
Setelah Kevin terus mengalahkan player sampai tidak lagi menemukan adanya player di sekitar meskipun Kevin berkeliling untuk mencarinya, Kevin akhirnya memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu scan map dalam dua menit lagi.
"A~h aku lagi lagi hampir kehabisan Mp tapi setidaknya aku mendapatkan sepuluh kill." Keluh Kevin sebelum meminum mana potion.
Player tidak dapat meminum mana potion atau health potion saat pertempuran karena begitu ia terkena damage maka regenerasi Hp atau Mp akibat meminum potion akan berhenti dan membuat potion yang di minum menjadi sia sia.
Itulah mengapa suport penambah Hp dan Mp sangat di butuhkan dalam game ini terlebih jika tidak ada yang bisa menahan monster saat player ingin mundur untuk meminum potion.
Akhirnya dua menit kemudian dan scan map pun di lakukan. "Sudah tidak ada player di sekita sini tempat mereka sangat jauh andai aku memiliki agility tinggi."
Kevin benar benar memperhatikan map dan gerak gerik dari setiap posisi, setelah sepuluh menit akhirnya scan map berhenti dan hanya memperlihatkan hutan saja.
"Sepertinya sudah saatnya aku menggunakan pluit ini." Ucap Kevin mengeluarkan item hadiah dari wali kota Liden City.
Kevin menandai setiap posisi player tadi dan memprediksi tempat mereka akan bertempur nantinya, Kevin kemudian meniup itemnya untuk memanggil kuda.
Plii..!..p
Sebuah rune sihir terbentuk di depan Kevin sebelum memunculkan seekor kuda berwarnah putih lengkap dengan pelna dan armornya.
"Uwa.. item tingkat Epic memang berbeda." Kevin senang karena baru kali ini ia akan menunggangi seekor kuda perang.
Kevin memang pernah di ajari oleh ayahnya untuk menunggangi kuda di peternakan kuda milik temannya namun itu hanya dasar dasarnya saja sampai Kevin bisa mengendalikan kuda untuk berjalan dan berbelok.
(Asal kalian tahu guys menunggangi kuda tidak segampang yang kalian pikirkan. 'Author tinggal di desa dan tetangga author punya kuda.'.)
Kevin menaiki kuda tersebut persis seperti cara yang di ajarkan oleh ayahnya, setelah berhasil menungganginya Kevin tiba tiba mendapatkan notifikasi baru.
[Berhasil mendapatkan Skill Pasif - Rider
Pengguna dapat menunggangi segala jenis kendaraan.]
"Yosh dengan ini kuda nya tidak akan memberontak." Kevin langsung menjalankan kudanya sebelum perlahan meningkatkan kecepatannya.
Menurut Kevin ini jauh lebih mudah dari pada di Real World karena di dalam game selama memiliki skill Rider maka kuda dapat di kendalikan selama berada di punggungnya.
__ADS_1
"Evolusi pertama!" Kevin langsung mengubah Demon Swordnya keevolusi pertama dan membentuk tombak dengan ujung yang besar.
Melaju Kevin menuju keposisi yang ia perkirakan akan menjadi tempat para player berkumpul dan bertempur, benar saja saat Kevin semakin dekat ia semakin jelas mendengar suara pertempuran.
"Water Sword! Sword Dance!" Kevin tanpa pikir panjang langsung masuk kemedan perang menusuk para player yang sedang bertarung satu sama lain.
"Lari!" Seorang player reflek berteriak saat satu player lainnya langsung kehilangan kepala dan mati saat Kevin menebaskan tombaknya kearah leher player tersebut.
"Woi! Itu curang loh! Kenapa ada lancer di sini!?" Seorang archer langsung menembak kearah Kevin namun damage yang ia berikan benar benar sangat sedikit. "Sial apa apaan sih event ini."
"Hahaha tidak ada aturan tidak boleh menggunakan kuda!" Kevin berteriak membalas sambil mengejar beberapa player yang mencoba mundur dan menjaga jarak.
Hanya perlu beberapa tebasan dari Kevin membuat mereka mati karena tidak banyak yang bisa memberikan Kevin damage atau menangkis serangannya.
"Lancer Breaker!"
Bom!
-21.500
Satu kali tebasan Kevin berhasil membunuh seorang warrior berperisai di mana skill Kevin mampu mengabaikan tujuh puluh persen pertahanan target.
