MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 25, Beli Helikopter


__ADS_3

Taman bermain


Setelah membayar dan menggunakan gelang tanda sebagai pengunjung taman, Karin dan


Kevin langsung berpetualang dalam taman bermain dimulai dengan berburu makanan seperti es krim maupun yang lain.


"Kebianglala yuk." Ajak Karin.


"Aku lihat diinternet seharusnya waktu yang terbaik menaiki bianglala adalah saat terakhir." Ucap Kevin.


"Kalau begitu hmm... memancing ikan?"


"Kekanak kanakan."


"Tangkap bola?"


"Aku bukan paus."


"Seharusnya lumba lumba."


"Terserah saja."


"Baiklah naik kuda kudaan!"


"Tidak!"


"Kau bilang tadi terserah saja." Karin langsung menarik tangan Kevin.


Kevin tidak ingin mengecewakan Karin yang memang hari ini hanya untuk menyenangkannya yang baru sembuh jadi membiarkan Karin menarik tubuhnya saja.


Tanpa persetujuan Kevin Karin langsung mengantri bersama anak anak dan ibu ibu sungguh sesuatu yang sangat memalukan yang membuat Kevin terus menunduk sampai akhirnya tiba gikiran mereka menaiki kuda putar.


Karin dengan memaksa Kevin untuk menaiki kuda yang ada didekatnya sebelum mereka berdua naik dan kuda patung mulai berjalan atau lebih tepatnya berputar.


Kevin menutup wajahnya dengan satu tangan sambil terus menunduk saat Karin mukai berteriak menikmati wahana bermain anak anak.


Setelah selesai dari sana Kevin kembali diseret oleh Karin keberbagai wahana anak anak lainnya yang membuat tingkat ketebalan wajah Kevin menjadi semakin tebal untuk menahan malu.


Setelah hampir semua wahana kanak kanak Karin mainkan dia mulai kebingungan untuk mencari tempat untuk bermain lagi.


Kali ini Kevin segera memanfaatkan waktu dan menyeret Karin keroler caster untuk menghilangkan rasa malunya tadi, setidaknya dengan sedikit tantangan mungkin saja Kevin bisa merasa lebih baik.


"Uwa! Ngantrinya cukup panjang." Keluh Karin.


"Sabar aja." Kevin berkata begitu karena dari tadi dia sudah bersabar untuk memenuhi keinginan Karin yang terlalu bersemangat.


Setelah mengantri cukup lama akhirnya tiba waktu mereka dan kebetulan sekali mereka berdua mendapatkan tenpat duduk paling depan.


"Baik tolong pegangan yang erat!!" Suara pemandu terdengar kembali setelah menginstruksikan tentang keamanan. "Ayo melaju!!!" Teriaknya dan roler caster berjalan.

__ADS_1


"Melaju!!!" Berteriak Karin bersama penumpang lainnya saat halilintar berjalan.


Perlahan trurun kemudian memanjat secara perlahan untuk bersiap meluncur dalam kecepatan tinggi.


Begitu kereta halilintar mulai menurun beberapa orang malah mengangkat tangannya termasuk Karin sedangkan Kevin sendiri tetap berpegangan sesuai intruksi.


"Uaaaa!!!" Berbagai teriakan terdengar tapi Kevin dapat mwndengar satu teriakan histeris dari bangku paling belakang yang jelas sedang takut tapi beda cerita dengan Karin yang benar benar menikmatinya sedangkan Kevin santai saja.


...


Singkat cerita saat semuanya sudah turun termasuk Karin dan Kevin yang mulai mencari wahana lain disaat hari mata hari sudah mulai terbenam diantara gedung kota.


"Seharusnya kau lebih menikmatinya Kevin." Tegur Karin memukul pelan bagian dada Kevin karena terlihat jelas dari tadi dia tidak terlalu menikmati wahana bermain meskipun ini adalah hari pertamannya.


"Istirahat disana yo." Ajak Kevin menunjuk kearah bianglala.


"Semakin sore semakin banyak orang yang ngantri diwahana bianglala." Ucap Karin malas saat melihat panjangnya antrian.


Karena Karin tidak ingin yah Kevin hanya bisa mengikutinya untuk hari ini. "Oke ... pulang?" Tanya Kevin saat merasa sudah tidak ada lagi yang mereka perlukan setelah bermain seharian.


"Ya pulang saja." Karin mengiyakan.


Lagi lagi mereka memesan taksi dan Kevin merasa ini sangat tidak efisien. Karin dan Kevin tiba dirumah tepat saat matahari menghilang sepenuhnya karena terhalang macet.


...


Rumah Kevin.


"Jadi kau mau apa? Parkour lompat dari gendung kegedung yang berjarak minimal lima puluh meter? Kau pikir kau supermen." Karin mencoba menebak pikiran Kevin.


