
Setelah sarapan Kevin menuju ruang tamu untuk melihat video event serangan monster kemarin yang telah di unggah oleh pihak game MMORPG World For Adventure.
Setelah Karin dan Yuri selesai mereka berdua langsung menyusul Kevin dan melihatnya bersama di mana awalnya hampir seluruh pemain di sorot namun saat pertengahan video kebanyakan hanya party Kevin.
"Apakah game master tidak tahu cara mengedit video?" Bertanya Kevin saat semua skillnya di perlihatkan.
"Kurasa itu karena kita hanya bertiga dalam party namun masih dapat bertahan hingga akhir padahal memiliki level terendah dari yang bertahan." Ucap Karin.
"Itu semua berkat skill ultimet Yuri kan." Yuri kembali menyombongkan dirinya.
"Yah di komentar banyak yang bilang kau beban." Ucap Kevin.
"Mereka hanya tidak tahu kehebatan dari nona Hirokata Yuri yang terhormat ini." Ucap Yuri.
"Baik baik nona besar." Kevin tidak ingin berdebat.
Kevin kembali fokus pada vidio sebelum akhirnya menyorot pertarungan di mana Kevin mulai mencuri drop item.
"Gawat sih ini." Ucap Karin.
"Aku rasa game masternya sengaja menyorotku agar menjadi target PK nantinya." Ucap Kevin yang mulai kesal pada GM game ini di mana Kevin percuma menggunakan Hidden Cloak saat itu karena saat ini namanya terlihat jelas dilayar seluruh player yang menonton.
(TL note: PK, Player Kill, membunuhbplayer lain.
GM, Game Master.)
"Uwaa...! Skill Ultimet ku terlihat jelas." Ucap Yuri saat skill ultimetnya terlihat di vidio secara jelas dimana Hp Kevin bertambah lima puluh persen dan akhirnya full dengan pasif Demon Sword.
"Sepertinya kita akan kerepotan saat di dalam game nanti." Ucap Kevin saat vidio telah habis.
"Mau berhenti? Aku sudah cukup menghasilkan uang dengan menjual poison saja." Ucap Karin.
"Aku juga sudah cukup dengan menjual potion." Kevin menanggapi dengan anggukan.
"Eh eh eh!? Senior? Kak Karin? Kenapa begitu saat bermain game kita harus menikmatinya." Yuri terkejut dan mulai panik.
"Canda." Ucap Kevin mengeluarkan setengah lidahnya sambil mengedipkan matanya.
"Hehe jika menjadi target para PK bukan kah kita memiliki untung banyak saat membunuh mereka?" Ucap Karin tersenyum aneh.
"Yuri Kira kalian akan berhenti." Yuri bernapas lega.
"Besok ada Event akhir tahun, hari ini kita harus meningkatkan level kita sebanyak banyaknya jadi siapkan cairan gizi kalian, kita login sekarang." Ucap Kevin.
"Tunggu sebentar Kevin paket kami belum sampai." Ucap Karin.
"Paket?" Bingung Kevin.
Ting! Tong!
__ADS_1
"Sudah datang!" Yuri langsung berlari untuk membukakan pintu.
Beberapa menit kemudian
Kamar Karin
"Jadi kalian membeli Virtual Kabin?" Ucap Kevin saat melihat du kapsul VR dikamar Karin sementara mereka berdua masih sibuk untuk menginstal aplikasinya.
"Dengan ini kita bisa bermain lebih lama." Ucap Karin.
"Untuk Karin yah menurutku wajar tapi Yuri.. aku tidak tahu kau sekaya itu." Ucap Kevin.
"Tidak sopan loh senior." Tegur Yuri.
"Tapi sebaiknya kamu jangan terlalu banyak bermain yah, sebentar lagi kamu masuk sekolah loh kamu sudah di terima setelah aku mengirim berkas berkasmu." Ucap Kevin.
"Baik Senior." Jawab Yuri lesu.
"Pokoknya aku akan login duluan dan menunggu kalian di Town Centre." Ucap Kevin meninggalkan kamar Karin.
"Oke ini sebentar lagi juga siap." Ucap Karin menuangkan cairan gizi A pada penyimpananan cairan gizi di Virtual Kabinnya.
...
Liden City
Kevin tidak memperdulikannya dan langsung keluar menuju pusat kota, meskipun hari masih gelap namun seperti biasa masih banyak player yang berlalu lalang, beberapa player mulai memperhatikan Kevin setelah melihat video event serangan monster.
