ADS_3

Real World


Jakarta


Minggu, 22 Maret


"Kapan terakhir kali kita jalan bareng begini Kevin?" Bertanya Alka.


"Pas kecelakaan, seharus nya kau mengingat itu." Ucap Kevin yang sedang menyetir mobil.


"Ahh.. rasa nya memang yang terbaik saat bekerja satu pekan lalu libur di hari minggu." Ucap Alka meregangkan otot.


"Teman teman yang lain pasti butuh libur Alka, kita bukan perusahaan pemeras waktu." Ucap Kevin.


"Maka dari itu hari ini kau ingin memperlihatkan hasil kerja keras mereka kan. Bukan kah sebaik nya kau libur juga." Ucap Alka.


"Sudah lah tutup mulut mu dan perlihatkan lantai nya." Ucap Kevin menghentikan mobil nya di depan sebuah gedung.


"Seharus nya kau sedikit berterima kasih karena aku mengosonkan dua lantai itu untuk mu Kevin." Ucap Alka keluar dari mobil dan berjalan mengikuti Kevin saat mobil secara otomatis mencari lokasi parkir.


Hari ini Kevin berniat untuk menetapkan lokasi markas guild nya di real world agar mereka dapat beroperasi di game mau pun real world seperti guild guild top lain nya.


Singkat cerita mereka pun tiba di lantai gedung yang akan mereka beli, yah hanya lantai nya karena Kevin hanya membutuhkan dua lantai.


"Lantai tujuh dan enam, yah tidak terlalu rendah dan tidak tinggi." Ucap Alka karena dia yang menyarankan.


"Ini lebih luas dari perkiraan ku, menyerahkan urusan seperti ini pada mu memang pilihan yang tepat Alka." Ucap Kevin.


"Ini juga akan menjadi markas kita nanti nya jadi aku harus memilih yang terbaik." Ucap Alka.


"Oke ini saja, letakkan lima puluh kapsul di lantai tujuh dan jadikan lantai enam sebagai tempat untuk latihan kebugaran, aku tidak ingin anggota ku sakit sakitan." Ucap Kevin.


"Tidak tidak tidak, lima puluh kapsul itu kebanyakan loh bahkan guild top pun hanya meletakkan maksimal sepuluh kapsul di markas real world mereka terlebih itu bukan kapsul tapi hanya helem vr tingkat dua." Ucap Alka.


"Sebentar lagi akan ada kompetisi guild tahunan, aku ingin memastikan semua anggota yang berpartisipasi menggunakan kapsul agar tidak ada kendala dalam game play mereka." Ucap Kevin.


"Jadi kau ingin memperkenalkan kekuatan guild kita di event ini." Ucap Alka.

__ADS_1


"Nama baik di perlukan dalam bisnis, bukan kah itu yang pernah kau katakan pada ku?" Ucap Kevin.


"Haih.. aku akan mengurus sisa nya kau hanya perlu mengeluarkan uang nya saja." Ucap Alka mulai mengatur perencanaan di hologram EDITHnya.


"Oke kuserahkan padamu." Ucap Kevin.


...


Satu minggu kemudian markas guild siap dan semua teman sekelas Kevin yang ada di luar juga sudah mulai pindah ke jakarta agar lebih mudah saat berkumpul nanti nya, pekerjaan mereka juga sudah jelas jadi tidak ada lagi yang menghalangi mereka untuk tinggal di jakarta.


Mansion Guild Strayderer


Ruangan Kevin


Pintu terbuka memperlihatkan Alka yang berjalan masuk dengan raut wajah aneh.


"Ada apa Alka?" Bertanya Kevin karena tidak biasa nya Alka memasang wajah seperti itu.


"Point penting dari guild baru sudah kita dapatkan, kita akan segera berada di medan perang." Ucap Alka.


"Utusan kerajaan mendatangi kita." Ucap Alka.


Ruang pertemuan


Saat ini ruang rapat untuk tamu di markas Strayderer sudah ada Kevin, Alka dan seorang utusan kerajaan serta dua perajurit berlevel dua ratus di belakang nya.


