MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 61, Bayangan Ghost


__ADS_3

"Sepertinya mereka saling kenal, lalu untuk apa sebenarnya mereka mengikuti event ini jika tidak membunuh player." Kevin habis pikir pada sekelompok orang di depannya.


Kevin mengabaikannya dan mencari player lain, Kevin memiliki kepercayaan diri untuk mengalahkan sekelompok player tersebut jika menggunakan skill ultimetnya namun Kevin masih ingin melihat bagaimana tindakan mereka dan tujuan mereka nantinya.


Kevin kembali berburu player namun jelas sekali bahwa tidak semua player mudah untuk di kalahkan hingga akhirnya tiga hari telah berlalu sejak di mulainya event.


[Berhasil mendapatkan 10 point


Total point\= 590.]


"Ternyata kurang tidur dan berburu seperti ini juga memberatkan karakter." Ucap Kevin saat merasakan karakternya mulai kelelahan. "Sebaiknya aku benar benar memaksimalkan istirahat ku hari ini sebelum bertemu dengan lawan yang kuat besok."


Kevin masih terus berburu di hutan sambil mengawasi satu kelompok player yang pernah ia temui, sejauh pengawasan Kevin, player tersebut sama sekali tidak menyerang player lain jika mereka tidak di serang.


Sekelompok player tersebut terus bergerak berpindah tempat seakan mencari sesuatu dan terus memperhatikan sekitarnya hingga akhirnya mereka tiba di reruntuhan kota yang seakan sudah di tinggalkan.


Reruntuhan kota tersebut samar samar memiliki kabut putih yang menghalangi pandangan hingga lima puluh meter kedepan dan sekelompok player tersebut tanpa ragu langsung memasukinya.


"Apakah mereka hanya ingin melihat bagaimana lokasi event ini?" Bertanya Kevin.


Memang beberapa guild selalu mencari peta dan map baru untuk mereka jelajahi dalam mengumpulkan sumber daya untuk membangun guild mereka, semakin baru tempat yang di jelajahi semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan harta karun.


Kevin mulai mengikuti mereka masuk kedalam kabut yang membatasi pandangan tersebut namun begitu Kevin masuk ia langsung merasakan satu pasang mata yang memantaunya. "Gawat ini kabut yang di buat player." Kevin melompat mundur keluar dari kabut tersebut.


Kevin memperhatikan ke arah dalam kabut dan telah kehilangan jejak sekelompok player tadi. "Apa aku ikut masuk saja yah?" Kevin mulai menetapkan tekadnya. "Palingan juga yang di dalam adalah seorang Assassin, aku memiliki kepercayaan diri pada pertahananku." Kevin langsung menerobos masuk dengan kewaspadaan penuh.


Perlahan Kevin berjalan memasuki kabut namun yang ia lihat di jarak pandangannya hanyalah reruntuhan bangunan saja sampai Kevin mendengar teriakan dan suara pertempuran di depan.


"Itu suara para player tadi." Kevin langsung mempercepat langkahnya untuk melihat apa yang terjadi.


Saat sampai Kevin hanya dapat melihat para player mati satu persatu oleh bayangan yang seakan mencabik mereka.


"Apa itu?" Kevin tidak dapat mengidentifikasi menggunakan sistem namu Kevin yakin bahwa bayangan tersebut merupakan seorang player.


Setelah seluruh player tersebut mati, batangan yang membunuhnya langsung menyadari keberadaan Kevin dan menyerang kearahnya.


Kevin yang samar samar melihat bayangan tersebut langsung menggunakan skillnya untuk menebas namun itu sama sekali tidak memberikan damage.


Satu cakar panjang mengarah keleher Kevin namun cepat tangan Kevin melepaskan Demon Sworsnya dan mengambil pisau di bahunya dan menangkis serangan tersebut.


Ting!

__ADS_1


-20.000


"Sial!" Kevin segera melompat karena pisaunya seakan tidak dapat menahan serangan tersebut dan Kevin menerima damage.


"Eh Kevin?" Bayangan tersebut perlahan membentuk sebuah wujud manusia dan memperlihatkan sosoknya.


"Karin? Itu kau?" Bertanya Kevin saat melihat bayangan tersebut berubah menjadi Karin.


"Haha maaf menyerangmu tiba tiba aku kira tadi player lain." Ucap Karin.


"Apa itu tadi?" Kevin menanyakan skill Karin.


"Ah itu adalah Queen Ghost class baru yang aku dapatkan di reruntuhan ini." Ucap Karin.


"Lalu kabut ini?" Kevin bertanya.