"Bukan itu kenapa kita tidak membeli helikopter saja?" Kevin mengusulkan dengan wajah serius.


Sebenarnya pernah ada sebuah kendaraan terbang yang sempat dipasarkan tapi segera ditarik saat mengakibatkan banyak kecelakaan dan kerusakan.


Tersedak Karin dengan permen mint yang baru saja masuk kedalam mulutnya. "Uhuk! Kau serius kah!?" Tanya Karin memastikan.


"Tentu saja aku bercanda. Aku berencana membeli motor mungkin itu dapat mengurangi tingkat kemacetan kita." Kevin menyampaikan pendapatnya.


"Kalau mau mengurangi kemacetan naik kendaraan umum sana." Maksud Karin kereta api.


"Yah setidaknya kita memiliki satu kendaraan yang dapat kita gunakan saat keadaan darurat atau sekedar ketempat terdekat saja." Ucap Kevin yang entah kenapa dia harus menjelaskannya pada Karin padahal dia yang ingin membeli motor, ini mirip seperti suami yang minta izin beli motor pada istri.


"Yah lagian kamu juga yang ingin beli motor kenapa tanya keaku." Karin kembali menelan satu permen mint.


"Haih nanti kupikirkan lagi untuk sekarang aku sedang memikirkan cara bagaimana keluar dari kota pemula." Maksud Kevin adalah meningkatkan level dengan cepat.


"Beburu yo!" Ajak Karin yang juga sedang merasa bosan dan ingin bermain game.


...

__ADS_1


Kritgar Town.


Karakter Kevin dan Karin langsung muncul didepan guild tepat saat tengah malam tapi mereka sedang lucky karena tidak ada player yang menyerang sama sekali padahal healt point milik Karin tinggal satu persen.


Segera Karin menggunakan health potion untuk memulihkan health pointnya tapi itu hanya dapat menambah hingga beberapa puluh persen saja dan tidak memulihkan secara keseluruahan walaupun sudah meminum dua botol.


"Dungeon?" Bertanya Kevin karena bingung ingin melakukan perburuan dimana.


"Sebentar aku ingin meningkatkan pisauku dulu." Ucap Karin mengeluarkan pisaunya dan siap menyiramnya dengan Pure Liquid berwarna ungu.


"Hentikan itu." Tegur Kevin menghentikan tangan Karin untuk menuang Liquid.


"Kenapa?" Bertanya Karin yang kebingungan.


"Sebaiknya kita cari tempat lain dulu disini masih banyak orang." Kevin melihat kesekitar


Meskipun sekarang sudah tengah malam didunia nyata dan dunia game tentu player dari negara lain mungkin masih siang disana.


Tentu Karin mengerti maksud Kevin karena bisa saja mereka menjadi target keserakahan playe yang ingin mendapatkan item bagus saat melihat pisau Karin dapat ditingkatkan.


"Baiklah." Ucap Karin mengikuti Kevin dari belakang.


Mereka tiba disebuah gang sempit, Karin mulai menaikkan kualitas pisaunya hingga dua puluh persen dan kembali harus menunggu selama satu minggu untuk meningkatkannya lagi.


"Tingkatnya tetap Common tapi kualitasnya menjadi lebih baik." Ucap Karin mengayunkan beberapa kali pisaunya.


"Mungkin akan naik tingkat menjadi Rare saat sudah mencapai seratus persen." Kevin menebak nya karena bisa saja itu terjadi dilihat dari status Purple Knife Karin.


"Yah semoga saja." Karin menghentikan mengayungkan pisaunya.


"Serang aku." Kevin tiba tiba mengeluarkan satu pisau dan memegangnya layaknya memegang pisau dapur ditangan kanannya.


"Ha!?" Karin sempat terkejut.


"Serang saj-"


Syuth


Bruk!


-10


"Setidaknya biarkan aku menyelesaikan kata kataku." Tegur Kevin saat berhasil membanting tubuh karakter Karin yang menyerangnya secara tiba tiba.


"Kau bilang serang yah aku serang lah!" Karin berteriak dan melompat bangun.


"Titik letak saat melompat didalam dunia Virtul akan langsung ditentukan oleg sistem saat kita memikirkan untuk melompat ketitik tersebut dan sistem akan segera mengatur lompatan sesuai dengan stat dan imajinasi." Jelas Kevin.


"Lalu ada apa dengan itu?" Kembali Karin bertanya.

__ADS_1


"Kebanyakan pelayer memanfaatkan sistem otomatis tersebut dalam pertarungan tapi sebenarnya itu memiliki kendala pada kecepatannya yang menurun. Akan lebih efisien jika kau mengatur lompatanmu sendiri menggunakan tubuh karaktermu dari pada tubuh karaktermu yang dikendalikan oleh sistem." Kevin menjelaskan.


__ADS_2