MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 65, Job Alka


__ADS_3

"Di situ ada roti yang kubeli di swalayan." Alka menunjuk plastik lain.


"Semuanya makanan instan." Ucap Kevin setelah membuka semua plastik.


"Jika aku kerestoran untuk memesan makanan itu terlalu lama." Alka memberikan alasan sebelum meneguk bir nya sebagai pembuka.


"Yuri kamu sudah sarapan?" Kevin bertanya karena Yuri sama sekali tidak menyentuh makanan dan masih fokus pada laptopnya.


"Yuri masih ingin mencari di toko lain." Yuri menjawab dengan arti belum sarapan.


"Makanlah dulu." Ucap Kevin.


".. baiklah." Yuri menurut.


"Apa yang Yuri cari?" Bertanya Alka.


"Magic Sword item." Jawab Yuri lesu.


"Itu memang item yang lumayan susah di cari, hm.. mungkin aku bisa membuatnya untuk Yuri." Ucap Alka.


"Serius!?" Kevin dan Yuri bertanya bersamaan.


"Tapi bahannya lumayan langkah karena konsepnya hampir sama dengan menggabungkan sebuah staff item dan sword item." Jawab Alka menjelaskan.


"Alka, apa job mu saat bermain?" Kevin bertanya.


"Blacksmith dengan user name Alex Xander, oh iyah aku sudah meminta pertemanan padamu tapi kau belum mengkonfirmasinya." Jawab Alka.


"Yah kenapa kamu pake nama pasaran?" Bertanya Kevin merasa aneh.


"Nama ini unik aku menambahkan spasi di tengahnya kaulah yang aneh karena memakai nama asli." Balas Alka.


'Hebat, nama sampai di perdebatkan \=_\=.' Batin Yuri dan Karin.


"Tapi aku tidak menyangka kau memilih job blacksmith kupikir kau akan memilih karakter petarung." Ucap Kevin.


"Aku hanya ingin membuka toko kecil dan memulai bisnis sendiri secara sederhana saja." Ucap Alka.


Ayah Alka memiliki banyak perusahaan dan Alka mulai menjalankan beberapa di antaranya menggantikan ayahnya namun pastinya Alka merasa tidak puas karena dia hanya melanjutkan hasil kerja keras dari ayahnya bukan dari hasil kerja kerasnya sendiri.


Di dunia game MMORPG World For Adventure menyediakan segalanya, tiada keterbatasan dalam bertindak, anda bisa menjadi raja, raja iblis, pengusaha, petualang, warga biasa, bandit dan lain lain.


Itulah yang membuat Alka memainkan game MMORPG World For Adventure dan memutuskan untuk membuka toko item dengan menjadi blacksmith agar dia bisa menjual hasil usahanya sendiri.


"Kamu tinggal di kota mana?" Kevin bertanya.


"Dulldys City." Jawab Alka.


"Bukankah itu ibu kota kerajaan!?" Kevin terkejut karena Alka sudah melangkah sejauh itu.


"Iya kenapa kamu terkejut begitu?" Alka merasa aneh melihat tanggapan Kevin.


"Bukankah ibu kota itu ada banyak player level atas? Berapa levelmu sekarang?" Bertanya Kevin.

__ADS_1


"Level blacksmith sanga sulit untuk di naikkan, aku baru berlevel dua puluh." Jawab Alka.


"Berani sekali kamu ke ibu kota dengan level serendah itu." Kevin tidak berani mendatangi ibu kota dengan level seperti itu atau dia akan di buru oleh red player untuk mendapatkan item.


"Ya.. Blacksmith sangat jarang meninggalkan kota atau zona aman jadi aman aman saja." Alka menanggapi seakan tidak ada masalah.


"Iya juga yah, Blacksmith tidak perlu keluar kota karena mereka hanya fokus untuk membuat item dan jika ingin kekota lain ada Gate Of Hall." Ucap Kevin.


"Berapa levelmu sekarang?" Bertanya Alka.


"Sedikit lagi mencapai tuju puluh." Jawab Kevin.


"Kurasa itu sudah bisa jika ingin ke ibu kota, kalau tidak ingin di buru player lain kau hanya perlu bersembunyi di dalam kota." Ucap Alka memberi saran.


"Kalau aku terus berada di dalam kota atau zona aman bagaimana aku bisa menaikkan levelku Alka?" Balas Kevin.


"Iya juga yah."


"Yuri akan ketempat Alka." Ucap Yuri tiba tiba.


"Ha!?" Karin dan Kevin seketika melihat kearah Yuri.