[Berhasil mendapatkan 60 point.
Total point\= 160.]
Hanya perlu waktu saja hingga akhirnya seluruh player di sekitar Kevin mati. "Haha ini jauh lebih mudah dari pada yang aku pikirkan." Senang Kevin kembali melaju kearah hutan untuk mencari mangsa.
Meskipun begitu Kevin tetap kehilangan sepuluh persen HP nya karena beberapa player langsung mati ketika ia tebas. "Huh.. andai saja aku mendapatkan hp tambahan ketika mereka mati." Kembali Kevin mengeluh dan meminum potionnya.
Sementara di tempat lain Karin masih berusaha untuk membersihkan player di seluruh reruntuhan kota, Karin memilih untuk menduduki wilayah tersebut karena merasa sangat cocok untuk skillnya.
Setiap player yang memasuki reruntuhan itu akan langsung menjadi target Karin.
Kevin dan Karin selama seharian terus berburu hingga akhirnya malam pun tiba dan beberapa player memilih untuk bersembunyi dan mengganti tempat mereka setiap scan map atau setiap tiga puluh menit.
__ADS_1
Kevin juga memilih untuk menetap di sebuah gua kecil yang sempat ia temukan, luas didalam gua tersebut hanya dua meter saja, setidaknya cukup untuknya beristirahat tanpa takut di sergap dari belakang.
Kevin lebih memilih menunggu player untuk menyerangnya karena Kevin sama sekali tidak memiliki penglihatan malam seperti Karin, jika Kevin keluar berburu di malam hari maka Kevin harus menyalakan penerangan, terlebih saat ini Kevin tidak dapat menggunakan kuda karena sedang coldown.
Saat Kevin mulai bosan ia mulai membuka Invertorynya untuk mengecek beberapa item. "Hm.. batu dengan tulisan kuno ini aku membelinya bersama perisai karena ingin mencoba skill dari kacamataku." Ucap Kevin mengekuarkan batu yang pernah ia beli.
[Mysterious Stone (?)
Sebuah batu dengan tulisan kuno.]
"Deskripsi hanya ini baiklah aktifkan skill." Kevin memfokuskan energi mana kearah kacamatanya sebelum sebuah terjemahan muncul dari tulisan batu tersebut.
[Kunci gerbang
Pada zaman dahulu kunci ini di gunakan oleh para malaikat untuk membuka gerbang menuju neraka dan mengurung Lucifer di sana.]
"Kunci? Apakah ini kunci menuju neraka? Haha mana mungkin sih ya.." Ucap Kevin tidak mempercayai.
Namun tulisan di batu tersebut tiba tiba bercahaya dan gua tempat Kevin berada terguncang hebat.
"Oi oi! Jangan bercanda oi!" Berteriak Kevin karena sadar apa yang sedang terjadi di mana kunci di tangannya telah aktif dan siap membuka gerbang neraka.
Sebuah pintu perlahan terbentuk di depan Kevin dengan ukiran sosok malaikat yang menyerupai Lucifer yang pernah Kevin lihat.
Pintu tersebut terbuka dan memunculkan rantai yang tiba tiba mengikat dan menarik Kevin dengan cepat kedalam gerbang tersebut, gerbang tersebut pun menghilang bersama dengan aura kuat yang ia tinggalkan.
"Di mana ini?" Kevin mencoba membuka map nya namun itu tidak berfungsi saat di sekelilingnya hanya ada api yang sangat panas.
Meskipun Kevin merasakan kulitnya terbakar namun itu tidak mengurangi Hp nya sama sekali, meskipun merasakan panas entah kenapa Kevin merasa ini sudah biasa dan membuatnya menjadi tidak berteriak.
Seluruh keanehan tersebut membuat Kevin semakin bingung akan game yang ia mainkan ini, pertama saat pemain masuk kedalam game meskipun mereka takut melihat kecoa di dunia nyata namun saat masuk kedalam ini mereka akan menganggapnya biasa.
Juga meskipun seseorang yang seharusnya takut melihat darah atau melihat seseorang membunuh orang setelah masuk kegame ini mereka seakan terbiasa.
"Oh pengunjung asing? Tidak, pewaris terpilih kah." Ucap sosok tersebut tersenyum melihat Kevin.
__ADS_1