
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Arclide Dungeon
"Jadi ini bisa kami yang urus saja sampai stamina kalian pulih kan?" Bertanya Karin.
"Kalian bisa sendiri?" Bertanya Penyo karena dengan bantuan mereka saja Kevin sudah terlihat kesulitan.
"Tenang saja ini cukup mudah untuk kami." Jawab Kevin.
"Ba-baiklah tolong." Saat ini tidak ada cara lain selain mempercayai tim Angel Of Hunter.
"Baiklah, Karin kita mulai yah." Ucap Kevin bersiap hanya dengan Demon Sword nya.
"Oke." Karin sudah menggunakan cakar yang ia pasang pada tangan kiri nya.
Kevin dan Karin kemudian berlari kearah para Lion tersebut.
Roarr...!
Auman kelima Lion terdengar lebih mengerikan dari pada tiga Lion tadi.
Khii..t!
Kevin menghentikan langkah nya seketika saat tiga Lion melompat pada nya.
"Sword Dance!"
Kevin tersenyum lalu menggunakan skill nya sebelum menunduk dan membarikan tebasan Horizontal pada ketiga perut Lion tersebut tanpa di tangkis menggunakan cakar.
Slash! Sreet!
-30.000
+Hp 2,3%
-30.000
+Hp 2,3%
-30.000
+Hp 2,3%
Roarr...!
Ketiga Lion itu terjatuh dengan health point yang tiba tiba tersisa lima puluh persen.
Sementara itu Karin dengan mudah menghindari serangan cakar dari dua Lion sebelum balik mencakar mereka tanpa menggunakan skill hanya perlu dua cakaran Hp mereka sudah tersisa tiga puluh persen.
"Hebat." Poxy langsung kagum dengan Kevin dan Karin.
Kembali ketempat Kevin yang kemudian langsung bersiap mengeliminasi tiga Lion yang ingin menggunakan skill tembakan mulut nya itu.
Slash! Slash! Slash!
-30.000
+Hp 2,3%
-30.000
+Hp 2,3%
-30.000
__ADS_1
+Hp 2,3%
"Oh belum mati juga." Kevin kembali mengayungkan pedang jya saat melihat tiga Lion itu memiliki Hp di bawah lima persen.
Slash! Slash!
-30.000
+Hp 2,3%
+Exp 55
-30.000
+Hp 2,3%
+Exp 50
-Miss
Satu serangan Kevin miss karena satu Lion melompat mundur dan berlari kearah Pixy dan teman teman nya.
"Sial!" Kevin tidak memiliki kecepatan yang sama dengan Lion ini jadi jika ingin bermain hit & run maka dapat di pastikan Kevin membutuhkan waktu lama.
Kevin tidak ingin mengeluarkan seluruh kartu as nya di sini namun ia harus segera menggunakan evolusi kedua dari demon Sword nya yaitu bentuk busur.
"Evolusi ked-" ucapan Kevin terhenti saat sebuah pisau lempar mendarat di kepala Lion yang ingin menyerang Poxy dan teman nya.
Kevin melihat kearah Karin yang telah menyelesaikan dua Lion tersebut dan memberikan nya jempol meskipun tertutup masker tapi Kevin yakin saat ini Karin sedang tersenyum mengejek.
"Setidak nya aku tertolong." Ucap Kevin karena tidak perlu menggunakan busur nya.
"Hebat! Ternyata membunuh monster berlevel tinggi bisa semudah itu." Ucap Poxy.
'Kau tahu? Memberikan hit terakhir untuk kalian itu cukup sulit apa lagi untuk monster jenis Lion yang pertahanan nya sangat rendah sehingga kami tidak bisa menggunakan skill ber damage tinggi.' Batin Kevin ingin menyampaikan hal tersebut namun itu terlalu kasar.
"Kapan aku bisa menghabisi Lion secepat itu yah.." Sambung Penyo.
"Seperti nya monster nya hanya itu saja di lantai ini." Ucap Karin saat melihat sebuah pintu dinding terbuka menunjukkan tangga menuju lantai selanjut nya yaitu lantai lima tempat boss monster.
"Bisa kita beristirahat sebentar?" Bertanya Pero mengajukan usulan karena stamina mereka masih jauh dari kata pulih.
"Baiklah kita beristirahat tiga puluh menit." Ucap Kevin memberikan waktu yang cukup bagi mage untuk mengumpulkan stamina.
Sementara itu Karin mulai mengumpulkan drop item dan memberikan nya pada Poxy yah meskipun nanti nya akan di bagi karena itu juga merupakan syarat dalam kontrak mereka dalam membasmi Dungeon ini.
Tiga puluh menit kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan dan tiba di lantai lima.