"Apa yang membawa utusan kerajaan datang ke guild kecil kami?" Bertanya Kevin dengan sabit kematian yang berdiri di belakang sofa nya.


"Mohon maaf atas kelancangan saya tuan malaikat, saya hanya datang membawa surat dari yang mulia raja." Ucap utusan tersebut memberikan gulungan.


"Ku harap bukan hal yang merepotkan." Kevin secara sengaja mengatakan nya dan menerima surat tersebut.


"Itu.." utusan seakan mengetahui isi surat namun memilih untuk diam.


"Silahkan menikmati teh nya, daun teh itu di produksi langsung dari kebun guild kami." Ucap Alka menawarkan teh saat Kevin sedang membaca surat.


"Jadi.. raja meminta bantuan guild kami untuk terjun ke medan perang melawan Buckhwal Kingdom." Ucap Kevin menyimpulkan setelah membaca surat.

__ADS_1


"B-benar tuan, saat ini posisi kerajaan kita sedang terdesak dan guild lain juga mulai tidak memberikan bantuan." Ucap utusan.


"Apa yang akan kami dapatkan dari perang ini?" Bertanya Kevin.


"Itu.. anda akan di berikan hadiah oleh raja jika berhasil memukul mundur pasukan musuh yang sudah mulai menyerang kota perbatasan." Jawab utusan.


"Maaf kami menolak." Kevin langsung menolak membuat kedua perajurit di belakang itu hampir mencabut pedang nya karena Kevin menolak perintah raja.


"Kalau boleh tau alasan tuan malaikat menolak? Saya rasa pemilik jiwa abadi seperti anda tidak perlu takut dalam perang seperti ini." Ucap utusan bertanya setelah menghentikan dua perajurit di belakang nya.


"Meskipun kami akan tetap hiduo setelah mati tapi kami juga mengalami kerugian parah setelah kematian, item berharga kami bisa saja jatuh dan level kami sudah di pastikan menghilang, kenapa kami harus mempertaruhkan itu semua demi hadiah yang tidak jelas?" Kevin langsung berterus terang.


"Tuan malaikat harap anda tahu bahwa guild anda masih berada di dalam wilayah kerajaan kami, tolong anda perhatikan bahwa seluruh wilyah kerajaan ini berada pada perintah raja." Ucap utusan mulai mengancam.


"Kalau begitu aku hanya perlu memberikan bantuan pada Buckhwal Kingdom untuk menghancurkan kerajaan ini, dengan begitu mungkin aku akan mendapatkan satu atau dua kota sebagai hadiah." Ucap Kevin membalas ancaman karena memang tidak suka di ancam.


Shing!


"Jaga bicara anda, meskipun anda malaikat tapi raja adalah penguasa kerajaan ini." Ucap salah satu perajurit mengarahkan pedang pada Kevin.


"Biar aku katakan, aku ini malaikat." Ucap Kevin menekan kan kata kata nya untuk mengingatkan.


"Meskipun begitu anda harus tetap menuruti perintah raja selama anda masih berada di wilayah Gialldys Kingdom." Ucap sang utusan raja.


[Tugas pertama - Cabut nyawa perajurit di depan mu, Damage meningkat 100% terhadap target.]


Bersamaan dengan itu notifikasi perintah dari dewi Valentine muncul. Sayap merah darah Kevin langsung muncul memberikan aura yang memberikan rasa takut pada ras manusia yang melihat nya.


Klang!


"Aku sudah mengingatkan mu, aku ini malaikat kematian jadi jaga bicara mu." Ucap Kevin menangkap Death Scythe nya.


"Tu-tuan malaikat tolong tenang lah, masalah tadi bisa di lupakan saya akan memberitahu raja mengenai ini." Ucap sang utusan saat perajurit yang mengarahkan pedang pada Kevin mulai mundur dan menjatuhkan pedang nya.


Klang!


"Kalau begitu bawa hadiah ini untuk raja kalian." Ucap Kevin sudah memenggal kepala perajurit di depan nya dengan sekali tarikan sabit.

__ADS_1


__ADS_2