
"Halo kawan, apakah ini pertama kalinya kalian ketempat ini?" Seorang pria botak berotot menghampiri Kevin dan Karin.
"Ya kami kebetulan ingin mencoba fitur game yang sedang populer di sini." Ucap Kevin.
"Kalau begitu ikuti aku aku kawan." Si botak berotot langsung mengajak Kevin.
"Apakah dia pemilik tempat ini?" Bertanya Karin dengan suara kecil.
"Kurasa dia adalah petugas di sini." Jawab Kevin.
Mereka berdua di antar kelantai tiga di mana di sana terlihat banyak orang namun tidak seperti di lantai pertama yang rata rata orangnya memiliki otot, di lantai tiga ini semua orang tampak normal bahkan ada yang kurus kering mirip kerupuk.
"Nah ini adalah fitur dari game MMORPG World For Adventure, apa kalian pernah memainkan gamenya?" Bertanya si botak tadi.
"Kami adalah player, lalu ada apa dengan orang orang itu?" Jawab Kevin balik bertanya menunjuk kearah beberapa ruangan yang di tembus kaca.
Kevin dan Karin melihat beberapa orang yang menggunakan beberapa alat aneh dibagian tubuhnya serta kacamata yang mirip vr yang mereka pakai, mereka berada di berbagai ruangan dan terus bergerak seakan melawan sesuatu.
"Itu adalah virtual reality yang membuat tubuhmu bergerak dan dapat merasakan sakit saat melawan monster di dalam game, kacamata VR itu memperlihatkan dunia yang sama dengan dunia di dalam game MMORPG World For Adventure." Jelas si botak menjawab.
"Saya masih kurang paham." Ucap Kevin.
"Coba kamu lihat di layar itu." Si botak menunjuk ke layar yang cukup lebar berada di setiap ruangan memperlihatkan sebuah karakter yang sedang bertarung.
"Kalau itu mirip seperti di dalam game." Ucap Kevin.
"Itulah yang dilakukan para player itu lakukan." Ucap si botak.
"Wow keren." Kevin langsung takjub.
"Dari pada terus menjelaskan, mau mencobanya? Seratus ribu satu match untuk setiap orang." Ucap si botak mengejutkan Karin.
"Kamu mau mencobanya." Bertanya Kevin pada Karin.
"Mm..mm." Cepat Karin menggeleng karena ini terlau mahal dan Karin melihat ada beberapa match yang berakhir padahal belum lima menit.
"Kami berdua akan mencobanya." Ucap Kevin saat satu cubitan parah melekat di pinggangnya.
"Mau solo atau duo player?" Si botak kembali bertanya.
"Jadi bisa duo dalam satu match?" Bertanya Kevin.
"Bisa tapi bayarnya tetap setiap player." Jawab si botak.
"Kalau begitu duo saja." Ucap Kevin.
"Baiklah akan ku siapkan rungannya tolong tunggu lima menit." Ucap si botak menyuruh Kevin untuk duduk sementara dia akan menyiapkan ruangan.
"Kenapa kau memesan ruangan seenaknya saja?" Gerutu Karin.
"Tenang saja aku yang akan membayarnya." Ucap Kevin.
"Kalu begitu tidak ada masalah." Ucap Karin.
__ADS_1
Tiga menit kemudian si botak kembali.
"Dua ruangan telah siap kawan." Ucap si botak meminta Kevin dan Karin untuk mengikutinya.
Berdiri Kevin dan Karin dan mulai mengikuti si botak ke dua ruangan yang saling berseblahan.
"Meskipun kalian melakukan duo namun satu ruangan hanya untuk satu player saja agar tidak mengganggu pergerakan yang lain." Jelas si botak menyuruh Karin untuk memasuki salah satu ruangan dan di sana sudah ada seorang petugas perempuan yang siap membantu Karin.
"Jadi kami harus bekerja sama untuk melawan monster kan?" Ucap Kevin menyimpulkan.
"Kurang lebihnya seperti itulah." Jawab si botak mulai membantu memasang beberapa perangkat di tubuh Kevin.
"Ini tidak akan rusak jika aku berguling kan?" Kevin memastikan.
