MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 71, Masker Gas ØôØ


__ADS_3

Liden City


Town Centre


"Nanti saja, sekarang aku ingin menukarkan seluruh pointku menjadi gold hehe hehehe.." Karin tertawa aneh.


"Jubah dan topeng yang hanya di dapatkan saat mengikuti event tahun baru, dapat meningkatkan Fame dan topeng nya berfungsi layaknya Hidden Cloak." Ucap Kevin merasa sedikit beruntung meskipun kedua item tersebut tidak terlalu berguna baginya.


"Topengnya mirip iblis senior." Ucap Fani menunjuk topeng merah bertanduk di tangan Kevin yang desainnya sama seperti ilustrasi iblis jepang.


"Kalau di lihat lagi benar juga yah, kau mau menggunakannya?" Bertanya Kevin pada Fani.


"Boleh?" Fani terlihat menginginkannya.


"Tapi sepertinya tidak cocok untukmu, tidak usah saja deh." Ucap Kevin kembali menyimpan topengnya di Invertory.


"Hmph! Senior pasti sengaja kan? Dari awal senior memang tidak ingin memberikannya ...^#*@€\=;\=#(.." Fani terus mengoceh.


"Sudahlah ayo kita ke ibu kota menemui Alka." Kevin meletakkan tangannya di atas kepala Fani dan mulai menggoyangkannya layaknya analog.


"Jangan mempermainkanku senior!" Yuri berusaha menghilangkan tangan Kevin dari kepalanya.


"Kira kira berapa biyaya menggunakan gate of hall jika ingin ke Dulldys City yah?" Karin bertanya.


"Entahlah." Jawab Kevin yang juga tidak mengetahuinya.


Mereka bertiga berjalan menuju Gate Of Hall untuk berteleportasi menuju Dulldys City namun saat melihat biayanya rahang Karin hampir terjatuh.


"Mahal." Gerutu Karin.


"Ini hanya sepuluh gold saja." Ucap Fani langsung membayar sepuluh gold untuk dirinya sendiri.


"Kuharap item pemberian Alka nanti lebih berharga dari pada sepuluh gold ini." Ucap Karin segera membayar bersamaan dengan Kevin.


Pandanga mereka bertiga langsung memutih saat peroses teleportasi hingga akhirnya tiba di Gate Of Hall milik ibu kota kerajaan Gialldys Kingdom yaitu Dulldys City.


"Aku teringat saat pertama kali kita tiba di Liden City." Ucap Kevin.


"Nn banyak banget player level tinggi." Mengangguk Karin juga mengingat saat mereka tiba di Liden City yang saat itu level mereka jauh lebih rendah dari pada player di kota itu.


Setiap player yang mereka lihat memiliki level rata rata di atas delapan puluh, mereka bertiga memilih untuk mengabaikannya dan segera menuju ketempat Alka.

__ADS_1


Alka telah menunjukkan alamat toko dan menandainya pada map yang ia kirim pada Kevin, saat mereka berjalan menuju toko Alka melewati banyak player.


Beberapa player ada yang memperhatikan mereka bertiga karena memiliki level di bawah tuju puluh dan sudah berani menuju kekota tingkat atas, beberapa player beranggapan bahwa party Kevin adalah sekelompok player yang tidak takut mati atau player barbar.


Singkat cerita mereka bertiga pun sampai di depan toko Alka.


"Apa benar ini tokonya?" Bertanya Karin.


"Y-ya.. kurasa di map menunjukkan toko ini." Jawab Kevin.


"Bukankah ini terlalu sederhana untuk seorang anak salah satu orang terkaya di indonesia?" Ucap Fani.


"Untuk sekarang kita masuk dulu." Ucap Kevin kemudian membuka pintu.


Kring! kring!


"Selamat datang!" Bersamaan dengan suara bel terlihat seorang pria berambut merah yang menyambut Kevin.


"Alka?" Bertanya Kevin saat melihat user name dengan nama Alex Xander.


"Ternyata Kevin rupanya kalian datang jauh lebih cepat dari pada dugaanku, masuklah." Ucap Alex mengajak Kevin, Karin dan Fani untuk masuk.


Kevin melihat seisi toko Alka yang hanya terdapat senjata kelas rendah dengan nama pembuatnya yaitu Alex Xander.


"Ah itu senjata yang kubuat saat sedang gak mood aja." Ucap Alex.


