
Liden City
Setelah makan malam Kevin langsung login dan menuju kota Liden untuk mengembalikan cincin Asy.
Berjalan Kevin melewati ramai nya player meskipun sudah malam hari menuju distrik kumuh di mana merupakan tempat tinggal Npc yang kurang mampu dan juga merupakan tempat tinggal Asy.
Kevin menuju ke salah satu rumah yang paling bagus di tempat kumuh meskipun normal nya di luar distrik ini itu adalah rumah ter jelek.
"Dulu suami Asy adalah perajurit jadi wajar saja dia memiliki rumah yang bagus dari rumah warga sekitar." Kevin mengetahui rumah nya karena sempat mengikuti Asy.
Tok! Tok! Tok!
Kevin mengetuk pintu sebelum suara gadis kecil terdengar dari dalam.
"Siapa?" Bertanya gadis kecil tersebut.
'Dia anak Asy.' Batin Kevin. "Apa Asy ada?" Bertanya Kevin.
"Tuan mengenal ibu?" Bertanya gadis kecil tersebut.
"Kami pernah menjalankan misi bersama." Kevin asal membuat alasan.
Krie...t
"Ibu masih belum pulang." Ucap gadis kecil berambut coklat usia sekitar tujuh tahun setelah membuka pintu.
"Kemana Asy pergi?" Bertanya Kevin memiliki firasat aneh.
"Ibu pergi mengumpulkan tanaman obat di hutan." Jawab gadis kecil tersebut.
"Ini sudah larut malam aktifitas monster sangat aktif di jam seperti ini, apa yang di lakukan wanita itu?" Kevin merasa kesal pada Asy yang selalu gegabah namun juga sangat khawatir.
"Tidak biasa nya ibu tidak pulang seperti ini." Gadis kecil tersebut mulai khawatir setelah mendengar ucapan Kevin.
"Kevin, Gadis kecil siapa nama mu?" Kevin tersenyum bertanya saat melihat gadis kecil itu khawatir.
"Asiva." Jawab nya tapi tetap terlihat khawatir.
__ADS_1
"Di mana Asy biasa nya mengumpulkan tanaman obat?" Bertanya Kevin.
"Di hutan utara kata ibu di sana lebih banyak tanaman obat." Jawab Asiva.
"Kakak akan mencari Asy, Asiva tetap di dalam rumah jangan membuka pintu kecuali pada kakak atau Asy yah." Ucap Kevin mendorong Asiva masuk ke dalam rumah sebelum menutup pintu.
"Baik kak." Jawab Asiva mengunci pintu nya.
Kevin langsung berlari ke hutan utara sambil mengirim pesan pada anggota guild nya.
[Ini darurat apa ada yang berada di Liden City atau di dekat nya? Jika ada cari Npc wanita bernama Asy berusia dua puluh lima tahun kalau ketemu segera hubungi aku] Kevin mengirim pesan darurat kepada anggota nya.
Kevin tiba di hutan utara namun jangankan Npc bahkan player pun sangat jarang.
"Asy!" Teriak Kevin mulai mencari di dalam hutan. "Npc seperti Asy tidak akan mungkin bertahan di hutan seperti ini di malam hari, ku harap dia baik baik saja." Ucap Kevin setelah menebas satu goblin.
[Leader kami akan membantu.]
[Kami akan segera ke Liden City.]
Beberapa anggota guild Strayderer yang sednag di Liden City atau yang sedang senggang langsung memberikan bantuan namun Kevin tidak ada waktu untuk membalas chat mereka.
"Di hutan ini sudah hampir tidak ada lagi tanaman obat apa dia berjalan lebih dalam ke hutan?" Kevin tidak ingin mengambil kesimpulan itu namun ia tetap berlari ke dalam hutan sambil menebas monster apapun yang mendekati nya.
[Mendapatkan skill - Zona perception.]
"Aktifkan Zona persepsi." Kevin langsung mengaktifkan skill yang baru saja ia dapatkan.
