MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 173, Assassin


__ADS_3

"Oi apa yang terjadi!?"


"Hp ku menurun parah!"


"Serangan nya bisa menembus pertahanan ku!"


Akhir nya Karin berhasil lolos setelah membunuh lebih dari sepuluh player.


"Jadi begini cara nya Angel Of Death mendapatkan seratus Instan Death." Gumam Dred.


"Ini sih cheat nama nya, skill nya itu sudah di luar melanggar." Ucap Niar yang kebetulan juga ada di sana.


"Itu pasti skill yang di dapatkan dalam sebuah event dengan susah payah, melihat kartu andalan nya saja sudah seharus nya kita beryukur." Ucap Dred mengacak rambut Niar.


"Belum tentu juga itu skill andalan nya kan." Niar memukul tangan Dred dari atas kepala nya.


...


Perburuan terus berlanjut hingga dua hari kemudian.


"Sejauh ini kita sudah mengumpulkan banyak orb dan berhasil berada di peringkat tiga belas." Ucap Alka.


"Teman teman lagi lagi terima kasih atas usaha keras kalian, sekarang kita sudah mengalahkan banyak guild level atas dalam hal peringkat dunia tapi kalian tentu belum puas dengan ini kan?" Ucap Kevin bertanya.


"Tenru saja."


"Kita ini kelas elit jika hanya peringkat tiga belas itu seperti penghinaan."


"Masuk sepuluh besar adalah tujuan utama."


"Wilayah berburu lingkup diameter duaratus kilometer terlalu sempit untuk anak sains, kita harus lebih luas lagi."


"Aku memang selalu menyukai semangat kalian teman teman, maka dari itu aku dan Karin sudah membuat peta map kita hingga diameter tiga ratus kilometer." Ucap Kevin memperlihatkan map.


"Woa.. guild Garuda juga sudah di tandai."


"Dengan ada nya map ini kita bisa berburu lebih jauh lagi."


"Arah selatan seperti nya bagus."


"Arah selatan memang banyak guild kecil tapi di sana ada guild top yang memonopoli nya jadi sebaik nya kita fokus pada timur saja." Ucap Kevin.


"Di timur hanya ada guild menengah dan kecil, kemungkinan untuk bertemu guild peringkat atas sangat kecil." Ucap Agus.


"Yah kalau Agus sudah bilang gitu yah begitu saja lah."


"Lagian untuk saat ini aku masih belum ingin berurusan dengan guild top."


"Ku rasa kau harus diam dan berurusan dengan mereka." Ucap Karin saat melihat banyak Assassin si bawah tebing.


Semua langsung melihat ke arah bawah.


"Itu guild Klod Coffin."


"Guild top benar benar menghampiri kita."


"Seluruh jebakan ku hampir tidak berguna." Ucap Rina.

__ADS_1


"Aku akan membantu." Karin siap menambahkan kabut slow.


"Karin tahan dulu, jumlah mereka masih terlalu sedikit." Ucap Agus.


"Maksud mu ini hanya player perintis?" Bertanya Kevin.


"Begitu lah, unit utama mereka akan menyerang setelah kita menggunakan skill kuat kita untuk membinasakan mereka." Ucap Agus.


"Guild Klod Coffin hampir semua anggota nya adalah Assassin, malas banget berurusan dengan mereka." Kaluh Herman.


"Tim Archer serang mereka." Ucap Kevin.


"Okay!"


Semua yang memiliki serangan jarak jauh seperti Archer termasuk mage juga langsung menggunakan skill serangan untuk menyerang kebawah.


"Hampir semua serangan tidak mengenai mereka, guild top memang hebat." Puji Kevin. "Hentikan serangan, data pertarungan sudah cukup."


"Ini sudah lebih dari cukup, selanjut nya biarkan mereka memanjat saja." Ucap Agus.


"Padahal aku sempat berpikir melihat mereka di makan undead." Ucap Herman.


"Aku mau tidur." Tino sudah tepar.


"Tetap waspada oi!" Ucap Kevin membangunkan Tino.


"Tidak masalah kan, lagian skill ku tidak akan berguna saat mendefense." Ucap Tino.


"Silva! Cari lokasi unit utama musuh." Ucap Kevin mengabaikan Tino.