"Untuk apa sebenarnya kau membuat toko?" Bertanya Kevin saat melihat Alex tidak ada niat sama sekali untuk membuka bisnis di dunia game.


"Aku hanya ingin menikmatinya saja." Ucap Alex mengambil sebuah gulungan di rak yang penuh dengan gulungan yang sama.


"Apa itu?" Bertanya Kevin.


"Blueprint." Jawab Alex sambil tersenyum.


"Apa semua gulungan ini Blueprint?" Terkejut Kevin karena harga Blueprint hampir setara dengan sebuah Class Book.


"Aku main game ini hanya untuk mengumpulkan Blueprint yang banyak dan menciptakan sebuah senjata dari gabungan seluruh Blueprint." Ucap Alex.


"Tapi bukannya jika membuat item tanpa mengikuti petunjuk Blueprint akan gagal?" Bertanya Kevin.


"Aku dulu juga berpikir begitu tapi setelah beberapa kali mencoba akhirnya aku bisa membuat beberapa item unique setelah meneliti seluruh kekurangan bahan yang di butuhkan." Jelas Alex.

__ADS_1


"Blueprint yang aku jual semuanya tingkat rendah jadi sangat jarang ada yang menginginkannya, apa kau mau mengambilnya?" Bertanya Kevin menawarkan karena sering kali menjual Blueprint hasil drop item namun tidak banyak yang membelinya.


"Seluruh Blueprint adalah harta game ini." Alex menerimanya.


"Oh iya saat event aku melawan monster Golem dan mendapatkan Blueprint yang nilainya cukup tinggi, aku belum memasangnya di tokoku jadi belum terjual sama sekali, ini ambil saja." Kevin mengirimkan semuanya secara gratis.


"Oke thank you.." Alex menerima tanpa sungkan. "Oh iya setelah meneliti banyak Blueprint aku berhasil menyelesaikan item untuk Karin." Sambung Alex.


"Benarkah!?" Karin yang dari tadi melihat deskripsi senjata satu persatu langsung tiba di depan wajah Alex.


"Seperti apa item itu?" Kevin cukup penasaran.


"Jeng jeng!" Alex mengeluarkan sebuah masker dari Invertorynya.


"Bukankah ini hanya masker gas biasa?" Karin langsung kecewa karena ia pikir tadi itu adalah sebuah senjata kuat.


"Tunggu, bukankah di game ini tidak ada item masker gas seperti ini?" Bertanya Kevin menyadari keanehannya.


"Sohibku memang hebat, ini adalah sebuah item unique yang aku buat sendiri setelah memilih beberapa bahan dan menghasilkan masker gas yang sangat tangguh." Alex memperkenalkan itemnya dengan sangat bangga.


"Ooo..." Karin mendengar dengan sangat serius.


"Masker ini dapat membuatmu tahan terhadap kabut apapun dan bisa melihat dengan jelas di dalam kabut, tapi jika itu kabut dari monster yang sangat kuat aku belum tahu." Jelas Alex.


"Dengan kata lain item ini belum di uji coba dan kau ingin Karin mencobanya." Ucap Kevin mengungkap tujuan sebenarnya dari Alex.


"Ya- ya begitulah." Alex memalingkan pandangan.


"Tidak masalah selama itu gratis." Karin langsung memasangnya.


"Oh iya aku juga sudah membuat Blueprint dari masker ini, hebat kan." Alex sangat membanggakan dirinya.


"Ha? Kalau begitu jika ada versi keduanya item ini tidak akan menjadi unique dong?" Bertanya Karin di mana item di katakan unique karena hanya ada satu namun jika sudah genap dua maka beda cerita.


Semuanya langsung menoleh kearah Karin dengan tatapan aneh atau lebih tepatnya ekspresi bertanya.


"A-apa?" Karin pun merasa aneh saat di pandangi seperti itu.


"Bukannya suara Karin jadi kaya robot?" Bertanya Kevin pada Alex.


"Kurasa itu efek masker yang menutupi seluruh bagian mulutnya." Jawab Alex.

__ADS_1


(TL note: jika kalian penasaran dengan penampilan Karin di dalam game maka silahkan cek Natalia hero dari game MLBB, namun yang mirip hanya masker dan tudungnya saja yah, untuk senjata cakar Natalia sedikit mirip dengan Karin saat memasuki mode Ghost.)


__ADS_2