"Pintu." \=_\=
"Nn pintu lagi." \=_\=
"Ini pintu lagi loh Kevin." Ucap Karin.
"Mungkin pengembang game ini ingin kita lebih deg deg an lagi." Ucap Kevin.
"Padahal tadi sudah ada pintu dinding aneh di lantai empat?" Ucap Karin.
"Pokok nya tujuan kita ada di dalam pintu ini ayo buka." Kevin tidak ingin memikirkan nya lagi dan langsung mendorong pintu besar di depan nya hingga seakan terbuka dengan sendiri nya.
Krieee..t! Bam!
Suara pintu terbuka dan seakan terbanting namun jelas pintu dungeon hanya berhenti dan mengeluarkan suara seperti itu.
Suasana yang seharus nya dirasakan pun muncul dengan aura aneh dan ruangan gelap yang tiba tiba terang saat obor di sekeliling dinding menyala secara otomatis.
Grrr...
Sebuah suara terdengar bersamaan dengan muncul nya sosok berbulu yang sangat besar di hadapan mereka.
__ADS_1
[King Lion, Lv 75 (Boss Monster)
Hp, 75.000.]
Roarr....!!!
Hanya dengan satu auman, seisi ruangan langsung bergetar menandakan bahwa ialah penguasa dungeon ini.
"Apa kalian ingin hit terakhir atau ikut bertarung?" Bertanya Kevin.
"Hit terakhir terlalu mudah, jika ada yang sulit kenapa harus memilih yang mudah, kami akan ikut bertarung." Jaeab Poxy.
"Uwa' kata kata nya nicely banget." Puji Karin seakan ingin tertawa.
"Kalau begitu berikan serangan area kalian!" Ucap Kevin memimpin.
"Oke, Flame Area!" Poxy memulai dengan membakar seluruh area sekita King Lion yang akan menyebabkan efek slow pada siapapun yang melalui nya.
Tentu itu tidak akan berpengaruh pada Kevin yang memiliki ketahanan terhadap api meskipun sebenar nya Kevin ragu jika itu adalah api yang di sebabkan oleh skill seorang mage melebihi level seratus sepuluh.
Tapi untung nya saat ini belum ada player yang melebihi level seratus sepuluh.
"Tornado Burst!" Di susul oleh skill Pupu yaitu sebuah angin tornado yang membuat api semakin besar dan membakar sang King Lion.
Bom!
-20.000
Setelah beberapa saat sebuah tornado api terbentuk tiba tiba tornado tersebut meledak dan memberikan damage yang cukup parah pada King Lion.
"Kombo yang menarik." Puji Kevin.
"Kami masih belum tampil loh." Ucap Penyo yang bersiap kombo dengan Pero.
Roarr...!!!
"Tunggu dulu!"
Kevin menghentikan Penyo dan Pero karena saat ini bukan timing yang tepat.
"Leap!"
Kevin melompat kearah depan tepat kearah posisi King Lion.
"Rasakan ini!" Kevin langsung memberikan satu tebasan pedang di punggung King Lion yang sedang terkena slow selama dua detik dan Kevin merasakan bahwa punggung King Lion ini cukup keras.
-15.000
+Hp 2,3%
Tak!
Meskipun Kevin mendarat tepat di belakang King Lion namun Knockback tetap tidak terpicu membuat Kevin memutuskan untuk memberikan satu tebasan pada kaki King Lion dan melompat mundur saat salah satu cakar nya hampir melukai nya.
Slash!
-19.000
+Hp 2,3%
Ting!
......
(TL note: guys jika di antara kalian ada yang bertanya, "kok itu King Lion atau monster yang lain kayak gak ada perlawanan?" Maka biar author beritahu kalian guys.
Mage itu memiliki damage yang sangat parah di tambah dengan efek CC atau Crowd Control nya yang sangat menyebalkan bagi petarung jarak dekat, namun di balik itu, Mage memiliki kelemahan di Agility dan Devense nya yang rendah, jadi harus ada Tank atau Fighter yang siap melindungi nya seperti Kevin.
"Apa perbedaan Mage dan Archer?" Sebelum membahas perbedaan maka kita bahas persamaan dulu, Archer juga memilki damage yang tinggi dan Devense nya sangat rendah.
__ADS_1
Namun perbedaan nya dengan mage adalah, Archer jarang memiliki atau tidak memiliki skill CC atau Crowd Control serta Archer memiliki Agility yang cukup tinggi sehingga setiap serangan nya sangat cepat dan sulit untuk di hindari. Archer juga memiliki kecepatan yang dapat berpindah tempat dengan cepat maka dari sebab itu banyak juga archer yang tidak membutuhkan tank.
Jelas yah guys... namun ini semua *Hanya sudut pandang dari novel ini*, mungkin berbeda di novel lain atau cerita lain.)