Seketika itu Kevin dapat merasakan setiap wilayah sekitar seratus meter bahkan semua yang berada dalam zona tersebut seakan terlihat di mata Kevin.
Dug!
"Asy!" Satu hentakan Kevin langsung membawa nya menuju ke dalaman hutan saat ia merasakan keberadaan Asy.
"Green Flame, kaisar api!"
Kevin melihat seorang wanita yang ia kenal dengan luka di sekujur tubuh nya juga beberapa tanaman obat di sekitar nya serta satu sosok undead yang terus mencakar punggung wanita tak berdaya tersebut.
__ADS_1
Tanpa menahan diri Kevin langsung membakar undead itu hingga tak bersisa bahkan lima puluh persen Mp Kevin habis saat api hijau nya berkobar hingga kelangit.
"Asy.. bertahan lah." Kevin langsung menyiram luka Asy dengan potion tertinggi nya juga mengangkat Asy untuk segera meminum potion.
"Ke-kevin kenapa k-kau di sini?" Bertanya Asy dengan suara yang ia paksakan.
"Wanita bodoh minum lah dulu." Ucap Kevin. "Blood Control." Kevin mulai menahan luka Asy dengan darah skill nya yang entah kenapa sangat tidam meregenerasi meskipun sudah di siram potion.
"Percuma Kevin." Ucap Asy saat beberapa angka sudah terlihat di mata nya.
"Data Npc!? Minum dulu." Kevin memaksa Asy untuk meminum nya meskipun sudah memperlihatkan bahwa ia sudah tidak dapat terselamatkan dari data Npc nya mulai terlihat.
"Aku sudah mendengar panggilan dewa tertinggi.. tolong jaga Asiva." Ucap Asy.
"Kenapa aku harus menjaga nya dia bukan anak ku, kau yang harus menjaga nya." Kevin tidak menyerah untuk menyiram potion pada luka Asy.
"Hanya kau tempat ku bisa meminta tolong Kevin, tolong lah Asiva seperti kau biasa nya menolong ku." Ucap Asy saat angka nol dan silang di kedua mata nya sudah muncul.
"Kenapa aku harus selalu bertemu wanita bodoh yang ingin mengorbankan hidup nya demi uang." Ucap Kevin menahan tangis nya.
Asy harus menghidupi putri nya Asiva setelah kematian suami nya saat melawan bandit, Kevin merasa berhutang dengan suami Asy karena tidak sempat menolong nya saat itu dan hanya melihat nya di bunuh oleh bandit jadi Kevin ingin menolong keluarga nya tapi sekarang hal yang sama terulang lagi dengan Asy.
"Leader di temukan bersama target." Ucap anggota guild Strayderer yang menemukan Kevin melapor pada anggota lain nya.
"Misi selesai kalian bisa kembali, maaf telah merepotkan kalian." Ucap Kevin mengangkat tubuh Asy yang masih belum menghilang.
"Baik lah." Yang lain merasa Kevin tidak ingin di ganggu saat ini jadi memilih untuk mundur meskipun sudah menarik banyak perhatian akan aktifitas aneh yang di lakukan guild Strayderer di kota menengah ini.
"Asy aku paham kau tidak memiliki pilihan lain selain melakukan pekerjaan ini untuk bertahan hidup, aku akan menjaga Asiva hingga dia bisa berjalan sendiri." Ucap Kevin meskipun merasa itu terlambat.
Kevin menggendong tubuh Asy yang sudah tidak memiliki suhu dan hanya tersisa data mati tak terpakai hanya menunggu sepuluh jam saja sebelum tubuh tersebut menghilang.
"Valentine aku meminta Death Scythe." Ucap Kevin karena berjalan di kota membawa mayat Npc akan merepotkan namun berbeda jika ia adalah malaikat kematian.
Ting!
Sabit kematian Kevin yang tadi nya berada di penyimpanan mansion tiba tiba langsung berada di punggung Kevin.
__ADS_1
[Kau belum memberikan jiwa manusia itu pada ku.. apa yang ingin kau lakukan anak muda?] Sebuah pesan dari dewi Valentine muncul.