"Entahlah, kabut ini muncul begitu saja saat aku mendapatkan class ini tapi siapapun yang masuk kedalam kabut ini maka aku bisa merasakannya." Jawab Karin.


"Jadi bisa di katakan kabut ini bukan skillmu yah." Ucap Kevin menyimpulkan.


"Itu tadi skill Ultimetku aku kira tidak ada yang dapat melihatku ternyata kau masih bisa menangkis seranganku hayh.." Karin membuang napas lesu saat ultimetnya di tangkis begitu saja oleh Kevin.


"Apa saja yang kau bisa sekarang?" Bertanya Kevin.


"Bukankah itu berbahaya?" Kevin berpikir bahwa memanggil pasukan untuk membantu adalah hal yang sangat kuat.


"Sayangnya aku hanya bisa memanggil dua ghost saja." Ucap Karin.


"Aku merasakan ada banyak player yang berkumpul di luar kabut ini, ada apa dengan mereka?" Kevin bertanya.


Saat Kevin terus mengikuti kelompok player tadi, Kevin merasakan ada banyak player yang berkumpul di hutan tepatnya di luar kabut seakan memantau Karin.


"Ah mereka terus di sana selama dua hari ini, beberapa player yang masuk langsung mati jadi mereka memilih untuk memantau atau membentuk aliansi untuk mengalahkanku." Ucap Karin.


"Hm hm.. aku mau melihat salah satu skillmu." Tersenyum Kevin.


"Baiklah tunggu scan map dalam lima menit lagi." Karin setuju dan mengerti apa yang di pikirkan oleh Kevin.


Kevin ingin melihat skill Karin dalam mengeliminasi player diluar kabut, setelah lima menit kemudian scan map pun muncul dan langsung memberikan posisi setiap player di luar hutan.


"Karena kita berdua di dalam kabut kurasa mereka sudah menganggap aku sudah di kalahkan oleh sekelompok player tadi." Ucap Karin saat beberapa player mulai melangkah masuk kedalam kabut.

__ADS_1


"Kita atasi yang ini terlebih dahulu." Kevin menunju kearah sekelompok titik merah di map. "Pastikan sisakan point untukku." Ucap Kevin.


"Baiklah, Summon Ghost." Karin langsung memanggil dua hantu namun keduanya memiliki penampilan yang sama seperti Karin.


"Ini kloning kan?" Kevin melihat skill Karin lebih mirip kloning dari pada summon.


"Entahlah tapi biar bagaimanapun mereka memiliki lima puluh persen status ku." Ucap Karin.


"Terserahlah, summon kuda!" Kevin berlagak seperti memanggil kuda padahal hanya meniup pelutinya.


Satu kuda putih dengan armor keluar dari sebuah runa sihir di atas tanah.


"Siap?" Karin bertanya saat Kevin menunggangi kudanya dengan tombak di tangannya.


"Biar kubukakan jalan!" Kevin langsung memacu kudanya untuk memecah para aliansi player.


"Nn." Karin berlari menyusul Kevin dari arah belakang.


Saat Kevin mulai melihat para player dan para player tersebut juga menyadari keberadaan Kevin mereka mulai menyerangnya dengan damage tertinggi mereka terutamanya hagi mage dan archer.


"Serangan lambat kalian tidak akan mengenaiku!" Kevin memacu kudanya sambil menghindar dan menepis serangan. "Lancer Breaker!"


Ting! Sreet!


-21.000


+ Hp 2,3%


"Oh pertahanan tank ini besar juga yah, Karin selesaikan!" Kevin terus memacu kudanya kesana kesini sambil mencabik mereka menggunaoan tombak.


"Oke, Ghost Attack." Tubuh Karin berubah menjadi bayangan dalam satu detik dan memberikan tiga serangan pada tank tadi hingga tank tersebut langsung tumbang.


"Apa ini!?" Para player mulai panik saat hp mereka terus berkurang namun mereka tidak tahu siapa yang menyerangnya.


"Gunakan serangan Aoe!" Seorang Warrior berteriak.


"Baik." Seorang mage langsung menjawab.


"Tidak akan kubiarkan." Karin langsung berlari dan menlock mage tersebut.


"Wind Typhoon-" Karin langsung mengeliminasi mage tersebut namun skiilnya sudah terlanjur aktif.

__ADS_1


Wush..!


Sebuah angin topan langsung terbentuk dan menyerang kesegala arah, memang damagenya tidak tinggi namun efek Crown Control membuat Kevin kehilangan kendali kudanya termasuk Karin yang lemah terhadap elemen angin dan cahaya.


__ADS_2