Silva menggunakan skill membidik pada crossbow nya dan mulai mencari di sekeliling hutan yang bahkan penglihatan nya dapat menembus hingga jarak lima puluh kilometer.


"Sekitar dua ratus player si satu kilometer arah barat, jika kau melihat enam puluh drajat ke arah kiri maka kau akan melihat tiga ratus musuh di jarak lima ratus meter." Lapor Silva.


"Assassin mereka mulai memanjat di sekeliling tebing!"


"Biar aku yang menangani mereka." Ucap Khairul yang kedua tangan nya sudah berubah menjadi tinju golem tanah.


"Oke tolong Khairul." Ucap Kevin.


"Ini mudah tapi mungkin akan sedikit gempa bumi." Ucap Khairul langsung menghantam tanah.


Bom!


Tanah bergerak dan dari tebing setiap terdeteksi player mereka akan langsung di hantam oleh tangan yang terbuat dari tanah hingga mereka terjatuh dari tebing.


"Alka bagaimana plontar nya?" Bertanya Kevin.


"Siap!" Balas Alka sudah memasang plontar udara.


"Semua player mulai bergerak maju." Ucap Silvana.


"Berapa kecepatan mereka?" Bertanya Kevin.


"Tidak dalam kecepatan penuh karena berada dalam kelompok, mereka bergerak kurang lebih empat kilometer perjam." Jelas Silva.


"Jadikan mereka target, gunakan otak kalian!" Teriak Kevin yang entah kenapa menikmati pertarung bersama teman nya.

__ADS_1


"Okay!"


"Isi plontar!" Teriak Alka pada tim non petarung yang mulai membawa bom buatan mereka dan menyimpan nya di pelontar.


"Dalam sepuluh detik tembak dengan sudut seratus sepuluh drajat, pastikan pegas berada pada tegangan rata rata." Ucap Agus.


"Segera!"


Para non petarung langsung menggerakkan plontar sesuai arahan Agus.


"Tembak!" Alka memberi aba aba saat tepat sepuluh detik.


Tack!


Semua bom langsung meluncur.


Bom! Bom! Bom!


Berbagai bom meledak di dalam hutan.


"Tepat sasaran, mereka meninggalkan kelompok yang terluka dengan kecepatan lari menjadi enam puluh kilometer perjam." Ucap Silva.


"Tembak!" Arahan kembali di ulangi berdasarkan perhitungan yang tepat.


Bom! Bom! Bom!


"Tepat sasaran."


"Tembak!"


Itu terus di ulang hingga lima kali dan para player dari guild Klod Coffin kehilangan banyak hp meskipun tidak banyak yang mati, setelah merasa rencana mereka gagal mereka memilih mundur.


"Tim Saber kejar mereka." Ucap Kevin.


"Okay!"


Tim Saber yang sudah mengganti seluruh perlengkapan mereka untuk meningkatkan agility langsung mengejar Player guild Klod Coffin.


Ini bagaikan mengejar perajurit yang mundur dengan kuda, saat mereka terus memburu tiba tiba saja beberapa tim Saber langsung kehilangan koneksi karena di kill player.


"Pemimpin mereka sudah keluar." Ucap Agus


"Karin kejar pemimpin nya." Kevin langsung menghubungi Karin.


Meskipun Kevin memiliki kecepatan tinggi tapi dia belum memiliki skill yang dapat mengejar Assassin yang pandai bersembunyi terlebih ini adalah pemimpin guild top yaitu Jack the Ripper leader guild Klod Coffin.


"Anggota kita benar benar di bantai, pemimpin guild kelas atas memang hebat." Ucap Agus melihat daftar teman nya mati satu persatu.


"Aku akan menuju ke orb mereka." Ucap Kevin melompat turun.


"Aku harap kau tepat waktu." Gumam Agus.


Tiga puluh detik setelah Kevin memasuki hutan, seorang player Assassin dengan kecepatan tinggi memanjat tebing seakan berlari di bidang miring sambil menghindari seluruh tinju tanah yang keluar.


"Itu melanggar hukum fisika woi!" Teriak Agus.


Assassin tersebut sudah berada di depan Agus dan langsung menebaskan pisau nya ke arah leher Agus.

__ADS_1


__ADS_2