"Yah karena Yuri ingin memesan senjata jadi harus ke blacksmith yang bisa di percaya." Jelas Yuri.


"Baiklah sepertinya aku juga harus ikut." Ucap Kevin pasrah saja karena tidak mungkin membiarkan Yuri yang cukup ceroboh ini berpergian sendirian.


"Kalau begitu aku juga." Karin hanya ingin mengikuti Kevin.


"Aku akan menyiapkan hadiah untuk Karin saat sampai di tokoku." Ucap Alka.


"Seharusnya rasa antusiasmu itu kau gunakan untuk latihan Karin." Ucap Kevin.


"Terserah aku lah, hmph Gluk." Kevin mengambil satu kaleng bir dan meneguknya hingga habis.


"Gawat." Ucap Kevin.


"Kenapa?" Alka bertanya.


"Karin tidak tahan terhadap minuman beralkohol." Jawab Kevin saat melihat wajah Karin mulai memerah di mana tubuhnya sesikit sempoyangan.


Brak!


"Eh!?" Yuri terkejut saat Karin tiba tiba ambruk keatas laptopnya.


"Tambah Pizza.. ee~" Karin mulai ngawur.


"Oi Karin." Kevin berusaha menyadarkan Karin dengan membantunya meminum air putih. "Aku akan mengantar Karin kekamarnya dulu." Ucap Kevin yang masih ingin melanjutkan pesta kecilnya.


"Baiklah." Alka mengangguk.


"Jangan sampai muntah di kasur senior." Ucap Yuri.


"Kalau itu aku juga bisa repot biarkan baring di lantai saja." Ucap Kevin.

__ADS_1


...


Keesokan harinya


Pagi hari


"Selamat pagi senior." Ucap Yuri duduk di kursi makan di mana Yuri sudah siap dengan seragam SMA nya.


"Pagi Yuri, Karin kemana?" Bertanya Kevin setelah menyiapkan makanan dan piring.


"Katanya sebentar lag-"


"Selamat pagi Kevin." Ucap Karin menyapa dan langsung duduk di kursi.


"Apa kau punya rencana hari ini Karin?" Bertanya Kevin sebelum ikut duduk.


"Hm.. iya juga yah... hari ini mungkin aku hanya akan latihan di halaman rumah." Jawab Karin setelah berpikir sebentar.


"Baiklah kalau begitu aku akan mengantar Yuri kesekolah kamu tolong jaga rumah saja yah." Kevin ingin mengantar Yuri kesekolah untuk melapor sebagai walinya.


"Eh? Aku di tinggalin?" Bertanya Karin menunjuk wajahnya.


"Yah ngapain juga ramai ramai ngantar Yuri kesekolah." Balas Kevin.


"Aku hanya bercanda." Ucap Karin.


"Oh iya senior tumben sekali mengikat rambut, ada apa?" Bertanya Yuri yang sementara makan.


"Ini sangat mengganggu tapi aku juga tidak sempat untuk memotongnya jadi aku hanya bisa mengikatnya." Jawab Kevin.


"Menurut Yuri itu cocok untuk senior." Puji Yuri.


"Iya kah." Kevin tidak terlalu percaya diri.


"Padahal aku masih ingin menggunakannya untuk latihan memangkas rambut." Ucap Karin yang entah datang dari mana gunting di tangannya.


"Ti-tidak perlu aku menyukai gaya begini." Kevin langsung mengelak karena mengingat saat terakhir kali Karin memotong rambutnya.


"Sayang sekali." Karin kembali menyimpan guntingnya.


\=_\='


Mereka melanjutkan sarapan mereka hingga akhirnya Kevin dan Yuri bersiap untuk jalan.


"Yuri bukankah rok mu kependekan?" Bertanya Kevin sempat melihat ****** ***** Yuri yang di terpa angin saat membuka pintu.


"Benarkah? Di jepang ini sudah termasuk standar." Ucap Yuri.


"Ck sekarang sudah tidak ada waktu membeli rok baru pakai ini saja." Kevin membuka kemejanya dan mengikatnya kepinggang Yuri di mana saat ini Kevin hanya menggunakan kaos putih dengan sablon laba laba di dadanya.


"Apakah Yuri harus memakai ini?" Bertanya Yuri.


"Sudah tidak ada waktu untuk membeli rok baru ayo nanti kamu terlambat." Ucap Kevin saat melihat taksi berhenti di depan rumahnya.

__ADS_1


"Baiklah senior." Yuri menurut.


__ADS_2