Kevin tidak memperdulikannya karena yakin bahwa mereka pasti tidak akan berani menyerangnya saat masih berada di dalam kota, setelah menunggu dua puluh menit di pusat kota akhirnya Karin dan Fani datang menghampirinya.
"Ayo." Kevin langsung berjalan keluar kota.
"Nn." Mengangguk mereka berdua dan mengikuti Kevin.
Sementara di perjalanan mereka terus menggunakan chat party untuk terus berkomunikasi di mana Karin terus memberi tahu titik posisi beberapa player yang mengikuti mereka.
Saat melewati gerbang mereka langsung beraksi. "Sekarang!" Teriak Karin melemparkan banyak bom asap dan segera menggunakan hidden cloak untuk melarikan diri.
Mereka bertiga berpencar dan memasuki hutan sebelum akhirnya berkumpul kembali di dalam hutan.
"Apa masih ada yang mengikuti kita?" Bertanya Kevin pada Karin yang memiliki Agility tinggi di mana memiliki fungsi lain untuk merasakan keberadaan orang lain yang menargetkannya.
"Kurasa sudah tidak ada namun kita masih harus berhati hati, beberapa Assassin mungkin tidak dapat aku deteksi." Jawab Karin.
"Untuk sekarang kita menuju wilayah kekuasaan Ogre saja, Fani nyalakan penerangan." Ucap Kevin melepaskan hidden cloak nya karena itu sangat menghalanginya untuk bertarung.
"Baik." Mereka berdua segera mengikuti Kevin sambil terus mengalahkan monster lemah yang menghalangi mereka sebelum akhirnya sampai di wilayah kekuasaan Ogre.
[Ogre Lv,51 (normal monster)
__ADS_1
Hp:51.000.]
[Ogre Lv,50 (normal monster)
Hp:50.000.]
"Ada dua Ogre berlevel lima puluh di depan kali ini berbeda dengan event monster kemarin, seluruh Aggro akan tertuju pada kita jadi akan ada kemungkinan kita dikepung oleh Ogre." Ucap Kevin mengamati dari tempatnya bersembunyi setelah mematikan penerangan milik Fani.
"Apa yang harus kita lakukan?" Bertanya Fani.
"Kita coba kalahkan dua Ogre ini dulu, jika Ogre lain muncul sebelum kita mengalahkannya maka mundur dulu." Ucap Kevin keluar dari tempat persembunyiannya.
"Baik Senior." Jawab Fani bersiap memberikan Buff pada Kevin dan Karin.
"Nn." Mengangguk Karin sebelum menghilang diatas pohon.
Fani melemparkan bola cahaya keatas langit sebelum Kevin berlari kearah salah satu Ogre dan menebasnya. "Sword Slash!"
Slash!
-11.000
Roarr..!
Kedua Ogre tersebut langsung menyadari keberadaan Kevin dan menyerangnya.
"Sepertinya kali ini aku tidak perlu menggunakan perisai." Ucap Kevin yang sudah menggunakan dua pedang yang sama dan tidak menggunakan Demon Swordnya. "Sword Dance!" Kevin mengeluarkan skillnya dan mulai menebas sambil terus menghindar.
"Dark Blade! Knife Slash!." Karin tidak tinggal diam dan memberikan damage cicilan yang cukup besar.
Meskipun kevin dapat menghindari banyak serangan Ogre ataupun menepisnya namun tetap saja Hpnya masih tetap berkurang, satu serangan gada Ogre memukul kearah Kevin dengan cepat.
"Defense Enhance!." Fani langsung memberikan buff pertahanan yang fokus pada Kevin.
Bom!
Untungnya Kevin masih sempat menahannya menggunakan pedang di tambah dengan buff milik Fani akhirnya Kevin tidak mendapatkan damage apapun.
Kevin melompat mundur saat kedua Ogre tersebut memasuki mode Bersek dan langsung menyerang Kevin dan Karin yang sudah ia Lock.
"Meskipun pertahananmu meningkat namun saat ini damageku jauh lebih tinggi!" Ucap Kevin sebelum mengayungkan kedua pedangnya. "Wind Slash!"
Dua air berbentuk tebasan langsung melaju kearah salah satu Ogre dan langsung membunuhnya.
+Exp 90
+Exp 75
Karin juga telah selesai dengan Ogre yang ia lawan.
__ADS_1