"Tenang saja alat ini di desain untuk di banting hanya saja kau harus tetap berhati hati karena rasa sakit saat terkena damage itu lebih para dari pada saat bermain game." Jelas si botak memasang kacamata VR pada Kevin.
{Silahkan pilih karakter anda.}
Kevin langsung di suruh memilih karakter.
"Ini aku hanya perlu memilih kan?" Bertanya Kevin.
"Sepertinya dari sini kau sudah bisa sendiri kalau begitu aku akan keluar." Ucap si botak.
"Baiklah." Jawab Kevin saat sementara membuat karakter dan job serta senjata yang ia pilih.
[Status
Name : Kevin
Mana Point : 50.000/50.000.
Job : Warior.
Skill Point : 0
Att : 100
Int : 50
Def : 0.]
{Karakter telah di buat silahkan memilih pilih empat skill.}
Kevin melihat seluruh daftar skill yang dapat di gunakan oleh job Warrior dan akhirnya memilih beberapa skill yang tidak memakan mana terlalu banyak.
[Skill terpilih
-Sword Attack
-Threeple Slash
-Leap
__ADS_1
-Moge.]
Dua untuk memperkuat damage satu untuk melompat dan sayu untuk bertukar tempat dengan musuh atau teman.
"Oh skill move kah? Ini pertama kalinya ada yang menggunakannya." Ucap si botak yang memperhatikan dari luar.
Kembali ketempat Kevin yang kembali di suruh untuk memilik bentuk pedangnya.
"Pedang besar ini saja, ini memiliki point Devense yang lumayan tinggi." Ucap Kevin.
{Kedua player telah siap! Maka berjuanglah.}
Kevin langsung di pindahkan kesebuah hutan bersamaan dengan Karin.
"Human Warrior." Ucap Kevin memberitahukan jobnya.
"Human Assassin." Karin pun juga memberitahukan jobnya.
Glup..glup..
Beberapa slime mendekat kearah Kevin dan Karin.
"Begitu yah di mulai dari monster terlemah dulu." Ucap Kevin melihat kearah Karin yang seakan tidak berminat untuk melawan slime.
"Bersiap untuk menahan napasmu." Ucap Karin seakan memberikan kode.
"Kalau begitu kamu juga harus bersiap berpindah tempat." Ucap Kevin sebelum menebas para slime dengan satu tebasan.
Saat para slime mati, tidak ada apapun yang terjatuh dan tidak ada peningkatan level sama sekali, dengan kata lain level player hanya tetap sepuluh sementara mereka akan terus bertarung melawan monstee yang semakin kuat.
Quek.. qeqqq...
Beberapa jamur dan tumbuhan lainnya mulai muncul dari tanah dan menyerang Kevin dan Karin.
Tubuh karakter mereka hanya akan dapat bergerak saat mereka menggerakkan tubuh nyatanya itulah mengapa agility tidak ada di peningkatan status karena kecepatan bergantung pada kecepatan asli pengguna.
Kevin langsung memberikan tiga serangan pedang berturut turut dan mulai membantai para monster tanaman dengan cepat menggunakan seni berpedangnya.
Karin juga tidak kalah meskipun mereka berdua sangat jarang menggunakan skill karena tujuan mereka kali ini adalah untuk latihan.
Mereka terus mengalahkan monster yang berdatangan saat jenis monster semakin kuat sementara Kevin dan Karin benar benar merasakan sakit di bagian tubuh yang terkena damage.
"Bukankah mereka itu hebat?"
"Mereka berdua sudah bertahan selama dua puluh menit, ini adalah dua yang cukup lama."
"Aku sangat jarang melihat mereka menggunakan skill, hebat."
Beberapa orang mulai melihat Kevin dan Karin bertarung melawan monster hingga tiga puluh menit kemudian.
"Apa apaan dengan stamina dua orang ini, mereka bahkan lebih kuat dari pada orang orang di lantai satu."
"Tapi kesulitannya akan di mulai di sini mereka akan melawan Ogre ini pertama kalinya di tempat ini ada yang bisa bertahan sejauh ini."
__ADS_1
Beberapa orang sangat kagum dengan Kevin dan Karin yang mampu bertahan, mereka mulai berharap dapat melihat hal yang lebih menakjubkan lagi dari Kevin dan Karin.